Bintang Kecil Ku

Bintang Kecil Ku
Pantas saja kau kurus


__ADS_3

Glekk.


Bintang menelan makanannya dengan kasar. "Saya memang belum makan seharian, kok anda bisa tahu?"


"Asal menebak, Kenapa kamu nggak makan seharian?" Leo terlihat kesal tahu Bintang belum makan seharian, Dia kesal gadis itu tidak menjaga kesehatan dengan baik.


"Saya hanya sarapan roti saja di pagi hari itupun dikasi sama teman, siangnya saya di hukum karena datang terlambat, sore datang dari kerja saya ketiduran karena cepek, ya malam saja saya bisa makan dengan tenang," jawab Bintang dengan lancar tanpa keraguan.


Bintang tersadar kenapa dia harus menceritakan hal itu kepada Leo, entah kenapa dia nyaman membicarakan keluhan yang dia punya ke pria itu. "Kok aku bilang ke dia, emangnya dia menerima jasa curhat."


"Pantas saja kau kurus begini," ujar Leo jutek, dia berkata sarkas untuk menyembunyikan rasa sakit hatinya mendengar betapa berat hidup yang di jalani Bintang.


"Kenapa anda jadi menghina saya?" kesal Bintang.


Dia curhat bukannya di beri simpati malah di hina kurus.


"Ya emang itu kenyataan nya, nanti aku bilang gendut kau juga marah, Kan?"


"Iya juga sih." Bintang mengangguk pelan.


Tanpa mau melanjutkan permasalah lagi. Bintang memilih melanjutkan makan daripada berdebat dengan Leo yang tak akan pernah terkalahkan.


Mata pria itu menunjukan kesedihan tapi dia tersenyum tipis melihat betapa antusiasnya Bintang hanya karena makanan, seakan-akan dia tak akan mendapatkan kesempatan ini lagi. "Kamu kuat sekali menjalani hidup yang berat, aku janji akan membuat kamu lebih bahagia, apa pun akan aku berikan agar kamu bisa menjalani kehidupan yang lebih baik."


"Tuan kenapa bengong? habiskan makanan anda, sayang Lo di anggurin seperti itu, makanannya nanti nangis dimana mencari mamanya," Hahhaha, Bintang ada-ada aja, bisa aja jokes nya.


"Nggak lucu." Ledek Leo. "Lihat kau makan saja sudah membuat ku kenyang."


"Mana ada seperti itu Tuan.


Buka mulut anda."


Aaaaaa.


Leo membuka mulutnya.


Dengan ragu dia menerima suapan dari Bintang.


Gadis itu tersenyum manis. "Nahh, gitu donk Tuan, karena anda yang traktir jadi harus makan banyak juga." Setelah itu Bintang melanjutkan makan lagi, dia menyuap dengan sendok yang sama dengan sendok yang tadi di gunakan untuk menyuapi Leo.


Dan Leo melihat itu. "Dia menggunakan sendok itu, jadi kita secara tidak langsung sudah kissing, satu langkah yang baik." Pria itu tersipu malu hanya karena persoalan sendok.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian semua makanan tandas tak tersisa hanya ada piring kosong yang berjejer di meja. "Ahhh, kenyang nya, sungguh surga dunia." Bintang menyandarkan tubuhnya di kursi karena kekenyangan, ini pertama kalinya dia makan sepuas ini.


"Dia benar-benar menghabiskan nya, itu perut apa karung? tubuh aja yang kecil tapi makannya banyak , luar biasa, beda dari yang lain."


"Kau suka makanan disini?" tanya Leo.


"Sangat Tuan, semuanya enak, ngomong-ngomong terimakasih sudah traktir makanan sebanyak ini."


"Karena kamu suka, aku akan mengajakmu kesini setiap hari." Dia berbicara dengan enteng tanpa beban.


Orang kaya mah bebas itulah definisi yang tepat untuk pria satu ini.


Bintang terlonjak kaget, yang tadinya santai dia langsung duduk dengan tegak. "Tidak usah Tuan."


Dia berdiri sedikit lalu memajukan wajahnya agar lebih dekat dengan Leo. "Makanan disini sangat mahal, nanti anda bisa bangkrut," bisik Bintang pelan supaya tidak di dengar orang lain.


Leo berdecak. "CK, aku ini kaya raya, tak mungkin aku bangkrut hanya karena membeli makanan untuk mu, kau ini tidak kenal aku siapa Ya?" Sekali lagi dia merasakan harga dirinya di jatuhkan oleh Bintang.


"Untung Cinta."


"Saya tahu, anda adalah Tuan Leo." jawab Bintang.


"Kau tahu berapa harta kekayaan ku?"


"Kenapa juga aku harus peduli tentang harta orang lain, dasar sombong." Bintang tak habis pikir dengan sikap sok Leo.


"Kau cari saja di internet, pasti mulut mu akan terbuka lebar."


"Saya tidak ingin tahu tentang kekayaan anda Tuan Leo yang terhormat," kesal Bintang.


"Lebih baik kita pulang daripada membahas harta anda, Ayo." Bintang berdiri siap pergi.


"Oke," jawab Leo pasrah.


Meraka berjalan beriringan menuju luar tapi Bintang langsung berhenti saat teringat sesuatu, dia menarik tangan Leo untuk menghentikan pria itu.


"Kenapa?" Alis pria itu terangkat.


"Sepertinya ada yang janggal Tuan," ujar Bintang dengan sangat serius membuat pria itu sedikit bingung.


"Apa?"

__ADS_1


"Anda belum membayar, Ya betul, anda belum membayar, Tuan bagaimana ini? anda harus segera bayar supaya tidak di sangka maling."


"Biarkan saja," jawab Leo santai.


Bintang menyipitkan matanya menaruh curiga ke pria itu. "Apa jangan-jangan anda mau menipu ya?makan tapi tidak mau bayar, kalau anda tidak bisa bayar ngomong dari tadi, saya kan sudah peringatkan, anda tak boleh pergi tanpa membayar, ini perbuatan kriminal, anda pasti tahu itu, Ka_"


Leo menghentikan omelan Bintang dengan jari telunjuknya, Dia menempelkan jarinya di bibir gadis itu pelan.


"Shutt, Aku adalah pemilik restauran ini untuk apa aku membayar."


"Apa?" pekik Bintang dengan keras sehingga para pengunjung menoleh ke arahnya.


Bintang yang menyadari semua mata menyorotinya, dia langsung tersenyum kaku. "Maaf, maaf, maaf," Bintang membungkuk hormat kepada semua orang yang merasa terganggu oleh teriaknya yang cempreng bak kaleng rombeng.


"Tuan kenapa nggak bilang dari tadi sih? bikin malu saja," ujar Bintang pelan, dia tertunduk malu telah menuduh Leo yang tidak tidak.


"Bintang kau sangat bodoh, Kenapa kau main nyeroscos dan gas terus sih, seperti motor yang nggak pakai rem." Dia memukul-mukul mulutnya pelan merutuki mulutnya yang tak bisa di jaga.


Leo menahan tangan Bintang agar berhenti menyakiti diri sendiri lagi.


"Hentikan, tak usah di permasalahkan, lebih baik kita pergi."


"Baik juga dia, ternyata dia punya sisi yang membuat wanita meleleh, Akhh sepertinya aku terlalu memuji dia berlebihan."


*


"Tuan, ini bukan arah menuju tempat tinggal saya." Panik Bintang sambil memperhatikan jalan yang asing baginya.


"Tempat tinggal mu terlalu jauh, aku lelah, lebih baik kau menginap di apartemen ku." Dengan seenak jidat Leo memutuskan tanpa membuat perjanjian sebelumnya.


"Tuan anda mau memanfaatkan saya? kalau anda tidak bisa mengantarkan turunkan saya disini,"


Bintang sungguh tak terima dengan sikap Leo yang sesuka hati tanpa memikirkan tentangnya.


"Wahai lelaki modus tidak akan ku biarkan kau mengambil kesempatan untuk berbuat hal yang tidak senonoh kepadaku."


"Kamu tenang saja, aku tidak akan berbuat hal yang aneh seperti yang ada di otak kotor mu itu," ujar Leo santai sambil fokus menyetir.


"Sial, apa dia peramal? tau aja aku lagi berpikiran negatif tentang nya."


"Apa jaminan anda tidak akan berbuat hal yang tidak baik?"

__ADS_1


Happy Reading ♥️😘🥰♥️😘🥰


I LOVE YOU 3000🥰😘♥️😘😘😘


__ADS_2