Bintang Kecil Ku

Bintang Kecil Ku
Pingsan


__ADS_3

Selama Assisten Erik melakukan perjalanan kerja dengan Leo. Bintang terpaksa pergi menggunakan kendaraan umum, Assisten Erik sudah menawarkan seorang supir untuk antar jemput tapi Bintang menolak dengan alasan tidak nyaman dengan orang yang belum dia kenal, tanpa pemaksaan Assisten Erik membiarkan Bintang berangkat kerja seorang diri selama 2 hari ini.


Perjalan dari apartemen Leo cukup jauh menuju cafe tempat Bintang bekerja. "Uhhh, lemes banget hari ini gara-gara nggak bisa tidur kemarin malam," keluh Bintang sambil meregangkan badanya yang tengah duduk di bus yang melaju dengan kecepatan sedang itu.


Sesuai janjinya dengan Nadia, kemarin Bintang memutuskan tidak minum obat tidur dan berusaha melawan rasa takutnya namun dia gagal mengendalikan rasa takut yang dia punya dan berakhir terjaga lagi sampai pagi.


Citt.


Akhirnya Bus berhenti di halte dekat cafe tempat Bintang bekerja.


Dengan lesu Bintang turun dari bus di ikuti oleh beberapa orang yang juga turun di halte tersebut.


"Halo, selamat pagi my best friend," sapa Nadia yang melihat Bintang sedang berganti pakaian di loker.


"Pagi," jawab Bintang pelan.


"Kok lemes gitu sihh, seperti bukan Bintang yang aku kenal, semangat donk pagi-pagi."


Bintang membalik badannya yang membelakangi Nadia yang sedang mengkritik dirinya karena menjawab dengan lesu. "Aku hanya lagi lemes aja. capek mungkin karena kemarin malam aku manggung di Bar."


"kamu sakit ya? lihatlah wajah kamu pucat banget," Panik Nadia yang baru menyadari wajah pucat Bintang saat gadis itu membalik badanya.


Nadia menempelkan punggung tangannya di dahi Bintang untuk mengecek suhu badan gadis itu. "Bintang, badan kamu panas banget, nggak usah kerja deh hari ini, aku minta ijin ya sama buk Candra, biar bisa nganterin kamu ke dokter."


Dengan panik Nadia ingin beranjak dari sana menuju ruangan manajer tapi tangan Nadia langsung di cegat oleh Bintang.


"Aku baik-baik saja masih bisa bekerja kok, minum obat Paracetamol saja pasti hilang, nggak usah khawatir, aku masih kuat kok." dengan senyuman lebar Bintang berusaha meyakinkan sang sahabat.


"Kamu yakin?" ragu Nadia. Dia merasa temanya ini butuh istirahat bukan hanya minum obat.


"Iya, tenang saja, nanti kalau aku sudah nggak kuat pasti bilang kok sama kamu."


"Oke, janji kalau nggak kuat langsung istirahat."

__ADS_1


"Iya, Siapp bos,"


Di kantor.


Hari ini Leo dan Assisten Erik sudah kembali dari pekerjaannya di luar kota. Meraka langsung meluncur ke kantor dan melaksanakan meeting seperti schedule yang sudah di tetapkan.


"Baik, hari ini meeting kita tutup, perbaiki apa yang Tuan muda koreksi tadi karena Tuan muda akan memeriksa kembali 1 Minggu mendatang, gunakan kesempatan berharga ini, hari ini Tuan muda sudah sangat berbaik hati memberikan kalian kesempatan selama 1 minggu. Jika kalian masih melakukan kesalahan yang sama, siap-siap menerima surat pemecatan." jelas Assisten Erik panjang lebar.


Seorang lelaki paruh baya yang merupakan ketua devisi Marketing itu mengintruksikan semua anak buahnya untuk berdiri lalu secara serempak semua anggota rapat membungkukkan badan menghadap Leo yang duduk paling ujung. "Saya sebagai pemimpin meminta maaf atas kesalahan yang kami lakukan dan terimakasih sudah memberikan kami kesempatan ke dua, saya janji akan memperbaiki segalanya."


"Hmm, kembali bekerja." Jawab Leo yang duduk santai menyilangkan kakinya.


"Baik Tuan," Semua peserta rapat akhirnya bubar tanpa banyak suara.


"Erik, nanti sore apa ada jadwal?"


"Untuk sore hari tidak ada Tuan muda tapi malam harinya kita harus menghadiri pesta perayaan kemenangan tender Tuan Malik." Jabar Assisten Erik.


"Kita cancel acara itu, aku ingin menjemput Bintang ke tempat kerjanya dan mengajak dia makan malam di restauran."


*


Bintang bekerja seperti biasa yaitu melayani pengunjung yang datang ke cafe, dia memaksakan bekerja dengan kondisi badan yang kurang sehat.


Sore harinya, jam pulang kerja Bintang hampir tiba dan dia sekarang membawa segelas minuman untuk customer terakhir yang dia layani karena sebentar lagi akan ganti shift.


Baru beberapa langkah Bintang berjalan, dia mendadak menghentikan langkahnya karena kepalanya begitu terasa berat. "Aduh, kepala ku sakit banget." Secara perlahan dia memijat kepalanya yang sakit. Dia berusaha untuk mempertahankan kesadarannya tapi mata Bintang terasa berkunang-kunang. Dunia terasa berputar.


"Bintang kamu pasti kuat, bertahan lah." Bintang melanjutkan langkah kakinya tapi tiba-tiba dia lemas, dia terhuyung karena tidak bisa menopang tubuhnya.


Pyangggg. Nampan yang di bawa Bintang jatuh begitu saja.


Bukkkkk. Dilanjutkan dengan tubuh gadis itu yang jatuh tergeletak ke lantai.

__ADS_1


"Bintang!" pekik Nadia berteriak dari tempat kasir karena melihat temanya jatuh tergeletak di lantai.


Dia langsung berlari dengan cepat tanpa peduli pelanggan yang sedang menunggu untuk membayar. "Mbak, saya mau bayar!" protes sang pelanggan.


Nadia tak menghiraukan sang costumer, yang ada di pikirannya adalah Bintang, matanya hanya tertuju di tubuh temanya yang tergeletak di lantai dengan beberapa pelanggan yang mengerumuni nya.


"Bintang, bangun, bangunlah, kamu kenapa?" Perlahan dia memangku kepala Bintang, dengan panik Nadia berusaha menepuk pipi Bintang secara pelan.


"Erik apa itu rame-rame?" tanya Leo yang baru saja memasuki cafe itu.


"Saya kurang tau Tuan muda, saya akan mengeceknya."


"Permisi Nona, tolong permisi, permisi." ujar Assisten Erik membelah kerumunan dan di ikuti Leo di belakangnya.


Saat berhasil menembus kerumunan, disana mulai terlihat apa yang menyebabkan orang berkumpul seperti itu di dalam cafe. Mata Leo terbelalak melihat tubuh Bintang yang berada di lantai dengan keadaan tak sadarkan diri.


"Bintang!" pekik Leo yang langsung menghampiri Bintang yang kepalanya ada di pangkuan Nadia.


"Ehhh, itu kan Tuan Leo," bisik pelanggan yang ikut berkerumun.


"Iya, benar, wah ganteng banget ya aslinya."


"Ini adalah hari terbaik dalam hidup ku."


Semua orang berbisik membicarakan Leo yang tiba-tiba ada di tengah kerumunan itu.


Orang dari kalangan biasa memang sangat susah untuk mendapatkan kesempatan melihat Leo secara langsung karena pria tampan itu hanya berada di lingkup orang berada.


Tidak jauh berbeda dengan yang lain. Mulut Nadia terbuka lebar saat melihat Leo yang biasanya hanya dia lihat di layar handphone sekarang berdiri tepat ada di depannya. "Apa aku sedang bermimpi? Tuan Leo ada disini."


Nadia jadi lupa dengan Bintang yang sedang terkapar tak sadarkan diri saking shock nya dia.


Tanpa pikir panjang secara sigap Leo langsung berjongkok untuk mengambil alih Bintang dari Nadia yang sedang terpaku memandang wajah pria itu. "Aku akan membawanya ke rumah sakit." ujar Leo sambil mengangkat tubuh Bintang ala bridal style. Setelah mengatakan itu Leo langsung beranjak begitu saja dari sana.

__ADS_1


Happy Reading ♥️😘😘


I LOVE YOU 3000😘♥️🥰🥰


__ADS_2