Bintang Kecil Ku

Bintang Kecil Ku
Masa lalu Bintang


__ADS_3

Bintang menarik napas dalam sebelum menceritakannya.


"Aku akan menjadi pacar kontrak orang yang mobil nya aku tabrak selama 3 bulan."


"Apa!" pekik Nadia keras.


"Sttt, Diem."


"Oke, oke, maaf. Kok bisa sih? gimana ceritanya?" Nadia mengecilkan suaranya yang cempreng.


Bintang menceritakan semua kejadian awal sampai akhir bagaimana dia terjebak perjanjian itu dengan Leo.


"Jadi kau akan jadi pacar Leo Hazel Hugo!" Pekik Nadia yang sungguh takjub, bagaimana sahabatnya ini bisa mendapatkan keberuntungan yang luar biasa dalam hidupnya.


"Diam! Nanti ada yang dengar." Bintang di buat panik oleh antusias Nadia.


"Bintang kau sangat beruntung bisa berhubungan dengan orang sekelas Tuan Leo, aduhhh hari ini aku bahagia sekali, nanti kalau kau sudah kaya jangan lupakan aku ya." ujar Nadia menaik turunkan alisnya sambil tersenyum. "Wahh mimpi apa sih aku kemarin akhirnya sahabat ku mendapatkan kebahagiaan setelah sekian lama."


"Jangan berlebihan. Emang nya siapa dia? cuma orang kaya yang sombong." Bintang heran Kenapa sih sabahat nya Nadia begitu memuja pria yang dia anggap menyebalkan.


"Kau ini bodoh apa gimana sih. Dia itu salah satu keturunan sultan yang kaya raya, sekarang dia yang menjadi CEO di perusahaan raksasa milik kakeknya, selain kaya dia juga sangat ganteng, aduhh kalau aku jadi kamu sudah aku ikat dia supaya nggak bisa lari dari dekapanku." Nadia begitu semangat menceritakan betapa hebatnya Leo.


"Aku tahu dia kaya raya tapi aku tidak mengenalnya, kenapa kau begitu tahu tentang dia? kau kenal dengannya? Kok nggak pernah kasi tahu aku sihh." Bintang menyipitkan matanya seolah menghakimi gadis yang ada di depannya.


"jangan-jangan kau."


"Jangan-jangan apa?" Sinis Nadia.


"Memata-matai Tuan Leo ya? " Tuduh Bintang.


Tukk.


"Akhhhh." pekik Bintang kesakitan.

__ADS_1


"Ehhhh, tau rasa." Nadia menyentil dahi sahabat nya yang berbicara hal yang tidak masuk akal.


"Sakit Nadia." Rengek Bintang sambil mengusap dahinya yang terasa panas dan perih.


"Makanya jangan asal bicara, Tuan Leo itu sudah seliweran di sosial media dan berita nasional maupun internasional, semua orang tahu dia termasuk sahabat mu ini, kau aja yang bodoh tak tahu apa-apa. Makanya jangan kerja terus, punya handphone di pakai donk." Sindir Nadia.


"Kalau aku main handphone seharian bisa nggak makan aku besok, ngapain juga aku peduli dengan urusan orang-orang kaya itu, tidak penting, kau kan tahu aku trauma dengan orang kaya."


"Tapi Tuan Leo beda dari mantanmu yang brengsek itu."


"Uhh, sok tahu dia. belum lihat aja gimana tingkah menyebalkan dan sombong pria itu, udah gitu mesum juga, kalau bukan karena takut penjara nggak sudi aku mau jadi pacar kontrak."


"Dengarkan aku." Nadia menggenggam kedua tangan Bintang. "Aku harap kamu bisa melupakan masa lalu dan memulai lagi kehidupan yang baru, aku nggak mau kamu terus terjebak oleh bayangan yang kelam, 2 tahun sudah berlalu. ini saat yang tepat untuk membuka hati." Tatapan Nadia begitu tulus hingga menyentuh hati Bintang.


Dia merasa beruntung memiliki Nadia yang tak pernah menyerah selalu membawanya maju ke depan.


Kepala Bintang tertunduk lemas. "Tapi aku belum siap untuk mencintai lagi. aku masih trauma, sampai sekarang pun bayangan itu masih mencekik ku, aku takut di campakkan lagi dan lagi pula ini cuma pacaran kontrak untuk melunasi hutang, aku tidak akan menggunakan hati." lirih Bintang yang sungguh menyesal pernah mencintai orang yang salah.


Walaupun di berikan semangat tapi Bintang terlihat pesimis tentang percintaan. "Aku tidak mau bermimpi terlalu tinggi, kau tahu sendiri, aku sudah tidak punya harga diri lagi apalagi di tambah aku ini yatim piatu yang miskin." air mata Bintang jatuh tanpa permisi.


Tangan Nadia langsung terulur menghapus air mata Bintang. "Kau harus kuat. Buat Tuan Leo jatuh cinta padamu, aku yakin kamu pasti bisa, aku akan mendukung mu seratus persen."


Bintang tersenyum. "Aku tidak cinta dengan Tuan Leo, bagaimana aku bisa buat dia cinta kepada ku. Ada-ada aja, udah jangan ngayal terus, Lebih baik kita siap-siap waktu briefing sebentar lagi mulai."


"Ahhh kau nggak asik banget." kesel Nadia, selalu saja Bintang punya alasan untuk tidak membangun hubungan dengan orang baru.


"Uhh, susah banget di bilangin.Temanku satu ini terus saja merendahkan diri sendiri, belum tentu kan orang lain lebih baik dari dia. Di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin, contoh nya Cinderella, dulunya di jadikan pelayan oleh ibu tirinya tapi di angkat derajat nya oleh sang pangeran."


Lantai teratas gedung perusahan Stars Group.


Perlahan Assisten Erik menuangkan teh di cangkir Bosnya. "Silahkan Tuan."


"Hmm." Leo membenarkan duduk nya dengan menyilangkan kaki, Dia menaruh beberapa kertas yang sempat dia baca.

__ADS_1


"Duduk!" Perintah pria itu terlihat serius.


Suasana semakin mencekam saat Leo mengeluarkan suara dingin.


"Aduhh, Apa kesalahan ku? kok dia tumben serius begini, perasaan aku nggak buat kesalahan apapun." Sedikit gemetar Assisten Erik duduk di hadapan Leo.


"Bagaimana hasilnya, kau sudah mengumpulkan informasi tentang Bintang? bagaimana kehidupan nya dulu?" Setelah mengatakan itu Leo menuangkan teh untuk Assisten Erik.


"Minumlah." ujar Pria itu dengan suara datar.


"Baik Tuan." Dengan ragu Assisten Erik mengambil cangkir itu lalu menyesap teh hijau itu sedikit.


"Tuan muda berarti serius tentang Nona Bintang. Tak mungkin dia kepo jika Tuan muda tidak tertarik. Semudah itukah Tuan muda jatuh cinta dengan Nona Bintang?"


Sebelum mengatakan semuanya Assisten Erik menarik napas dalam-dalam.


"Saya sudah mendapatkan sedikit informasi tentang Nona Bintang.


"Waktu umur 7 tahun Nona Bintang di tinggalkan oleh ibunya dan sampai sekarang mereka tidak pernah bertemu lagi."


Deg.


Tangan Leo langsung terhenti saat ingin mengambil secangkir teh kesukaannya itu. Dia teringat sesuatu. "Aku ingat dulu dia mengejar mobil sambil menangis. Apa saat itu dia sedang mengejar ibunya? dan aku ingat betul gelang yang dia berikan untuk ku adalah gelang yang akan di berikan ke ibunya." Tiba-tiba kilatan bayangan masa lalu terlintas di pikiran Leo.


Dia ingat betul bagaimana wajah sedih Bintang saat berbicara tentang ibunya.


Assisten Erik melanjutkan informasi yang dia dapat. "Setelah ibu dari Nona Bintang pergi. Nona mengeyam pendidikan di sekolah yang ada asrama karena ayah Nona Bintang harus bekerja demi kelangsungan hidup mereka.


Dari sekolah dasar hingga SMA Nona Bintang tinggal di asrama sekolah, Nona pulang hanya jika hari libur."


Happy Reading ♥️😘🥰🥰😘😘


I LOVE YOU 3000😘🥰♥️🥰🥰😘

__ADS_1


__ADS_2