
"Apa hubungannya Hani dengan ibu dari Bintang?" bingung Leo.
Dia tidak terkejut mengetahui jika Bintang di tinggal oleh sang ibu karena dia sudah tahu informasi itu dari Assisten Erik namun yang membuatnya bingung adalah apa hubungannya dengan sang mantan kekasih.
Leo berusaha menepikan rasa bingungnya terlebih dahulu. Melihat air mata Bintang yang mengapung di pelupuk mata indahnya, Leo secara otomatis menarik kedua tangan Bintang lalu menggenggam dengan erat.
Hati Leo ikut teriris sakit melihat betapa Bintang berusaha menahan rasa sedih yang begitu lama Bintang simpan sendiri.
"Aku bisa merasakan apa yang kau rasakan saat ini , jika belum siap jangan di teruskan." ujar Leo dengan lembut.
Bintang tersenyum tipis untuk menyembunyikan hatinya yang sesak. "Saya baik-baik saja Tuan, ada hal yang perlu saya tahu dari Nona Hani. Waktu saya ke Mall dengan Nona Maya saya bertemu dengan Nona Hani dan saya mendapatkan fakta kalau Nona Hani kenal dengan ibu saya, disana lah saya pertama kali bertemu dengan ibu saya setelah 16 tahun lamanya, jadi saya ingin meminta bantuan dari anda untuk mempertemukan saya dengan Nona Hani." Mohon Bintang kepada Leo sang kekasih kontrak.
"Aku akan mengatur pertemuan mu dengan Hani," Leo menyetujui dengan cepat permintaan Bintang, sebenarnya dia malas berurusan dengan Hani tapi Bintang lebih penting dari apapun.
"Terimakasih Tuan atas bantuan anda, ini adalah kesempatan saya agar bisa bertemu dengan ibu saya, saya akan menggunakan kesempatan berharga ini dengan baik."
"Boleh, aku memeluk mu," Leo ingin memberikan pelukan untuk menyalurkan semangat dan kekuatan untuk Bintang, supaya Bintang bisa bangkit dari rasa sedih yang menyelimuti.
Ragu-ragu Bintang merentangkan tangannya untuk menerima saluran kasih sayang yang akan di berikan oleh Leo. "Tidak masalah seperti ini, Kan? Dia hanya ingin menenangkan ku, aku tidak murahan, Kan?" Pikiran Bintang berontak bingung namun apa daya dia tak bisa bohong kalau dia nyaman dalam dekapan Leo.
"Anda bisa melakukannya Tuan." senyuman Bintang menyungging saat mengatakan itu.
Penuh kasih sayang Leo membawa tubuh kecil Bintang ke dalam rengkuhannya, dia memberikan rasa aman dan nyaman. Pelukan erat selalu siap dia berikan untuk pujaan hati yang mengisi seluruh jiwanya, di hatinya sekarang sudah penuh dengan nama Bintang. Dia tak berdaya jika Bintang merasa sakit.
*
1 Minggu kemudian.
Hari ini Bintang libur dan kesempatan ini di gunakanya untuk membuat janji dengan Hani.
__ADS_1
Sebenarnya sudah jauh-jauh hari Leo merencanakan pertemuan ini, Leo sudah berjanji dengan Bintang jadi harus di tepati.
Leo dan Bintang sekarang sudah berada di restauran milik ayah Leo untuk menunggu kedatangan Hani. Dia berada di ruangan VIP, tak ada siapapun disana selain meraka berdua, bahkan Assisten Erik menunggu di luar, Assisten Erik sudah di tugaskan untuk menyambut kedatangan Hani.
"Tuan saya sedikit gugup karena saya pernah bermasalah dengan Nona Hani," ujar Bintang.
"Tidak perlu khawatir, dia tidak mungkin berani menggangu mu, aku bisa menjamin dia tak akan bisa menyentuh mu sedikit pun." Yakin Leo yang ada di samping Bintang.
"Bukan itu yang saya takutkan, saya hanya merasa tidak enak dengan Nona Hani karena kita sempat mengerjainya." Bintang merasa malu meminta bantuan kepada orang yang pernah dia permainkan. Waktu itu harga diri Hani pasti sangat di jatuhkan.
"Itu semua salahnya karena mengejek mu jadi tidak ada salahnya untuk membalas, Kan?"
Tok, tok.
Leo dan Bintang menoleh bersamaan mendengar bunyi ketukan, Assisten Erik berjalan pelan menghampiri Leo.
"Permisi Tuan muda, Nona Hani sudah datang." Assisten Erik membawa informasi tentang kedatangan orang yang sudah 10 menit mereka tunggu.
"Baik Tuan muda."
"Nona Hani silakan masuk," ujar Assisten Erik sopan mempersilakan Hani masuk.
Melihat Hani memasuki ruangan, Leo hanya menatap Hani dengan acuh, berbeda dengan gadis cantik di samping Leo. Dia langsung berdiri menyambut kedatangan Hani.
"Selamat datang Nona Hani." Sapa Bintang dengan menunjukkan senyuman gugup.
"Rasanya aku ingin tertawa saat melihat gadis lugu ini." gumam Hani dalam hati.
"Haii, Bintang," ujar Hani santai.
__ADS_1
Hani melirik Leo yang duduk tanpa ekspresi. "Leo kau tidak ingin menyambut ku?" ujar Hani melihat sikap acuh Leo seakan ogah sekedar memberikan senyuman untuk Hani.
Leo mendelik menatap Hani, dia terlihat tidak senang di atur oleh wanita bernama Hani itu. "Duduk?" suara berat Leo seakan tak terbantahkan, sangat mengintimidasi, dia tak ingin banyak basa basi.
"Kau tak asik." Hani duduk dengan sebal. Dia berusaha menyembunyikan rasa takut dengan wajah kesal padahal jantung Hani sudah bergemuruh karena tatapan mematikan Leo. Pria itu sungguh tidak bisa di ajak bermain-main.
Melihat Hani duduk, dengan cepat Bintang mengikutinya, dia duduk berhadapan dengan Hani.
Krik, krik.
Suasana menjadi hening tak ada yang mau memulai pembicaraan, Bintang merasa canggung untuk berbicara dengan Hani.
Bintang melirik Leo yang ada di sampingnya untuk mencari solusi, Leo mengangguk pelan seakan meyakinkan Bintang untuk berbicara dan menghilangkan segala keraguan.
Mendapatkan anggukan dari Leo membuat Bintang lebih yakin, dia duduk dengan tegak, menatap Hani serius namun dia masih terlihat ragu. "No...na, sa...ya ingin ber_"
Sangat terlihat kegugupan Bintang, tangannya gemetar, Maka dari itu Hani langsung memotong ucapan Bintang. "Leo mengatakan padaku kalau kau ingin bicara dengan ku, aku memang tak tahu apa yang ingin kau bicarakan padaku namun aku tahu pasti itu hal yang serius, jangan takut untuk bicara, aku siap menjawab semua pertanyaan mu," ujar Hani begitu yakin. Ternyata wanita angkuh sekelas Hani mempunyai sisi yang begitu lembut.
Sebenarnya Hani cukup penasaran, apa sih sebenarnya yang akan di bicarakan oleh Bintang dengannya, kenapa gadis muda yang ada di depannya begitu gugup, sepertinya itu hal yang serius, namun seingat dia Hani tidak pernah mengenal Bintang sebelumnya jadi apa sebenarnya semua ini. Hani belum menemukan benang merahnya.
Leo cukup terkejut dengan ucapan Hani yang berusaha menenangkan Bintang, mata Hani yang biasanya penuh percaya diri tiba-tiba melembut. "Apa dia Hani yang aku kenal? ternyata dia punya sikap bijaksana, aku hanya kenal Hani yang selalu merengek manja untuk di temani saat kami bersama dulu."
"Sayang, bisakah kamu keluar dulu, aku ingin bicara dengan Nona Hani," ujar Bintang ke Leo.
"Ternyata dia meneruskan sandiwara waktu itu, aku suka saat kamu memanggil ku dengan sebutan sayang, seandainya kau mengatakan itu setiap hati pasti aku akan menjadi pria yang paling bahagia di dunia ini."
"Sayang, apa kamu mendengarkan ku?" Bintang sedikit menguncang bahu Leo yang tengah melihat Bintang dengan penuh cinta, terlihat dia begitu bahagia.
Happy Reading ♥️♥️♥️♥️
__ADS_1
I LOVE YOU 3000♥️♥️🥰😘🥰