Bintang Kecil Ku

Bintang Kecil Ku
Terimakasih sudah menemani ku


__ADS_3

Suasana menjadi sepi setelah Nadia beranjak pergi. Bintang hanya bisa menatap sendu Nadia yang sudah mulai menghilang dari pandangan nya.


"Kau sedih?" Leo merapikan anak rambut Bintang yang menghalangi wajah gadis itu. Lalu dia mengusap pipi Bintang lembut.


Bintang tak menjawab karena masih termenung setelah melihat kepergian Nadia.


"Emmm, kenapa pipinya basah? apa dia habis menangis? perasaan tadi dia tertawa ceria saat aku ingin masuk."


"Tuan, saya mau istirahat dulu." Suara Bintang membuyarkan lamunan Leo.


"Ohh, baiklah." Pria itu dengan sigap langsung membantu Bintang merebahkan badan.


"Selamat beristirahat. aku akan menunggu mu sampai kau tertidur." Leo menggenggam tangan Bintang lalu mengelus punggung tangan gadis itu dengan lembut mengunakan ibu jari untuk memberikan kenyamanan.


Bintang hanya menatap Leo yang begitu berani menyentuhnya tapi dia heran karena dia tidak melakukan perlawanan atau penolakan saat Leo melakukan hal tersebut. "Aku berasa menjadi pacar sungguhan Tuan Leo. Ternyata dia sangat romantis. Tenang sekali rasanya di beri kasih sayang seperti ini. Apa aku selamanya bisa seperti ini atau mungkin sebentar lagi kebahagiaan ini akan di renggut dari ku? entahlah, aku tidak tahu, jalani saja walaupun ada ketakutan di hati ini."


Perlahan mata Bintang akhirnya bisa terpejam. Leo yang melihat itu berusaha melepaskan tangannya yang menyatu dengan tangan Bintang secara hati-hati.


"Istirahatlah, maaf aku harus bekerja ." ujar Leo pelan lalu mengecup kening Bintang dengan mesra. Setelah memberikan kecupan hangat Leo beranjak dari sana menuju sofa.


Merasakan Leo sepertinya sudah pergi, Bintang perlahan membuka matanya yang tadi ternyata pura-pura tertidur. Dia menyentuh dahinya yang tadi di kecup oleh Leo. "Ada apa dengannya? Dia begitu manis padaku, padahal kami hanya pacaran kontrak. Tuan Leo tolong jangan lakukan itu, aku bisa-bisa jatuh cinta dengan anda. Tolong jangan membuat saya jatuh cinta karena saya akan sangat rapuh jika di permainkan lagi." Air mata Bintang kembali jatuh begitu saja. Dia takut jatuh cinta.


Sesekali Bintang melirik Leo yang tengah serius dengan laptopnya. "Selamat bekerja Tuan Leo, Terimakasih sudah menemani saya saat ketakutan tadi malam."


*


Hari sangat cepat berlalu tanpa Leo sadari ini sudah hampir tengah malam. "Akhhh, akhirnya selesai." Leo meregangkan seluruh tubuhnya yang kaku.


Leo melirik Bintang, terlihat gadis itu sudah tidur dengan pulas. "Sudah jam 11 malam pantas Bintang sudah tertidur nyenyak." ujar Leo setelah melihat jam di tangannya.


Sudah waktunya untuk tidur, perlahan Leo menutup laptop dengan setumpuk pekerjaan itu lalu dia beranjak dari sana menuju tempat tidur pasien yang di tempati sang kekasih. "Wajah mu yang manis membuat ku tenang jika sedang tertidur seperti ini," Leo tersenyum senang melihat Bintang yang tertidur pulas dengan wajah polos yang mampu menenangkan Leo.

__ADS_1


"Malam ini, aku harus menemani dia tidur, aku nggak mau kejadian kemarin terulang kembali, aku nggak mau saat dia ketakutan tak ada siapapun di sampingnya." Leo perlahan naik ke atas ranjang pasien itu dengan hati-hati takut membangunkan Bintang.


Lama dia memandangi wajah cantik Bintang, Leo mengenggam tangan Bintang lalu mengecup mesra penuh kasih sayang punggung tangan Bintang.


"Bintang kecil ku, aku akan selalu ada di samping mu. Jangan takut lagi ya, aku akan menggenggam tangan mu selamanya." Setelah mengatakan itu Leo terpejam lalu ikut mengarungi dunia mimpi bersama Bintang. Pria itu sangat cepat terlelap karena dia begitu lelah karena seharian mengurus Bintang sambil bekerja.


"Jangan, jangan, jangan." Lenguh Bintang, kepalanya menggeleng ke kanan dan ke kiri seolah dia menolak sesuatu.


"Akhhhh." Mata Bintang langsung terbuka setelah berteriak.


Dia panik karena mimpi menakutkan itu datang lagi, namun sesaat dia sadar ada tangan besar yang menggenggamnya dengan erat.


Bintang menoleh ke samping. "Tuan Leo." Gumam Bintang. Entah kenapa hati gadis itu langsung tenang setelah melihat Leo ada di sampingnya, ketakutan seketika menghilang begitu saja. Bintang merasa aman.


Bintang membalik tubuhnya dengan posisi miring, dia menatap wajah tampan Leo yang sedang tertidur dengan tenang, Bintang dapat melihat wajah lelah Leo, mungkin itu yang menyebabkan Leo tidak terusik sama sekali dengan teriakan Bintang. Dia begitu lelah sehingga tidur dengan lelap.


Senyuman melengkung di wajah gadis itu. "Makasih Tuan Leo, sudah menjaga saya dengan baik."


Jika Leo sedang sadar saat ini pasti dia sudah jingkrak-jingkrak kesenangan mendapati sang pujaan hati mau mendekat tanpa paksaan darinya.


Pagi harinya Leo bangun lebih awal. Dia ingin merengangkan tubuhnya tapi dia seperti merasakan ada sesuatu di atas tubuhnya. Dia menunduk sedikit, ternyata ada Bintang yang masih tertidur lelap dengan tangan yang memeluknya dengan erat bahkan kaki gadis itu naik ke pinggangnya. "Sekarang kau mulai nakal ya." ujar Leo tersenyum miring.


"Oke jika ini maumu, aku akan dengan senang hati menurutinya, jangan salahkan aku ya, ini semua kamu yang memulai."


Dengan hati-hati Leo membalikkan tubuhnya dengan posisi miring sehingga dia bisa berhadap-hadapan dengan Bintang. "Gadis nakal, terima hukumanmu sekarang."


Cup.


Leo mengecup bibir Bintang.


"Ehhh," Lenguh Bintang karena merasa terusik tapi Bintang tidak terbangun.

__ADS_1


Cup. Dengan jahil Leo kembali mengecup bibir Bintang.


"Ehhhh," lenguh Bintang lagi dengan suara merengek. Dia mengusap bibirnya yang terasa basah namun mata Bintang masih setia terpejam.


"Hahahha." Leo tertawa melihat tingkah Bintang yang sungguh menggemaskan baginya. "Kau sangat lucu, aku jadi ingin terus menggangu mu."


Cup.


Dan benar saja Leo kembali menjahili Bintang.


Dahi Bintang mulai mengkerut. "Akhhh! hentikan! siapa yang menggangu tidur k_"


Omongan Bintang langsung terhenti saat dia mulai membuka mata. Dia terpaku saat melihat pelaku yang menggangu tidurnya. "Aduhh, aku baru ingat kalau ada Tuan Leo yang tidur bersama ku." Bintang langsung melepaskan pelukannya dari tubuh pria itu.


"Kenapa kau marah pagi-pagi begini sayangku," ujar Leo tersenyum manis.


Wajah mereka begitu dekat sehingga Bintang dapat merasakan napas Leo berhembus menyapu wajahnya.


"Apa yang Tuan tadi lakukan kepada bibir saya," ujar Bintang dengan polosnya sambil menyentuh bibirnya yang lembab akibat ulah Leo.


"Mencium mu." Jawab Leo tanpa rasa ragu.


"Kenapa anda melakukannya diam-diam, saya tidak suka itu." Dengan wajah cemberut Bintang mengatakan kekesalannya.


"Berarti kau ingin aku mencium mu saat kau sadar. Baiklah jika itu maumu." Leo langsung nyosor untuk mencium Bintang tapi dia kalah cepat dengan tangan Bintang yang duluan menutup mulutnya.


"Bukan itu maksud saya. Maksud saya adalah anda harus meminta ijin terlebih dahulu sebelum melakukan apapun terhadap saya." Bintang mengatakannya dengan serius.


Happy Reading ♥️


I LOVE YOU 3000♥️😘🥰

__ADS_1


__ADS_2