
Leo terlihat semakin penasaran. walaupun hatinya sakit mendengar Bintang harus terkurung selama 12 tahun di asrama sekolah. "Apa ayah Bintang masih hidup?"
Leo menyesap tehnya untuk menenangkan diri. Bersiap dengan jawaban Assisten Erik.
"Sayang sekali setelah Nona lulus SMA. Ayah Nona harus pergi untuk selamanya karena sakit."
"Bagaimana keadaan Bintang setelah ayahnya berpulang?"
"Yang saya tahu Nona tidak melanjutkan kuliah dan harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup. Nona Bintang tidak mempunyai siapapun selain sabahat nya yang bernama Nadia."
Mata Assisten Erik membulat melihat air mata Tuan muda yang terkenal angkuh jatuh begitu saja. "Tuan muda terlihat sakit saat mendengar kehidupan Nona Bintang. Pertanda apa ini? pertama kali aku melihat Tuan muda iba dengan orang lain."
"Tuan anda baik-baik saja?" Selidik Assisten Erik karena Leo memejamkan mata cukup lama. Mungkin untuk menenangkan diri.
"Aku baik. Bagaimana tentang percintaannya? Apa dia punya mantan pacar?"
"Tuhh kan benar. Tuan muda ingin mengejar Nona Bintang. Buktinya penasaran tentang percintaan Nona ."
"Maaf. Saya belum tahu tentang itu Tuan." Dia berdiri lalu membungkukkan badan merasa menyesal tidak bisa mendapatkan informasi lengkap.
"Cari tahu tentang itu."
"Baik Tuan."
"Bintang kecil ku maaf karena aku datang terlambat di kehidupan mu, pasti lelah rasanya hidup seperti itu. Kali ini aku yang akan menjagamu dan memberikan segalanya untuk mu."
"Tuan apakah anda menyukai Nona Bintang?" Tanya Assisten Erik dengan ragu.
"Hmmm." Leo mengangguk pelan. "Dia adalah cinta pertama ku, aku akan mengejarnya agar bisa menjadi pacarku." Tak ada yang ingin Leo sembunyikan dari Assisten yang sudah menemani dia selama 16 tahun lamanya.
"Jadi perjanjian kontrak itu hanya cara untuk mendekati Nona Bintang?"
__ADS_1
"Kau memang selalu pintar Erik."
Leo tersenyum miring.
"Kenapa anda tidak terus terang saja kalau anda suka?"
Untuk apa pria ini menyembunyikan segalanya lebih baik terus terang kan supaya nggak ribet pikir Assisten Erik.
"Aku akan memberitahu. tapi secara perlahan, aku mau hubungan ini mengalir seiring kita mengenal lebih baik satu sama lain, anggap saja pacaran kontrak ini adalah cara untuk aku pendekatan dengan Bintang."
Dia ingin mengenal Bintang lebih baik sebelum menjadi pacar sungguhan. Leo tidak mau terburu-buru dalam percintaan. Dia juga ingin Bintang nyaman dengannya.
*
Masih dengan pakaian kerja Bintang kembali berhadapan dengan Leo dan Assisten Erik di tempat yang sama seperti kemarin. Dia datang sendiri karena sudah di hubungi oleh Assisten Erik untuk datang kesana untuk membahas mengenai kontrak pacaran yang menurut dia konyol.
Bintang menarik napas dalam menyiapkan hati dan perasaan karena sebentar lagi dia akan menjalani kehidupan untuk menjadi pacar kontrak pria kaya angkuh yang pastinya dia harus pasrah jika Tuan muda yang menyebalkan tersebut akan berbuat seenaknya dan menindas dia tanpa ampun.
Mendengar suara itu saja sudah berhasil mengintimidasi Bintang. "Kenapa auranya selalu sekuat itu sihh. nyesel aku menabrak mobilnya. tau gitu aku kabur aja pas aku nabrak mobil sialan itu."
"Sudah Tuan muda." Assisten Erik menaruh amplop coklat di atas meja.
"Ini kontrak yang kau minta." ujar Leo dengan tatapan lurus menatap Bintang. Leo menggeser sebuah map coklat yang ada di atas meja ke hadapan Bintang yang tengah tegang. Leo dapat melihat Bintang terus meremas tangannya.
"Dia gugup?" Dengan mudah Leo dapat menebak gerak gerik seseorang.
Bintang terdiam sesaat melihat map coklat yang ada di depannya. Dia meratapi nasibnya yang sebentar lagi akan di atur oleh pria yang akan mengaku menjadi seorang pacarnya. "Bersiaplah aku akan segera masuk ke lembah kegelapan yang akan merenggut semua kebebasan ku sebagai seorang jomblo."
Tangan kecil itu perlahan mengambil map coklat tersebut dan mengambil isi dari dalam.
Terdapat beberapa lembar kertas yang berisi perjanjian dan rentetan tugas apa saja yang harus Bintang lakukan selama berpacaran kontrak dengan Leo.
__ADS_1
Gadis itu membaca semua itu dengan seksama dan serius, Dia membaca dengan penuh kehati-hatian. Dia tahu bagaimana cara orang kaya memanipulasi sesuatu jadi dia tidak boleh terjebak.
Dia harus memberontak jika ada yang salah.
Lembar pertama berisi perjanjian hutang piutang untuk ganti rugi mobil yang di buat lecet oleh Bintang. Disana tertulis jelas Pacaran akan berakhir setelah 3 bulan dan Bintang akan terbebas dari hutang 100 juta tersebut.
Dahi Bintang langsung mengkerut melihat lebar selanjutnya.
"Hal-hal yang harus di lakukan menjadi pacar Tuan Leo? Apa semua ini? dia belum membicarakan nya padaku sudah langsung buat aja."
Leo dapat melihat wajah kaget Bintang saat membuka lembar kedua. Dia menebak pasti gadis itu akan keberatan dengan apa yang tertera disana. Leo dapat melihat Bintang memaki dengan sorot matanya.
Berusaha tetap tenang Bintang mencoba membaca lebih banyak.
"Pria ini emang gila, untuk apa aku melakukan semua itu." Disana tertera dia harus tinggal bersama Leo, dia juga tidak boleh menjalin hubungan dengan pria lain selama kontrak berlangsung. Dia terus membaca sampai lembar terakhir. yang Bintang tangkap dari semua itu adalah dia akan berlaku seperti pacar sungguhan dari pria yang sedang tersenyum miring di hadapannya. "Menyebalkan!" satu kata itulah yang keluar pertama di dalam pikiran Bintang.
"Tuan, saya tidak setuju dengan hal-hal yang harus saya lakukan untuk menjadi pacar kontrak anda. Saya hanya setuju dengan lembar pertama yang ada di kontrak itu. Saya keberatan jika hidup saya harus di atur oleh anda. Kita hanya akan pacaran kontrak bukan pacaran sungguhan." Tegas Bintang yang tak mau di atur oleh Leo. memangnya pria itu siapa bisa berbuat semaunya.
Leo berdiri sambil menatap Bintang lurus. "Apa yang akan dia lakukan. ingin mencekik ku? seperti nya aku berbicara secara berlebih. mati aku membangunkan macan tidur." Tak terasa badannya gemetar.
Leo mengitari meja lalu duduk di samping Bintang. gadis itu menggeser tubuhnya karena ketakutan. tangannya sudah basah saking gugupnya di dekati oleh Leo.
Bintang menghindari kontak mata dengan Leo, dia hanya bisa menunduk sambil berdoa agar Leo tidak menyakiti nya. "Kenapa mendekat sih. Tolong jaga jarak bodoh."
Leo tersenyum miring melihat Bintang menjauh darinya. "Kau pikir bisa lari dari ku, tak semudah itu gadis nakal."
Perlahan tangan Leo melingkar di pinggang ramping Bintang. dalam sekali tarikan dia menggeser tubuh mungil itu untuk mendekat ke tubuhnya.
"Ehhhh." Bintang terlonjak kaget mendapatkan serangan mendadak seperti itu dari Leo. tubuhnya semakin gemetaran karena tubuhnya menempel di tubuh pria itu. Dia hanya bisa menunduk karena takut melihat wajah Leo yang pasti nya sudah tersenyum mengerikan.
Happy Reading ♥️😘😘🥰🥰🥰
__ADS_1
I LOVE YOU 3000🥰😘♥️😘😘😘