Bintang Kecil Ku

Bintang Kecil Ku
Pingsan


__ADS_3

Bintang berdiri lalu menatap Leo dengan tatapan tajam menusuk pria itu. "Tuan Anda tidak seharusnya mengambil barang saya sembarangan." protes Bintang, besar juga nyali gadis itu memarahi pemilik apartemen ini.


Leo menyeringai seperti acuh akan protes yang di layangkan oleh Bintang dan itu semakin membuat Bintang kesal.


"Senyum-senyum nggak jelas, sungguh menyebalkan, seperti menganggap kalung ku itu adalah barang yang tak berharga."


"Untuk apa aku merebut kalung yang memang milik ku." ujar Leo dengan seenak jidat itulah yang ada di pikiran Bintang saat ini.


Tangan Bintang terkepal keras sampai buku-buku tangannya berubah warna. "Dasar pria sombong kurang ajar, enak bener bilang itu punya dia, aku tahu dia bisa memiliki segalanya tapi bukan berarti miliki ku adalah miliknya."


"Apa kau marah?" Leo menaikkan alisnya seolah meremehkan kemarahan gadis itu.


Bintang menaruh kedua tangannya di pinggang seolah menantang Leo.


"Ya saya marah, anda mau apa?" ujar Bintang, kali ini dia tidak ingin mengalah lagi, kalau dia ingin bertahan di kandang macan dia juga harus sedikit buas juga agar tidak tertindas.


"Kau yakin? bertanya apa yang bisa aku lakukan kepadamu," Leo tersenyum miring mengintimidasi.


Perlahan dia maju ke depan mendekati Bintang dan itu berhasil membuat Bintang gugup.


"Apa yang akan di lakukan pria ini, kenapa sih dia selalu menyeramkan, baru tadi aku bertekad akan melawan dia sekarang nyaliku sudah ciut aja. Hikss."


"Sa...ya yakin. Karena anda melakukan hal salah." jawab Bintang berusaha tetap berani walaupun sudah bicara dengan terbata dan gugup.


"Heehhh, dia berusaha untuk kuat, dasar sok jagoan." Di dalam hati Leo sudah tertawa terbahak-bahak melihat raut wajah Bintang yang sok menantang tapi kenyataannya takut. "Tapi aku akui kau mempunyai nyali yang hebat karena berusaha melawanku. kerja bagus Bintang kecilku."


"Kau benar-benar sudah membuat kesabaran ku habis Gadis nakal."


Perkataan Leo bagaimana bisikan malaikat pencabut nyawa yang siap mengambil jiwanya kapan saja. Bintang jadi gugup setengah mati apalagi pria itu tersenyum miring bak penjahat yang ada di film-film.

__ADS_1


Gadis itu mundur perlahan saat Leo mendekat ke arahnya. Dia terus mundur sampai tubuhnya tertahan di lemari besar yang terbuat dari kayu jati itu. "Ehhh." lenguhnya.


"Mampus aku terjebak disini. Tolong."


Mata gadis itu berkedip dengan cepat karena merasakan panik yang luar biasa karena tubuh pria itu sudah menempel di tubuhnya. Dia bisa melihat dengan jelas wajah pria itu mendekat ke wajahnya. "Pasti dia ingin mencium ku lagi, tidak akan aku biarkan."


Bibir Leo hampir mendarat di bibir Bintang, tapi dengan cepat gadis itu menutup mulut Leo dengan tangannya. "Anda sudah berjanji tidak ada **** di hubungan sandiwara ini." ujar Bintang dengan berani. Apa yang sudah di sepakati tidak boleh di langgar.


Dengan sekali tarikan Leo berhasil menghempaskan tangan Bintang. "Ini hukuman bukan ****" jawab Leo tanpa beban.


Dia mendekat kan lagi wajahnya siap mencium Bintang tapi lagi-lagi mulut Leo di tutup oleh gadis itu menggunakan kedua tangannya.


"Hukuman yang anda berikan itu sungguh tidak masuk akal, saya tidak terima." entah dari mana datangnya keberanian. Gadis itu melawan lagi.


Kali ini Leo menarik tangan Bintang lalu menggenggam kedua pergelangan tangan Bintang dengan satu tangannya dan menahan kedua tangan Bintang di atas kepala gadis itu.


"Ini bukan **** tapi sentuhan fisik untuk menghukum mu agar tidak melawan ku lagi." bisik Leo dengan suara beratnya.


Tanpa menghiraukan ucapan Bintang, Pria itu mencium gadis itu dengan paksa. Bibir Leo mendarat dengan tepat di bibir merah milik Bintang.


"Hmmpppp." Bintang memberontak dengan cara menggelengkan kepalanya. Dia tak terima dengan perlakuan Leo yang seenaknya memanfaatkan tubuhnya.


Sekelebat bayangan masa lalu langsung muncul di pikiran Bintang dan itu membuat tubuhnya gemetar hebat dan membuat dadanya begitu sesak. Bayangan itu sama persis dengan apa yang sedang Leo lakukan saat ini yaitu memaksanya melakukan hal yang tidak dia inginkan.


Mendapatkan perlawanan dari Bintang, Leo menahan dagu gadis yang sedang memberontak itu dengan tangannya lagi satu. Dan Leo dengan leluasa bisa ******* bibir Bintang. Pria itu sudah kehilangan akal sehat.


"Lepaskan, tolong lepaskan. aku tidak bisa bernapas, Nadia tolong aku, aku ketakutan." teriak Bintang di dalam hati memohon untuk di lepaskan. Air mata gadis itu jatuh begitu saja tanpa permisi.


Tubuh Bintang seketika menjadi lemas, dia sudah benar-benar kehabisan napas. Matanya sudah sayu hampir tertutup sedangkan Leo masih sibuk meraup kenikmatan dari bibir manis itu.

__ADS_1


Dan benar saja sepersekian detik kemudian Bintang kehilangan kesadarannya.


Menyadari Bintang tidak bergerak sama sekali. Leo menghentikan aksinya. "Dia pingsan. Bagaimana ini? Aku sudah keterlaluan." panik Leo. Akal sehat pria itu akhirnya kembali. Dia langsung memeluk tubuh Bintang yang sudah lemas tak berdaya.


"Bintang bangun." Leo sedikit menepuk pipi Bintang pelan.


Tidak ada jawaban, mata gadis itu tetap terpejam dengan napas yang lemah. Leo semakin panik karena tidak mendapatkan respon dari gadis yang ada di pelukan nya ini. Rasa bersalah langsung menyeruak di hati Leo.


"Napas nya lemah, aku harus membawanya ke rumah sakit." Dengan gerakan cepat dia langsung menggendong tubuh kurus Bintang ala bridal style.


*


"Tuan muda tenang, Nona pasti baik-baik saja." Assisten Erik jadi pusing melihat Leo yang terus bolak balik di depannya. Terlihat jelas kepanikan yang terpancar dari wajah pria itu.


"Diam kau!" kesal Leo. Nggak tahu aja gimana paniknya mendapati orang yang kita cintai jatuh pingsan akibat tingkah kita yang tak terkontrol.


"Maaf Tuan," Assisten Erik langsung membungkukkan badannya. "Mulut mu ini memang tak bisa di jaga. kena semprot kan samaTuan muda." Assisten Erik memukul mulutnya pelan.


"Bintang maaf aku telah yang menyakiti mu, aku benar-benar tidak sengaja melakukannya."


Leo mengusap rambutnya secara kasar. "Kau sungguh bodoh Leo. Bagaimana kau bisa hilang kendali. Mana janji mu akan memberikan kehidupan yang lebih baik untuk nya, sekarang kau malah menyakiti dia." Pria itu frustasi memikirkan bagaimana dia bisa berbuat seperti itu kepada orang yang dia cintai.


"Semoga tidak ada masalah serius tentang kesehatannya."


Melihat dokter keluar Leo langsung menghampiri dokter muda cantik itu. "Bagaimana keadaannya dok?"


"Semuanya normal Tuan Leo." jawab sang dokter dengan sopan.


Happy Reading 🥰🥰😘♥️

__ADS_1


I LOVE YOU 3000🥰😘♥️🥰😘♥️


__ADS_2