Bintang Kecil Ku

Bintang Kecil Ku
Trauma masa lalu yang kembali


__ADS_3

"Akhhh," pekik Bintang karena pipinya di cengkraman begitu keras.


Perih, sakit yang saat ini Bintang rasakan, bukan hanya karena cengkraman kuat itu namun hatinya lebih perih dan sakit, bak di tikam belati.


"Hahaha. Apa tadi kau bilang?" Pria itu tertawa meremehkan Bintang.


"Aku Mencintai mu? Jangan mimpi gadis miskin! aku tidak pernah mencintai mu sama sekali."


Deg.


Ucapan pria itu bak pisau yang menyayat hati sampai berdarah, Sungguh sakit. Air mata Bintang kembali luruh begitu saja tanpa henti. Selama ini dia mencintai orang yang sungguh menyeramkan, Bintang menyesal menyerahkan sepenuh jiwanya untuk Pria itu. Lebih tepatnya Bintang menyesal karena dia telah bucin parah dengan sang kekasih.


"Dengarkan aku baik-baik gadis miskin! kau ini tidak lebih dari boneka anjing kesukaan ku, aku menyukai mu karena kau anjing yang sangat penurut, aku suka anjing yang penurut tapi sayangnya sekarang aku sudah bosan padamu, aku sudah bosan mencicipi tubuhmu yang tidak seberapa ini! kau bukan lagi gadis perawan yang aku dambakan." Pria itu memandang remeh tubuh Bintang.


"Cihh, aku sudah jijik melihat wajahmu." Setelah mengatakan itu dia menghempaskan wajah Bintang kesamping dengan keras.


"Hikssss, hiksss." Bintang menangis sejadi-jadinya saat mendapat perlakuan kasar dari Pria itu.


"Lanjutkan," perintah pria itu lalu beranjak dari sana.


"Dengan senang hati Bro." Kedua pria bejat itu tersenyum dengan wajah-wajah penuh nafsu.


"Jangan, jangan. menjauh dari ku." Teriak Bintang histeris saat kedua pria itu membuka paksa selimut yang menutupi tubuh polosnya yang hampir telanjang.


"Sayang Tolong aku, tolong aku. Hikss, Tolong." teriak Bintang berharap pria yang meninggalkan dia begitu saja bisa berubah pikiran.


"Tenang Nona cantik jangan melawan, jangan berharap kekasih mu itu akan menolong mu. Apakah kau tidak tahu kalau dia selalu memberikan barang bekasnya kepada orang lain." ujar salah satu pria itu.


"Jadi nikmati saja Nona cantik." timpal pria yang lagi satu.


Dan akhirnya meraka berhasil menikmati tubuh indah Bintang, gadis itu hanya bisa pasrah di gauli oleh dua pria yang bahkan dia tidak kenal siapa. Melawan? pastinya dia sudah berusaha Namun apalah daya 1 perempuan lawan 2 laki-laki yang berbadan besar. pastilah dia kalah.


"Ehhhh, pergi kau, Lepaskan, lepaskan aku, tolong, tolong lepaskan." dengan mata yang masih terpejam Bintang mengigau histeris.

__ADS_1


Tangannya bergerak kesana kemari seolah menghalau seseorang.


Napasnya memburu, keringat sudah membasahi seluruh dahi Bintang, seperti nya gadis itu bermimpi buruk.


"Akhhhh," pekik Bintang. Dia terlonjak bangun, sadar dari mimpi buruk yang sangat menakutkan itu.


Dada Bintang naik turun untuk mengatur napasnya yang sesak. Dia menelan ludah secara kasar untuk mengairi kerongkongannya yang begitu kering.


Dengan raut wajah panik Bintang melihat sekeliling kamar untuk memastikan dia ada dimana. "Hanya mimpi." gumam Bintang akhirnya bisa bernapas lega.


Gadis mungil itu menarik kakinya untuk memeluk lututnya seperti mencari perlindungan. "Kenapa itu kembali lagi, kenapa kenangan itu kembali lagi setelah 3 tahun berlalu, aku takut, aku takut." Lirih Bintang dengan suara yang bergetar.


Dia terus mengedarkan pandangannya kesana kemari dengan rasa panik penuh ketakutan.


"Tenang Bintang, orang-orang jahat itu tidak mungkin ada di sini, meraka tidak ada disini, mereka tidak bisa menyakiti mu, kau jauh dari mereka."


Sepanjang malam Bintang terus bergumam sendiri dan tidak bisa tidur.


Seperti biasa di pagi hari Bintang memulai hari sebagai pelayan di cafe tempat dia bekerja.


Terlihat dia melamun sambil mengelap meja. "Semua pria sama saja hanya menginginkan tubuh ku. aku membenci mereka."


Dari kejauhan Nadia melihat gelagat aneh dari sahabatnya itu. "Kenapa tu orang pagi-pagi udah melamun aja, mukanya pucat banget kayak orang habis begadang, padahal kemarin dia kan libur, di Bar juga belum ada jadwal manggung." Nadia mulai menaruh kecurigaan tentang kondisi temannya.


Dorr.


Bintang langsung terlonjak kaget di kejutkan oleh Nadia yang super jail.


"Nadia." Rengek Bintang sambil memegangi dadanya yang hampir copot. "Hampir aku mati karena terkejut." sebel Bintang kepada teman baiknya itu, suka sekali buat dia jantungan.


"Gitu aja udah kaget, lebay amat sih neng, emangnya apa sih yang di lamunin, kayak punya hutang miliyaran aja." Ejek Nadia yang suka sekali bercanda.


"Siapa bilang aku melakukan? Aku nggak melamun kok," Elak Bintang gelagapan.

__ADS_1


"Tapi Memang benar katamu aku memiliki banyak utang, utang 100 juta yang harus aku bayar selama 3 bulan ini." Lanjut Bintang keceplosan.


"Kau memikirkan itu sampai pucat begini?" ujar Nadia yang kali ini terlihat serius. Ada kilatan kekhawatiran di mata gadis cerewet itu.


Melihat Nadia yang menanggapi serius omongannya, Bintang langsung tersenyum seolah-olah dia baik-baik saja. "Hahahaha, Kenapa serius amat sihh, aku nggak mikirin itu kok, tiga bulan juga akan cepat berlalu ngapain mikirin itu nggak penting keles." Bintang berusaha tertawa di hadapan Nadia walaupun hatinya sedang gundah.


"Jujur! apa yang kau sembunyikan? kenapa mata mu kayak panda gitu, menghitam." Bukan Nadia namanya jika mudah percaya. Bibir Bintang boleh melengkung membentuk senyuman namun mata gadis itu tidak pernah bohong. ada ketakutan di dalamnya.


"Biasa anak muda nonton drakor," Bintang berusaha tenang supaya tidak di curigai oleh Nadia.


Nadia menyipitkan matanya. "Sejak kapan kau nonton drakor? setahu ku kau tidak melakukan itu." Selidik Nadia.


"Ya hobi baru lah," panik Bintang. "Sudah jangan di bahas lagi, lebih baik kita kerja nanti di pergoki buk Candra." Bintang langsung beranjak meninggalkan Nadia.


"Aku tahu kau menyembunyikan sesuatu dariku dan tidak ingin membaginya tapi lambat laun aku pasti akan tahu apa yang kau tidak ingin bagi dengan ku." gumam Nadia sambil memandang punggung temanya yang sudah mulai menghilang dari pandangannya.


1 Minggu berlalu hubungan Bintang dan Leo masih sama saja tidak ada yang berubah mereka masih saling diam tak bicara satu sama lain.


"Tunggu!" ujar Leo yang melihat Bintang melewatinya. Terlihat Bintang sudah mengenakan seragam kerja.


Bintang berhenti melangkah. "Apa?" jawabnya cuek, dia bahkan tidak menoleh Leo yang sedang duduk di sofa dengan majalah di tangannya.


"Selama 2 hari ini, aku harus ke luar kota untuk bekerja, jadi selama 2 hari kau akan sendirian, Apa kau keberatan?"


"Tidak." jawab Bintang lalu langsung pergi beranjak dari sana.


Leo menghela napas kasar. "Uhh, sampai kapan dia akan marah?"


Sedangkan di sisi lain Bintang sedang ngomel sendiri di dalam lift, untung saja hanya dirinya yang ada di dalam lift itu. "Kenapa dia minta ijin dengan ku? bukankah aku ini cuma pacar kontrak yang tak berharga, bukan kah dia adalah pria yang suka seenaknya, untuk apa peduli dengan ku, apa sebelumnya dia pernah peduli dengan apa yang aku rasakan, dasar pria kaya, sama saja."


Happy Reading ♥️😘🥰🥰


I LOVE YOU 3000🥰😘♥️😘

__ADS_1


__ADS_2