Bintang Kecil Ku

Bintang Kecil Ku
Mantan kekasih


__ADS_3

Setelah Bintang mendapatkan cukup kehangatan, mereka kembali melanjutkan makan malam.


Beberapa menit kemudian makanan yang ada di meja itu ludes semua, Bintang makan dengan lahap malam ini. Gadis itu memang selalu lahap saat di hadapankan dengan makanan karena dia selalu menghargai makanan. Selama ini dia hidup susah jadi dia selalu bersyukur dengan apa yang dia dapatkan.


"Wahh, perut saya rasanya ingin meledak karena terlalu banyak isinya. Makanan disini sangat enak." Puji Bintang menunjukkan dua jempol ke Leo.


"Aku senang jika kau suka." Leo tersenyum hangat. "Kau suka suasana disini?" Tanya Leo yang memperhatikan Bintang terus melihat sekeliling.


"Hmmmm, saya suka, sangat indah." jawab Bintang mengangguk dengan antusias. "Apa kita bisa lebih lama disini?"


Bintang suka tempat ini jadi dia berharap bisa diam disana lebih lama lagi.


"Aku pemilik Restauran ini jadi kau bisa saja diam disini sampai kapan pun tapi angin bertiup cukup kencang, jika diam disini lebih lama, aku khawatir kau nanti sakit lagi. Lebih baik kita pulang, besok aku bisa mengajakmu kemari lagi."


"Huhhh, sayang sekali, tapi benar kata anda. saya juga nggak mau sakit lagi." Bintang terlihat menghela napas dengan kasar.


"Ayo kita pulang Tuan." Gadis itu mendorong kursinya lalu berdiri dengan bibir yang di majukan sepanjang mungkin.


"Ada apa dengan nya ? apa Bintang marah dengan ku? dia terlihat kesal."


"Kau tidak marah dengan ku, Kan?" Tanya Leo yang juga segera menyusul Bintang ikut berdiri dengan wajah yang khawatir. Sebenarnya dia tidak bermaksud membuat Bintang kesal. Dia peduli dengan Bintang maka dari itu dia tidak bisa mengikuti permintaan Bintang kali ini.


"Mfttthhhhhhh," Bintang tak bisa menahan tawa melihat Leo gelagapan. Sangat terlihat jelas ekspresi panik Leo.

__ADS_1


"Kenapa kau tertawa, apa nya yang lucu?" Kesal Leo yang malah di tertawakan oleh kekasihnya.


Bintang menenangkan diri sejenak untuk menghentikan tawanya."Tuan, kenapa anda terlihat cemas seperti itu? Saya tidak marah dengan anda, saya hanya menyayangkan tidak bisa menghabiskan waktu lebih lama disini," ujar Bintang menjelaskan dengan menahan tawa.


"Kau terlihat cemberut, aku kira kau sedang marah." Leo mengatakan dengan nada datar, dia kesal dengan Bintang yang terkesan menyepelekan rasa khawatir nya dengan menertawakan nya.


"Ekspresi saya memang tak bisa dia atur Tuan. Anda saja yang menganggap terlalu serius." Bintang tak menyangka Leo akan menganggap serius dengan ekspresi cemberut nya tadi.


"Kenapa Tuan Leo sangat takut sekali aku marah, padahal aku yang takut kalau dia marah. Tuan Leo juga tak pernah marah saat aku mengungkapkan kekesalan ku dengan gamblang. Dia malah kadang senyum-senyum sendiri saat aku marah. Dia juga selalu mendengar kan saran ku tanpa bantahan."


"Iya aku yang berlebih, berhenti menertawakan ku seperti itu, lama-lama aku bisa kesal." Rengek Leo yang melihat Bintang tak hentinya terus senyum-senyum tak jelas sambil menatapnya dengan ekspresi jahil.


"Iya Tuan Leo, jangan ngambek gitu donk, nanti tampan nya hilang Lo." Bujuk Bintang.


Leo tersipu malu di bilang tampan oleh Bintang, baru kali ini Bintang mau mengakui ketampanan nya. "Kau baru tau kalau aku ini tampan? aku memang tampan dari lahir, semua orang memang memuji ketampanan ku. Bahkan para wanita berebut ingin menjadi kekasih ku karena ketampanan yang aku punya." Ujar Leo menaikkan turun ku alisnya, dia sangat percaya diri dengan wajah tampan menawan yang dia miliki.


"Berhenti memuji diri anda sendiri Tuan. Ayo kita pulang."


"Ayo sayangku." Ujar Leo dengan senyuman merekah karena ketampanannya habis di akui oleh Bintang. Pria itu tidak bisa menyembunyikan rasa senang.


Baru beberapa langkah Leo dan Bintang berjalan, ada seorang wanita cantik yang memiliki badan bak gitar spanyol dengan pakaian seksi menghampiri meraka.


"Haii Leo, apa kabar? aku sangat merindukanmu," ujar Wanita seksi itu langsung memeluk Leo di depan mata kepala Bintang.

__ADS_1


Bintang mengernyit. "Siapa wanita seksi ini? dia terlihat akrab dengan Tuan Leo. Dia sangat cantik sekali seperti seorang aktris, tubuhnya sangat sempurna, aku jadi iri dengan Nona ini. Payudara begitu besar, pantatnya juga bahenol, tak salah jika seperti ini selera Tuan Leo. Dia kan pria mesum." Bukannya cemburu Bintang malah memuji kesempurnaan tubuh wanita cantik itu.


"Lepaskan!" Dengan kasar Leo mendorong wanita seksi itu. untung saja wanita tersebut tak jatuh.


"Kenapa kau mendorong ku sayang?" rengek wanita itu yang di perlakukan kasar oleh Leo.


"Aku tidak suka di sentuh sembarangan. jangan memanggilku dengan sebutan sayang, kita sudah tak ada hubungan lagi." Leo berkata dengan nada jutek.


Bukannya jera dengan sikap kasar Leo wanita itu malah tak segan bergelayut mesra di lengan Leo.


"Kenapa kau sangat kejam, kita dulu bahkan saling menyentuh satu sama lain untuk mendapat kenikmatan. Dulu kau sangat suka saat mendengar ku memanggilmu dengan sebutan sayang di sela erangan panas yang sering kita lakukan di atas kasur. Sekarang kau malah dengan tega mengabaikan ku. Apa kau sudah melupakan masa-masa indah kita?" Rengek wanita itu dengan nada suara manja yang dibuat-buat.


"Lepaskan!" geram Leo.


"Aku merindukan mu, aku rindu sentuhan mu, aku rindu saat kau membelai ku, sudah 2 tahun ini aku mencoba mendekati mu lagi, kenapa kau selalu menghindari ku? Aku masih sangat mencintai mu Leo." ujar wanita itu tanpa rasa malu mengatakan hal seperti itu di depan umum.


"Cinta? Apa mungkin dia mantan pacar Tuan Leo? Tidak mungkin dia berani berbuat seperti itu kepada Tuan Leo jika mereka tak memilik hubungan spesial."


Bintang tak bereaksi apapun, dia hanya diam melihat wanita itu merengek-rengek manja ke kekasihnya. lebih tempatnya kekasih kontraknya. Bintang selalu menganggap hubungan mereka hanya sebatas itu. Dia tak mau ikut campur dengan urusan pribadi Leo. Dia sudah tidak kaget akan mengalami hal ini karena Assisten Erik sudah pernah memperingati nya.


Rahang Leo terlihat mengeras, yang artinya kesabaran pria tampan itu sudah mulai habis. "Hani, Lepaskan! sebelum kesabaran ku habis, kau tahu betul bagaimana aku memperlakukan orang yang berani menganggu ku. Jangan sampai aku mempermalukan mu di hadapan banyak orang." ujar Leo dengan penuh penekanan yang membuat bulu kuduk Hani merinding.


Menyadari nada bicara Leo yang sudah berubah menjadi menyeramkan. Hani perlahan melepaskan belitan tangannya dari Lengan kekar Leo lalu menjauhkan dirinya dari Leo. Dia tahu betul apa yang bisa Leo lakukan kepadanya jika pria ini sedang marah, tak ada yang berani main-main dengan pria itu.

__ADS_1


Happy Reading ♥️♥️♥️😘


I LOVE YOU 3000😘🥰♥️♥️


__ADS_2