Bintang Kecil Ku

Bintang Kecil Ku
Kakak ipar ternyata konyol


__ADS_3

"Kakak ipar jangan membungkuk seperti itu, kita adalah keluarga, jangan merasa sungkan, anggap saja aku adikmu." ujar Maya.


Bintang tak menjawab apapun, dia hanya tersenyum tipis menanggapi perkataan Maya. "Bagaimana aku bisa menganggapnya keluarga, kita bukan keluarga Nona cantik bahkan aku baru mengenal anda kemarin. Ohh, Nona Maya aku sangat tidak pantas bersanding dengan mu. Siapapun tolong berikan penjelasan ke Nona cantik ini bahwa aku bukan bagian dari mereka dan aku juga nggak mau menjadi bagian dari mereka."


"Ayo masuk Nona Maya, maaf membuat anda berdiri disini." ujar Bintang mempersilakan Maya masuk.


"Bintang Sayangku, kenapa kau menyuruh Maya si biang rusuh ini masuk, dia akan menggangu kenyamanan kita." Leo takut Maya akan berbicara sembarangan lagi kepada Bintang dan merusak rencana Leo yang sudah berjalan dengan mulus.


"Bintang, kenapa kau menyuruhnya masuk?" ujar Leo yang tak terima.


"Kenapa Tuan? dia adik anda?" heran Bintang.


"Maya kau harus pulang! jangan menggangu ku!" ujar Leo menatap tajam Maya. Bukannya menjawab Bintang, pria itu malah mengusir Maya sang adik.


Maya tidak takut dengan sang kakak, dia malah balik memberikan tatapan tajam ke Leo. "Aku tidak akan menyerah kak, kau pikir aku akan mengalah begitu saja, jangan panggil aku Maya jika aku tak bisa masuk ke dalam."


Melihat adik kakak yang bertengkar itu, Bintang hanya bisa geleng-geleng kepala. "Mereka sebenarnya bersaudara apa musuh sih? cuma masuk ke dalam saja harus berdebat, saling mendelik satu sama lain tak mau ada yang kalah."


Bintang tidak mengerti kehidupan adik kakak yang sesungguhnya karena dia adalah anak tunggal.


Bintang selalu iri dengan mereka yang memiliki saudara jadi kadang dia kesal melihat antara saudara yang saling bertengkar dan saling menaikkan nada suara satu sama lain. Dia menganggap mereka tidak bersyukur masih ada seseorang yang masih bisa mereka andalkan, bayangan dirinya yang anak tunggal, setelah orang tuanya meninggalkan nya, tinggal lah dia sebatas kara. Kalau tidak ada Nadia mungkin dia hanya tinggal nama saja.


"Mala. kau berani melawan kakakmu!" bentak Leo yang mendapati Mala membalas dirinya dengan tatapan tajam juga.


"Kakak ipar lihatlah Kak Leo, dia kasar sekali dengan ku, kau lihat sendiri, Kan? dia membentak ku," rengek Maya sambil menarik-narik lengan baju Bintang dengan memberikan tatapan memelas ke Bintang.

__ADS_1


"Kok aku di libatkan sih? lagi-lagi aku harus menjadi tumbal setiap Tuan Leo bertengkar dengan seseorang, kemarin mantan pacarnya sekarang adiknya. sungguh pusing aku hidup dengan pria ini. Akhhhh biarkan hidupku tenang sebentar saja." Di dalam hati Bintang sudah meronta-ronta lelah dengan drama kehidupan ini.


"Kakak ipar, tolong aku." Rengek Maya lagi seperti anak kecil padahal wanita cantik itu jauh lebih tua dari Bintang.


"Dasar bocah kematian, bagus sekali akting mu ya." Leo mendelik merasa tak terima atas tindakan Maya yang curang karena mencari perlindungan ke Bintang. "Dasar kau adik kurang ajar, beraninya berlindung di balik kekasihku." Leo memaki Maya dengan sorot matanya.


"Sekarang aku tahu kelemahan mu Kak," ujar Maya dalam hati sambil sedikit melirik ke Leo dengan wajah mengejek.


Sejujurnya Bintang tak ingin terlibat tapi dia kasian dengan Maya. Dia menarik napas dalam-dalam lalu menghembuskan nya secara perlahan seperti orang yang sedang bermeditasi.


"Apa yang di lakukan Kakak ipar? aku baru tau dia sedikit konyol." Maya merasa heran dengan tindakan Bintang yang memejamkan mata lalu perlahan mengatur pernapasan.


Perlahan mata Bintang terbuka. "Nona Maya mohon tenang, saya pastikan anda akan masuk ke dalam." ujar Bintang dengan yakin.


"Dan anda Tuan Leo." ujar Bintang lalu menoleh ke Leo yang ada di sampinya dengan wajah serius.


Gadis itu langsung bersimpuh di hadapan Leo. "Tuan saya mohon, ijinkan Nona Maya masuk ke dalam, saya tak mau ada keributan, kita harus melanjutkan sarapan dan anda harus berangkat kerja." Bintang mencakupkan tangan di atas kepala lalu menggesekkan kedua telapak tangannya secara cepat.


Leo dan Maya yang melihat aksi Bintang saling lirik satu sama lain.


Di lihat dari ekspresi serius Bintang tadi. Meraka mengira Bintang akan marah ke Leo dan membela Maya.


Namun kenyataannya jauh berbeda dari yang mereka bayangkan. Gadis itu malah bersimpuh memohon di hadapan Leo dengan putus asa.


"Apa kakak ipar sudah gila? marahi Kak Leo! kenapa malah bersimpuh di hadapannya." Maya tak bisa menangkap apa yang Bintang ke dalam logikanya. Tindakan Bintang memang di luar nalar.

__ADS_1


"Dasar pria kejam, kenapa diam? cepat katakan jika kau mengijinkan Nona Maya untuk masuk, tangan ku sudah capek." Itulah teriakan isi hati Bintang, hal yang dia lakukan memang lebay tapi mau gimana lagi. Tadi dia mengatur napas dengan sedemikian rupa karena untuk mempersiapkan diri untuk menanggung malu di hadapan adik kakak itu.


"Ku rasa kau sudah berlebihan sayangku." Gumam Leo dalam hati.


Sepersekian detik kemudian Leo tersadar sang kekasih masih bersimpuh di hadapan nya. Dia memegang kedua lengan Bintang lalu mengangkat tubuh mungil gadis itu. "Bagun lah Bintang. Kenapa kau melakukan ini?" ujar Leo dengan suara lemah lembut menatap Bintang dengan tatapan hangat.


Leo mengusap pipi Bintang lembut. "Kau bisa ngomong baik-baik dengan ku, jangan bersimpuh seperti itu, aku tidak suka melihat mu memohon seperti tadi. Jangan lakukan itu lagi ya," ujar Leo mengusap rambut Bintang secara perlahan.


Bintang yang bisa melihat betapa tulusnya dan perhatian nya Leo merasa sangat tersentuh. "Kenapa dia semakin hari semakin manis, membuatku merasa menjadi orang yang istimewa untuknya." Bintang yang masih terhipnotis dengan sikap manis Leo hanya mengangguk pelan dengan senyuman tipis di bibirnya.


"Maya, ayo masuk!" Setelah mengatakan itu Leo menarik tangan Bintang untuk masuk dan meninggalkan Maya.


"Dasar kakak kurang ajar, tak pernah perduli dengan adiknya, seenaknya bermesraan di depan ku tadi, uhhhhh. Kalau bukan kakak sudah ku smakdown dia." gerutu Maya yang ikut masuk mengikuti Leo dan Bintang.


"Nona Maya anda udah sarapan?" Tanya Bintang.


"Belum." Maya menggeleng kuat.


"Saya masak sarapan hari ini, ayo kita sarapan bareng." Dengan semangat Bintang menawarkan masakannya.


"Wahh, kau pintar memasak? sangat hebat, aku dengan senang hati menerima tawaran untuk mencicipi sarapan yang kakak ipar buat." jawab Maya yang menerima tawaran Bintang dengan suka rela.


"Silakan duduk Nona." Bintang menarik kursi untuk Maya.


Dengan senang hati Maya langsung duduk "Makasih Kakak ipar." Wanita cantik itu tersenyum manis. Dia terlihat sangat menyukai Bintang.

__ADS_1


Happy Reading ♥️♥️♥️😘😘


I LOVE YOU 3000🥰♥️♥️🥰♥️😘


__ADS_2