
Setelah kepergian Maya. Bintang tak bisa tenang, dia selalu teringat dengan kata-kata Maya membahas tentang pernikahan. Ucapan Maya sangat menggangu pikiran nya. "Nanti aku harus bicara dengan Tuan Leo masalah ini. Aku tak akan membiarkan Tuan Leo seenaknya saja memperdayakan ku. Apalagi ini masalah pernikahan, pernikahan bukan untuk main-main. Bagiku pernikahan sangat lah sakral tidak bisa terjadi karena paksaan atau kesepakatan kontrak. Aku dan Tuan Leo tidak boleh ada pernikahan. Kami sangat tidak cocok, kehidupan kita berbeda, dia pria kaya raya dari keluarga terpandang sedangkan aku adalah hanya gadis miskin yatim piatu. Dan itu bukan perpaduan yang baik."
Kali ini tindakan tegas harus di ambil oleh Bintang. Hubungan mereka tidak boleh sejauh itu. Sekalipun dia jatuh cinta dengan Leo. Bintang harus segera menghapus itu dari hatinya. Walaupun keluarga Leo terlihat baik tapi keluarga meraka pasti tidak bisa menerimanya jika mereka tahu masalalu nya. Itu akan menjadi masalah besar nanti nya. Itu akan bisa menyakiti satu sama lain.
"Sudah jam 7 malam, kenapa Tuan Leo belum datang sih? aku sudah tidak sabar lagi membahas hal yang menggangu pikiran ku dari tadi. Di tunggu datang nya lama, nggak di tunggu tiba-tiba nongol." Bagi Bintang entah kenapa waktu berlalu begitu lambat hari ini. Dia menunggu dengan gelisah.
Ceklek.
Terdengar seseorang membuka pintu. "Itu pasti Tuan Leo, akhirnya pria itu datang juga." Bintang melompat dari tempat tidur, keluar kamar dengan tergesa-gesa.
"Tuan Leo akhirnya anda datang juga." Ujar Bintang yang datang dari arah kamar dengan langkah cepat menghampiri Leo.
"Ada apa dengan Bintang? tumben sekali menyambut kedatangan ku, biasanya dia cuek bebek. Biasanya dia menganggap ku seperti hantu yang tak terlihat. Apa mungkin dia merindukan ku?"
Leo tersenyum senang mengira Bintang merindukan nya. "Sepertinya ada yang berbeda dengan diri mu hari ini, kau terlihat menunggu kedatangan ku. Ahhh aku tahu, Kau pasti merindukan ku ya?" Selidik Leo menyipitkan mata.
"Uweeek. Percaya diri sekali pria mesum ini. Sedikit pun aku tidak merindukan dia sama sekali, malah aku ingin memukulnya sekarang juga karena memberi tahu keluarganya kalau kita berpacaran. Padahal kenyataannya hanya sebuah kontrak pelunasan hutang."
"Baiklah jika kau rindu. Aku akan memberikan mu pelukan secara suka rela."
Gerakan tangan Bintang lebih cepat dari Leo. baru saja ingin memeluk gadis itu sudah menahan bahu Leo menggunakan tangan mungil kecil itu.
"Main peluk aja. Memang aku bantal guling yang bisa di peluk
seenaknya." Bintang sedikit kesal dengan sikap Leo yang nyosor terus. Pria itu senang sekali melakukan sentuhan fisik.
__ADS_1
Leo menaikkan satu alisnya merasa bingung dengan penolakan Bintang. "Kenapa?"
"Saya tidak mau di peluk!" tegas Bintang menatap tajam Ke Leo.
"Bintang kecil ku mulai aneh sekarang, tadi dia terlihat menunggu kedatangan ku tapi sekarang malah marah dan menatapku seakan ingin menghantam ku."
"Kenapa marah? kau merindukan ku jadi aku ingin meredakan nya dengan pelukan. Apa salah nya?" Leo menaikkan 2 bahunya dengan wajah bingung.
"Saya tidak merindukan anda Tuan Leo. Anda jangan kepedean."
"Terus kenapa kau terlihat antusias saat aku datang? kau tak usah malu mengakui jika sedang merindukan ku." ujar Leo tersenyum percaya diri menggoda Bintang.
"Keras kepala!" gumam Bintang dalam hati. menurut Bintang kata itu yang cocok di sematkan untuk Leo. sudah di bilang tidak malah kekeh dengan pendapat nya sendiri
"Masalah hidup Bintang kedepannya? Masalah apa yang sedang di hadapinya. Membuat ku takut saja. Dia begitu serius. Sepertinya ini bukan masalah yang sepele."
"Ayo duduk!" Bintang menarik tangan Leo untuk membawa Pria tinggi itu duduk di sofa.
"Ada apa sih? membuat ku takut saja." Gerutu Leo yang sudah duduk berhadapan dengan Bintang.
Sebelum bicara Bintang menarik napas dalam-dalam lalu menghembuskan secara perlahan dengan mata yang terpejam di sertai gerakan tangan naik turun seperti mengatur pernafasan.
" Memang dia mau meditasi, pakai narik napas gitu, berlebihan." gumam Leo dalam hati. Tingkah berlebihan Bintang membuat Leo semakin gugup.
Mata Bintang terbuka secara tiba-tiba lalu menatap Leo dengan serius. "Apa benar adik anda bernama Maya? dia tinggi semampai dengan bentuk badan yang bagus, cantik, baik, ramah. dan dia memiliki tahi lalat di bawah ujung matanya. Pokoknya dia memiliki penampilan yang sempurna dan berkelas." Bintang menjelaskan secara detail penampilan Maya.
__ADS_1
Leo mengangguk pelan. "Ya, Maya adalah nama adik ku. Kau tahu dia?"
"Darimana dia tahu Maya? aku tidak pernah membahas tentang keluarga ku dengannya, bahkan dia bisa menjelaskan secara detail penampilan Maya, bagaimana dia bisa tahu?"
"Tadi pagi saya bertemu dengannya, Nona Maya datang kesini dan dia memperkenalkan diri sebagai adik anda jadi saya mempersilahkan Nona Maya masuk."
"Anak nakal itu!" geram Leo dalam hati. "Dia tak bilang -bilang kepadaku sebelum datang kesini, mudah-mudahan saja dia nggak ngomong sembarangan ke Bintang."
"Untuk apa dia kesini? dia tidak memberi tahu ku sebelum datang." Ujar Leo mengatakan sejujurnya.
"Seharusnya saya yang bertanya dengan anda Tuan Leo, kenapa Nona Maya bisa tahu kalau kita sedang berpacaran? bahkan Nona Maya membahas tentang pernikahan. Nona Maya bilang Mama anda sangat senang kita berpacaran dan berharap kita bisa segara menikah. Apa maksudnya itu? anda tahu sendiri kita ini cuma pacaran kontrak kenapa anda memberi tahu keluarga anda. Saya keberatan tentang masalah ini, anda harus segera meluruskan ke keluarga anda kalau kita tak ada hubungan spesial, kita hanya pacaran kontrak untuk pelunasan hutang." Sorot tajam Bintang menandakan gadis itu sedang marah.
Sesuai dugaan Leo. adiknya itu berbicara sembarangan ke Bintang. nggak tau apa kakak nya sedang berusaha keras mencuri hati Bintang. "Maya! awas saja kau, berani sekali bocah itu ikut campur dan memperkeruh keadaan. Dasar bocah nggak tahu apa." Leo terlihat frustasi dengan tingkah adiknya yang ikut campur tanpa persetujuan dirinya.
"Susah payah aku, agar hubungan ku dan Bintang membaik dan berkembang tapi bocah itu merusak segalanya, sekarang Bintang kecil ku sedang marah, apa yang harus aku lakukan."
"Kenapa anda diam Tuan? jawab pertanyaan saya." Bintang semakin kesal di abaikan oleh pria yang ada di hadapannya.
"Aku tidak memberi tahunya, dia tahu sendiri. Tanpa aku mengatakan nya. Keluarga ku tahu apa saja yang sedang aku lakukan karena mereka mengawasi ku." Jelas Leo mencari alasan yang masuk akal, tapi dia tidak sepenuhnya berbohong karena Memang Papanya yang pertama membongkar hubungannya dengan Bintang di hadapan keluarga nya.
"Anda jangan mencoba berbohong, untuk apa mereka mengawasi anak laki-laki yang sudah dewasa." Bintang Tak percaya begitu saja, dia menganggap ucapan Leo adalah omong kosong belaka.
Happy Reading ♥️♥️😘🥰
I LOVE YOU 3000🥰😘♥️😘
__ADS_1