
"Berhenti menagis, aku tadi bercanda, Aku sudah meminta ijin ke manajer mu yang perempuan itu, dan dia memberikannya."
"Anda berbohong, tak ada yang bisa mengendalikan buk Candra, dia itu sangat tegas dan menyeramkan."
"Kalau tidak percaya lihat saja handphone mu." ujar Pria itu dengan enteng tanpa beban.
Tangisan Bintang langsung berhenti. Dia segera mengambil handphone nya dan benar ada pesan yang tertera dari Buk Candra sang manajer, Kesedihan Bintang langsung hilang berubah menjadi ekspresi takjub.
"Wahh, anda hebat sekali."
Bintang berdecak kagum dengan apa yang bisa di lakukan oleh Leo.
Leo tersenyum bangga dengan sanjungan itu. "Apa sih yang tidak bisa di lakukan oleh seorang Leo, bahkan sekarang aku bisa menelepon manager mu itu untuk menaikan jabatan mu."
"Tidak perlu Tuan, ini saja sudah cukup, terimakasih atas bantuan anda."
"Anda memang yang terbaik." Dengan senyuman lebar Bintang memberikan dua jempol untuk Leo.
*
Bintang menjadi tegang saat dua pria sedang menatapnya dengan serius. Perasaan gadis itu di buat campur aduk dengan tatapan mengintimidasi keduanya.
Sofa empuk yang sempat Bintang puji-puji saat ini terasa keras, badanya berkeringat seakan AC di ruangan itu tidak ada artinya lagi.
"Kenapa sih jadi tegang seperti ini? rasanya seperti di sidang, emangnya aku penjahat yang melakukan kejahatan berat apa? bapak-bapak ini menatap ku seakan meraka ingin mengeksekusi ku dan melempar aku ke dalam neraka."
Bapak-bapak yang di maksud Bintang adalah Leo dan Assisten Erik.
Leo duduk dengan tegak di hadapan Bintang yang terlihat gugup, pria itu bisa merasakannya, oleh sebab itu dia menatap gadis itu dengan serius untuk menggodanya.
Assisten Erik yang berdiri di samping Leo langsung membungkuk hormat di hadapan Bintang.
"Pagi Nona Bintang."
__ADS_1
"Ehh, Apa yang terjadi? kenapa dia begitu sopan, bukanya dia juga pemilik mobil yang aku tabrak? Apa mungkin dia supirnya? tapi kenapa penampilannya begitu rapi?"
Rentetan pertanyaan terus muncul di otak Bintang mengamati tingkah laku pria yang ada di samping Leo.
"Pagi Pak." ujar Bintang tersenyum kaku.
Wajah datar langsung di tunjukan oleh Assisten Erik saat di panggil bapak lagi, pria itu terlihat sudah pasrah dengan panggilan yang di berikan oleh Bintang.
"Pertama-tama saya akan memperkenalkan diri agar anda tidak memanggil saya dengan sebutan bapak lagi," ujar Assisten Erik menekankan kata terakhir sambil tersenyum kaku.
"Perkenalkan saya Erik, Assisten dari Tuan Muda Leo Hazel Hugo, jadi tolong panggil saya Erik saja." lagi-lagi Assisten Erik menekankan namanya agar nanti Bintang tak memanggil dia bapak.
Bintang mengangguk. "Senang berkenalan dengan Anda Tuan Erik."
"Erik jelaskan padanya berapa kerugian yang harus dia tanggung," ujar Leo yang duduk sambil menyilangkan kaki dengan santai.
"Ini rinciannya Nona." Assisten Erik menyerahkan sebuah kertas kepada gadis yang tengah duduk dengan tegang.
Dan Bintang menerima secarik kertas itu dengan ragu. "Terimakasih."
"Ahh,100 juta! Apa aku nggak salah lihat?" Bintang menjerit dalam hati melihat harga yang harus dia bayar ke pria yang ada di hadapannya.
Dia berusaha mengecek lagi, Apa bener nol nya sebanyak ini, apa benar dia harus membayar segitu banyak. Dia kembali memperhatikan dengan seksama, menghitung nol yang ada di kertas itu dengan perlahan tapi apalah daya hasil nya tetap sama. Seketika dia menjadi lemas.
"Aku pasti di tipu, masak lecet segitu sampai bayar sebanyak ini, aku nggak terima, belum pernah aku seumur-umur mendengar orang memperbaiki lecet mobil sampai sebanyak ini."
"Ada apa?" Alis pria itu terangkat dengan sombong, Dia tau betul kalau Bintang pasti akan shock dengan nominal yang tertera di kertas itu.
"Ini tidak benar Tuan, masak lecet sedikit gitu bayarnya sampai 100 juta, bagi saya hal tersebut tidak masuk akal, anda mau membohongi rakyat kecil seperti saya?" protes gadis itu sangat tak terima.
Leo menoleh Assisten Erik lalu tersenyum miring. Assisten Erik yang mengerti maksud bosnya langsung buka suara.
"Nona itu adalah harga sesungguhnya yang harus anda bayar, anda bisa lihat sendiri disana sudah tertera dimana lokasi kami memperbaiki mobil tersebut dan anda bisa langsung menanyakan kesana untuk mengkonfirmasi jika anda kurang yakin." Papar Assisten Erik menjelaskan secara detail.
__ADS_1
Bintang masih belum puas dengan jawaban Assisten Erik karena nominal itu masih tak masuk akal baginya. "Bisa saja kalian berbohong dan mengambil kesempatan ini untuk memperbudak ku, aku tidak percaya dengan kertas ini."
"Nona saya kan sudah bilang kalau anda tidak percaya tanyakan langsung ke kempat yang sudah tertera disana." Terpaksa Assisten Erik harus menjelaskan kembali.
"Saya mau tanya apakah anda tahu berapa harga mobil yang anda tabrak itu?
Bintang menggeleng pelan.
"Harga mobil itu adalah 10 miliyar, Mobil itu di datangkan dari luar negeri dengan produksi sangat terbatas jadi alat untuk memperbaiki nya juga di datangkan dari luar negeri. Sampai sini anda paham, Kan?" terang Assisten Erik.
Wajah Bintang langsung pucat pasi. Terasa tertampar oleh kenyataan saat mendengar nominal 10 miliar menggema di telinganya yang membuat dia sedikit pusing.
Dia lupa kalau Leo adalah orang yang kaya raya dan berkuasa jadi bisa membeli apa saja dengan uang yang dia punya, masuk akal jika harga mobil yang dia punya semahal itu.
"10 miliar! Aku menabrak mobil yang harganya 10 miliar? sungguh hebat kau Bintang, kau melihat uang segitu banyak saja belum pernah dengan tidak tahu diri kau menabrak mobil dengan harga segitu, Sial banget sih nasibku ini, Dimana sekarang aku harus menjari uang 100 juta? makan aja susah, Akhhhh, rasanya aku ingin tenggelam saja dari muka bumi ini agar tidak di mintai pertanggung jawaban."
Bintang tertunduk lesu merasa gelisah dan bingung, Apa yang harus dia lakukan?
Asisten Erik terlihat prihatin melihat Bintang yang tertunduk lesu, wajahnya begitu pucat.
"Kasian juga Nona Bintang,
dia terlihat lemas tak berdaya, Tuan kok setega itu sihh, Masak mau berbuat seperti itu sama seorang gadis yang miskin, Aku kira Tuan tertarik dengan Nona Bintang sampai di ajak ke apartemen tapi ternyata malah di mintai uang 100 juta."
"Jadi Bagaimana? Kapan kau bisa membayar?" tanya Leo dengan santai, menganggap sepele nominal sebesar itu.
"Dia pikir beli kacang? dari mana uang segitu banyaknya, enteng banget tu mulut bilang kapan bisa bayar, sampai kapan pun mungkin aku nggak bisa bayar."
Perlahan Bintang mengangkat kepalanya, dia menatap Leo dengan tatapan nanar, air mata gadis cantik itu hampir jatuh. "Tuan, sekarang saya tidak punya uang sebanyak itu, bisakah saya cicil mungkin."
Mohon Bintang dengan penuh harap.
Hati Leo pasti merasa kasian dengan Bintang tapi dia harus kuat jika dia ingin terus bersama gadis cantik itu. "Tidak bisa, kau harus membayar full tapi karena aku orang baik, aku bisa memberikan pilihan kepadamu untuk melunasi hutang mu."
__ADS_1
Happy Reading ♥️😘😘🥰🥰
I LOVE YOU 3000🥰😘♥️😘