
Dengan langkah pasti Leo masuk ke apartemen yang selama hampir 1 bulan ini selalu dia tempati. Semenjak ada Bintang, dia tak pernah pulang ke Mansion lagi, keluarganya pun tidak keberatan sama sekali, malah keluarganya sangat mendukung apa yang sedang di perjuangkan oleh Leo sang putra satu-satunya dari keluarga Hugo.
Leo menoleh ke kanan dan ke kiri untuk mencari keberadaan Bintang, namun ruangan itu sepi tak ada tanda-tanda kehadiran Bintang disana. Biasanya Bintang akan sibuk di dapur bergulat dengan peralatan masaknya, tapi kali ini berbeda dari biasanya.
"Sudah jam 7 malam, dimana Bintang? biasanya dia keluar untuk membuat makan malam, aku akan cari di kamarnya." Langkah panjang Leo ambil untuk beranjak dari sana mengecek Bintang di kamarnya. Pria itu tergesa-gesa untuk segera memastikan kondisi Bintang.
Ceklek.
Pintu di buka secara perlahan, Leo menghembuskan napas lega, disana terlihat Bintang sedang tertidur pulas, gadis itu tak terusik dengan suara pintu yang terbuka.
Leo tersenyum tenang. "Ternyata dia sedang tidur, tak biasanya dia tidur sampai jam segini."
Leo berjalan lebih mendekat lagi ke Bintang, lalu dia duduk di tepi kasur. Saat ini Leo bisa melihat dengan jelas wajah Bintang, dia melihat ada bekas air mata di pipi sang kekasih.
"Sayang, kenapa kau harus menangis di belakang ku, luapkan lah di hadapan ku supaya aku bisa memeluk mu," ujar Leo dengan suara pelan, tangan Leo terulur menghapus bekas air mata yang masih terpanggang jelas di pipi gadis cantik itu.
"Tapi kau begitu manis saat sedang tidur," pandangan Leo beralih ke bibir merah muda yang terlihat begitu lembab dan kenyal, Leo membayangkan saat bagaimana dia merasakan bibir manis yang sangat memabukkan dirinya itu. "Bibir ini sangat membuat ku candu," ujar Leo dengan suara yang begitu pelan.
Leo mengusap bibir milik Bintang secara perlahan dengan ibu jarinya, tanganya langsung terasa basah, dia membayangkan setiap detail saat dia ******* bibir manis itu. "Sangat lembut, sudah lama aku tidak mencicipinya."
__ADS_1
Sudut bibir Leo terangkat, pikiran liar mulai merajalela mempengaruhi pria mesum itu. "Sepertinya aku tak salah jika sekali ini aku mencuri ciuman dari mu, Kan?" Wajah pria itu perlahan mendekat lebih dekat ke wajah yang sedang tertidur pulas tersebut. Tak ada yang bisa menghentikan Leo jika sudah seperti ini. "Kau lebih lucu dan manis saat sedang tidur jadi jangan salahkan aku karena diam-diam mengambil ciuman dari mu, siapa suruh menggoda ku dengan wajah indah ini."
Bintang sedikit menggeliat karena hembusan napas Leo menerpa kulit wajahnya.
Senyuman miring tercetak di wajah tampan dan tegas seorang Leo Hazel Hugo. Dia senang dengan respon tubuh sang kekasih. "Gadis nakal, kau merespon ku dengan cepat, aku anggap respon tubuh mu sebagai tanda kau setuju kalau aku menciummu."
Sesaat kemudian bibir Leo dan Bintang menyatu satu sama lain, Leo menyentuh bibir merah muda itu dengan bibirnya yang juga tak jauh berbeda dari Bintang, Leo menggerakkan bibirnya dengan lihai, secara perlahan dia ******* bibir merah muda yang sudah lama dia tak rasakan.
"Emmhhhh," Bintang melenguh, tubuhnya menggeliat karena terusik dengan sentuhan panas yang di lakukan oleh Leo.
Karena sudah di pengaruhi oleh hawa napsu, Leo tak mengindahkan lenguhan Bintang, dia tak takut jika nanti Bintang bangun dan memergoki dirinya yang sedang mencium Bintang tanpa ijin dari sang pemilik tubuh.
Secara perlahan mata indah dengan bulu mata yang begitu lentik mulai terbuka, pandangan Bintang masih kabur namun satu hal yang pasti, dia bisa merasakan ada seseorang yang sedang meraup kenikmatan dari bibirnya. Pikiran Bintang belum konek seratus persen, dia masih merasa ini hanya mimpi atau khayalan semata.
Bintang langsung bangun dan duduk, dia menarik tubuhnya sejauh mungkin dari Leo lalu menarik selimut hingga menutupi tubuhnya. "A...pa ya...ng anda lakukan?" ujar Bintang terbata-bata. Gadis itu menatap Leo tajam namun ada ketakutan yang tersirat di balik sikap berani yang Bintang tunjukkan.
Ada hal unik dari Bintang, dia selalu berpura-pura berani dan tegar tapi kenyataannya dia tidak sekuat itu, dia hanyalah seorang wanita pada umumnya yang memiliki hati lembut yang mudah rapuh jika di kecewakan. Dia juga ingin di manja dan di perhatikan bukan di manfaatkan saja.
Leo hanya tersenyum melihat tingkah Bintang yang seakan dirinya akan memperkosa gadis itu. "Sangat lucu." Satu kata itu yang ada di pikiran Leo.
__ADS_1
"Aku hanya mengetes saja, apa kau pura-pura tidur atau benar-benar tidur." ujar Leo dengan enteng tanpa beban.
"Cara anda salah Tuan, bagaimana bisa anda berpikir saya sedang berpura-pura."
"Kau tumben tidur jam segini, tidak salah donk aku berpikiran jika kau hanya pura-pura tidur untuk menghindari berbicara dengan ku." ujar Leo menaikkan bahunya seolah hal yang dia lakukan benar.
Bintang berdecak kesal. "Tapi nggak gitu juga caranya, anda mencium saya secara diam-diam dan itu adalah tindakan yang salah, memangnya untuk apa saya menghindari anda, saya bukan gadis lemah yang takut dengan orang lain," ujar Bintang tak mau kalah, kali ini Bintang punya tenaga untuk mendebat Leo.
"Sayang, akhirnya kamu kembali seperti biasa, berdebat dan melawan ku, aku lebih suka kamu yang seperti ini." Ada rasa senang di dalam hati Leo yang melihat Bintang kembali memberikan dia tatapan tajam bukan tatapan sendu penuh kesedihan.
Sebuah kata-kata tak keluar dari bibir pria itu, dia malah secara perlahan tapi pasti mendekat ke arah Bintang dan itu berhasil membuat Bintang ketakutan, gadis itu terlihat gemetar, tangan Bintang semakin menggenggam erat selimut yang membalut tubuhnya seolah selimut itu adalah tameng yang bisa melindungi nya . "Ma...u aaa..pa anda?" ujar Bintang gugup.
Leo tak berhenti, dia memberikan senyuman miring ke Bintang, menatap Bintang dengan intens, sambil terus mendekatkan tubuhnya sehingga wajahnya hanya berjarak 5 cm dari wajah Bintang.
Bintang tak berani menatap mata Leo, pandangannya kesana kemari untuk mengindari kontak langsung dengan mata tajam bak elang yang seakan ingin menusuk matanya sekarang juga.
"Jika cara itu salah, cara apa yang harus aku gunakan?" ujar Leo dengan suara beratnya.
Mata Bintang terpejam, dia bisa merasakan napas Leo yang menyapu wajahnya dan itu berhasil membuat Bintang merinding, di tambah lagi dengan nada suara Leo yang membuat jantungnya mau copot. Suaranya tegas namun begitu seksi.
__ADS_1
Happy Reading ♥️♥️😘🥰
I LOVE YOU 🥰😘♥️😘😘🥰♥️