
Mata Bintang memancarkan ketakutan yang luar biasa dan Leo dapat melihat itu. "Kenapa mental mu serapuh ini Bintang kecil ku. Apa separah itu lelaki brengsek itu merusak dirimu. Apa dia menginjak mu sampai remuk sampai hidup mu selalu di penuhi dengan ketakutan."
Melihat sang kekasih ketakutan. Leo langsung memeluk Bintang memberikan perlindungan ke gadis itu. "Tenang lah, hari ini kau tidak perlu ke luar kemana-mana karena Erik sudah meminta cuti selama 1 Minggu untuk mu." ujar Leo mengusap rambut hitam panjang itu. Leo memeluk Bintang dengan erat.
Perlahan tangan Bintang naik lalu membalas pelukan Leo. Tangan mungil itu melingkar tepat di badan besar Leo. Bintang yang tadinya cemas bisa merasa lebih tenang. "Terimakasih Tuan." Hanya kata itu yang bisa keluar dari bibir mungil Bintang. Dia dengan nyaman bersembunyi di badan kekar Leo.
*
"Tuan Erik?" ujar Bintang keluar dari kamarnya sudah berpakaian lengkap dengan baju kaos warna hitam dan celana panjang kain yang longgar.
Dia terperanjat saat melihat Assisten Erik sudah ada di sini sedang menata sarapan di meja makan. "Kapan dia datang?"
"Pagi Nona." sapa Assisten Erik menoleh ke arah suara yang menyebut namanya.
Mulut Assisten Erik menganga dengan mata yang membulat besar. "Waduhhh, Tuan muda ganas amat. sampai sebanyak itu. Kasian Nona Bintang mendapatkan buaya darat seperti Tuan muda. Ehh kok aku menghina bos ku sih."
Mendapatkan tatapan Aneh dari Assisten Erik membuat Bintang malu setengah mati. "Pagi Tuan Erik." Bintang menjawab sapaan Assisten Erik dengan tersenyum kaku. Dia berusaha menutupi lehernya dengan kedua tangannya.
"Tuan Erik pasti kaget karena melihat leher ku yang banyak tanda merahnya. Aduhh malu sekali aku, pasti Tuan Erik akan menganggap ku wanita tidak baik." Bintang hanya bisa tertunduk menahan malu yang laur biasa. "Ini gara-gara Pria mesum itu. Aku harus menanggung malu di hadapan Tuan Erik."
Assisten Erik mengerti Bintang sedang merasa malu, dia langsung menyedarkan pandanganya ke sembarang arah dan melanjutkan aktifitas nya menata sarapan di meja makan. "Nona, anda tidak perlu merasa malu, saya tidak akan berpikiran negatif tentang anda. Tuan muda memang agak sedikit brutal kalau masalah seperti itu." ujar Assisten Erik menenangkan Bintang di sela kegiatannya.
Bintang sedikit terpaku. Ternyata Assisten Erik tidak memandang nya rendah, pria itu sangat mengerti apa yang menjadi kekhawatiran nya. Karena kata-kata Assisten Erik yang menenangkan dia mulai berani mengangkat kepalanya dan perlahan tangannya turun tidak menutupi lehernya lagi.
"Kemari lah Nona, makanan sudah siap di tata." ujar Assisten Erik tersenyum ke arah Bintang.
Bintang mendekat ke meja makan, dengan sigap Assisten Erik langsung menarik kursi untuk Bintang. "Silakan Nona."
"Terimakasih Tuan Erik." Bintang merasa nyaman di perlakukan dengan baik di lingkungan orang kaya sekelas Leo. walaupun Bintang di bawah mereka tapi selalu menghormati Bintang selayaknya menghormati manusia. Tidak pernah membedakan status, padahal saat ini statusnya hanya sebagai pacar kontrak Tuan Leo untuk melunasi hutang.
__ADS_1
"Pagi Tuan muda." Assisten Erik membungkuk hormat melihat sang Tuan muda sudah keluar dan menghampiri meraka dengan setelah jas yang rapi.
"Pagi." Jawab Leo singkat.
Setelah Assisten Erik menarik kursi untuk nya. Leo segera bergabung untuk sarapan. "Kau suka dengan menu sarapan hari ini?" Tanya Leo memastikan kalau Bintang bisa memakan sarapan ala eropa ini.
Bintang mengangguk pelan menjawab pertanyaan pria itu.
"Baguslah." Leo tersenyum saat Bintang benar-benar menikmati makanan itu.
"Makan yang banyak Bintang kecil ku. aku akan memberikan apapun yang kamu suka."
"Erik setiap hari kau harus mengganti menu sarapan agar Bintang tidak bosan." Perintah Leo ke Assisten Erik yang berdiri samping nya.
"Baik Tuan." Dengan cepat Assisten Erik menyanggupi.
"Tuan Erik ikutlah sarapan bersama kami. Ada sudah susah payah menyiapkan makanan untuk kami jadi anda harus ikut bergabung." Dengan baik hati Bintang menawarkan sarapan ke Assisten Erik. Pria itu sangat menghormati dia jadi dia juga harus menghormati Assisten Erik.
"Aku tahu kau punya istri." Sahut Leo yang kesal karena Assisten nya itu selalu memamerkan sang istri.
"Saya jadi ingin bertemu dengan istri anda. Pasti sangat cantik." Bintang membayangkan betapa cantiknya istri Assisten Erik.
"Nanti saya akan memperkenalkannya ke anda jika ada kesempatan." Assisten Erik terlihat antusias ketika ada yang ingin berkenalan dengan istrinya apalagi Bintang menerka istrinya pasti cantik.
Setelah sedikit percakapan ringan Sarapan pagi ini berlanjut dengan keheningan.
"Bintang, apa kau mau ikut ke kantor?" Tanya Leo memecah suasana sepi.
"Tidak Tuan."
__ADS_1
"Apa kau tak kesepian sendirian
disini?"
Bintang menggeleng dengan kuat. "Saya tidak merasa kesepian sama sekali." tuturnya. Di hidupnya dia sudah biasa sendiri jadi kondisi seperti ini tidak asing untuk nya.
"Kau yakin?" Leo menaikkan satu alisnya.
"Tuan Leo, saya sudah biasa sendiri jadi anda tak perlu khawatir." Jawab Bintang dengan senyuman yang melengkung.
"Oke, baiklah. jika itu kemauan mu." Leo juga tak mau memaksa jika gadis itu tidak mau.
*
Di dalam mobil Assisten Erik mencuri-curi pandang dari kaca spion kecil yang ada di depannya untuk melihat Leo.
"Apa kau lihat-lihat!" Ujar Leo sinis tahu Assisten Erik terus melirik nya.
"Saya hanya penasaran saja, apakah anda sudah melakukan itu dengan Nona Bintang. Soalnya tanda merah di leher Nona sangatlah banyak. Anda terlalu ganas Tuan. Tolonglah bersikap lembut sedikit ke Nona Bintang" ujar Assisten Erik dengan senyum jahil.
"Kenapa? Kau takjub dengan kelihaian ku? Itu baru pemanasan saja. belum puncaknya." Ujar Leo dengan bangga.
Assisten Erik tertegun mengetahui fakta itu. Tumben Tuan mudanya tidak langsung melakukan hal itu ke wanita yang dia suka. "Nona Bintang memang berbeda dari wanita yang pernah Tuan muda pacari. Tuan muda kali ini sangat menghormati wanita. Dia menerima Nona Bintang apa adanya. Semua kekurangan Nona Bintang dia terima dengan lapang dada. Dia tak pernah memandang rendah Nona Bintang walaupun Nona sudah di kotori oleh Pria iblis itu. Kalau aku menemukannya aku orang pertama yang akan menghantam pria itu."
"Tumben anda tidak langsung eksekusi seperti wanita-wanita yang lain." Selidik Assisten Erik. Dia ingin tahu alasan yang sesungguhnya kenapa Leo bisa menahan untuk tidak melakukan hal itu ke Bintang.
"Wanita yang lain hanya bisa menarik perhatian ku karena tubuh mereka yang indah dan paras mereka yang cantik tapi mereka tidak pernah ada di dalam hati ku. Aku mengencani mereka hanya untuk bersenang-senang di atas ranjang dan menemani ku ke pesta. Namun Bintang berbeda dengan mereka. Aku sangat mencintainya dengan segenap jiwa dan ragaku. Aku akan menjaga dia dengan baik. Aku tidak akan melakukan sesuatu yang bisa membuat nya tersakiti. Aku sangat menghormati nya." jelas Leo panjang lebar. Bintang cinta pertama dan terakhir. Dia ingin Bintang yang akan menemaninya hingga tua nanti.
Happy Reading ♥️
__ADS_1
I LOVE YOU 3000♥️😘🥰