
Wajah Bintang akhirnya bisa lebih cerah saat Leo akan memberikan dia pilihan lain. "Apa itu Tuan?" Antusias Bintang dengan mata yang berbinar penuh harapan yang tinggi.
Dia menautkan kedua tangannya berharap pilihan yang akan di berikan oleh Leo akan meringankannya.
"Jadi pacarku."
Assisten Erik sampai terlonjak kaget mendengar dua kata yang terlontar dari mulut bosnya. "Sebenarnya apa sih yang di rencanakan Tuan Leo, sepertinya ada sesuatu yang aku tidak tahu."
Assisten Erik aja kagetnya sampai melotot apalagi Bintang. Dia kembali shock saat mendengar ucapan pria itu, pagi ini sudah 3 kali dia terkejut akibat pria yang ada di depannya ini.
Bintang terdiam, masih mencerna omongan Leo. "Rasanya tidak mungkin dia ingin menjadikan ku pacar, Apa kelebihanku? Ini pasti lelucon yang di buat oleh pria ini, Apa dia sedang baik-baik saja?
tadi pagi mencium ku sekarang ingin aku menjadikan pacarnya dengan cara pemaksaan."
"Saya tidak mengerti maksud anda Tuan, jadi pacar anda? Anda tidak bercanda, Kan?" ujar Bintang dengan nada tinggi.
"Aku tidak bercanda, jadi pacarku selama 3 bulan hutang mu akan lunas semua, tapi kita harus berhubungan selayaknya orang pacaran, anggap aja pacaran kontrak."
"Cuma 3 bulan saja, Kan?" tanya Bintang.
"Iya. gampang, Kan? tinggal jadi pacarku tiga bulan hutang lunas, kau tak perlu kerja keras untuk mendapatkan uang itu, kau mau masuk penjara karena nggak mampu bayar?"
"Bukan tiga bulan tapi seterusnya kau akan jadi milik ku, akan ku buat kamu jatuh cinta kepadaku, maaf aku melakukan ini."
Dalam hati Leo berharap Bintang mau menerima tawaran ini, agar dia bisa mendekati Bintang dengan alasan pacaran kontrak.
Bintang merinding mendengar kata penjara. "Huhh, main ancam aja, katanya orang kaya tapi meminta uang sama orang miskin, dia ngasi apartemen ini untuk ku, harganya pasti lebih mahal, Kan? tapi kenapa malah ngotot minta seratus juta, Dasar Aneh! Apa aku jual aja ya apartemen ini, hahaha Mana mungkin bisa, aku kan tidak punya surat-suratnya."
"Biarkan saya berpikir dulu Tuan,"
"Oke, aku kasi lima menit."
Wajah Bintang langsung masam. Dia berdecak kesal. "Dasar pria gila, masak kasi mikir lima menit, mana cukup bodoh."
"Hanya jadi pacar kontrak saja, sepertinya itu tidak akan sulit daripada harus masuk penjara karena tidak bisa bayar, lagipula sampai kapan pun aku nggak akan bisa bayar karena 100 juta terlalu besar untuk ku, tapi aku belum siap membuka perasaan untuk orang lain, Aku sudah janji pada diri sendiri tak akan menjalin hubungan dengan orang kaya."
Bintang menggigit bibir bawahnya menandakan kegelisahan. "Kenapa kau khawatir Bintang, kan tidak perlu membuka hati karena ini hanya pacaran kontrak yang tidak mengandalkan hati."
"Tiga. Dua." Leo mulai menghitung mundur. "Ti_ "
__ADS_1
"Oke, saya mau tapi saya juga punya syarat."
"Apa?" Leo melipat tangannya bersiap mendengar syarat dari Bintang.
"Pertama: Tidak ada ****!
Kedua: saya mau di buatkan kontrak perjanjian setelah 3 bulan pacaran anda harus melepaskan saya dan tidak akan melaporkan saya ke kantor polisi." Dalam sekali tarikan napas Bintang mengucapkan 2 syarat itu.
"CK, rupanya Bintang kecilku ini pintar juga, sangat susah di bodohi, oke, gadis nakal aku akan mengikuti permainan mu."
"Erik, buatkan kontrak itu!"
Dengan mudah Leo menyetujui syarat itu.
"Baik Tuan."
"Bagaimana dengan syarat yang pertama?" Gadis itu belum tenang jika Leo belum mengkonfirmasi semua syarat yang dia berikan.
Leo terdiam tidak menjawab.
"Kenapa dia diam? apa yang dia harapkan dari ku? emang dia mau melakukan itu dengan ku, dasar pria mesum, tadi aja main cium sembarangan."
Akhirnya Bintang bisa bernapas lega. "Senang bernegosiasi dengan anda," ujar Bintang tersenyum manis.
*
Buk.
Bintang menghempaskan tubuhnya di kasur kos yang keras itu.
"Akhh, sakitnya, tidak seperti kasur di apartemen Tuan Leo," Bintang langsung terkekeh saat mengingat Leo.
Bayang-bayang wajah Leo yang sedang menggodanya terbesit di pikiran gadis itu. Perlahan tangan Bintang menyentuh bibirnya sendiri.
Dia terpejam merasakan saat bibirnya bersentuhan dengan bibir lembut Leo. "Kenapa bibirnya begitu lembut."
"Akhhh, Bintang sadarkan dirimu, jangan tergoda dengan pria itu, dia adalah orang kaya yang dengan mudah mengencani perempuan lain, Setelah dia bosan pasti dia akan menggantikan mu dengan yang lain."
"Heii Tuan Leo yang sombong pergi lah dari pikiran ku, membuat pusing saja!" teriak Bintang sambil guling-guling di kasur.
__ADS_1
"Woii, Jangan ribut!" teriak penghuni kos yang lain, Bintang lupa kalau dia ribut sedikit pasti terdengar oleh penghuni yang ada di sebelahnya.
Bintang langsung menutup mulutnya dengan bantal, gadis itu kembali berteriak dengan kebisuan.
"Hikss, hiks. Ini semua karena mu Tuan sombong yang berkuasa, aku jadi di teriaki orang."
*
Nadia yang baru saja memarkirkan sepeda motor nya terbelalak melihat sosok yang mirip sahabatnya turun dari mobil mewah. "Itu Bintang, Kan? tapi masak iya dia turun dari mobil semewah itu, pakai di bukain pintu lagi."
"Makasih Tuan Erik, anda sudah repot-repot menjemput saya dari kos dan mengantarkan saya."
"Terimakasih, aku jadi nggak keluar uang deh untuk membayar tranportasi umum, uangku yang manis kau aman di dompet ku, kau tak akan beralih ke orang yang lain."
"Sama-sama Nona, anda adalah pacar Tuan muda jadi sudah kewajiban saya." Assisten Erik membungkuk hormat.
"Jangan terlalu tegang, aku cuma pacar kontrak saja."
"Baik Nona, saya pamit." Lagi-lagi Pria tinggi itu membungkukkan badanya.
"Dasar keras kepala sudah aku bilang jangan terlalu tegang masih saja membungkuk di hadapanku, emangnya aku ratu, Uhhh, semua yang berurusan dengan Tuan Leo memang ribet hidupnya."
Melihat mobil yang di kendarai Assisten Erik melaju pergi dia berjalan masuk dengan riang tanpa beban, biasanya dia akan ngos-ngosan karena kejar-kejaran dengan waktu. "Senangnya, tumben aku nggak telat kerja."
Nadia berlari kecil menghampiri Bintang yang berjalan dengan wajah sumringah. "Wihh, sahabat ku ini baru satu hari nggak ada kabar sudah turun dari mobil mewah aja, jangan-jangan orang tadi itu pacar baru mu ya? ganteng juga, seperti nya aku akan setuju jika pacar mu modelan kayak begitu." Dia main nyeroscos aja dengan keras nggak ada rem.
Bintang langsung membekap mulut Nadia yang cempreng. "Diam, jangan ribut, rem mu blong ya?"
"Hkmmmm." Nadia memberontak.
"Jangan bergerak, ayo ikut aku ke loker," Bintang menyeret Nadia dengan tangan nya yang membekap mulut Nadia.
"Dasar sabahat kurang ajar!" kesal Nadia saat terlepas dari bekapan Bintang, dia merapikan rambutnya yang berantakan.
"Sttt, tenanglah, aku akan menceritakan segalanya padamu tapi tolong diam." mohon Bintang ke temannya yang suka ceplas ceplos itu.
"Oke baiklah, Ayo kita duduk dulu," ujar Nadia.
Happy Reading ♥️😘😘🥰🥰🥰
__ADS_1
I LOVE YOU 3000🥰♥️😘😘🥰😘