Bintang Kecil Ku

Bintang Kecil Ku
Bukan urusan mu


__ADS_3

"Erik, telepon supir rumah untuk mengantar mu pulang, aku akan membawa mobil sendiri," perintah Leo.


"Anda mau kemana Tuan muda?"


"Banyak tanya! bukan urusanmu!" sewot Leo lalu menarik tangan Bintang untuk beranjak dari sana.


"Dasar bos gila, seenaknya saja menelantarkan ku, pergi bersama seorang wanita, untung bos kalau tidak sudah ku pukul dia." kesal Assisten Erik.


Tangannya terangkat meninju angin.


"Tapi ngomong-ngomong Apa yang akan mereka lakukan? Kenapa pergi berdua? secepat itukah Tuan muda dekat dengan orang baru? Ini adalah hal yang tidak wajar, ini bukan sesuatu yang biasa Tuan lakukan, Hanya Tuhan yang tahu apa yang ada di pikiran Tuan muda.


Akhhh, Biarkan saja yang penting aku sekarang bisa pulang lebih awal."


"Baby i'm coming," Teriak Assisten Erik yang sebentar lagi akan bertemu istri tersayang.


*


"Tuan, kenapa kita ke restauran?" tanya Bintang, biasanya dia hanya membeli makanan di pinggir jalan, rencananya dia akan menyuruh Leo berhenti di salah satu dagang siomay kesukaannya tapi Leo malah mampir ke restauran bergaya mewah ini.


"Tadi kau bilang mau makan."


"Tapi bukan disini Tuan."


"Terus kemana? Kau bilang mau beli makanan, Ya aku bawa kau ke restaurant masak ke rumah sakit, aneh sekali." omel Leo yang tak mengerti maksud Bintang yang sesungguhnya.


"Saya tahu disini tempat jual makanan tapi saya biasanya beli di pinggir jalan bukan disini, Ayo kita pergi dari sini." Bintang menarik tangan Leo secara spontan.


Tapi Leo diam tak bergerak.


"Kita tidak akan pergi ke mana-mana, kita akan makan disini, makanan di pinggir jalan tidak higienis nanti kau sakit."


"Dasar orang kaya sombong, aku makan makanan di pinggir jalan setip hari tapi tidak pernah sakit apapun, makanan di pinggir jalan sangat enak tau."


"Makanan di pinggir jalan bersih kok, saya makan setiap hari tak pernah sakit, Ayo kita pergi dari sini," rengek Bintang yang tak mau masuk.


"Aku pernah makan makanan di pinggir jalan lalu besok langsung sakit perut." Sanggah Leo yang tak setuju dengan pernyataan Bintang.


Bintang memutar bola matanya kesal, ucapnya selalu di bantah oleh pria yang dia anggap sombong itu. "Itu kau bukan aku bodoh, kau saja orang kaya yang lemah, dasar orang kaya yang tidak mau memajukan UMKM."


"Kalau anda tidak mau sakit perut biarkan saya saja yang beli, anda tidak usah beli," saran Bintang yang masih kekeh tak mau masuk ke tempat makan mewah itu.

__ADS_1


"Aku juga lapar, pokoknya kita harus makan disini," ujar pria itu tak terbantahkan.


"Tapi Tuan, saya nggak mampu bayar jika makan di Restaurant mewah seperti ini" rengek Bintang lagi.


"Tidak ada tapi tapian, Ayo kita masuk, masalah bayar membayar itu urusanku, kau tidak akan keluar uang sepeser pun. " Rengekan Bintang tak mempan di pria itu, dia menarik Bintang untuk masuk.


Dengan berat hati Bintang mengikuti pilihan pria itu.


Dia berjalan gontai dengan kepala tertunduk dan malu-malu sambil mengikuti Leo mengekor di belakang pria itu, Tidak ada lagi alasan untuk menolak ajakan Leo, apalagi dia akan dapat makanan gratis.


Bintang sangat minder masuk ke tempat mewah dengan penampilan yang jauh dari kata elegan, dia hanya menggunakan celana jeans panjang dan kaos berwarna hitam.


"Aku merasa tidak pantas disini, lihatlah semua orang berpakaian mewah dan elegan, aku berasa pemulung yang terdampar ke pulau orang-orang kaya."


"Duduk lah." Leo menarik kursi untuk Bintang.


"Ehhh."


Bintang terkaget dengan sikap Leo yang sangat romantis, ini pertama kalinya dia di perlakukan bak seorang ratu oleh orang yang baru dia kenal. "Dia sangat sweet, aku jadi meleleh,"


"Duduklah, Apa kau tuli?"


"Terimakasih," ujar Bintang dengan senyuman yang di paksakan.


Beberapa saat Pelayan datang untuk memberikan menu. "Silakan Tuan muda Leo dan Nona," ujar sang pelayan meletakkan dua menu tebal itu.


"Terimakasih," jawab Bintang tersenyum, dia langsung melihat-lihat menu untuk memilih makanan.


Mata Bintang membulat melihat harga yang tertera di menu itu. "Waduh, makanannya mahal-mahal banget, air minum aja 75 ribu, bisa untuk minum seharian jika beli di warung, orang kaya sungguh bodoh mau di tipu restauran,"


Bintang, bintang bukan orang kaya yang bodoh tapi emang merek air mineralnya yang mahal sekelas Evian, Equil, Fiji, Acqua Panna.


"Apa ada menu spesial hari ini?" tanya Leo sambil melihat-lihat menu tebal itu.


"Tentu ada Tuan, Hari ini menu spesial kita adalah curry wurst, (sosis khas Jerman dengan tomato sauce dan curry powder) dan Mashed potato." jelas sang waiters.


"Oke, aku mau mau itu dan juga mix salad untuk pembuka, minumnya soda water."


"Ada lagi yang lain Tuan muda?"


"Cukup itu saja."

__ADS_1


"Hei, kau mau pesan apa?" tanya Leo ke Bintang yang masih sibuk melihat menu.


Tidak tau saja Bintang sedang mencari menu makanan yang termurah, maklum orang tak mampu pasti terkejut melihat harga segitu.


"Tuan apa saja yang boleh saya pesan? jawab Bintang balik nanya ke Leo, dia bertanya dahulu karena takut pesan terlalu mahal.


"Kamu bisa pesan apa saja, sepuasnya," jawab Leo.


"Benarkah?" Mata Bintang langsung berbinar.


"Hmmm." Leo mengangguk pelan.


Bintang menyeringai.


"Baiklah, jangan salahkan aku jika dompet mu kosong.


Aku akan pesan yang paling mahal karena kesempatan ini tidak mungkin datang dua kali, Kan? kapan lagi makan makanan mahal ala orang kaya."


Beberapa menit kemudian akhirnya makanan datang.


Leo melongo melihat mejanya penuh dengan makanan. "Kau yakin bisa makan sebanyak ini?" tanya Leo yang tak habis pikir dengan Bintang yang memesan makanan sampai lima porsi besar.


"Kenapa, anda tidak bisa bayar?" ejek Bintang tersenyum miring.


"Hahahaha, mampus kau, makanya jangan sombong, tadi bilang pesan sepuasnya, ya aku pesan sepenuhnya lah, ini kan kesempatan berharga."


"Enak saja kau bilang aku tidak mampu, bahkan aku bisa beli semua makanan disini untuk mu," darah Leo naik di bilang tidak mampu bayar, harga dirinya di jatuhkan oleh gadis yang ada di depannya.


"Ya udah jangan protes," ujar Bintang tersenyum kemenangan.


"Terserah, Ayo makan." Lagi-lagi Leo mau mengalah.


Dengan senang Bintang menyantap semua makanan yang ada di atas meja dengan lahap.


Leo menelan ludah kasar. "Apa dia sedang kerasukan? kaya orang yang nggak pernah makan." Pria itu hanya bisa geleng-geleng kepala melihat gadis cantik itu.


"Hati-hati, nanti kau tersedak, tidak ada yang akan mengambil makanan mu, kayak nggak makan seharian aja." Khawatir Leo yang melihat Bintang makan dengan sangat cepat.


Happy Reading 🥰🥰🥰🥰😘♥️


I LOVE YOU 3000♥️😘🥰♥️😘😘

__ADS_1


__ADS_2