Bintang Kecil Ku

Bintang Kecil Ku
Apa aku mulai menyukainya?


__ADS_3

Perlahan Leo menautkan jari-jari tangannya dengan jari-jari tangan Bintang. Mengenggam tangan mungil itu dengan penuh kehangatan. Memberikan rasa aman untuk gadis yang memiliki trauma dalam cerita percintaan nya yang sangat buruk di masalalu. Leo tak ingin membuat Bintang merasa terancam. Dia sudah berjanji kepada diri sendiri akan memberikan Bintang kisah cinta yang manis penuh kasih sayang untuk mengubur kisah cinta yang kelam di masalalu. Dia ingin Bintang terbebas dari jeratan bayangan-bayang masa lalu.


Tangan keduanya yang sudah saling bertautan diiringi juga dengan lidah meraka yang juga saling bertautan satu sama lain. Dengan lincah keduanya membelit lidah satu sama lain. Dalam beberapa saat ciuman mereka semakin dalam dan memanas. ******* demi ******* terus berlanjut sehingga bunyi lumatnya keduanya menggema di kamar dengan lampu remang-remang itu.


Terlihat meraka berdua terhanyut dan sama-sama menikmati apa yang sedang mereka lakukan bahkan meraka lupa untuk bernapas saking terbawa suasana.


Ciuman panas ini membuat Leo menginginkan hal yang lebih, dia melepas ciumannya yang panas itu lalu turun kebawah berusaha mencari hal baru di leher mulus gadis itu.


Bintang yang sudah terhanyut juga lupa akan segalanya, dia membiarkan Leo meraup kenikmatan dari dirinya.


Dengan gerakan penuh napsu Leo mengesap leher Bintang di beberapa bagian sehingga tercetak tanda merah disana.


Tanpa rasa puas Leo terus bermain-main disana sehingga membuat Bintang melenguh kecil. "Ehhhh." lenguhnya dengan suara yang menurut Leo sangat sensual.


Mendengar lenguhan dari bibir manis itu membuat Leo semakin brutal sehingga tak sengaja menggigit leher mulus itu.


"Awww." pekik Bintang.


Gadis itu jadi tersadar oleh rasa sakit dan perih tersebut. Dia tersadar kalau dia sudah melakukan kegiatan yang seharusnya tidak boleh terjadi.


Sebelum semakin menjadi-jadi, Bintang berusaha melepaskan tautan tangan nya dan tangan Leo.


Setelah berhasil lolos Bintang mendorong tubuh berat Leo sekuat tenaga, dia sadar pria itu juga terbawa suasana dan lupa diri.


"Tuuuuan hentikan!" ujar Bintang dengan suara yang tertahan berusaha mendorong tubuh Leo agar pria itu tersadar.

__ADS_1


Mendapatkan perlawanan dari Bintang membuat Leo tersadar dan menghentikan aksinya.


Dengan kondisi yang masih ngos-ngosan, Leo merapikan rambut Bintang yang berantakan. "Maafkan aku, tadi aku terbawa suasana." ujar Leo dengan lembut.


Bintang yang juga merasa bersalah karena terbawa suasana hanya bisa mengangguk pelan menanggapi permintaan maaf Leo.


Mendapat anggukan dari Bintang membuat Leo tenang. "Untung dia tidak marah besar seperti waktu itu." Perlahan Leo bangun membebaskan Bintang dari kungkungannya. Dia merebahkan badannya di samping Bintang lalu memeluk Bintang erat


dengan penuh kasih sayang.


"Ohh tuhan aku tidak bisa bernapas, apa dia ingin sekali membunuh ku? Lepaskan bodoh. Tadi mencium ku sekarang memeluk ku. Modus buaya darat"


Bintang sadar Leo melakukan hal yang lebih tapi entah kenapa dia enggan untuk menolak perlakuan Leo yang memperlakukan dia penuh rasa cinta dan kasih sayang. Pria itu mulai memberi nya rasa nyaman dan aman. Seperti rumah yang sangat aman sehingga tak ada yang bisa masuk untuk mengganggunya, Dia menemukan rumah yang memberi perlindungan penuh.


"Biarkan aku memeluk mu malam ini," ujar Leo semakin menempelkan tubuhnya pada tubuh mungil Bintang.


"Ahh, maafkan aku." Leo melonggarkan pelukannya.


"Sekarang sudah?" Pria itu dengan halus bertanya kepada Bintang untuk memastikan gadis itu bisa bernapas dengan baik.


"Sudah Tuan."


Secara lembut Leo mengelus rambut hitam panjang itu. "Oke, sekarang tidurlah."


"Terus kita harus tidur dengan posisi seperti ini gitu? Dasar tidak mau kehilangan kesempatan sedikit saja. Tadi bilangnya nggak akan berbuat macam-macam tapi apa yang sudah dia lakukan tadi? Memang seharusnya aku tidak mempercayai pria mesum ini dari awal."

__ADS_1


"Tuan, seperti nya kita tidak usah tidur dengan posisi aneh seperti ini." Bintang masih saja protes padahal Leo sangat merasa nyaman dengan posisi seperti ini.


"Jangan protes, tidurlah." Setelah mengatakan itu Leo mengecup pucuk rambut Bintang dengan mesra. "Selamat tidur, mimpi yang indah."


Sebenarnya Bintang kaget Leo melakukan hal yang sungguh romantis seperti tadi tapi Bintang berusaha untuk tidak bereaksi. "Selamat tidur juga Tuan Leo." Bintang hanya bisa menjawab di dalam hati.


Setelah mengucapkan selamat tidur satu sama lain akhirnya mereka bisa tidur dengan lelap. Mengarungi dunia mimpi yang indah bersama.


Pagi harinya.


Bintang bangun lebih dulu. Sekarang dia sudah berada di kamar mandi sambil mengomel tak jelas seorang diri.


Dia berdiri di depan cermin dengan tangan yang sedang menggosok-gosok sesuatu yang ada di lehernya, seolah menolak sesuatu yang ada di lehernya itu. Bintang kesal karena beberapa tanda merah tercetak jelas di leher jenjang nan mulus itu.


"Aduhh, ada bekasnya, banyak lagi. gimana ini? Akhh Sungguh menyebalkan. ini semua gara-gara pria mesum itu. Ini juga salah mu Bintang, kenapa kau mau dan terbuai oleh pria itu. Dasar Bintang otakmu sama mesumnya dengan pria itu." Bintang mengomel tak jelas menyalakan Leo dan bahkan juga merutuki dirinya sendiri.


"Kenapa pria itu begitu ganas sihh, aku jadi merinding mengingat kejadian tadi malam. Tak salah jika sampai tanda merah tercetak jelas di leher ku." Bayangan kejadian tadi malam langsung hadir di pikiran Bintang dan anehnya tiba-tiba itu membuat dada Bintang kembali berdebar hebat sama persis seperti tadi malam. tanpa di inginkan perasaan itu hadir kembali.


Tangan Bintang perlahan terangkat memegangi dadanya yang berdetak dengan kencang. "Ya Tuhan. Kenapa dadaku berdebar seperti ini saat mengingat bagaimana tulusnya dia menatapku. Tuan Leo sering melakukan hal romantis kepada ku tapi aku tidak merasakan apapun. Tadi malam sungguh berbeda. Dadaku berdetak tak karuan seperti orang yang sedang jatuh cinta. Ya, sama persis seperti itu. Apa aku mulai menyukainya?"


Bintang dengan cepat langsung menggeleng kuat seakan menolak kenyataan bahwa dia mulai menyukai Leo. "Tidak, tidak, tidak. Tidak mungkin aku jatuh cinta kepadanya. Aku hanya kagum saja karena ketampanannya itu. Ya benar hanya kagum atas kebaikan Tuan Leo, tidak lebih dari itu. Bintang ingat kamu tidak boleh jatuh cinta jika tidak ingin terluka lagi, karena untuk menyembuhkan itu sangat lama." Bintang terus bergumam sendiri. Menolak perasaan suka yang hadir di hatinya untuk Leo.


Di kamar mandi Bintang tengah frustasi dengan tanda merah di lehernya sedangkan di sisi lain Leo mulai menggeliat bangun. Dengan mata yang tertutup Leo meraba-raba untuk mencari keberadaan Bintang.


Namun sayangnya orang yang dia cari tak kunjung bisa dia sentuh. "Kemana dia?" gumam Leo langsung membuka matanya. Dia mengedarkan pandangannya ke setiap sudut kamar itu namun berakhir tak menemukan keberadaan Bintang.

__ADS_1


Happy Reading ♥️♥️♥️😘


I LOVE YOU 3000😘♥️🥰😘


__ADS_2