Bintang Kecil Ku

Bintang Kecil Ku
Makan malam bersama


__ADS_3

Di dalam Mobil Leo terus senyum-senyum sendiri. Assisten Erik yang melihat itu sampai merinding.


"Apa Tuan muda sedang kerasukan jin gila? dari naik mobil sampai sekarang dia terus bergumam sendiri dan sesekali tersenyum bahkan tertawa cekikikan. Mudah-mudahan Tuan muda tidak gila." Assisten Erik terlihat bergidik ngeri melihat perubahan Leo. Tumben Leo bersikap tidak waras. Pria itu sering bersikap egois dan seenaknya tapi kali ini berbeda.


Di tengah kebingungan Assisten Erik yang melihat bos nya bertingkah aneh. Leo malah terus asik berkhayal tentang Bintang.


"Dia sangat lucu tadi, ingin sekali aku menggigit pipinya yang mulai sedikit gembul sekarang. Dia juga sangat manis padaku, aku jadi berdebar saat dia berinisiatif sendiri untuk merapikan dasi ini." Leo menyentuh dasinya yang tadi sempat di pegang oleh Bintang. Dia kembali senyum-senyum sendiri membayangkan kejadian yang baru saja terjadi. Kejadian yang menurutnya romantis.


"Saat dia melakukan hal manis seperti itu, ingin sekali rasanya aku langsung menikahinya. Bintang sudah layak menjadi istri ku, dia memang istri idaman, tidak salah aku jatuh cinta kepada dia. Bintang kecil ku memang jodoh yang di kirimkan tuhan untuk ku." Sudah ada bayangan masa depan antara dirinya dan Bintang di pikiran Leo. Pria itu sudah ngebet ingin menikah dengan sang pujaan hati. Namun sayangnya Bintang belum mencintai Leo.


*


Di malam harinya Bintang terlihat sibuk di dapur dengan alat masak yang beradu untuk menyajikan makanan yang enak dan layak untuk di nikmati. Ternyata Bintang jago juga memasak. Bak seorang chef dia memotong sayuran dengan cepat, setelah memotong sayuran dia terlihat menumis sesuatu.


Saking sibuknya Bintang sampai tidak sadar Leo sudah datang dari kantor.


Saat Leo masuk wangi makanan langsung menyeruak di hidung pria itu. "Bau apa ini?" Leo mencoba mendengus bau yang mengunggah selera makannya itu. "Wahh enak sekali baunya, siapa yang masak?" Untuk menghilangkan rasa penasaran, dia pergi ke dapur untuk melihat siapa yang memasak.


Terlihat pria itu menyerinyit melihat siapa yang sibuk di dapur.


"Bintang?" gumam Leo. Dia tak menyangka kekasihnya itu bisa memasak karena selama tinggal di apartemen bersama.


Bintang selalu makan di luar tidak pernah masak sendiri.


Tercetak senyuman jahil di bibir Leo. "Aku akan memberimu hadiah sayang ku."


Perlahan Leo berjalan mengendap-endap di belakang Bintang yang kedua tangannya sedang sibuk dengan frying pan dan spatula itu.


Hap. Leo memeluk Bintang dari belakang. melingkarkan tangan kekarnya di pinggang Bintang.

__ADS_1


"Akhhh." Pekik Bintang yang terkaget akibat serangan mendadak dari Leo.


Cup. Dilanjutkan dengan Leo mengecup pipi Bintang dengan cepat.


"Tuan Leo." Rengek Bintang kesal.


Dengan manja Leo meletakkan dagunya di bahu Bintang. "Kamu masak apa sayang?" tanya Leo lembut tepat di telinga Bintang.


Dan itu berhasil membuat Bintang merinding. "Sayang, sayang pala lu peyang, dasar kurang ajar mencium ku sembarangan, memangnya aku robot kasih sayang pemberi ciuman gitu. Beli saja sana robot berbentuk wanita agar kau bebas melakukan apapun kepadanya." Tangan Bintang masih sibuk membolak-balik makanannya sambil mengomel di dalam hati.


"Kenapa kau diam saja pacarku yang cantik?" tanya Leo seperti anak kecil yang manja kepada sang ibu.


"Uweekk, pingin sekali aku muntah mendengar rengekan nya itu. Badan aja besar tingkah kayak bayi."


"Lepaskan, saya sedang sibuk memasak, masakan saya bisa gosong jika anda terus mengoceh disini." ujar Bintang dengan jutek.


Dengan gontai Leo melangkah pergi untuk membersihkan diri ke kamarnya. Namun langkah Leo berhenti setelah mendengar suara Bintang.


"Tuan, anda bisa bergabung makan malam dengan saya jika anda belum makan malam." ujar Bintang tanpa menoleh ke arah Leo. Dia hanya sibuk memasak. Dia terlalu malu untuk menatap wajah Leo.


Leo yang mendapatkan ajakan dari Bintang langsung sumringah, dia berdiri tegak lalu menjawab ajakan Bintang dengan semangat. "Terimakasih. Kebetulan aku belum makan malam." Setelah mengatakan itu Leo berlari dengan cepat ke dalam kamar agar dia bisa bergabung dengan Bintang untuk makan malam bersama.


Setelah beberapa menit akhirnya semua makanan sudah tertata rapi di atas meja. Dari awal Bintang memang menyiapkan makanan sebanyak 2 porsi agar Leo juga bisa menikmati makanan yang dia buat.


"Wahhh, kelihatan makanan yang kau buat enak." Puji Leo yang sudah duduk di meja makan dengan antusias. Baru pertama kali dia begitu semangat hanya karena akan mendapatkan makan malamnya.


Perlahan Bintang ikut duduk setelah menaruh alat makan di hadapan Leo.


"Aku coba ya." ujar Leo tak sabaran.

__ADS_1


"Silakan Tuan, selamat makan." Bintang dengan santai memakan hasil jerih payahnya masak tadi.


Suapan pertama masuk ke mulut Leo. "Wahhh," Ujar Leo saat rasa makanan tersebut menyebar di mulutnya. Lidahnya bergetar merasakan makanan Bintang. "Kau memang pandai memasak, bagaimana bisa masakan mu enak seperti ini?" puji Leo yang menyuap lebih banyak makanan yang dia buat oleh Bintang.


"Jangan berlebih Tuan." Diam-diam Bintang tersipu malu saat makanannya di puji oleh Leo sampai segitunya. "Apa benar seenak itu? perasaan seumur-umur ini baru pertama kalinya makanan ku di puji seperti ini. Apa dia saja yang berlebihan?"


"Aku tidak berbohong, kau memang menantu idaman, apapun bisa kau lakukan, masak bisa, membersihkan kamar bisa, bahkan kau jago bernyanyi." Bertubi-tubi Leo terus memuji Bintang.


Saat Bintang tinggal di apartemen Leo. Gadis itu membersihkan kamarnya sendiri. Pekerja yang di tugaskan Leo untuk membersihkan apartemen selalu memberikan laporan kalau kamar Bintang sudah rapi dan bersih.


"Tuan jangan bicara saat makan." ujar Bintang yang sudah tidak kuat lagi mendengar pujian dari Leo. Bohong kalau dia tidak melayang mendapatkan apresiasi dari Leo. Pipi gadis itu sudah memerah seperti tomat.


"Iya, maaf." Setelah mengatakan itu Leo langsung menyantap makanan yang di buat oleh Bintang dengan lahap.


Bintang tersenyum tipis melihat Leo makan dengan lahap. Ada rasa bangga di hatinya bahwa pria itu menikmati apa yang telah dia sajikan.


"Uhh, kenyang sekali." Leo menyadarkan tubuhnya di kursi sambil mengelus perutnya yang terisi penuh. Makanan yang ada di atas meja ludes semua tanpa sisa.


Bintang hanya bisa geleng-geleng kepala melihat Leo. "Kayak nggak makan setahun saja." Bintang sibuk merapikan tempat makan yang sudah kosong itu sedangkan Leo sibuk dengan kekenyangan nya.


"Sedang apa?" Tanya Leo melihat Bintang yang sedang mencuci semua peralatan makan yang tadi sempat di gunakan.


"Apa dia buta? sudah tau aku sibuk nyuci piring masih saja nanya, emang orang ini kurang kerjaan."


"Saya lagi nyuci piring Tuan, memang anda lihat saya lagi ngapain?"


Happy Reading ♥️


I LOVE YOU 3000♥️😘🥰

__ADS_1


__ADS_2