
"Dasar gadis nakal, tadi katanya nggak takut dan bukan gadis lemah, sekarang lihatlah tubuhnya gemetar dengan mata terpejam seolah aku akan memakannya hidup-hidup, sayangnya ucapannya tak sesuai dengan reaksi tubuhnya. Sungguh menggemaskan. " Dalam hati Leo sudah mentertawakan sikap Bintang yang sok pemberani.
"Tuan, anda terlalu dekat," ujar Bintang berusaha mendorong dada Leo. Namun sayangnya usaha Bintang tak membuahkan hasil, kekuatan Leo tak sebanding dengan kekuatan Bintang yang tak ada artinya bagi Leo yang bertubuh tinggi dan kekar.
"Buka mata mu, aku akan membebaskan mu jika kau melakukan nya," ujar Leo berbisik di telinga Bintang.
Bintang merinding merasakan deru napas Leo, hal itu mampu memberikan sensasi geli dan menggelitik bagi tubuh Bintang. Dia sedikit menggeliat "Ba...iklah Tuan." ujar Bintang gugup.
Setelah membuka mata, Bintang bisa dengan jelas melihat tatapan mata Leo yang selalu menatapnya penuh dengan kasih sayang. Mata mereka terpaku satu sama lain, terkunci satu sama lain.
Karena tubuh mereka yang begitu dekat, Bintang dapat mendengar detak jantung Leo yang berdegup dengan keras. "Dadanya berdebar, Tuan Leo merasakan hal sama dengan apa yang aku rasakan sekarang, jantungku rasanya mau copot sekarang, mata indah Tuan Leo selalu berhasil menyentuh hati ku yang paling terdalam. Tatapan itu selalu penuh kasih sayang, apa dia menyukai ku?" gumam Bintang dalam hati.
Merasakan pikirannya mulai liar, Bintang langsung segera memutus kontak mata dengan Leo lalu menggeleng-gelengkan kepalanya seolah menolak isi pikiran nya sendiri. "Bintang bagaimana kau bisa berpikir seperti itu, kau harus sadar diri," gumam Bintang.
"Tuan! saya sudah membuka mata, jadi silahkan anda menjauh dari saya." ujar Bintang kembali menatap Leo dengan tajam.
"Kau sangat menggemaskan saat marah."
Cup.
Setelah mengatakan pujian ke Bintang, tanpa melewatkan kesempatan dia mengecup dahi Bintang dengan mesra.
Selesai memberikan kecupan hangat ke Bintang, pria itu perlahan mundur lalu turun dari tempat tidur meninggalkan Bintang yang masih terpaku sambil memegangi dahinya yang habis di kecup dengan kasih sayang oleh sang kekasih kontrak. "Kenapa aku merasa dia melakukannya penuh cinta, aku mulai tidak waras karena berkhayal begitu jauh." gumam Bintang dengan wajah terkejut.
Saat sampai di ujung pintu, Leo membalik tubuhnya lalu mengatakan kata terakhirnya. "Bersihkan lah dirimu, setelah selesai, pergilah ke balkon, aku menyiapkan sesuatu disana." ujar Leo lalu langsung beranjak dari sana.
__ADS_1
"Akhirnya dia pergi." ujar Bintang merasa lega.
Setelah selesai membersihkan diri, Bintang keluar kamar dengan baju tidur merah muda kesukaannya, perlahan dia berjalan menuju balkon penasaran dengan sesuatu yang sudah di siapkan oleh Leo.
Sampai di balkon, ia tak melihat Leo disana. Namun disana sudah tertata tempat duduk yang di hiasi dengan bunga-bunga yang indah dan juga sudah ada hidangan makanan yang berjejer dan tersusun rapi di meja bundar.
"Wahh, ternyata disini pemandangan nya sangat indah, sudah hampir satu bulan tinggal disini tapi aku nggak tahu ada tempat bagus yang tersembunyi di apartemen ini."
Bintang melangkah ke depan untuk melihat lebih jelas hal yang membuat dia takjub, jari lentiknya memegang tiang pembatas dengan erat, dia mengedarkan pandangannya menikmati pemandangan langit malam yang di hiasi ribuan bintang yang berkelap kelip di atas sana dan juga lampu-lampu yang masih menyala terang menderang di sekitar gedung lain dan juga kendaraan di bawah sana.
Bintang menarik napas dalam-dalam, lalu menghembuskan secara perlahan. "Hahhh, Tempat ini membuat aku merasa lebih baik," ujar Bintang tersenyum manis.
Dia sedikit merasakan ketenangan setelah mendapatkan udara segar, tubuhnya merasa lebih relaks saat angin malam menyapu kulitnya yang halus, memberikan sensasi menyegarkan bagi Bintang. Di tambah lagi suasana yang sepi dan tenang, membuat Bintang sangat nyaman.
Namun ketenangan Bintang tak berlangsung lama, seseorang datang mengusiknya.
"Aneh sekali, jantung ku selalu berdegup kencang saat bersentuhan dengan Tuan Leo, seperti sekarang ini, aku gugup sekali, aku harus berbuat apa?"
Leo bisa merasakan tubuh Bintang yang menegang. "Ini aku, jangan tegang, rileks kan saja tubuh mu! Apa kau suka dengan tempat ini?" tanya Leo dengan suara lembut untuk membuat Bintang lebih tenang.
"Hmm." Bintang hanya berdehem.
Kali ini Bintang tak menghindar dari Leo, dia membiarkan pria itu memeluknya dengan erat. Bintang tak melakukan penolakan ataupun perlawanan seperti biasanya.
Sejujurnya Bintang nyaman dengan dekapan tubuh Leo namun selama ini alam bawah sadarnya menyuruh dia untuk tau diri dan harus memposisikan diri kalau dia hanya seorang pacar kontrak bukan pacar sungguhan. Dia tidak boleh terlena dan kecanduan oleh tubuh Leo yang sudah terlanjur membuat dia selalu nyaman.
__ADS_1
Beberapa saat Leo dan Bintang terdiam dengan pikiran mereka masing-masing sambil menikmati indahnya malam di kota dari ketinggian.
Namun beberapa saat kemudian, Leo melakukan pergerakan dengan memutar tubuh Bintang agar menghadap dirinya.
Bintang yang terkaget, seketika dengan sigap mengalungkan tangannya di leher Leo karena dia takut terjatuh.
"Ehhh," lenguh Bintang karena di tarik pinggangnya oleh Leo sehingga tubuh mereka menempel dengan sempurna antara satu sama lain.
"Tuan, anda membuat saya terkejut." ujar Bintang dengan bibir yang di memanyunkan seperti anak kecil.
"Siapa suruh hanya fokus dengan keindahan tempat ini dan mengabaikan ku yang jelas-jelas lebih indah dari apapun, apa kau buta tak bisa melihat betapa tampannya aku? semua wanita terhipnotis dengan ketampanan ku tapi kau malah menyianyiakan kesempatan yang sangat berharga di dunia ini, apa kau tahu kau adalah wanita beruntung yang bisa melihat ku secara langsung, bahkan bisa menyentuh tubuhku dengan bebas." Leo mengomel panjang lebar seperti induk bebek.
Bintang memutar bola matanya malas. "Dasar pria narsis, cerewet, menyebalkan. Punya wajah tampan segitu saja sudah bangga, bagiku attitude lebih penting dari pada pria tampan, apa dia tidak tahu aku trauma dengan pria tampan. Mereka hanya memanfaatkan wanita saja untuk mendapatkan kesenangan." gerutu Bintang di dalam lubuk hatinya yang paling dalam, dia memaki Leo dengan sepenuh jiwa dan raganya namun hanya bisa dia lakukan di dalam hati saja.
"Tuan ingat, anda yang suka menyentuh saya." Sarkas Bintang membeberkan fakta yang sesungguhnya.
"Aku tahu! tapi pokoknya aku kesal karena kau mengabaikan ku, padahal aku sudah menyiapkan semua ini untuk menghibur mu," ujar Leo dengan wajah sedih.
"Benar juga apa yang di katakan olehnya, harusnya aku berterima kasih dengannya bukan malah mendebat dia, tapi dia sangat menyebalkan."
"Baiklah saya minta maaf." ujar Bintang datar.
"Kau tidak tulus, kau harus di hukum." ujar Leo dengan nada suara rengekan.
Happy Reading ♥️♥️😘🥰🥰
__ADS_1
I LOVE YOU 3000♥️😘😘🥰