
"Tuan Erik menyuruh saya untuk memberitahu anda kalau hari ini Tuan Erik tidak bisa membawakan sarapan karena dia harus mengurus istrinya." ujar Bintang sambil tangannya sibuk mengocok telur.
Leo menyerinyit. "Apa istri Erik sakit?"
"Saya juga sudah bertanya seperti itu tapi Tuan Erik tidak menjawab apapun, dia hanya bilang katanya anda sudah mengerti apa yang di maksud oleh Tuan Erik."
Saat sudah menangkap apa yang di maksud Assisten Erik, Leo langsung tersenyum miring. "CK, sangat rajin sekali dia bercocok tanam." gumam Leo.
"Tuan Erik punya kebun?" tanya Bintang dengan polosnya. ternyata gadis itu mendengar gumaman Leo.
Leo hampir saja tertawa mendengar pertanyaan Bintang yang menggelitik perutnya namun dia berusaha menahan. "Iya, dia punya kebun di belakang rumahnya." jawab Leo. Dia begitu jahil mengiyakan pertanyaan Bintang tadi. padahal Assisten Erik kan tinggal di apartemen, mana ada kebun.
"Rajin sekali Tuan Erik, selain jadi Assisten, dia juga suka berkebun." ujar Bintang.
"Bintang tolong berhenti berbicara, semakin kau berbicara semakin aku ingin tertawa terbahak-bahak. Kenapa kau sangat lucu."
Karena sudah tidak bisa menahan tawa. Leo pergi dari sana untuk melupakan tawanya di tempat lain.
"Tuan, anda mau kemana, makanan hampir siap!" panggil Bintang yang melihat Leo malah pergi ke arah kamar.
"Aku ingin mandi dulu." Jawa Leo yang sudah mati-matian menahan tawa.
"Buahahhaaahaaaa." Tawa Leo seketika pecah saat dia baru saja masuk ke kamar. "Kenapa dia begitu konyol, hahahha."
Saking kerasnya sampai Bintang bisa mendengar tawa pria tampan itu.
Seketika tawa Leo membuat Bintang merinding. "Ihhhh, Ada apa dengannya? Apa dia sudah mulai gila?" gumam Bintang yang tak mengerti apa yang membuat Leo tertawa sampai segitunya. Padahal tanpa dia ketahui Leo sedang menertawakan nya.
__ADS_1
Tanpa ingin peduli lagi dengan tawa Leo. Bintang melanjutkan kegiatan memasaknya.
*
Bintang dan Leo duduk dengan tenang menikmati sarapan meraka tapi beberapa saat kemudian bel berbunyi menandakan ada yang datang.
Saat mendengar bel berbunyi dengan inisiatif yang tinggi Bintang langsung berdiri. "Saya akan membukanya Tuan."
"Duduk lah, aku yang akan membukanya." ujar Leo.
Tanpa ingin berdebat Bintang mengangguk pelan dan kembali duduk dengan tenang.
Dengan langkah pelan Leo berjalan ke arah pintu dengan wajah yang bingung sekaligus kesal dengan orang yang menggangu ketenangannya dan Bintang di pagi hari. "Siapa yang datang sih, menggangu waktu bersama ku dengan Bintang saja. Tidak mungkin Erik yang datang, dia pasti langsung masuk karena punya akses untuk masuk." gerutu Leo dalam hati.
Ceklek.
"Halo kakak," ujar Maya.
Dengan santai adik dari Leo itu melambaikan tangan ke kakaknya dengan senyum yang cerah menunjukkan deretan giginya.
"Untuk apa kau kesini?" ujar Leo dengan acuh.
"Aku ingin bertemu dengan kakak ipar ku yang manis." Jawab Maya yang ingin masuk namun langsung di hadang oleh Leo.
"Kau tidak boleh masuk, ini masih pagi, pulang lalu urus suamimu, sediakan sarapan untuk nya, istri macam apa yang pagi-pagi sudah di depan apartemen orang lain." Omel Leo yang tak terima adiknya ini datang sembarangan menggangu waktunya bersama sang kekasih.
Karena pekerjaan. Leo hanya memiliki sedikit waktu untuk Bintang jadi di sangat kesal jika waktu nya bersama Bintang di ganggu oleh siapapun itu, tak terkecuali Maya sang adik.
__ADS_1
"Kakak." Rengek Maya, wanita yang baru menikah itu langsung cemberut mendengar perkataan Kakak kandungnya itu. "Aku ini adik mu, bukan orang lain, tega sekali ngomong kayak gitu, lagipula suami ku lagi ke luar kota jadi aku bebas donk mau kemana saja."
"Kau bebas kemana saja asalkan jangan ke sini, kemarin kau kira aku nggak tau apa yang kau lakukan? kau hampir saja menghancurkan hidupku karena membicarakan hal yang tak masuk akal kepada kekasih ku." ujar Leo dengan suara yang pelan agar tidak di dengar oleh Bintang yang ada di dalam.
"Kau harusnya berterima kasih dengan adik mu ini! aku membantu mu agar hubungan kalian nggak jalan di tempat, kalau suka ya bilang suka, untuk apa membuat bingung kakak ipar dengan cara pacaran kontrak." jawab Maya tanpa rasa bersalah, dia sudah geregetan dengan tindakan kakaknya yang lambat, pakai acara pacaran kontrak, kalau suka ya tinggal nyatain perasaan kenapa harus berbohong.
"Shhtttt, Diam jangan ngomong keras-keras bodoh, nanti dia dengar." ujar Leo dengan suara yang tertahan, terlihat jelas Leo berusaha keras menahan amarahnya.
Mendengar keributan dari arah luar otomatis menggerakkan Bintang untuk berjalan menuju sumber suara karena rasa penasaran nya yang tinggi. "Siapa sih yang datang? kok ribut-ribut di depan, dengan siapa Tuan Leo berdebat?" gak mungkin dengan Tuan Erik, Kan? suaranya seperti wanita, Apa mungkin mantan pacarnya seperti kemari malam? jika itu benar, kira-kira dia punya berapa mantan pacar ya?" Bintang seketika merinding membayangkan Leo sedang di grebek oleh sang mantan kekasih. "Ihhh, semoga saja tidak."
Leo memejamkan matanya sesaat untuk meredam amarahnya, sebelum berbicara dengan Maya sang adik yang suka sekali mencampuri kehidupan pribadi nya. "Dengarkan aku baik-baik. Jangan ikut campur dengan urusan percintaan ku, kau tidak mengerti tentang Bintang. Jangan berbicara hal yang tak masuk akal dengannya, kau tak perlu bicara apapun tanpa persetujuan ku, biarkan aku sendiri yang mengatur segalanya, aku sedang mengejar cinta ku jadi jangan rusak segalanya. Mengerti, Kan? wahai adik ku yang tercinta."
"Ada apa ini?" Suara wanita terdengar dari arah belakang Leo yang tak lain adalah sang kekasih yaitu Bintang.
Deg.
Rasanya detak jantung Leo seakan ingin berhenti. "Sial. Pasti dia mendengar keributan ku dan Maya. Semoga dia tak mendengar percakapan kami, bisa hancur segala usaha ku." gumam Leo dalam hati berharap Bintang tak mendengar percakapan antara dirinya dan Maya sang adik.
Maya dapat melihat wajah cemas sang kakak, ini pertama kalinya dia melihat wajah khawatir Leo hanya karena seorang wanita, pria itu biasanya sangat acuh dengan perasaan orang lain. "Sepertinya kakak ku benar-benar serius kali ini, dia benar-benar jatuh cinta dengan Bintang."
"Halo, kakak ipar, Sesuai janji ku kemarin, aku datang lagi." ujar Maya menyapa Bintang dengan senyuman yang sumringah. Dia tau sang kakak sedang terpaku tak mampu menjawab Bintang yang sedang bertanya.
Melihat Maya, Bintang seketika langsung membungkuk hormat. "Selamat pagi Nona Maya." gadis itu membalas sapaan Maya dengan sangat hormat. Membuat Maya tersenyum tipis.
Happy Reading ♥️♥️♥️😘
I LOVE YOU 3000😘♥️🥰♥️♥️
__ADS_1