Bintang Kecil Ku

Bintang Kecil Ku
Maaf aku baru menyadari


__ADS_3

"Wahh, ini kamar apa lapangan bola? Luas banget, lengkap ada TV, AC, kasur yang lebar, Wahh rumah impian ku sekali." lagi dan lagi Bintang terkagum dengan isi Penthouse itu.


Dengan senang dia menghempaskan tubuhnya ke kasur.


"Wahhh, empuk banget kasurnya, bisa main trampolin disini" Dia bangun lalu loncat-loncat seperti anak kecil. "Yeee, akhirnya aku jadi sultan dadakan," teriak Bintang.


Tubuh gadis itu bergeol-geol berjoget ria di atas kasur. "Senangnya dalam hati bila punya rumah mewah," Bintang sampai bersenandung saking senangnya.


"Suara apa itu?" gumam Leo yang sedang duduk di sofa sambil sibuk memainkan handphonenya.


Sepersekian detik kemudian Leo tersadar dan dia langsung tersenyum. "Ahh, aku lupa kalau di sini ada penghuni baru, Dasar gadis nakal."


Maaf ya Babang Leo lupa karena biasa hidup sendiri di apartemen yang besar ini.


Setelah lelah lompat-lompat Bintang kembali merebahkan tubuhnya dengan nyaman. "Uhh kasurnya lembut banget, ini baru namanya kasur, nggak kayak punyaku keras, hahaha" Dia mengelus kasur itu sambil terkekeh saat mengingat gimana perbedaan tidur di kasurnya dengan tidur di kasur ini.


Ting. Bintang teringat sesuatu.


"Lebih baik aku telepon Nadia untuk ngasi kabar gembira ini, dia pasti sangat senang."


Dia mengambil handphonenya di dalam tas lalu mencari kontak Nadia.


Tuttt, tuttt, tuttt.


"Kok nggak di angkat sih," dengus Bintang.


Sekali lagi dia mencoba tapi tak diangkat juga.


"Huhh sudah malam begini pasti Nadia sudah tidur, besok aja ngasi tahunya, lebih baik sekarang aku mandi dulu lalu bocan dehh alias bobok cantik."


Lagi-lagi Bintang dibuat menganga dengan kamar mandi yang luas itu.


"Aku bisa mandi berjam-jam kalau kamar mandinya seperti ini, ada bathtub nya lagi, Wahh ada air panasnya juga, bisa berendam nih."


Bintang langsung mengisi penuh bathtub itu dengan air hangat, tidak lupa dia juga menyalakan aromaterapi.


"Semua sudah siap, sekarang tinggal nyemplung aja." Dia segera menanggalkan pakaian lalu memasukkan tubuhnya ke dalam sana dengan perlahan.


Mata gadis itu seketika terpejam merasakan betapa relaks tubuhnya, dia berasa ada seseorang yang sedang memijat tubuhnya saat ini.

__ADS_1


Dengan perlahan dia menarik napas untuk menghirup aromaterapi dengan wangi lavender.


Dan itu berhasil membuat dia semakin tenang. "Ahh, nyamannya, gini ya rasanya jadi orang kaya, nggak perlu pergi kemana-mana, diam di rumah saja suasananya udah kayak liburan di hotel bintang lima."


*


Jam 2 pagi Leo masuk ke kamar Bintang ingin melihat gadis itu, baru berpisah sebentar dia sudah merasa rindu lagi.


Dia membuka pintu secara perlahan agar tidak menganggu sang Tuan pemilik kamar.


Hati Leo merasa tenang melihat Bintang tertidur dengan pulas. "Kau seperti anak kucing jika sedang tidur, menggemaskan."


Secara perlahan Leo naik ke atas kasur dengan hati-hati agar tidak ketahuan oleh gadis itu.


Dia ingin sekali melihat Bintang dari dekat, Dengan kehati-hatian yang luar biasa akhirnya Leo bisa ikut merebahkan tubuhnya di samping Bintang tanpa menggangu sang penguasa kasur.


Dia berguling sedikit agar bisa lebih dekat lagi ke gadis itu. Senyuman lebar langsung terpancar dari wajah pria yang jarang tersenyum itu saat memandang sang pujaan hati.


Dengan tangan yang menyangga kepalanya dia terus memperhatikan ciptaan tuhan yang sangat indah yang bernama Bintang, benar kata orang wanita adalah ciptaan terindah dari Tuhan, jadi mesti kita jaga.


Saat ini Leo secara jelas dapat mendengar suara dengkuran halus dari gadis cantik itu. "Bagaimana bisa aku bosan saat jika kau secantik ini, wajahmu sebenarnya masih ada kemiripan saat waktu kecil dulu tapi sekarang pipi cabi mu hilang entah kemana, karena terlalu berkerja keras kau jadi kurus begini, aku sangat sedih mengetahui fakta kau tidak menjalani hidup dengan mudah."


Tangan pria itu terulur merapikan anak rambut Bintang. "Maaf aku tidak datang lebih awal di kehidupan mu, maaf aku begitu lama menentukan perasaan ku sendiri, maaf karena dulu aku mengira perasaan ku padamu bukan cinta."


Dia merasa sangat menyesal, kenapa baru sekarang setelah bertemu lagi dengan Bintang baru tersadar kalau cinta itu nyata adanya, kenapa nggak dari dulu.


"Ehhh," lenguh Bintang karena terusik oleh tangan nakal Leo, dia sedikit menggeliat kecil.


Tapi untung nya Bintang tidak terbangun. "Uhh, hampir ketauan."Lega pria itu.


"Dasar tangan bodoh," maki pria itu ke tangan nakalnya.


"Bintang kecilku, hatiku sangat nyaman saat ada di dekat mu, aku numpang tidur disini ya, besok pagi sebelum kamu bangun aku janji akan pergi dari kamar mu, boleh ya?"


"Iya, boleh." ujar Leo meniru suara dan gaya Bintang saat berbicara.


Dasar babang Leo, tanya sendiri jawab juga sendiri, Sungguh mandiri, beri tepuk tangan dulu buat Abang tampan satu ini.


Setelah beberapa saat dia mengantuk dan akhirnya ikut terlelap di samping Bintang.

__ADS_1


Pagi harinya.


Bintang menggeliat merenggangkan semua otot-ototnya. "Ehhhh," lenguhannya. Dia membuka mata secara perlahan. Gadis itu tersenyum. "Wahh, ini pertama kalinya aku mendapatkan tidur sebaik ini, tak sia-sia aku mau ikut pria itu kesini,"


Huaemm, Bintang menguap lebar sambil sedikit mengucek matanya.


Bintang kembali merenggangkan tubuh, tangannya terlentang kesamping tapi seketika dia terdiam saat merasakan sesuatu setelah dia merentangkan tangan untuk meregangkan tubuh.


"Seperti ada sesuatu, perasaan tak ada bantal guling deh di kasur ini," Gadis itu berpikir dengan keras. "Apa ada setan? ihh serem banget." Dia takut menoleh ke samping karena takut yang di sentuhnya itu mungkin saja adalah setan.


"Dasar Bintang bodoh mana mungkin pagi-pagi begini ada setan, lagipula mana bisa nyentuh setan, mahluk halus kan tembus kalau di pegang."


Sekali lagi dia meraba-raba.


Tanpa dia sadari dia sedang meraba-raba wajah pria tampan yang bernama Leo.


"Kok kayak hidung sih, iya ini hidung ada lubang nya." Secara tidak sengaja Bintang mencolok hidung Leo yang sedang tertidur pulas.


"Ehhhhhh,"


Bintang mendengar lenguhan keras. "Ada suara?" gumamnya.


Dia mengumpulkan keberanian dan perlahan menoleh ke samping.


"Akhhhhh!" pekik Bintang dengan keras.


Karena kaget. Secara spontan dia menendang tubuh pria itu.


Bukkk, bunyi itu terdengar sangat nyaring di telinga, kita bisa merasakan betapa sakitnya orang yang sedang jatuh itu.


Leo yang sedang tertidur tentu dia tidak bisa menahan serangan itu dan akhirnya terjatuh ke lantai dengan posisi pantat duluan.


"Aduhhh," pekik Leo kesakitan.


Leo berasa mimpi buruk telah menimpanya. Tanpa aba-aba dia harus terhempas kan dari ketinggian kasur yang lumayan tinggi. Dengan nyawa yang belum terkumpul Leo berusaha menyadarkan dirinya.


Pria itu sungguh shock berat.


"Apa ini? aku siapa, aku dimana, Akhh pantatku sakit sekali."

__ADS_1


Happy Reading ♥️😘😘🥰♥️😘🥰


I LOVE YOU 3000🥰♥️♥️😘😘😘


__ADS_2