Bintang Kecil Ku

Bintang Kecil Ku
Jangan sampai Papa tahu


__ADS_3

"Anak perempuan yang Mama terlantarkan memberi tahu ku, namanya Bintang, Kan? dia sangat merindukan Mama, dia memohon kepada ku untuk di pertemukan dengan Mama."


Tubuh Mama Rahma lemas, anaknya yang dia tinggalkan selama 16 tahun ternyata terus mencarinya, dia kira Bintang akan meluapkannya karena dia meninggalkan Bintang dari anak itu masih sangat kecil, hati kecil wanita paruh baya bernama Rahma bergetar saat mendengar nama putri kandungnya, dari hati yang paling dalam dia sangat rindu dengan putri kandungnya itu, dia ingin tahu bagaimana wajah anak gadisnya saat ini namun ada sesuatu yang membuatnya tak bisa mencari tahu tentang sang anak, dia bahkan berharap tak bertemu lagi dengan putri kandungnya karena sesuatu hal yang dapat merugikan dirinya, ya bisa di bilang Rahma adalah ibu yang egois hanya mementingkan diri sendiri.


"Bagaimana Bintang tahu kalau kita berhubungan?" tanya Rahma terus terang, kali ini dia tidak ingin menutupi apapun, dia menunjukkan wajah lain dari dirinya yang selama ini dia sembunyikan, percuma juga mengelak, dia tahu Hani bukan gadis yang bodoh.


"Gadis yang Mama tabrak di Mall waktu itu adalah Bintang. Dia mengenali Mama dengan mudah lalu dia menemui aku untuk mengkonfirmasi apakah Mama benar adalah ibu yang selama ini dia cari, aku kenal dengan Bintang karena dia pacar Leo Hazel Hugo."


Mama Rahma terdiam, dia mengingat kembali peristiwa yang terjadi sekitar kurang lebih satu minggu yang lalu. Dia ingat betul gadis cantik lugu itu menatap dia dengan nanar seolah menahan sesuatu. " Pantas saja gadis itu terpaku saat melihatku, terlihat mata gadis itu penuh kerinduan, ternyata itu Bintang anak ku, Kau tumbuh menjadi anak yang cantik dan menawan nak, Mama tak menyangka bahwa itu kamu, Mama bangga padamu bisa tumbuh dengan baik tanpa kehadiran Mama. Maaf Mama sudah meninggalkan mu karena keegoisan Mama." gumam Mama Rahma dalam hati.


Air mata Mama Rahma tak bisa di bendung, seketika air mata itu meleleh membasahi pipinya, sejahat apapun seorang ibu pasti dia memiliki rasa kasih sayang untuk anaknya, dia pasti merindukan anaknya.


Sekarang Mama Rahma bisa menangis tapi dia tak pernah tau seberapa menderitanya Bintang saat berjuang sendirian tanpa sosok ibu yang mendampingi dan mengarahkan Bintang agar bisa mendapatkan kehidupan yang baik, selama ini Bintang salah arah karena tak ada orang tua yang mengarahkannya.

__ADS_1


Hani berusaha meredam amarah yang sempat tak terkontrol, perlahan Hani memeluk ibu sambungnya yang membeku duduk di sofa dengan air mata yang terus jatuh, Mama Rahma menangis tanpa suara, kerongkongannya terasa pahit dan tercekat karena rasa bersalah pada putrinya.


Hani mengerti perasaan ibu sambungnya itu. Hani sadar wanita paruh baya itu melakukan kesalahan besar namun dia tak mau menghakimi begitu saja karena dia tak tahu apa alasan Rahma tega meninggalkan sang putri kandung dan apa motif Rahma menyembunyikan kenyataan itu darinya.


Rasa sayang Hani begitu besar kepada Rahma, tak mungkin dia begitu saja membenci ibu sambungnya itu. Rahma adalah alasan dia bertahan setelah meninggalnya sang ibu kandung, dia tak bisa membayangkan hidup apa yang akan Hani jalani jika tanpa bimbingan Rahma, Hani sudah menganggap Rahma sebagai dewi penolong.


Rasa kecewa dan marah pasti ada dalam diri Hani namun itu tak mungkin sampai membuat Hani lupa bagaimana perjuangan Rahma membuat dia bangkit kembali dan menjalani hidup dengan baik sampai Hani bisa sesukses sekarang.


"Apapun kesalahan Mama, Hani akan tetap ada di samping Mama untuk mendukung Mama, menangislah Ma, keluarkan semua keresahan dan kesakitan yang Mama simpan selama ini," ujar Hani berusaha merendahkan suaranya yang tadi sempat meninggi, dia sedikit menyesal sempat meninggikan suaranya ke sang ibu sambung.


Dahi Hani mengeriyit penasaran. "Apa itu?" tanya Hani dingin.


"Jangan beri tahu Papa tentang masalah ini, jangan pernah mengatakan ke Papa kalau kamu tahu tentang anak Mama yang lainnya, ini cukup menjadi rahasia kita berdua."

__ADS_1


"Sepertinya aku nggak bisa Ma, aku nggak mau Mama menyimpan rahasia besar ini ke Papa, aku nggak mau Mama terus berbohong dan mengkhianati Papa, permintaan Mama tadi menambah rasa kecewa Hani ke Mama." ujar Hani dengar raut wajah kecewa, bagaimana bisa Mamanya yang berusaha dia maafkan malah mau membuat kesalahan lagi dengan membohongi papanya.


"Mama mohon sayang, ini demi kedamaian semua orang, Mama takut dengan kemurkaan Papa, kamu tahu sendiri bagaimana Papa mu jika sedang terbawa amarah, kamu mau Mama di usir dari sini?" Mama Rahma masih belum menyerah untuk membujuk Hani, dia tahu kelemahan putri sambungnya itu, Hani pasti tak mau di tinggalkan oleh Mama Rahma, Hani sangat terikat dengan Mama Rahma.


Hani terdiam, dia terlihat bimbang , Mama Rahma memberikan pilihan sulit untuk nya, melepaskan demi kejujuran atau menjaga tapi ikut berbohong. Hani sadar Papanya akan memberikan hukuman untuk Mama Rahma jika tahu kalau Mama Rahma berbohong, Hani tahu papanya tak suka di khianati. Sosok sang Papa adalah sosok pemimpin yang tegas, siapapun yang membuat kesalahan pasti akan mendapatkan ganjarannya. "Pilihan apa yang harus aku ambil? aku tidak mau kehilangan Mama Rahma, dia adalah dewi penyelamat yang akan aku jaga semur hidupku, tapi aku juga nggak mau ikut membohongi Papa."


Hani mengembuskan napasnya dengan kasar, sangat sulit untuk mengatakan keputusan yang harus dia ambil. "Baiklah, aku akan merahasiakan ini dari Papa, tapi tolong temui Bintang, dia ingin sekali bertemu dengan Mama, dia sangat merindukan Mama,"


"Tapi sayang, bagaimana kalau Papa mu tahu?" terlihat raut khawatir di wajah wanita paruh baya yang masih cantik walaupun sudah ada sedikit kerutan di wajahnya.


"Mama tenang saja, Hani akan mengatur sedemikian rupa agar pengawal-pengawal yang Papa tugaskan untuk mengawasi kita tidak tahu tentang pertemuan Mama dan Bintang, Hani akan mengalihkan mereka, lagipula sekarang Papa kan ada di Singapura dalam satu bulan ke depan," ujar Hani menyakinkan.


"Tapi Papa mu punya banyak mata-mata yang tidak kita tahu, Mama nggak mau mengambil resiko ." Mama Rahma masih saja ragu, padahal dia akan di pertemukan dengan anak kandungnya yang selama ini terpisah darinya.

__ADS_1


Happy Reading ♥️♥️♥️♥️😘


I LOVE YOU 3000😘♥️🥰♥️♥️


__ADS_2