
"Ya Tuhan, dia jatuh ke bawah." Bintang tidak sadar tindakan nya akan membuat Leo jatuh ke bawah dan terlihat kesakitan.
Pria itu kehilangan arah karena shock, Bintang bisa melihat wajah linglung Leo.
"Tuan anda nggak apa-apa?" lirih Bintang masih terdiam di pinggir kasur, gadis itu khawatir tapi dia sedikit pun tidak terpikir untuk membantu Leo.
"Bintang!" teriak Leo dengan keras. "Beraninya kau memperlakukanku seperti ini, awas kau ya!"
Bintang merinding mendengar ancaman Leo, dia dapat melihat sorot mata membunuh dari pria itu. "Maaf Tuan, saya tidak sengaja," Lirih Bintang.
Tanpa bantuan siapapun Leo bangun sambil memegangi pantatnya yang sakit, beberapa kali dia terlihat mengelus-elus pantatnya yang pasti sangat sakit.
Pria itu mendengus kesal "Ehhhh, Apa? minta maaf? Seenaknya kau minta maaf setelah membuat ku kesakitan, kau tahu betapa sakitnya ini?"
"I..tu Sa...lah anda juga," ujar Bintang terbata karena takut dengan kilatan kemarahan pria itu.
"Apa salah ku ahh, kau ini memang gadis bodoh, ceroboh" bentak Leo.
Bintang langsung naik pitam setelah mendengar hinaan yang di layangkan Leo untuk nya, wajah gadis itu langsung memerah menandakan kemarahan yang meluap-luap. "Heii anda jangan asal ngomong ya, anda yang salah, kenapa anda tidur di samping saya. Apa anda kira saya perempuan murahan? Anda pikir dengan memberikan saya segalanya anda bisa seenaknya memperlakukan saya seperti ini." ujar Bintang panjang lebar, terlihat dada gadis itu naik turun menahan amarah.
Leo terdiam tapi dengan langkah yang mengintimidasi dia berjalan mendekati Bintang lalu langsung mendorong tubuh mungil Bintang hingga terlentang di atas kasur.
Tanpa ampun dia langsung menindih tubuh gadis kecil itu, tak ada jarak lagi antara dua pasangan manusia tersebut, hanya kedua tangan Leo saja yang menahan tubuhnya agar memberikan sedikit jarak dia antara wajah mereka. "Kau ingin aku melakukannya sungguhan," ujar Leo dengan suara serak.
Sikap pemberian yang di tunjukan oleh Bintang tadi menghilang entah kemana, nyalinya tiba-tiba ciut.
Leo bisa merasakan tubuh Bintang yang gemetaran karena tangan gadis itu menahan dadanya.
"Anda tidak seharusnya melakukan ini," ujar Bintang terbata.
Leo tersenyum miring, dia terfokus kepada bibir merah milik Bintang. "Bibir mu sangat menggoda jangan salahkan jika aku ingin mencicipinya, Bintang kecilku aku sangat menginginkan nya."
Gadis itu merinding ketakutan melihat ekspresi Leo yang seakan akan ingin menerkamnya sekarang juga. Bintang semakin ketakutan saat Leo semakin mendekat ke wajahnya.
Bintang ingin menahan pria itu tapi apalah daya tangan mungil itu tidak sepadan dengan kekuatan yang di miliki oleh pria kekar sekelas Leo.
__ADS_1
"A...pa yang i...ngin anda lakukan?" gugup Bintang yang masih berusaha keras menahan tubuh Leo yang berat.
"Menghukum mu,"
Suara pelan yang menggoda itu semakin membuat Bintang panik.
"Dasar pria mesum."
Bintang memejamkan matanya saat wajah pria itu semakin mendekat ke wajahnya, bahkan dia bisa merasakan hembusan napas hangat milik Leo di kulit wajahnya.
Cup.
Mata Bintang terbelalak merasakan bibir lembut Leo menyentuh bibirnya dengan lembut.
Ser.
Tubuh Bintang berdesir hebat, jantungnya tiba-tiba berdetak dengan hebat. "Akhhh, ini tidak benar. Pria ini mencium ku, Ohh jantung kenapa kau berdetak dengan cepat seperti orang yang sedang jatuh cinta, tidak, tidak, ini bukan Cinta, aku tak mau jatuh cinta lagi."
Sedangkan Leo ******* bibir Bintang dengan mata yang terpejam menikmati setiap hesapan yang dia raup dari bibir manis itu, akal sehat pria itu sudah di butakan oleh nafsu, dia tidak lagi peduli apa yang akan di pikirkan oleh Bintang.
Sadar tak mendapatkan balasan Leo menghentikan kegiatan itu. "Ini lah hukuman yang kau dapatkan jika melawanku," bisik Leo tepat di kuping Bintang dan berhasil membuat bulu kuduk Bintang berdiri.
Belum selesai sampai disana Leo mengusap bibir Bintang dengan ibu jarinya. "Apa kau berani melawan lagi?" ujarnya pelan dengan suara erotis.
Kepala gadis itu otomatis menggeleng pelan tanpa perlawanan sama sekali.
Leo menyeringai. "Gadis yang penurut, aku suka itu."
Cup.
Sebelum bangun Leo masih sempat mencuri kesempatan mengecup dahi Bintang.
"Bersihkan dirimu, kita akan membahas ganti rugi dengan Assisten Erik." Setelah mengatakan itu Leo langsung beranjak keluar.
"Apa yang terjadi tadi? Apa aku sedang bermimpi? Akhhhh, kenapa aku tidak melawan, dasar Bintang bodoh, dia akan berpikir kau ini gadis murahan."
__ADS_1
Saat keluar dari kamar gadis itu.
Leo langsung lemas bersandar di dinding tembok keras tersebut untuk menahan tubuhnya yang tadi sempat berpura-pura cuek bebek di hadapan Bintang.
Dia menarik napas dalam-dalam untuk menormalkan pernapasannya yang tersengal-sengal. "Kenapa aku bisa kebablasan tidur terlalu nyenyak sampai dia bangun duluan, aduhhh, Apa yang akan di pikirkan Bintang kecilku, pasti dia akan menjauh dari ku karena menganggap aku memanfaatkan dirinya."
Leo mengusap wajahnya kasar dengan frustasi karena memikirkan apa yang telah dia lakukan tadi. "Dan kau jantung kenapa juga kau berdetak begitu cepat rasanya seperti ingin copot. Uhhh, susahnya jatuh cinta, harus spot jantung setiap saat."
"Mulut ini juga main nyium aja, kurang ajar banget, nggak bisa apa nahan sedikit lagi, setidaknya saat aku dan Bintang sudah lebih dekat, ini pagi pertama kita, aku udah nyosor duluan." Pria itu memukul mulutnya pelan.
Makanya kalau suka bilang saja terus terang, kan ribet sendiri jadinya, dasar babang Leo suka sembunyi-sembunyi meow.
"Akhhhhh," Teriak Bintang.
Dengan panik Leo kembali masuk ke kamar Bintang setelah mendengar teriakan keras dari gadis itu.
Dia takut Bintang berteriak akibat frustasi karena habis di cium olehnya. "Ada apa?" tanya Leo dengan wajah khawatir.
"Lihatlah sudah jam 10.00 pagi," rengek Bintang.
"Terus kenapa?"
"Saya terlambat kerja, bagaimana ini Tuan? jika saya terlambat saya akan di pecat dari kerjaan saya." Panik Bintang. "Dimana saya akan mendapatkan uang." Lirih gadis itu dengan wajah yang pasrah.
Berbeda dari Bintang Helaan napas lega terdengar dari pria itu. "Aku kira apa? bikin kaget saja."
"Ini semua gara-gara anda, Kenapa anda malah ikut tidur pulas tidak membangunkan saya, Hikss, Hikss,"
"Siapa suruh tak pasang alarm," Leo malah menyalahkan Bintang balik.
"Huaaaaa, Hikss, Hikss, Apa yang saya harus lakukan? tamat lah riwayat ku, hancur lah hidup dan masa depanku," Bintang tak bisa lagi menahan tangisannya saat mengetahui fakta sumber keuangannya akan lenyap.
Happy Reading ♥️😘🥰🥰😘🙏
I LOVE YOU 3000🙏😘🥰🥰🥰
__ADS_1