Bintang Kecil Ku

Bintang Kecil Ku
Aku senang melihat mu tertawa


__ADS_3

"Kan ada mesin pencuci piring, kenapa nggak pakai itu saja?" Tanya Leo.


"Tuan, saya tidak bisa menggunakan nya, memangnya anda bisa?" Tanya balik Bintang yang rencananya akan minta Leo untuk mengajarinya.


Namun harapannya seketika pupus saat Leo menggeleng kepala dengan wajah polos tak berdosa.


"Dia aja orang kaya gaptek apalagi aku yang orang miskin pastilah tak tahu cara menggunakan peralatan orang kaya sekelas ini yang menggunakan alat serba praktis."


Bintang menghina Leo dengan sorot matanya.


Bak seorang yang bisa membaca pikiran Leo langsung mengerti arti dari tatapan tajam Bintang. "Aku tidak pernah di dapur, mana bisa menggunakan alat itu. Aku kaya dan punya banyak pelayan untuk apa aku belajar menggunakan alat seperti itu." Bela Leo.


"Tau aja kalau aku memakinya dalam hati, langsung beri klasifikasi bernada sombong lagi, aku tahu dia kaya tapi sama gapteknya kayak aku. Sama aja keles."


"Sini aku bantu, kau baru saja sembuh, jangan mengerjakan pekerjaan berat seperti ini." Leo ingin merebut peralatan perang Bintang untuk membersihkan semua peralatan kotor itu.


"Tidak masalah Tuan, anda duduk saja, saya sudah biasa mengerjakan pekerjaan seperti ini. Lagipula saya tidak yakin anda bisa melakukan pekerjaan seperti ini. Anda kan orang kaya yang terlihat seperti anak Ma_" Ucapan Bintang terhenti dan memberikan tatapan meremehkan ke Leo dengan menaikan 1 alisnya.


"Seperti anak Mami Hahaha." Bintang melanjutkan dalam hati menghina pria di depannya ini.


"Seperti anak apa? tadi kau terlihat meragukan ku." Penasaran Leo yang tak mengerti maksud Bintang.


"Dasar bodoh, sudah segitu banyak aku kasi clue masak tidak mengerti. Sudah di kasi isyarat tidak mau mengerti. Hahaha."


"Tidak Tuan lupakan saja, lebih baik anda pergi dari sini." usir Bintang yang merasa Leo hanya menghambat pekerjaannya saja.


"Tidak, pokoknya aku akan membantu mu. Kamu tak usah ragu aku bisa kok mengerjakan pekerjaan seperti ini. Asal kau mau mengajariku. Aku mohon." Leo memohon ke Bintang dengan mencakupkan kedua tangannya.


"Ada ya orang sampai memohon-mohon gini hanya untuk mencuci piring. Orang-orang pada berebut untuk tidak mencuci piring, ini dia malah menawarkan diri. Sungguh beruntung kalau di sebuah keluarga ada seorang anak seperti Tuan Leo."


"Baiklah. Anda bisa membantu saya." Bintang mencuci tangan nya yang berisi busa lalu mengambil apron untuk Leo agar baju pria itu tidak terciprat busa.


"Merunduk lah." Perintah Bintang.

__ADS_1


Leo dengan patuh mengikuti perintah Bintang tanpa bantahan.


"Merunduk lagi." Perintah Bintang yang masih belum bisa menggapai Leo untuk mengalungkan apron itu di leher Leo. "Kenapa pria ini tinggi sekali sih. Makan apa ya waktu kecil, mungkin minum susu satu gentong."


Setelah Leo lebih merunduk, akhirnya Bintang bisa mengalungkan apron itu di leher Leo.


"Ikat lah sendiri." ujar Bintang cuek. tak berniat membantu Leo lagi.


"Aku tak bisa tolong bantu aku." Rengek Leo lalu membalik badanya agar Bintang bisa mengikat apron itu di pinggang nya.


"Gunakan otakmu masak gitu aja nggak bisa." ingin sekali Bintang berteriak seperti itu di depan wajah Leo tapi dia terlalu takut untuk melakukan itu. Bisa langsung di bunuh dia oleh Leo.


"Oke." Jawab Bintang terpaksa, ada senyum jahat tercetak di wajah gadis itu. Dia mengikat apron itu dengan sekali tarikan sehingga membuat Leo kesulitan bernapas karena terlalu ketat.


"Ehhhhh." Lenguh Leo.


"Hahahaha, rasakan kau pria mesum." Bintang tertawa ngakak dalam hati.


"Longgarkan bodoh, kau ingin membunuh ku?" Teriak Leo.


"Maaf Tuan, saya tidak sengaja." ujar Bintang pura-pura merasa bersalah. Dia akhirnya melonggarkan ikatan itu dengan wajah malas.


"Sekarang apa yang harus aku lakukan?" Tanya Leo yang sudah siap dengan apron dan sarung tangan panjang karet yang sudah terpasang di ke kedua tangan Leo.


"Sekarang anda tuangkan sabun pembersih ini ke spon ini." Bintang menunjuk-nunjuk peralatan yang harus di gunakan Leo.


Dan Leo mengikuti dengan seksama. Begitu penurut pria itu.


"Lalu kasi air dikit, terus remas sampai keluar busa lalu gunakan deh untuk menggosok-gosok piring-piring ini sampai bersih. Gampang, Kan?"


"Kelihatan nya gampang sih." Ujar Leo mengangguk pelan.


"Ya, kalau gitu lanjutkan, aku akan melihat."

__ADS_1


"Hehh, lihat saja nanti tangan mu pasti akan kesemutan, sok-sokan ingin mencuci piring."


Dengan kagok Leo berusaha mengikuti semua instruksi Bintang untuk membersihkan semua peralatan makan itu.


"Ini kurang bersih Tuan, ini juga harus yang bagus bilasnya supaya busanya tidak menempel." Bintang terus aja mengomentari pekerjaan Leo sambil memerintah pria itu tanpa henti.


Kapan lagi kan memerintah seorang CEO sebuah perusahaan paling terkenal dan terkemuka di negara ini. Kalau Assisten Erik melihat ini pastilah dia akan bertepuk tangan dan menertawakan Leo sampai puas. Karena akhirnya bosnya kena karma karena suka memerintah seenaknya.


"Sial, Ternyata ini bukan pekerjaan yang gampang. Bintang juga cerewet sekali, dia benar-benar menjadikan ku seorang pelayan. Untung cinta kalau tidak sudah ku gantung dia di pohon tomat." Leo mengumpat dalam hati menyesali keputusan nya karena menginginkan mencuci piring.


Bintang dapat melihat wajah kesal Leo. Bintang melipat bibirnya berusaha menahan tawa. "Hahaha. Rasakan, siapa suruh kekeh mau nyuci piring, sudah di kasi enak duduk manis, ehh malah minta yang susah."


"Anda marah Tuan?" Selidik Bintang yang berpura-pura tak tahu kalau Leo sedang kesal.


"Tidak." Leo menjawab acuh sambil sibuk dengan pekerjaannya.


Bintang tersenyum tipis melihat wajah cemberut Leo.


"Kenapa wajah anda seperti tidak ikhlas, Apa anda menyesal membantu saya?" Ujar Bintang dengan nada sedih. Dia berpura-pura sedih untuk mengerjai Leo.


"Tidak kok, aku ikhlas seratus persen ikhlas," ujar Leo berusaha menahan emosinya. Leo menoleh ke samping lalu memberikan senyum palsu ke Bintang. "Lihat lah aku sangat ikhlas, kau bisa kan melihat senyuman keikhlasan ini." Leo menunjukkan semua deretan giginya.


"Hahahaha, anda terlihat sangat lucu Tuan," Bintang tertawa terbahak-bahak, dia tidak bisa menahan lagi rasa geli di perutnya melihat tingkah aneh Leo.


"Apa aku selucu itu?" tanya Leo yang melihat Bintang tertawa dengan keras sampai gadis itu memegangi perutnya.


Bintang mengangguk. "Iya, anda ternyata lucu jika sedang marah. Hahahaha." Bintang terus tertawa.


Melihat tawa Bintang yang pecah. Leo merasa bangga dan senang karena dia berhasil membuat Bintang tertawa dengan lepas. "Aku senang melihat mu bahagia walaupun aku harus mencuci piring seperti seorang pelayan, lelah ku terbayar melihat mu tertawa." Leo tersenyum tipis.


Setelah makan malam dan acara cuci piring selesai. Bintang dan Leo masuk ke kamar masing-masing untuk istirahat.


Happy Reading ♥️♥️♥️🥰

__ADS_1


I LOVE YOU 3000♥️🥰😘🥰


__ADS_2