Bintang Kecil Ku

Bintang Kecil Ku
Cuma masalah makanan


__ADS_3

"Kau memesan makanan?" tanya Leo melirik tas keresek yang ada di tangan Bintang.


Bintang mengangguk pelan mengiyakan.


"Apa yang kau pesan? jangan makan sembarangan, kau baru saja sembuh. Bukankah tadi di rumah sakit sudah sarapan, Kau lapar lagi?Kenapa nggak bilang tadi, aku kan bisa suruh Erik untuk memesankan makanan yang berkualitas untuk mu." Leo mencerca Bintang dengan pertanyaan yang bertubi-tubi serta wejangan yang sungguh muak untuk di dengarkan.


"Cerewet, aku tahu yang terbaik untuk diriku sendiri, memangnya aku bodoh apa. Aku ini bukan anak kecil." Bintang memutar bola matanya kesal mendengar betapa cerewetnya Leo hanya karena Bintang memesan makan.


"Saya hanya memesan pisang goreng dan bakwan. Lagipula ini sudah jam 11.00 siang, ya jelas saya sudah lapar lagi, di rumah sakit kan saya hanya makan bubur saja." Sebenarnya Bintang sudah malas meladeni Leo, dia ingin segera menyantap makanan kesukaannya.


"Kau makan gorengan? kau baru saja sembuh. Kau ini memang benar-benar suka sekali membuat ku khawatir ." Marah Leo yang tak habis pikir dengan apa yang gadis itu lakukan, bagaimana gadis itu bisa makan makanan yang tidak sehat saat baru saja sembuh dari sakitnya.


"Berlebihan. Apa yang harus di khawatirkan? aku kan hanya makan gorengan." Bintang sungguh kesal karena makanan yang dia makan juga harus di atur oleh pria yang mengaku pacarnya ini.


"Kau tidak boleh makan itu. Sekarang buang itu dan ikut aku ke luar untuk mencari makanan yang sehat." ujar Leo ingin merebut makanan itu dari tangan Bintang.


Namun Bintang dengan cepat menyembunyikan di belakang punggungnya.


"Makan ini tidak boleh lepas dari tangan ku, aku harus mencari cara membujuknya." Dengan terpaksa Bintang tersenyum manis untuk membujuk pria itu. "Tuan, tolong ijinkan saya makan ini sedikit saja, saya janji tidak akan makan berlebih," dengan puppy eyes nya Bintang menatap mata Leo.


"Tolong lah Tuan, anda kan baik hati." Bintang menarik-narik ujung lengan jas Leo bersikap manja.


"Bagaimana aku bisa menolak mu jika kau bertingkah menggemaskan seperti ini." Meleleh lah pria itu saat di rayu oleh Bintang. Jarang sekali Leo bisa melihat sikap manis Bintang.


Leo menghembuskan napas dengan kasar. "Baiklah, sedikit saja. Nanti Assisten Erik akan mengantarkan makan siang yang sehat untuk mu." Pasrah Leo.


Bintang langsung sumringah setelah mendapatkan ijin dari kekasih kontrak nya itu. "Terimakasih Tuan, anda memang yang terbaik."


Leo salah tingkah saat mendapat pujian dari Bintang. "Hmm, aku berangkat kerja dulu. Kau tak keberatan, kan? baru sembuh sudah aku tinggal sendirian. Apa kau ingin ikut ke kantor bersama ku?"


"Ogah kali aku harus ikut dengannya, memangnya aku Assisten pribadi yang ikut kemana-mana."

__ADS_1


"Tak masalah Tuan, saya kan harus istirahat jadi lebih baik saya diam disini." Ujar Bintang tersenyum kaku.


"Baiklah." Leo ingin beranjak dari sana tapi tangannya di cekal oleh Bintang.


Leo menaikkan alisnya seolah-olah bertanya, ada apa?


Tanpa bicara Bintang menarik tangan Leo. "Pegang dulu ini." Bintang menyerahkan tas kresek itu ke Leo.


Anehnya Leo hanya menurut saja dengan apa yang di perintahkan oleh Bintang. Sejak kapan Leo bisa di perintah? Kalau Assisten Erik ada disini, dia pasti sudah memberikan penghargaan ke Bintang.


Setelah menyerahkan bawaannya Leo. Tangan Bintang terulur. "Dasi anda berantakan Tuan." Bintang sibuk memperbaiki dasi Leo yang sedikit kurang rapi. Sedangkan Leo sibuk memperhatikan wajah Bintang yang sedang serius memperbaiki dasinya. Jantung Leo tiba-tiba berdebar hebat, detak jantungnya tak bisa di kendalikan. Rasanya seperti ada bunga-bunga yang sedang berjatuhan dari atas menimpa keduanya, mirip dengan adegan yang sering ada di drama-drama.


"Rasanya kau sudah menjadi istri ku saja. Apakah seperti ini ya rasanya punya pendamping hidup? semua hal ada yang memperhatikan." Diam-diam Leo tersenyum malu dengan perhatian manis Bintang.


Dada Leo masih saja berdebar-debar seperti anak remaja yang sedang jatuh cinta. Begitu mudah dia tersipu malu hanya dengan perhatian kecil dari sang pujaan hati.


"Sudah, sekarang anda terlihat lebih baik." Ujar Bintang tersenyum bangga seperti orang yang habis menyelesaikan tugas negara.


Tapi seketika Bintang tersadar. Senyuman gadis itu menghilang begitu saja entah kemana larinya. "Kenapa aku harus senang? Bintang apa sekarang kau sudah kehilangan akal? kenapa kau kurang kerjaan memperbaiki dasi pria ini, Ingat dan tanamkan di otak mu kalau kau bukan istri Tuan Leo." Bintang merutuki diri nya sendiri yang entah kenapa terulur memberikan bantuan untuk merapikan dasi pria itu.


Sesaat Leo terdiam hanya terpaku dengan senyuman yang melengkung.


"Sekarang pria ini malah mematung kayak orang yang di sihir. Cepat lah pergi agar aku bisa menikmati makanan ku,"


"Tuan anda harus berangkat bekerja," ujar Bintang menyadarkan Leo.


"Apa kau tak memberikan ku ciuman selamat jalan." ujar Leo menggoda Bintang.


"Dasar otak pria ini hanya ada ciuman, ciuman dan ciuman. nggak ada hal yang lain selain itu apa? Dasar mesum, semua pria sama saja."


"Ingat Tuan, nyawa anda tinggal 1." Bintang memperingati pria mesum itu.

__ADS_1


"Aku ingin hadiah ciuman karena aku sudah memberikan mu ijin untuk makan gorengan itu jadi nyawa ku tidak akan hangus."


"Aku tidak mau."


"Kalau begitu kau berhutang ciuman kepadaku."


"Dasar tidak tahu malu, siapa dia dengan seenak jidat membuat peraturan seperti itu, memangnya aku adalah miliknya. Aku tidak akan membiarkan mu mengatur segalanya. Hidup ku adalah milik ku, tidak akan aku biarkan hidup ku dimiliki oleh seorang pria seperti dulu, tak mungkin aku akan mengulang kesalahan yang sama."


"Pergi sekarang, tidak ada peraturan seperti itu, anda tidak akan mendapatkan ciuman." Bintang membuka pintu, dia menarik Leo lalu mendorong pria itu agar keluar.


"Kau pelit sekali," gerutu Leo.


"Saya tidak peduli."


Brakkk. Bintang menutup pintu dengan keras.


Sepersekian detik kemudian Bintang kembali membuka pintu.


"Kau berubah pikiran?" ujar Leo tersenyum senang.


"Anda terlalu percaya diri Tuan Leo Hazel Hugo. Aku ingin mengambil makanan ku," Bintang langsung merebut tas kresek itu dari tangan Leo.


"Dasar mesum."


Brakk. Bintang kembali membanting pintu dengan keras.


Mata Leo terpejam karena kesal. baru kali ini dia di tolak secara mentah-mentah oleh seorang perempuan. "Awas saja kau nanti, anak nakal." teriak Leo yang menggila di luar.


Persetan dengan kemarahan Leo, yang penting dia bisa mendapatkan makannya. "Ahhh, akhirnya aku bisa terlepas dari pria menyebalkan itu."


"Wahai pisang goreng dan bakwan. Maaf ya aku membuat kalian menunggu lama tapi tenang saja sekarang Tuan Leo gila itu sudah pergi. Kau akan segera masuk ke dalam perut ku." Bintang langsung beranjak dari sana menuju meja makan untuk menikmati makanan kesukaannya.

__ADS_1


Happy Reading ♥️


I LOVE YOU 3000♥️🥰🥰😘


__ADS_2