Bintang Kecil Ku

Bintang Kecil Ku
Ketahuan keluarga


__ADS_3

Ting.


Pintu lift terbuka. Bintang sedikit terkejut karena ada Assisten Erik di depannya. "Pagi Nona." Assisten Erik membungkuk hormat melihat calon Nona mudanya keluar dari lift.


"Pagi Tuan Erik."


"Maaf saya terlambat, anda sudah ada disini sedangkan saya baru datang." sekali lagi Assisten Erik menunduk hormat.


"Tak masalah, Ayo kita berangkat." Bukan Assisten Erik yang terlambat datang tapi memang Bintang turun duluan tidak mau berlama-lama satu udara dengan Leo.


"Baik Nona."


*


"Erik, aku ingin ke mansion utama sebelum berangkat ke luar kota." perintah Leo yang duduk tenang di jok belakang.


"Baik Tuan."


Setelah beberapa menit perjalanan akhirnya mobil yang di tumpangi Leo sampai di halaman mansion. Tidak terasa sudah 1 minggu tidak tinggal di mansion utama.


Leo langsung di sambut oleh sang Mama setelah memasuki rumah besar itu. "Pagi sayang ku, Mama kangen banget tau, kamu kok nggak pulang sih selama seminggu ini," Rengek Mama Maria.


"Maaf Ma, Leo akhir-akhir ini tinggal di apartemen, supaya lebih dekat dari kantor," Sesal Leo dengan wajah sedih.


"Nggak apa-apa sayang, yang penting kamu pulang, Ayo kita sarapan, ada Maya Lo mampir ke rumah."


"Benarkah? kapan dia datang?" Leo terlihat bersemangat mengetahui adiknya yang baru menikah 6 bulan yang lalu akhirnya pulang ke rumah.


"Iya, masak Mama bohong, Ayo."


"Halo adikku tersayang yang baru datang dari honeymoon, lama banget sih honeymoon nya, aku jadi iri." Sindir Leo yang menghampiri Maya yang tengah duduk di samping Brian sang Papa.


Muachh, Leo mencium pipi adiknya dengan gemas.


"Isss, aku bukan anak kecil lagi Kak," rengek Maya yang ogah di cium oleh Leo sang kakak.

__ADS_1


"Mentang-mentang udah ada suami yg cium kamu setiap hari sekarang jijik di cium kakaknya sendiri." Dia merasa adiknya itu masih adik kecil yang dulu dia sering gendong tapi dia tertampar oleh waktu. Maya sudah besar dan sekarang bahkan sudah menikah.


"Iya donk, makanya kakak cari istri jangan main perempuan muluk nggak di nikahin, dasar playboy." Ledek Maya dengan berani menjulurkan lidah ke Leo.


Muka Leo langsung masam dengan ledekan adik kandungnya itu."Jangan sembarang kamu ya, aku ini udah tobat ya, aku udah 2 tahun nggak punya pacar."


"Sama aja, Mana ada Playboy tobat."


"Pa, Ma, Lihat Maya berani sekali dengan ku, marahin dia," Rengek Leo menunjuk Maya dengan raut muka sebal. Saat bersama keluarganya Leo berubah menjadi pria yang manja.


"Sudah, duduk lah sarapan, adik mu tidak salah kok," Ujar Tuan Brian yang malah membela Maya.


"Kalian sama saja," Leo menarik kursi dengan kasar sambil menatap Maya dengan tajam. "Awas saja kau adik kualat, sebentar lagi aku akan bawa calon istri ke rumah,"


"Kata Erik kamu habis ini ada kerjaan di luar kota." ujar Tuan Brian membuka pembicaraan di tengah sarapan tenang itu.


Leo menelan makanannya dengan kasar sebelum menjawab. "Iya Pa, selama 2 hari."


"Kamu yakin meninggalkan gadis cantik yang ada di apartemen mu itu?"


"Sayang, minum airnya dulu," panik Mama Maria sambil menepuk pundak putranya.


"Ahhhh, Kakak menyembunyikan seorang gadis di apartemennya? Wahh. jangan-jangan kakak memaksa gadis itu ya untuk tinggal dengan kakak." Selidik Maya menyipitkan mata seolah mengintrogasi sang Kakak.


"Yang Papa dengar sih seperti itu," sahut Papa Brian tersenyum jahil ke arah sang putra.


Papa dan Anak perempuannya itu tertawa cekikikan karena satu frekuensi dan pemikiran.


"Sayang kamu punya pacar kok nggak kenalin ke kita," tanya Mama Maria yang terlihat kecewa ke Leo. Mama Maria sangat ingin melihat anak ke duanya ini punya pasangan serius dan akhirnya bisa menikah.


Leo menghembuskan napas kasar, dia tahu pasti lambat laun Papanya akan tahu tentang Bintang, Leo sama sekali tak di ijinkan memiliki hak privasi oleh papanya yang mengawasinya 24 jam. Apapun tak bisa Leo sembunyikan dari keluarganya. "Dia belum menjadi pacarku jadi tak bisa di kenalkan," jawab Leo lesu.


"Kok kalian tinggal bersama? kamu jangan mempermainkan perempuan seperti itu, kamu memberikannya harapan palsu, kamu mengajaknya tinggal bersama tapi tanpa status. Mama nggak suka kamu mempermainkan perempuan." Kali ini Mama Maria menatap putranya serius.


"Lebih tempatnya anak kita yang di tolak Ma. Dia memaksa gadis itu untuk tinggal dengan nya dengan embel-embel ganti rugi." celoteh Papa Brian yang terus membuka rahasia Leo.

__ADS_1


"Hahaha, Seorang Leo Hazel Hugo di tolak oleh seorang gadis. Wow ini adalah peristiwa langka yang harus di buatkan museum. Rasanya jadi pingin sungkem ke gadis itu." Maya sangat terkejut dengan pernyataan Papanya. Biasanya para gadis yang mengejar Leo lalu kakaknya tinggal pilih aja mau pacaran sama yang mana, bahkan banyak wanita yang ingin tidur dengan Leo walaupun hanya satu malam. Sekarang malah Leo yang mengemis meminta cinta ke seorang gadis. Karma memang real kawan-kawan.


Leo menunduk malu karena dia ketahuan menjebak Bintang untuk tinggal bersamanya.


"Sayang, Apa yang di katakan papa mu itu benar?" tanya Mama Maria mengusap lembut punggung putranya.


"Iya Ma." lirih Leo manyun.


"Siapa dia Nak?" tanya Mama Maria.


"Dia adalah cinta pertama yang sering aku ceritakan itu. Sekarang dia sudah dewasa. Aku masih mencintainya dan ingin mengejarnya agar dia bisa jadi pacarku tapi sepertinya dia tidak tertarik dengan ku." Leo berterus terang kepada anggota keluarganya.


"Bintang?" tanya Maya.


"Hmm, kau benar."


"Jangan khawatir kak, aku akan membantu kakak agar bisa jadi pacar gadis yang namanya Bintang itu." dukung sang adik. keluarga ini sangat supportif dan jujur. kedua orang tuanya mendidik dengan baik.


"Bukan pacar sayang tapi calon istri, heheheh."


"Papa benar."


Lagi-lagi meraka cekikikan karena memiliki pemikiran yang sama.


"Papa dan adikmu benar sayang. kamu jangan lagi main-main, ini saatnya kamu cari istri bukan pacar lagi. usia mu sudah 33 tahun. lihatlah kakakmu Agnes sudah menikah dan punya 2 anak yang lucu, adikmu bahkan sudah mendahului mu untuk menjalani biduk rumah tangga. Mama harap kali ini kamu serius dengan hubungan ini, Mama sangat mendukung mu untuk mengejar gadis yang bernama Bintang itu."


Dengan haru Leo memeluk ibu yang telah melahirkannya itu. "Makasih Mama selalu mendukung keputusan yang aku ambil."


"Iya sayang. kehidupan ini sepenuhnya milik mu bukan milik kami tapi Mama dan Papa akan mengingatkan mu kalau kamu salah melangkah dan akan mengawasi tanpa mengusik."


Keluarga Hugo selalu membiarkan anak-anak mereka yang bertanggung jawab atas hidup mereka masing-masing. Semua keputusan ada di tangan anak-anaknya tapi Meraka tidak akan tinggal diam jika sudah menyalahi aturan. Meraka akan selalu memberikan saran untuk masalah yang di hadapan putra-putri meraka.


Happy Reading ♥️😘😘


I LOVE YOU 3000😘♥️🥰♥️

__ADS_1


__ADS_2