
"Sejak kapan kau meminum obat ini lagi, kenapa kau tidak bilang trauma itu kambuh lagi? Bintang kau menyembunyikan hal besar padaku." terlihat wajah kecewa Nadia.
"Aku hanya tidak bisa tidur jadi aku minum obat itu. kau tahu sendiri kata dokter itu bisa saja kambuh tapi kau tenang saja tidak separah dulu." elak Bintang yang kekeh tak mau berterus terang.
Nadia menghela napas kasar, dia terpejam sesaat untuk menenangkan diri. "Bintang kau tahu betul bagaimana beratnya kita berusaha agar kamu tidak bergantung dengan obat-obatan seperti itu lagi tapi sekarang kau memulai lagi karena hanya tidak bisa tidur. Itu bukan alasan yang tepat. aku yakin kau pasti mengalami kesulitan, bagi lah dengan ku. kenapa harus berbohong." lirih Nadia menatap sendu sahabatnya itu.
Bintang terlihat gugup, air matanya hampir jatuh melihat Nadia yang begitu peduli dengannya tapi dia harus berusaha tegar. Dia sudah berjanji pada diri sendiri akan menyelesaikan semuanya sendiri. Kapan dia bisa mandiri jika terus di bantu oleh Nadia. bagaimana jika Nadia tidak ada di sisinya? Dia harus bisa menolong diri sendiri agar keluar dari kubangan masalah.
Perlahan Bintang menarik tangan Nadia dan menggenggamnya erat. "Aku tidak berbohong. aku benar baik-baik saja, aku janji tak akan minum obat itu lagi, Oke. Maaf karena aku tidak berpikir sebelum melakukan sesuatu."
"Benarkah?" ujar Nadia dengan suara bergetar hampir menangis.
Bintang mengangguk pelan.
"Hikkss,hiksss." Nadia menghamburkan pelukannya. "Jika kau kesulitan tolong beri tahu aku. kau tahu sendiri kita lebih dari teman, ingat kita adalah keluarga, hiksss." Tangisan Nadia mengalir deras di pundak Bintang.
"CK, kau ini cengeng sekali." goda Bintang sambil tersenyum tegar.
"Kau yang membuat ku seperti ini," rengek Nadia.
Tangan Bintang terulur menghapus air mata Nadia. "Sudah jangan menangis sahabat ku yang paling cantik."
"Terimakasih sudah memujiku." ujar Nadia sambil sesenggukan.
Bintang hanya bisa tertawa dengan tingkah sahabatnya itu. kalau di puji cantik pasti lah melayang dan melupakan segalanya.
*
Setelah menghadiri pertemuan terakhir. Akhirnya Leo bisa beristirahat dengan tenang.
Sampai di hotel dia menghempaskan tubuhnya ke sofa.
__ADS_1
"Jam berapa kita besok pulang?" tanya Leo sambil meregangkan tubuhnya.
"Jam 7 pagi Tuan. setelah dari sini kita langsung kembali ke kantor karena ada jadwal meeting jam 9 pagi." jelas Assisten Erik menjabarkan kegiatan Leo
kedepannya.
"Oke. akhirnya besok aku pulang dan bertemu dengan Bintang kecilku." ujar Leo tersenyum. dia berencana setelah pulang dari sini dia akan berusaha berbicara dengan Bintang dan meminta maaf atas perbuatannya yang lalu.
"Tuan saya ingin menyampaikan sesuatu." Assisten Erik terlihat ragu untuk memberi tahu informasi yang dia dapat.
Leo langsung duduk dengan tegak melihat wajah serius dari Assistennya itu. "Ada apa?" Leo terlihat penasaran.
"Saya sudah mendapatkan informasi tentang percintaan Nona Bintang."
Leo mengangguk. "Katakan, informasi apa yang kau dapat." ujar Leo datar.
"Nona hanya memiliki satu mantan pacar seumur hidupnya."
"Siapa dia?" tanya Leo cepat.
"Jadi hanya informasi itu saja yang kau dapatkan?" ada raut kesal di wajah Leo.
"Saya mendapatkan lebih dari itu Tuan, tapi saya takut anda tidak kuat mendengar semuanya." ujar ragu Assisten Erik. Dia ingat betul saat mendengar kisah hidup Bintang, bosnya itu meneteskan air mata.
"Kau meremehkan ku? aku tidak selemah itu. cepat katakan!" Leo ingin sekali menghantam Assistennya itu. "Takut Tuan tidak kuat mendengar semuanya, memangnya aku apa?" gerutu Leo yang merasa di remehkan.
"Baik Tuan."
"Setelah kepergian ayahnya. Nona Bintang sangat kesepian dan merasa hidupnya tak ada gunanya lagi namun di tengah keterpurukannya datang seorang pria kaya yang baik hati yang mampu membuat Nona jatuh cinta. Setelah 6 bulan kenal meraka akhirnya berpacaran, awalnya hubungan meraka sangat indah tapi setelah beberapa bulan berlalu. Pria itu sering berprilaku kasar dengan Nona bintang bahkan dia selalu memaksa Nona untuk berhubungan intim. Dia juga sering mengajak Nona ke club atau Bar untuk berpesta, banyak yang mengenal Nona Bintang di Bar-bar mewah di kota ini. Mungkin karena relasi itu lah Nona bisa bekerja di Bar anda."
Tangan Leo terlihat mengepal. mata pria itu memerah mendapati Bintang di perlakukan bak seorang pela...cur oleh mantan pacarnya.
__ADS_1
"Lanjutkan."
Assisten Erik menghela napas kasar sebelum mengatakan kelanjutannya karena selanjutnya dia akan menyampaikan informasi yang sangat mencengangkan bahkan dirinya juga sangat amat terkejut saat pertama kali mengetahuinya.
"Anehnya sudah di perlakukan seperti itu, Nona masih menjalin hubungan dengan pria itu. Puncaknya adalah 1 tahun kemudian pria itu memberikan Nona kepada kedua temanya untuk di setubuhi secara bergantian dalam waktu yang sama."
Rahang Leo mengeras mengetahui fakta itu. "Cari juga dua orang itu, aku ingin menghukumnya seberat mungkin." ujar Leo dengan tatapan tajam lurus ke depan.
"Baik Tuan."
"Setelah kejadian itu apa yang terjadi dengan Bintang?"
"Nona masih berharap kembali lagi ke pria itu namun Pria itu memutuskan hubungannya dengan Nona dan akhirnya Nona depresi berat."
"Kasian sekali dia, dasar lelaki biadab, aku akan membunuh mu hidup-hidup." Rasanya Leo ingin menghajar pria itu sampai mati.
"Dia tidak punya siapapun disini, siapa yang mengurusnya?"
"Nona punya teman baik yang namanya Nadia. Selama 2 tahun Nona mengalami depresi. Nadia lah yang membantu Nona untuk sembuh, Nadia membantu Nona dalam segala hal. Nadia lah yang mengajukan agar Nona bisa bekerja di cafe itu."
"Awasi Nadia, jika dia kesusahan segera bantu dia."
"Baik Tuan."
Setelah hari yang melelahkan Leo harus mendengar informasi yang sangat menyakitkan baginya. Tadi air matanya hampir tumpah tapi dia gengsi dengan Assisten Erik.
Untuk merilekskan badan, Leo masuk ke dalam bathtub besar yang sudah berisi air hangat. Dia terpejam sesaat untuk menenangkan pikiran.
"Pantas saja dia sampai pingsan saat aku menciumnya waktu itu, sejak awal bertemu aku sudah melihat ketakutan yang luar biasa terpancar dari matanya. aku bisa melihat itu dengan sangat jelas. Sekarang aku tahu ternyata trauma yang membuatnya ketakutan seperti itu."
"Bintang kecilku, aku janji akan membuatmu melupakan masa pahit itu dan merubahnya dengan cinta yang manis. aku akan tunjukkan bahwa tidak semua pria memiliki sifat jahat seperti itu. kau berhak mendapatkan cinta yang tulus dari seorang pria. Akulah pria yang memberikan cinta tulus itu. Aku akan merubah pola pikir mu yang menganggap laki-laki adalah makhluk jahat." Leo bertekad bulat untuk bisa membahagiakan Bintang sang cinta pertama. kali ini bukan hanya cinta dari Bintang yang dia inginkan tapi kebahagiaan gadis itu menjadi prioritas nomor satu. dia akan mendekati Bintang dengan cara halus tanpa pemaksaan.
__ADS_1
Happy Reading ♥️😘🥰🥰
I LOVE YOU 3000🥰😘♥️😘