Bintang Kecil Ku

Bintang Kecil Ku
Perjanjian baru


__ADS_3

Perlahan Leo menyingkirkan tangan Bintang yang membekapnya.


"Oke, aku akan minta ijin. Bintang sayang ku, pacar ku paling cantik sedunia, bolehkah pacarmu yang tampan ini menciummu." Mohon Leo dengan penuh harap.


"Enak saja pacar, pacar." gerutu Bintang.


Harapan Leo langsung pupus melihat gelengan kepala dari Bintang.


"Kenapa tidak boleh? aku kan sudah minta ijin." Rengek Leo yang menunjukkan sisi manjanya ke Bintang.


"Tuan, anda sudah mencium bibir saya tadi jadi sekarang anda tidak boleh lagi mencium bibir saya."


"Tolonglah berikan kesempatan sekali lagi, aku tadi baru mengecup mu satu kali." mohon Leo yang ingin lebih. Padahal dia sudah secara diam-diam mengecup bibir manis gadis itu sebanyak 3 kali.


"Saya tidak percaya dengan anda. saya tidur tadi jadi saya tidak sadar berapa kali anda sudah mengambil kesempatan untuk mencium bibir saya." Bintang tidak sebodoh itu wahai Tuan Leo.


"Kalau begitu mulai sekarang kita buat perjanjian. mulai hari ini aku memiliki kesempatan untuk mencium mu sebanyak 10 kali dalam sehari. Bagaimana?" ujar Leo menaikkan alisnya.


Mulut Bintang menganga mendengar itu. "Saya tidak setuju, seenaknya anda membuat keputusan sendiri."


"Bagaimana kalau 8 kali?"


Bintang menggeleng.


"6 kali boleh lah." Tawar Leo lagi.


Bintang tetap menggeleng tidak setuju.


"5 kali." ujar Leo menujukkan kelima jarinya.


"Tuan berapa kali pun saya tidak mau, saya tidak memiliki kewajiban untuk melakukan semua itu. Untuk apa saya membiarkan pria asing mencium bibir saya."


"Aku ini pacarmu bukan orang asing. Dengar! kau sudah menandatangani surat perjanjian itu. Apa kau lupa disana sudah tercatat jelas kau harus bersikap selayaknya sebagai seorang pacar selama 3 bulan ini." Leo mengingatkan tugas Bintang yang tercatat di beberapa lembar kertas itu.


"Tapi di surat itu juga tercatat jelas kita tidak akan melakukan ****." Tak mau kalah Bintang juga mengungkapkan fakta yang juga tercatat di surat perjanjian itu.


"Aku tidak menginginkan hubungan badan, aku hanya ingin ciuman. Keduanya adalah hal yang berbeda. Pokoknya aku memiliki nyawa sebanyak 5 kali sehari untuk bisa mencium mu, kalau tidak aku bisa saja menelepon polisi sekarang juga." Terpaksa Leo harus mengeluarkan jurus itu lagi padahal dia sudah berjanji tidak ada lagi melakukan pemaksaan kepada Bintang tapi mau gimana lagi kali ini dia harus menggunakan jurus jitu ini.


Dia mau hubungannya dengan Bintang berkembang. Walaupun bagi Bintang ini adalah pacaran kontrak tapi baginya Bintang adalah pacar sungguhannya.

__ADS_1


"Menyebabkan, selalu saja mengancam ku dengan itu. Nggak ada apa cara yang lain. Ingin sekali aku mencakar wajahnya itu sekarang juga."


"Baiklah aku setuju tapi cuma 3 kali dalam sehari." ujar Bintang dengan sangat terpaksa.


"Apa sih dosaku di kelahiran yang dulu? perasaan di kehidupan yang sekarang aku sudah menjadi orang yang baik tapi kenapa selalu mendapatkan nasib yang sial." Bintang begitu kesal dengan jalan hidupnya yang selalu tak pernah mudah. Ada saja cobaannya.


"Oke, aku setuju. Berarti sekarang aku boleh mencium mu." ujar Leo dengan senyum miring.


Bintang memutar bola matanya malas. "Dasar pria mesum, baru saja setuju sudah minta jatah. Menyebalkan. Apa bibirnya itu tidak pernah lelah untuk mencium ku. Sekalian saja 100 kali dia mencium ku dalam sehari." Bintang memaki Leo dengan sorot matanya.


Namun Leo tidak peduli itu, perlahan wajah Leo mendekat ke wajah Bintang. Gadis itu langsung gugup karena Leo membuktikan omongannya yang akan menciumnya. Mata Bintang berkedip berkali-kali karena salah tingkah. "Bagaimana ini? Apa aku harus diam saja? Ya iyalah, mau gimana lagi. Akhhh, murahan sekali aku."


Tangan besar Leo menahan kepala Bintang lalu dia langsung mendaratkan bibirnya ke bibir Bintang.


Bintang terpejam merasakan bibir lembut itu menyentuh bibirnya. "Kok bisa seorang pria mempunyai bibir selembut ini." Di dalam hati tanpa dia sadar sedang memuji Leo.


Perlahan dengan penuh kelembutan Leo melakukan hal yang lebih, dia melu...mat bibir manis milik Bintang. Meraup kenikmatan yang selalu dia idam-idamkan. Anggap saja pria itu sudah kecanduan dengan manisnya bibir Bintang.


Bintang yang tadinya gugup sekarang mulai menikmati permainan yang di lakukan Leo, memang sungguh lincah pria itu di dalam bidang seperti, namun sayangnya kelihaiannya tak mampu membuat Bintang membalas ciumannya, gadis itu hanya diam menikmati hal manis yang di beri.


Merasakan lidah Leo ingin masuk menerobos, Bintang segara mendorong dada pria itu. Wajah Leo seperti tidak rela tautan mereka terlepas. "Ada apa?" tanya Leo lembut sambil mengusap bibir Bintang yang basah akibat ulahnya.


"Hentikan Tuan, ingat! nyawa anda tinggal 1 kesempatan lagi." ujar Bintang. "Sekarang turun lah, kita harus siap-siap karena hari ini kita akan pulang." ujar Bintang.


*


Cit.


Mobil yang di tumpangi oleh Leo dan Bintang sampai di apartemen setelah perjalanan cukup jauh dari rumah sakit.


"Erik, kau tunggu disini, aku akan mengantar Bintang ke atas." Perintah Leo yang akan naik ke unit miliknya untuk mengantarkan Bintang sekaligus menggantikan pakaiannya.


"Baik Tuan muda."


Bintang membuka seatbelt ingin turun tapi Leo menghentikannya. "Ada apa Tuan?"


"Diam lah, aku akan membukakan pintu untuk mu."


Bintang hanya menjawab dengan anggukan. "Huhhh, ribet sekali kehidupannya." Keluh Bintang saat melihat Leo keluar dari mobil duluan.

__ADS_1


Assisten Erik menahan senyumannya saat mendengar omelan Bintang. "Nona anda sangat beruntung, kenapa anda mengeluh. Anda tidak tahu saja kalau anda perempuan pertama yang mampu membuat Tuan muda meneteskan air mata."


"Turunlah." ujar Leo yang menahan pintu untuk Bintang.


"Terimakasih." jawab gadis itu datar, dia tak biasa di perlakukan istimewa seperti ini.


"Kau bisa jalan sendiri? apa perlu aku gendong?" tanya Leo.


"Pertanyaan macam apa itu? aku kan punya kaki, ya bisa lah jalan sendiri ." Bintang selalu saja kesal dengan perhatian yang di berikan oleh Leo. Menurutnya itu terlalu berlebih.


"Kau yakin? kau belum pulih dengan sempurna, pasti tubuh mu masih lemas, Kan?"


"Tuan Leo yang terhormat, saya ini tidak selemah itu. Lagipula saya hanya demam bukan kaki saya yang patah." ujar Bintang sambil tersenyum palsu, lalu dia beranjak pergi meninggalkan Leo.


"Bintang tunggu aku." Leo dengan cepat menyusul sang kekasih.


*


ding dong.


Bel berbunyi.


"Akhirnya makanan ku tiba juga," ujar Bintang yang langsung melompat bangun dari tempat tidur menuju keluar.


Ceklek. Bintang membuka pintu dengan semangat.


"Pagi, dengan Nona Bintang?" tanya sang pengantar makanan.


"Iya pak, itu saya."


"Ini pesanan anda Nona."


"Terimakasih pak," Bintang menerima kantor kresek yang berisi 2 box makanan itu.


"Iya Nona, saya permisi."


Perlahan Bintang menutup pintu setelah melihat sang pengantar makanan beranjak dari sana.


"Akhhh," Bintang terlonjak kaget saat dia berbalik badan. "Uhh, ternyata anda, mengangetkan saja." Bintang begitu terkejut saat berbalik sudah ada Leo berdiri tepat di depannya. Pria itu sudah berpakaian rapi, itu tandanya dia sudah siap berangkat bekerja.

__ADS_1


Happy Reading ♥️♥️♥️


I LOVE YOU 3000♥️🥰♥️♥️


__ADS_2