
Di dalam kamar Leo mondar mandir tak karuan karena memikirkan sesuatu. "Aku harus mencari cara agar malam ini aku bisa tidur dengan Bintang. Aku harus ada di sampingnya. Aku tak akan membiarkan dia ketakutan seperti waktu itu. Dia harus di temani tidur di setiap malam. Apa ya alasan yang tepat agar bisa tidur dengan Bintang. Aku juga nggak mau terus mengendap-endap tanpa ijin tidur bersama Bintang." Leo terus berpikir keras agar dia bisa tidur bersama Bintang malam ini.
Ting.
Muncul ide gila di otak Leo saat ini.
Dengan cepat Leo mengambil remote AC yang ada di meja kaca itu lalu dia mengotak-atik remote kotak warna putih tersebut agar tidak bisa berfungsi.
Sesekali Leo mencoba remote itu dan akhirnya benar saja remote AC itu rusak setelah di otak-atik oleh Leo. "Hahhh, akhirnya rusak juga."
Leo memang sedikit gila, orang lain barangnya rusak pasti menangis, ehh dia malah senang dan yang paling parah dia sendiri yang merusaknya.
Tok,tok,tok.
"Tuan Leo ngapain sih ngetok-ngetok pintu," kesal Bintang karena pria itu menggangu aktivitasnya yang sedang bertukar pesan dengan Nadia sang sahabat.
"Bintang bukalah, aku ingin membicarakan sesuatu." Teriak Leo dari luar terus menggedor pintu kamar Bintang.
"Iya Sebentar." Jawab Bintang.
Dengan malas Bintang menyibak selimut lalu turun dari tempat tidurnya. "Apa sih yang di inginkan pria gila itu. malam-malam masih menggangu kehidupan ku." gerutu Bintang sambil berjalan menuju pintu.
Ceklek.
"Ada apa?" ujar Bintang dengan wajah malas memunculkan wajahnya dari balik pintu.
"Remote AC di kamar ku rusak jadi aku kepanasan." Lapor Leo.
"Pria ini memang menyebalkan, kalau remote AC nya rusak terus apa urusannya dengan ku, emang aku tukang benerin remote AC. Kok ngelaporin ke aku."
Bintang menghembuskan napas dengan kasar. Seperti nya gadis itu mulai lelah dengan sikap Leo. "Terus apa hubungannya dengan saya?" tanya Bintang dengan wajah yang sudah mulai terlihat kesal.
"Aku kepanasan jadi nggak bisa tidur, boleh ya aku tidur di kamar mu."
__ADS_1
"Hahhhh." Mata Bintang membulat lebar setelah mendengar keinginan pria itu. "Tidak bisa Tuan, saya tidak percaya dengan yang anda ucapkan. Anda mencoba membohongi saya, Kan?" Bintang menyipitkan mata tidak percaya ke Leo.
Leo dapat melihat wajah tidak percaya Bintang namun Leo berusaha tetap bersikap tidak bersalah dan tidak tau apa-apa.
"Kalau tidak percaya, ayo ke kamar ku untuk melihatnya." Tantang Leo, ya jelas pria itu berani karena dia sendiri lah yang telah merusak remote AC itu.
"Oke, Ayo. Awas aja ya anda membohongi saya." Ancam Bintang dengan sorot mata membunuh.
Akhirnya Bintang masuk ke kamar Leo untuk melihat kebenarannya.
"Ini coba saja sendiri." Leo menyerahkan remote yang sudah dia rusak.
Bintang menerimanya lalu mencoba menghidupkan dan benar saja remote AC itu tidak berfungsi.
"Isss, katanya orang kaya tapi remote AC nya tak berfungsi. Kok bisa gini sih. Sungguh menyebalkan." Bintang masih belum menyerah dia terus mencoba tapi tetap tak mau.
Dan akhirnya Bintang menyerah, dia juga tidak terlalu paham masalah elektronik.
"Tuhh. Kan nggak mau. Aku ini tidak berbohong. Apa kau lihat wajah berbohong disini." ujar Leo menunjuk wajahnya merasa tak berdosa sama sekali.
"Tapi disini tidak panas Tuan. Anda bisa kok tidur disini saja nggak perlu tidur di kamar saya." Bintang sama sekali tidak merasakan hawa panas di ruangan ini. apalagi ini sudah malam.
"Bagiku ini panas sekali, aku hanya biasa tidur dengan hawa yang super dingin, waktu bayi saja aku harus tidur dengan 3 AC di kamar ku." Bohong Leo. Mana ada bayi sekuat itu. Pria ini menemukan saja alasan yang tak masuk akal.
Bintang mantap Leo tak percaya.
"Dasar aneh!" Bintang memaki dengan sorot mata.
Mendapat tatapan seperti itu Leo langsung mengerti. "lihatlah bajuku sampai basah seperti ini. Apa kau nggak kasian melihat aku seperti ini? Tolong berbaik hati sedikit saja."
Leo memang konyol tapi dia juga cerdik. Sebelum dia mencari Bintang dia membasahi bajunya dengan air.
Rasanya Leo ingin tertawa sekarang juga mengingat kelakuannya tadi.
__ADS_1
"Kalau begitu anda tidur di luar saja, di luar kan ada sofa. Tidur saja disana." Bintang juga terus mencari alasan agar tidak tidur bersama Leo.
"Badanku sakit tidur di sofa, kau tahu sendiri badanku besar dan tinggi. Tolong lah Bintang, kamu tega melihat pemilik tempat ini malah tidur di sofa? Aku janji kok nggak akan macam-macam. Aku hanya ingin istirahat dengan tenang." Leo mengucapkannya dengan kata-kata menyakinkan dan wajah yang di buat-buat memelas.
Memang patut di acungi jempol acting Leo kali ini. Wahai pemberi penghargaan tolonglah berikan Leo sebagai pria dengan acting terbaik untuk tahun ini.
Bintang berpikir sejenak. "Benar juga kata Tuan Leo. Masak dia sebagai pemilik tempat ini tidur di luar. Tapi kalau aku biarkan tidur bersama ku pasti dia bakal kesenangan." Terlihat jelas Bintang bimbang.
"Baiklah anda bisa tidur di kamar saya tapi anda jangan mesum. Awas saja anda mesum saya tendang anda dari atas kasur seperti waktu itu." Ancam Bintang menodongkan jari telunjuknya ke Leo.
Leo langsung memegang pantatnya saat mengingat kejadian waktu itu. Rasa sakitnya masih teringat jelas di benak pria itu. "Iya, aku nggak akan gitu lagi." ujar Leo.
"Hmmm." Sahut Bintang langsung beranjak dari sana meninggalkan pria itu.
Senyum kemenangan tercetak jelas di wajah Leo. "Yesss, aku berhasil. Malam ini akan tidur dengan Bintang. My darling i'm coming." teriak Leo dalam hati.
Setelah mengganti pakaian basahnya dengan baju tidur yang baru, Leo menyusul Bintang ke kamarnya.
Disana Bintang sudah ada di atas kasur dengan duduk santai bersandar.
Melihat Leo datang. Bintang langsung menaruh bantal guling di sampingnya. "Tidurlah, jangan melewati garis ini." Ujar Bintang dengan tegas.
Perlahan Leo menyibak selimut lalu naik ke atas kasur, merebahkan tubuhnya di samping Bintang, senyuman masih saja tercetak jelas di wajah pria itu.
"Dasar aneh, senyum-senyum tak jelas." Bintang memutar bola matanya malas saat melihat Leo ikut naik ke atas kasur.
Tek.
Bintang mematikan lampu lalu ikut merebahkan tubuhnya memunggungi Leo. Padahal dia belum mengantuk. Dia mengindari Leo karena tak ingin ada lagi basa-basi dengan pria itu.
Dengan berusaha keras Bintang ingin menutup mata dan tidur tapi sudah beberapa saat masih saja dia tidak mau tertidur.
Tidak jauh berbeda dengan Bintang. Leo yang ada di samping Bintang juga tidak bisa tertidur. Beberapa kali Leo membolak-balik tubuhnya untuk mencari posisi ternyaman untuk tidur tapi tetap saja dia tak mau terlelap. "Ada apa sih dengan mata ini?"
__ADS_1
Happy Reading ♥️♥️
I LOVE YOU 3000♥️🥰😘