Bintang Kecil Ku

Bintang Kecil Ku
Ancaman Leo yang tak pernah main-main


__ADS_3

"Baiklah sayang, aku akan memarahinya tapi tolong tenang, jangan menangis, hati ku sakit melihat setiap tetes air mata mu yang jatuh dengan sia-sia." Ujar Leo mengarang asal, padahal Bintang tak meneteskan air mata sedikit pun. Pria itu memang sangat mendalami perannya.


"Benarkah sayang?" ujar Bintang yang mendongak menatap Leo menampakkan wajahnya yang tadi sempat dia sembunyikan di lengan besar nan kekar Leo untuk mendramatisir keadaan.


Dia mengatakan itu sambil memperlihatkan puppy eyes nya yang membuat Leo gemas namun pria itu harus bisa menahan diri untuk melancarkan rencana Bintang.


"Heii, ada orang di depan kalian, kalian kira aku apa? nyamuk? malah mesra-mesraan di depan ku, rasanya aku ingin muntah sekarang juga. CK, aku baru tau Leo bisa bersikap manis seperti itu." Kira-kira itulah teriakan isi hati Hani yang melihat tingkah Leo dan Bintang yang mengumbar kemesraan di hadapannya.


"Benar sayang, kau tenang saja." Leo mengelus pipi Bintang dengan lembut.


"Nggak usah menyentuh ku juga, bodoh." Diam-diam Bintang memaki Leo dengan sorot matanya. tanpa bisa di lihat oleh Hani. Hanya pria yang bernama Leo itu saja yang tahu.


"Kenapa kau marah, kau memanfaatkan ku untuk menggertak Hani jadi aku juga akan memanfaatkan kejadian ini untuk bisa memberikan mu kasih sayang. Itu adil, Kan?" Leo juga menggunakan sorot matanya untuk membalas sorot mata Bintang yang seakan memakinya.


Setelah sempat saling bertukar pikiran mengunakan sorot mata.


Leo mengalihkan pandangannya ke depan tepat dimana Hani berdiri.


Dari ekspresi yang tadinya panik bercampur cemas. Tatapan pria itu berubah menjadi tajam setajam silet seakan ingin menggores perlahan demi perlahan tubuh Hani hingga robek. Mengerikan, Ya satu kata itu yang bisa menggambarkan raut wajah Leo. "Dasar tidak tahu malu, Berani sekali kau membuat kekasih ku menangis, Minta maaf dengannya!" Bentak Leo yang mampu membuat Hani sedikit terperanjat.

__ADS_1


"Mampus, siapa suruh menghinaku seperti itu, dasar wanita belagu, makan tu amarah Tuan Leo." gumam Bintang dalam hati.


Walaupun tanganya sudah gemetaran dengan wajah yang berubah pias, Hani berusaha untuk tetap bersikap tenang. "Kenapa kau galak sekali, lagipula aku tak salah apapun, kenapa aku harus minta maaf ke gadis udik ini?" ujar Hani dengan gagu.


"Huhh, ternyata keras kepala juga Nona ini, aku harus berakting lebih menyedihkan lagi. Jangan panggil aku Bintang jika tidak bisa membuat mu minta maaf kepada ku." Tekad Bintang semakin kuat untuk membuat wanita itu meminta maaf kepadanya setelah melihat sifat angkuh dan keras kepala Hani.


"Lihat sayang, dia tak mau minta maaf, dia nggak mau mengakui kesalahannya yang menghina bentuk tubuhku. Kau terima kekasih mu di bilang kerempeng." Ujar Bintang dengan suara yang di buat-buat seolah dialah orang yang paling tersakiti disini.


Pandangan Leo beralih ke Bintang, menatap gadis itu dengan lembut. "Sabar sayang, aku akan memaksanya untuk minta maaf, aku juga tidak terima kekasih ku dihina seperti ini. Bila perlu aku akan menghabisinya sekarang juga."


Bulu kuduk Bintang bergidik ngeri mendengar ucapan terakhir yang dengan santai di keluarkan dari mulut pria itu. "Buset, nggak perlu segitunya kali, masak mau bunuh anak orang, nggak takut masuk penjara ni orang. Aku harus mengakhiri niat jahat pria gila ini."


"Tidak perlu sayang, aku hanya ingin permintaan maaf dari Nona ini." Bintang menunjuk Hani dengan dagunya sambil tanganya mengelus lengan Leo.


Hani mengkerutkan dahinya."Apa yang akan di lakukan Leo? tak mungkin dia beneran membubuhkan ku kan? demi bocah ingusan ini, itu tak mungkin terjadi karena dulu aku pernah menjadi wanita favorit nya di atas ranjang, tak mungkin dia tega melakukan itu. aku juga yakin dia masih menyukai ku, buktinya dia selalu membaca pesan yang aku kirim walaupun tidak pernah di balas olehnya." gumam Hani dalam hati.


Bukannya mau mengucapkan kata maaf, Hani malah melipat tangannya di depan dada menandakan dia tidak takut dengan ancaman Leo. "Aku tetap tidak mau minta maaf ke bocah ingusan ini, memangnya siapa dia aku harus meminta maaf ke gadis kuno ini." Kekeh Hani mempertahankan harga dirinya, dia malah semakin menjadi mencemooh Bintang. Tidak mungkin dia mau mengeluarkan kata maaf untuk gadis belia yang dia anggap dibawahnya. Agaknya Hani belum percaya Bintang adalah kekasih Leo.


"Baiklah jika kau menantang." dengan ekspresi jahat Leo mulai mengeluarkan handphone dari sakunya, dia sedikit menggeser-geser layar itu, lalu dengan percaya diri Leo memperlihatkan layar handphone nya di depan wajah Hani.

__ADS_1


Deg.


Hani membeku saat melihat photo yang ada di layar handphone Leo, tangannya yang tadi terlipat di depan dada dengan percaya diri sekarang perlahan melemas dan terlepas begitu saja, tubuh Hani juga sempat sedikit terhuyung mundur ke belakang karena tiba-tiba kedua kakinya ikut lemas.


"Kenapa kau kaget? bukankah akan sangat menyenangkan jika aku mengirim photo-photo ini ke media agar kau bisa semakin terkenal." ujar Leo menaikan alisnya.


"Photo apa sih itu? sampai membuat wajah Nona ini memucat, dan sepertinya dia sangat shock." gumam Bintang penasaran.


"Sial, aku lupa kalau aku pernah mengirim photo-photo itu ke Leo beberapa kali untuk menggodanya, bisa tamat karir ku jika dia nekat mengirim semua photo itu ke media, reputasi ku akan jatuh sejatuh-jatuhnya jika khalayak ramai tahu kelakuan ku, aku bisa menanggung malu semua hidup jika itu terjadi. Leo sangat licik!" Hani terlihat sangat cemas. Seperti nya dia sadar sudah salah bermain-main dengan Leo, sepertinya sekarang dia mulai sadar bahwa gadis yang dia anggap bocah ingusan bener-benar wanita spesial untuk Leo.


"Leo, aku mohon jangan menyebarkan photo itu ke media, aku mohon maafkan aku, ampunilah aku." Ujar Hani memohon dengan mencakupkan kedua tangannya di depan dada. Dia benar-benar menjatuhkan harga dirinya di hadapan pria itu.


"Jangan meminta maaf kepada ku, minta maaf lah ke kekasihku," ujar Leo yang sedikit melirik Bintang yang ada di sampingnya.


"Apa baik mengancam seseorang seperti ini, kok aku jadi kasian dengan Nona ini," gumam Bintang dalam hati merasa tidak enak.


Sama seperti Bintang pasti kalian juga penasaran, photo apa sih sebenarnya itu?


Setelah hubungan Leo dan Hani kandas, Hani masih tidak terima di putusin secara sepihak oleh Leo, dia masih sangat mencintai pria tampan itu. Sehingga dalam beberapa kali dia nekat mengirim photo dirinya tanpa sehelai benang pun yang melekat di tubuh seksi miliknya ke Leo dengan harapan pria itu kembali tergoda oleh tubuh molek itu, Hani tahu betul Leo sangat menyukai tubuhnya.

__ADS_1


Happy Reading ♥️♥️


I LOVE YOU 3000♥️😘🥰😘


__ADS_2