
"Bintang, apa kau sudah tidur?" bisik Leo karena dia sudah bosan membolak-balik tubuhnya. Tetap saja dia tak mau tidur. Satu-satunya cara menghilangkan kebosanannya Ya dengan menganggu Bintang.
"Apa sihh manusia satu ini, nggak bisa apa nggak menggangguku sebentar saja."
Bintang sebenarnya mendengar bisikan Leo tapi dia enggan untuk menjawab. Dia tak ingin berkomunikasi dengan Leo. Pria itu pasti akan menyebalkan dan membuat keributan.
Tak mendapatkan jawaban. Perlahan Leo bangun untuk mengecek Bintang. Dia ingin tahu gadis itu benar-benar sudah tidur atau pura-pura tidak mendengar bisikannya.
Dengan pelan penuh kehati-hatian. Leo merangkak mendekati Bintang. Dia menyingkirkan batal guling itu lalu duduk tepat di samping Bintang.
Dengan usil Leo menoel-noel lengan Bintang. "Heii, apa kau sudah tidur?" ujarnya di sela aksinya menggangu Bintang.
Dengan berusaha keras Bintang menahan diri. "Ingin sekali aku membunuh orang ini sekarang juga, kenapa harus noel-noel sihh. Kurang kerjaan."
Bintang berusaha tak bergeming walaupun di ganggu oleh Leo. Dia menahan diri untuk tidak menghantam pria itu.
Tak menyerah Leo terus mengganggu Bintang. Dia sekarang menarik-narik baju tidur gadis itu. "Bagun lah, aku tahu kau belum tidur. Aku nggak bisa tidur. Temani aku."
Kesabaran Bintang sepertinya sudah habis, kepala gadis itu sudah mengeluarkan api yang membara dan telinganya mengeluarkan asap seperti adegan yang ada di kartun.
Tanpa banyak basa-basi, tanpa banyak bicara sedikit pun secara mendadak Bintang langsung bangun lalu membalik tubuhnya menghadap Leo. Dia mendorong dada pria itu hingga pria itu jatuh terlentang.
Leo yang mendapatkan serangan mendadak seperti itu pastilah tidak bisa menjaga keseimbangan dan jatuh terlentang begitu saja di kasur king size itu.
Semua keberanian dalam diri gadis itu tiba-tiba muncul. Dengan berani Bintang menindih tubuh Leo yang sudah terlentang tak berdaya.
__ADS_1
Di dalam kegelapan Bintang menatap tajam pria yang sedang berada di bawah kungkungannya, dia hanya bertumpu kepada ke dua lengan mungilnya untuk menjaga jarak wajah mereka.
Dada gadis itu naik turun menahan amarahnya kepada Leo. Sedangkan Leo malah terkesima dengan tindakan berani yang di lakukan Bintang. Dia menatap Bintang dengan penuh cinta. Tak ada kemarahan sama sekali di mata pria itu.
"Tuan Leo, anda sudah melewati batas kesabaran saya. Kenapa anda suka sekali sih menggangu saya. Anda itu sangat menyebalkan." Teriak Bintang di tengah kamar yang remang-remang itu. Dia mengucapkannya penuh dengan amarah yang menggebu-gebu. Dia tak mengerti kenapa pria yang ada di bawahnya ini senang sekali menyulut api pertengkaran.
Leo tak peduli dengan amarah Bintang. Menurut dia apa yang di lakukan Bintang sangat lah lucu. Gadis itu sangat lucu jika sedang marah. cara Bintang membentak pun sangat menggemaskan.
Bahkan amarah Bintang malah mampu membuat dada seorang Leo berdetak tak karuan.
Tanganya secara otomatis terangkat memegang dada. "Kau membuatku mempunyai penyakit jantung akhir-akhir ini." ujar Leo dengan mata yang berbunga-bunga.
Melihat tingkah Leo yang malah melihatnya dengan mata yang berbinar. Bintang semakin kesal. Dia menganggap pria itu meremehkan amarahnya. "Tuan, bisakah anda tidak bermain-main. anda dengar apa tidak sih ucapan saya tadi. Saya ini sedang marah dengan anda tau. Anda malah menuduh saya membuat anda terkena penyakit jantung. Omong kosong apa lagi yang anda ucapkan. Anda sangat aneh." Panjang lebar Bintang meluapkan kekesalannya. Dia tak habis pikir dengan pemikiran pria yang berada di bawah kungkungannya ini.
Senyuman melengkung di wajah pria itu. "Kau sangat lucu saat marah."
Walaupun di suasana remang-remang. Bintang dengan jelas bisa melihat mata berbinar Leo dan wajah tampan yang penuh dengan kasih sayang itu.
Mata mereka beradu satu sama lain. Tatapan mata Leo yang dalam dan penuh kasih sayang mampu membuat Bintang terpaku. Dadanya juga mulai berdebar saat melihat ketulusan di mata Leo. "Ada apa ini? Kenapa dadaku berdebar hebat seperti ini? Apa aku mulai menyukainya? Tidak,tidak, ini tidak benar."
Menyadari situasi yang menurutnya tidak baik. Bintang berniat mengangkat tubuhnya untuk bangun tapi dengan gerakan cepat Leo langsung mengubah posisi sehingga sekarang membuat Bintang berada di bawah kungkungan pria itu.
"Tu...an Lepas..kan saya." ujar Bintang terbata, dengan badan yang bergetar karena gugup. Bintang mengedarkan pandangannya kesana kemari tak berani menatap mata Leo. Dia tak mau dadanya berdebar hebat seperti tadi.
"Bintang lihat aku." ujar Leo dengan lembut. Dia mengelus pipi Bintang dengan tanganya yang hangat.
__ADS_1
Deg.
Bintang membeku saat Leo mengelus pipinya dengan penuh kasih sayang. Sentuhan itu mampu membuat tubuh Bintang merinding.
Mata meraka kembali beradu dan itu kembali membuat jantung gadis itu dag-dig-dug tak karuan. Tak jauh berbeda, Leo juga merasakan hal yang sama. Dia tak bisa mengontrol debaran di hatinya.
Perlahan Leo mendekatkan wajahnya ke wajah Bintang. Seperti ada yang menggerakkan, Ya Hatinya lah yang menggerakkan pria itu.
Mendapati Leo semakin dekat membuat Bintang tambah gugup.
Blus.
Seketika pipi Bintang langsung memerah akibat tindakan Leo.
"Tuuuu...an Apa yang aa...kan anda lakukan?" ujar Bintang dengan terbata-bata.
"Sial, mengucapkan satu kalimat saja lidah ku kaku. Aduhh dia semakin dekat. Jatuh oh jantung janganlah kau copot. Siapapun tolong aku. Lepaskan aku dari sekapan pria ini. " Bintang mengumpat kesal dalam hati namun tubuhnya seolah kaku tak mau bergerak menghindar.
Leo menyatukan dahinya dengan dahi Bintang. "Aku akan mencium mu sayang." Setelah mengatakan itu Leo semakin mendekatkan wajahnya sehingga bibirnya dan bibir Bintang bersatu bersentuhan satu sama lain.
Mata Bintang terpejam saat merasakan bibir lembut Leo menyentuh bibirnya. "Tendang dia Bintang, tendang, atau pukul dia. Ayo lakukan, dia sudah melanggar aturan." Di dalam pikiran Bintang berteriak seperti itu tapi badanya tidak mau mengikuti perintah di pikirannya. Seolah tubuhnya sudah di kendalikan oleh hatinya yang lebih tahu apa yang dia mau.
Perlahan Leo melu...mat bibir manis bintang secara lembut. Dia sesekali menyesap bibir kenyal yang belum mau di buka oleh pemiliknya itu, tapi Leo tidak menyerah begitu saja dia berusaha mendobrak bibir Bintang dengan lidahnya. Bak gayung bersambut Bintang mulai memberinya jalan dan perlahan mulai terbuai dengan permainan Leo dan mau membuka mulutnya dan membalas ******* pria itu.
Saat berhasil menerobos pertahanan bibir Bintang. Lidah pria itu masuk dan bermain-main di dalam, mengabsen deretan gigi yang tertata rapi di dalam sana.
__ADS_1
Happy Reading ♥️♥️😘🥰🥰
I LOVE YOU 3000♥️😘🥰🥰😘