Bintang Kecil Ku

Bintang Kecil Ku
Aku bukan orang pelit


__ADS_3

Leo semakin marah karena hinaan yang di lontarkan Maya. Namun emosinya mereda setelah Bintang mengeluarkan kata-kata yang membuatnya langsung berbunga-bunga dan melayang ke atas awan. "Walaupun anda tua tapi ketika saya pertama kali melihat anda, anda begitu tampan." ujar Bintang untuk meredakan suasana yang sedang memanas.


"Ahhh, kau bisa saja, aku memang tampan dari lahir."


"Kumat lagi penyakit narsisnya." Gumam Bintang dalam hati.


"Kakak ipar, kenapa kau malah memujinya sih, lihatlah wajah menyebalkan Kak Leo." kesal Maya. Padahal dia tadi sudah puas melihat kekalahan Leo tapi sekarang malah Bintang yang mengangkat pria itu ke atas awan.


"Weekkk." Leo menjulurkan lidahnya mengejek Maya. "Kau kira kekasihku tak akan membelaku?"


Maya kali ini tak bisa melawan lagi, yang bisa dia lakukan hanya diam dan mengalah.


"Ngomong-ngomong kayaknya aku tidak pantas deh memanggil Kakak ipar dengan sebutan Kakak ipar, soalnya aku jauh lebih tua dari mu." ujar Maya.


"Memang dari awal saya bukan Kakak ipar anda Nona Maya, baru sadar dia, kenapa juga harus memanggil ku Kakak ipar. Keluarga ini sedikit aneh."


"Panggil saja saya Bintang Nona," jawab Bintang, dia juga merasa aneh di panggil Kakak ipar.


"Baiklah aku akan memanggilmu Bintang mulai sekarang. Bintang hari ini kita jalan-jalan yuk ke Mall,"


"Tidak boleh, dia harus tetap di sini." Seloroh Leo dengan cepat.


"Emangnya kenapa? lihatlah pakaian Bintang, bahkan dia tidak memakai perhiasan apapun. Kakak pasti tidak pernah ngajak dia shopping ya, pacar macam apa yang tidak memfasilitasi kekasihnya. Dasar pacar kaya pelit, kalau kakak tidak mampu membelikan biar aku yang akan membelikannya untuk Bintang."


"Anda memang benar Nona Maya, dia begitu pelit, ternyata bukan hanya aku saja yang menyadarinya." Gumam Bintang dalam hati.


Deg.


Leo baru sadar kalau dia tidak pernah membelikan barang apapun untuk Bintang.


Dia tidak sadar karena dia menerima Bintang apa adanya, dia menyukai Bintang yang sederhana. Bintang selalu bersinar di matanya Leo walaupun dengan penampilan sederhana. "Pantas saja Kemarin Hani berani menghina Bintang, ini semua salahku, Leo kenapa kau begitu bodoh, kau telah mempermalukan Bintang di hadapan orang lain."


"Ayo Bintang, kita jalan sekarang, kamu sudah selesai sarapan, Kan?"


"Tapi Nona, Tuan Leo melarang saya."


"Kenapa harus memperdulikan dia, kau ini pacarnya bukan tahanan penjara."


"Iya juga ya, kenapa hatiku berkata untuk menghormati keputusan Tuan Leo padahal dia bukan siapa-siapa ku, aku harusnya bebas ingin melakukan apa saja." Entah kenapa Bintang merasa Leo adalah bagian dari kehidupannya, mungkinkah Bintang perlahan sudah mulai menerima Leo masuk ke dalam kehidupannya.

__ADS_1


Setelah beberapa saat diam Leo akhirnya tersadar dari lamunannya. "Enak saja kau bilang aku pelit ya, aku cuma lupa saja karena Bintang sakit, dia baru saja sembuh makanya aku tidak bisa membiarkan dia pergi keluar, itu akan membuat dia kecapean."


"Bintang sempat sakit?" kaget Maya.


"Iya, saya baru keluar dari rumah sakit 2 hari yang lalu." jawab Bintang.


"Tapi sekarang sudah baik-baik saja, Kan?"


"Saya baik Nona."


"Kalau begitu kami boleh keluar, Kan Kak? Bintang sudah baik-baik saja." Maya sangat berharap mempunyai teman untuk di ajak shopping, dari kemarin dia sangat berharap bisa keluar bersama Bintang sekalian untuk mempercantik gadis itu. Bintang akan menjadi bagian dari keluarga Hugo jadi Bintang harus terlihat sempurna.


"Bintang, kamu mau keluar dengan Maya?" Leo balik bertanya ke Bintang, jika Bintang keberatan tentu dia akan keberatan juga.


"Jika anda mengijinkan, saya akan pergi." jawab Bintang membalikkan keputusan kembali ke Leo.


"Baiklah kau bisa pergi bersama Maya, ini kartu untuk mu, kau bisa beli apapun yang kau mau," ujar Leo menyerahkan sebuah card berwarna hitam untuk Bintang.


"Tidak usah Tuan, saya tidak suka berbelanja, saya hanya akan mengantar Nona Maya." Bintang enggan untuk menerima kartu kredit yang di serahkan oleh Leo. Dia merasa tidak pantas menerimanya karena bukan keharusan untuk Leo membiayainya.


Mendapatkan penolakan dari sang kekasih, Leo langsung menarik tangan Bintang lalu meletakkan card itu di telapak tangan Bintang. "Kau harus menggunakannya, tidak ada penolakan." kekeh Leo.


"Hmmm, aku bukan orang pelit ya kau tuduhkan." jawab Leo.


"Ayo Bintang, kita berangkat sekarang." Maya menarik tangan mungil Bintang untuk bangun.


"Ingat! jaga Bintang dengan baik, awas saja sampai dia lecet sedikit saja, aku tidak akan mengampuni mu," ancam Leo memberikan peringat ke adiknya itu.


"Siap Kak, kau tenang saja, Byeee Kak."


"Saya pergi dulu Tuan." pamit Bintang.


"Iya, jaga dirimu dengan baik."


*


Setelah sampai di Mall Maya langsung mengajak Bintang ke toko perhiasan, itulah toko yang pertama mereka langsung kunjungi.


"Selamat datang Nona Maya, ada yang bisa saya bantu?" tanya salah satu penjaga toko.

__ADS_1


"Aku ingin perhiasan dengan desain keluarga terbaru musim ini." ujar Maya yang seperti sudah sangat mengerti dengan masalah perhiasan.


"Baik Nona, mari saya tunjukkan." Penjaga toko itu memberikan pelayanan khusus ke Maya dan Bintang karena Maya adalah pelanggan tetap mereka.


Perlahan penjaga toko itu menunjukkan beberapa perhiasan yang sangat cantik dan berkilau.


"Dari kelihatannya, ini pasti mahal sekali," gumam Bintang dalam hati, dia saja yang tak pernah membeli perhiasan mahal tahu kalau itu pasti tidak murah.


Terlihat Maya sibuk melihat-lihat perhiasan yang di tunjukkan oleh sang penjaga toko, sang penjaga toko juga senantiasa menjelaskan produk mereka. Bintang yang tidak mengerti hanya diam dan melihat.


"Bintang, ayo sini, pilih semua perhiasan yang kamu suka."


"Nona, anda saja yang memilihkan, saya tidak mengerti, menurut saya semua cantik."


"Kalau gitu kamu coba gunakan kalung ini. Sepertinya cocok untuk mu." Maya mengalungkan ke leher Bintang. "Wah, cantik sekali, kau sangat cocok menggunakannya."


"Iya benar sangat cantik." ujar Bintang yang melihat dirinya di cermin. "Harganya berapa mbak?" tanya Bintang, dia tak mau berbelanja berlebihan karena itu adalah uang Leo.


"200 juta Nona."


"200 juta!" pekik Bintang yang ternganga dengan harga kalung itu.


"Apa saya nggak salah dengar mbak?"


"Harganya memang segitu Bintang, ini termasuk murah." Sahut Maya.


"Apa tadi dia bilang? Murah? 200 juta murah, orang kaya mah beda ya. Sedangkan aku hampir jantungan mendengarnya dan dia dengan santai bilang itu murah."


"Kalau gitu saya nggak jadi deh Mbak. Mahal banget." Bintang ingin melepaskan kalung itu dari lehernya tapi langsung di hentikan oleh Maya.


"Jangan Bintang, ini sangat cocok untuk mu."


"Tapi saya tidak punya uang sebanyak itu Nona."


"Kakak ku sudah memberikan Card itu untuk mu, jadi gunakan lah."


"Tapi ini bukan milik saya Nona, harga kalung ini terlalu mahal, nanti Tuan Leo marah." Bintang takut menggunakan uang Leo secara sembarangan, dulu saja ganti rugi 100 juta harus dia tebus dengan pacaran kontrak 3 bulan, apalagi sekarang 200 juta pastilah hukumannya akan di tambah oleh Leo.


Happy Reading guys ♥️😘😘🥰

__ADS_1


I LOVE YOU 3000🥰😘♥️😘😘


__ADS_2