Bintang Kecil Ku

Bintang Kecil Ku
Menikah?


__ADS_3

"Kenapa berdiri di sana? Ayo duduk di samping ku." ujar Maya menarik tangan Bintang untuk ikut duduk. Dengan sekali tarikan tubuh mungil Bintang langsung terduduk disana.


Dengan terpaksa Bintang duduk di samping Maya. Padahal dia sudah merasa tidak enak. Dia minder duduk bersama orang berkelas seperti Maya. Adik seorang yang kaya raya. "Kurang ajar sekali diriku karena berani duduk di samping wanita berkelas seperti Nona Maya. Tapi apa boleh buat dia yang menyuruh, Kan? jadi bukan aku yang besar kepala, Kan?"


Setelah Bintang berhadapan dengannya. Disanalah Maya baru bisa melihat wajah calon kakak iparnya dengan jelas. Dia menyoroti penampilan Bintang yang sangat sederhana. Tapi fokusnya langsung teralihkan oleh tanda merah yang ada di leher Bintang. "Wahhh, Kakak ku ganas sekali mainnya, nggak kasian apa sama tubuh kecil mungil Kakak ipar. Dasar pria mesum. Nanti kalau calon kakak ipar ku kesakitan bagaimana?"


Tersadar wanita di depannya menyoroti lehernya Bintang langsung tersipu malu, wajah gadis itu memerah. "Nona ini tidak seperti yang anda pikirkan, saya tidak melakukan itu dengan Tuan Leo." ujar Bintang menjelaskan dengan gugup. Walaupun tidak di tanya oleh Maya.


Dengan wajah cemas Bintang menyentuh lehernya yang disana sudah banyak tanda merah yang tercetak.


"Malu sekali aku. Setelah Assisten Erik, sekarang adik dari Tuan Leo. Mau dimana di taruh muka ku ini. Ingin sekali aku menghilang dari sini sekarang juga. Aku rela menghilang kemana saja. Sungguh aku ikhlas. Siapa saja tolong tarik aku dari kondisi seperti ini. Akhhh aku malu." Rasanya Bintang ingin mengubur dirinya hidup-hidup di bawah tanah.


Perlahan Tangan Maya menarik pelan tangan Bintang lalu menggenggam nya dengan erat. "Kakak ipar tak perlu khawatir. Aku tidak perduli dengan hal seperti itu. Waktu aku masih lajang, aku juga sedikit nakal." ujar Maya tersenyum malu. Dia sungguh malu dengan masa mudanya yang terkena pergaulan bebas. Terlahir di keluarga kaya membuat dia bisa melakukan apapun. Tapi setelah dia menemukan cinta sejatinya. Dia berubah menjadi lebih baik.


"Dia sangat baik. Tidak memandang rendah diriku. Dia juga sangat ramah dan sopan walaupun kastanya jauh di atas diriku. Lihatlah penampilan kami sangat jomplang sekali. Nona Maya terlihat sangat berkelas dengan pakaian bermerek dan perhiasan mahal yang melekat di tubuhnya. Sedangkan aku sangat sederhana tanpa barang malah yang melekat di tubuhku." Bintang memandang takjub ke Maya. Dia mulai mengangumi wanita cantik bak model yang ada di depannya.


Maya menjentikkan jarinya. "Kenapa bengong? ngomong-ngomong berapa lama kalian berpacaran? aku sangat penasaran." Tanya Maya terlihat antusias.


"Baru 2 Minggu." Jawab Bintang ragu. Dia saja bingung sedang menjalani hubungan seperti apa dengan Leo. Pacar kontrak hanya kata itu yang bisa mendeskripsikan hubungan mereka. Namun Bintang juga heran kenapa Leo memperlakukan nya seperti pacar sungguhan. Dan itu terkadang membuatnya berbunga-bunga dengan dada yang berdebar hebat.


"Wahh, hubungan kalian masih seumur jagung ya. Tapi aku sangat berharap kalian segera menikah. Mama ku sangat menginginkan seorang cucu dari putranya. Saat Mama tahu Kakak ku memiliki pacar, dia sangat senang. Mama sangat menunggu kedatangan Kakak ipar untuk berkunjung ke Mansion keluarga kami." Ujar Maya menatap Bintang dengan serius.


Seketika mata Bintang membulat karena terkaget dengan ucapan Maya yang membahas pernikahan. "Apa semua ini? Menikah? seorang cucu? sejak kapan ada perjanjian pernikahan. Aku kan hanya pacar kontrak Tuan Leo. Kenapa keluarga Tuan Leo menaruh harapan kepada ku. Kenapa Tuan Leo membawa hubungan tidak jelas ini ke keluarga nya. Bagaimana ini. Aku tidak mau menikah paksa." Raut Wajah Bintang berubah menjadi panik.

__ADS_1


Sudah terjadi kesalahan pahaman disini itulah yang ada di pikiran Bintang. Jadi dia harus meluruskan segala nya sebelum semakin fatal.


"Maaf Nona Maya, bukanya saya meruntuhkan harapan keluarga anda tapi hubungan saya dan Tuan Leo tidak sejauh itu. Tolong jangan panggil saya kakak ipar karena kami tidak akan menikah karena saya hanya pacar kontrak Tuan Leo dan hanya berlangsung selama 3 bulan." Wajah gadis itu terlihat sangat merasa menyesal harus mengatakan fakta itu.


Bintang tak mau menyembunyikan apapun. Dia tak mau mengecewakan siapapun karena hubungan nya dengan Leo memang tidak ada masa depannya. Perjanjian pacaran kontrak itu di buat hanya untuk pelunasan hutang dan hanya berlangsung selama 3 bulan. Setelah itu mereka bukan siapa-siapa lagi.


"Hehehe. Wajah bersalah Kakak ipar sangat menggemaskan. Apalagi tadi saat dia terkejut dan panik , itu sangat lucu. Aku sangat menyukaimu Kakak ipar. Kau sangat jujur sekali. Pasti dia mengira aku tak tahu apapun. Aku tahu segalanya Kakak ipar. Bahkan kami tahu segala masa lalu mu. Aku juga sangat marah besar dengan pria laknat yang membuat mu menderita. Akan ku jadikan sambal jika orang itu ketemu."


Keluarga Hugo sangat terbuka, tidak memandang seseorang dari masa lalunya. Apalagi Bintang adalah korban. Mereka sadar putra meraka juga tidak sempurna. Yang terpenting kedepannya mau berubah menjadi lebih baik. Masa lalu tak bisa di ulang tapi masa depan bisa di persiapkan.


Maya semakin mengeratkan genggaman nya ke tangan Bintang. Dia menatap dalam gadis itu. Ada harapan besar disana. "Kakak ipar aku tidak peduli apapun hubungan antara kakak ipar dan Kak Leo. Kalian sudah menjalin hubungan jadi kami menaruh harapan disana. Cinta bisa tumbuh seiring waktu, Kan?"


"Tapi saya tidak bisa berjanji apapun Nona karena saya menganggap hubungan ini hanya sebagai hubungan formalitas pelunasan hutang." jawab Bintang yang tak mau memberi harapan ke keluarga kaya raya itu.


Kring.


Handphone Maya berbunyi. Tangan Maya terulur mengambil benda pipih yang ada di tasnya.


Maya tersenyum. "Baru di tinggal sebentar udah telepon." gumam Maya mendapatkan panggilan dari suaminya.


"Halo sayang."


"Halo sayang. Kamu dimana? Tolong cari aku di kantor. Aku rindu." Terdengar suara rengekan pria dari sambungan telepon.

__ADS_1


"Iya. sebentar lagi aku kesana. Byee, see you."


"See you sayang."


Tuttt. Panggil terputus.


"Bintang maaf ya, aku nggak bisa berbincang lebih lama. Biasa Suami ku merengek terus minta aku datang menemui nya. Tapi aku janji besok akan kemari lagi agar kita bisa mengenal lebih baik." Maya sebenarnya ingin bertukar cerita lebih lama tapi dia tak mungkin mengabaikan suaminya. Apalagi mereka tergolong pengganti baru.


"Hmm. Anda sudah menikah Nona?" Bintang tak menyangka adik Leo ternyata sudah berkeluarga.


"Iya aku sudah menikah, kami adalah pasangan baru. Aku baru saja datang dari honeymoon 1 Minggu yang lalu."


"Wahh selamat. Semoga anda bisa cepat memiliki dedek bayi."


"Makasih atas doanya. Kalau begitu aku pamit dulu ya. Suami ku nanti ngambek kalau menunggu lama."


Maya berdiri lalu melambaikan tangan ke Bintang. "Byee, sampai berjumpa besok."


"Byee." Dengan kaku Bintang membalas lambaian tangan Maya.


Happy Reading ♥️♥️♥️😘


I LOVE YOU 3000😘♥️🥰♥️♥️

__ADS_1


__ADS_2