Bintang Kecil Ku

Bintang Kecil Ku
Mama


__ADS_3

"Dia nggak akan marah, kamu kan dengar sendiri kalau Kakak ku menyuruh mu untuk membeli apapun yang kamu mau, gunakan kesempatan ini dengan baik."


Bintang mengangguk pelan. "Benar juga ya," ujar Bintang.


"Tapi nggak sebanyak itu juga Nona." Bintang kembali tersadar dengan nominal uang 200 juta tersebut. Dengan uang segitu mungkin Bintang sudah bisa membeli rumah.


"Tak usah khawatir, sebagai pacar tugasmu adalah menghabiskan uangnya, biarkan dia yang bekerja. Mengerti!" Setelah mengatakan itu Maya kembali memilih-milih perhiasan yang dia sukai tanpa beban sama sekali. Dia seperti tidak peduli dengan uang kakaknya yang di habiskan oleh sang kekasih, bagi Maya sudah kewajiban Leo untuk melakukan itu. Apalagi Bintang akan menjadi istri dari kakaknya. Walaupun masih harapan namun Maya yakin kakaknya akan berhasil meluluhkan hati Bintang.


"Biasanya orang lain pasti marah jika uang kakaknya di habiskan, Nona Maya malah menyuruhku mengabiskan uang Kakaknya. Aneh. kalau ada yang melihat pastilah aku di sangka cewek matre."


"Bintang menurut mu yang mana yang lebih cantik yang ini apa yang itu?" tanya Maya ke Bintang menunjuk perhiasan yang di penuhi oleh berlian itu.


"Dua-duanya bagus Nona." Ujar Bintang tersenyum kaku.


"Kau benar, dua-duanya bagus, aku beli keduanya deh."


" Buset. beli barang kayak beli permen, asal comot aja, bingung pilih yang mana tinggal beli dua-duanya. Sultan mah bebas seperti kata orang-orang."


Setelah selesai shopping perhiasan, Bintang pikir mereka akan pulang karena mereka sudah menghabiskan banyak uang, namun Maya kembali menarik dirinya untuk memasuki toko pakaian bermerek.


"Nona, tadi kita sudah belanja banyak, untuk apa kesini lagi." bisik Bintang yang melihat Maya dengan asiknya sedang memilih-milih pakaian.


"Tadi kan baru permulaan, bukan shopping namanya kalau sebentar. Kita harus menikmati kebahagiaan sementara ini." ujar Maya sambil sibuk memilih tanpa menghiraukan keluhan Bintang, ini adalah kegiatan yang sering dia lakukan dan menurutnya sangat menyenangkan. Ya begitulah surganya seorang perempuan adalah pusat perbelanjaan.


Kalau sudah Maya menginginkan itu bagaimana Bintang bisa menolak , lagipula Maya membelanjakan uangnya sendiri. Siapa dia yang bisa melarang Maya si anak orang kaya. Bintang hanya bisa mengikuti Maya yang gila belanja.


"Bintang, kamu pilihlah pakaian yang kamu suka, aku mau mencoba baju dulu ya," ujar Maya yang sudah menenteng beberapa pakaian yang sudah dia pilih tadi.

__ADS_1


"Iya, Nona."


Di tinggal oleh Maya ke ruang ganti membuat Bintang bosan, dia mencoba untuk melihat-lihat sepatu di bagian sisi lain. Hanya melihat-lihat bukan membeli karena Bintang selalu terkejut setelah melihat harga dari barang-barang di toko ini.


"Ini sangat cantik." Gumam Bintang, dia mencoba mengambil sepatu berwarna putih yang menarik perhatiannya dari tadi. Bintang mencoba mengenakannya. "Wahh, sangat pas di kaki ku, bagus sekali, harganya berapa ya?" Ia mencoba melihat harga di tag yang bergantung di sepatu.


Mata Bintang terbelalak saat melihat harga dari sepatu yang sangat pas untuk dirinya itu. "Wadidau, 20 juta. Sudah bisa beli motor dengan uang segitu. Kenapa disini nggak ada yang murah sih. Padahal sangat pas di kaki ku, seperti sudah berjodoh dengan kaki ku ini."


Saat tahu harga dari sepatu itu. Bintang langsung melepas dengan hati-hati lalu menaruh ke tempat semula dengan perhatian yang luar biasa bak barang pecah belah karena dia diingatkan oleh nominal 20 juta.


"Padahal aku menyukaimu, tapi maaf harga mu terlalu mahal. Aku tak sanggup membeli" Dia sadar dengan dirinya yang tak punya uang namun Bintang terlihat tak rela melepas sepatu itu.


Namun Bintang harus pergi untuk mencari Maya yang tak muncul setelah cukup lama pergi untuk mencoba baju.


Perlahan Bintang membalik tubuhnya ingin meninggalkan tempat itu namun dia tak sengaja menabrak seseorang yang tiba-tiba sudah ada di sampingnya, "Auchhhh," pekik Bintang dan orang itu bersamaan.


"Maaf Nyonya," ujar Bintang merasa bersalah, dia langsung sigap memungut barang sang wanita paruh baya walaupun belum sempat melihat wajah orang yang dia tabrak.


"Tak masalah Nona." jawab orang itu dengan suara halus tanpa kemarahan.


Deg.


Bintang tertegun mendengar suara yang tak asing baginya. "Apa aku tak salah dengar? Suara ini adalah suara Mama," gumam Bintang dalam hati. Walaupun sudah belasan tahun berpisah namun ia masih ingat jelas bagaimana suara sang Mama yang dengan tega telah meninggalkannya dan sang Papa 16 tahun lalu.


Dengan tubuh yang bergetar dan hati yang gelisah. Bintang perlahan mendongak memastikan orang yang tak sengaja dia tabrak itu.


Jderr.

__ADS_1


Seakan tak percaya, Bintang membeku saat melihat orang yang dia tabrak tadi. "Mama." Satu kata itu yang muncul di pikiran Bintang.


Perkiraan nya tadi sangat tepat tanpa meleset sedikit pun, itu benar suara sang Mama yang selama ini dia tunggu kedatangannya untuk menjemputnya seperti janji sang Mama dahulu.


Sesaat dunia seakan berhenti, dia ingin mengelak namun dia tak mungkin salah mengira, dia masih ingat betul setiap detail bagaimana wajah Mamanya, hanya saja wanita paruh baya itu terlihat lebih tua dengan penampilan yang elegan dan berkelas.


"Nona anda kenapa?" Wanita yang di sebut Mama oleh Bintang itu sedikit membungkuk lalu mengibaskan tangan di depan wajah Bintang untuk menyadarkan gadis belia yang tengah terdiam membeku menatap dirinya dengan nanar.


"Ada apa dengannya? kenapa anak gadis ini terlihat kaget saat melihat ku? apa ada yang salah dengan wajah ku." ujar sang wanita paruh baya yang melihat Bintang tak merespon dirinya.


"Nona!" Wanita paruh baya itu sedikit mengguncang tubuh Bintang.


"Ahhh, maaf Nyonya," ujar Bintang dengan gugup lalu dia dengan cepat langsung bangun. Dia perlahan menyerahkan barang-barang yang tadi sempat jatuh ke wanita paruh baya itu. "Maaf Nyonya, saya tadi tidak sengaja," berusaha keras Bintang untuk bersikap biasa saja walaupun dia ingin sekali memeluk Mamanya yang telah lama menghilang entah kemana, namun dia sadar saat ini Mamanya tak mengenali dirinya.


"Tak masalah, saya juga yang salah." jawab wanita paruh baya itu.


"Mama Rahma, kemana saja sih?" ujar seorang wanita cantik menghampiri Bintang dan Rahma.


"Kau!" Kaget Hani yang melihat Bintang ada di depannya sedang berbincang dengan sang ibu sambung.


Bintang sedikit tertegun karena mantan kekasih Leo memanggil sang Mama dengan sebutan Mama. "Apa hubungan Nona Hani dan Mama? " gumam Bintang dalam hati.


"Kamu mengenalnya sayang?" tanya Rahma ke anak sambungan.


"Hanya mengenal saja Ma, ayo kita pergi Ma, aku sudah mendapatkan barang yang aku mau," ujar Hani yang terlihat terburu-buru, dia takut terlibat dengan Bintang lagi karena jika Leo tahu itu hancurlah hidup Hani kedepannya. Mengingat ancaman Leo saja sudah membuat bulu kuduknya berdiri.


Happy reading guys 😘♥️🥰♥️

__ADS_1


I LOVE YOU 3000♥️😘🥰♥️♥️


__ADS_2