Bintang Kecil Ku

Bintang Kecil Ku
Kakak ipar?


__ADS_3

Sambil menikmati buah kesukaan nya, Bintang sedang melakukan panggilan telepon dengan seseorang.


"Kenapa kamu bisa menghubungi ku, bukanya ini belum jam istirahat?" Tanya Bintang ke seseorang yang dia ajak berbincang melalui panggilan telepon.


Sambil menunggu jawaban dari lawan bicaranya. Perlahan garpu itu tertancap ke buah kesukaan Bintang lalu masuk begitu saja ke mulut gadis itu.


"Buk Sandara lagi nggak ada di sini, dia lagi meeting jadi aku bebas karena costumer lagi sepi." Jawab gadis cempreng yang tak lain adalah Nadia. Sahabat sejati seorang Bintang.


"Wahh, beruntung sekali. kalau aku kerja pasti kita bisa ngerujak hahahhah."


"Kau benar. Aku merasa kesepian nggak ada dirimu. Kapan sih kau mulai kerja? Aku rindu." Rengek Nadia dari sambungan telepon.


"Aku juga sangat rindu tapi lagi seminggu baru aku mulai kerja karena Tuan Leo memintakan cuti selama seminggu untuk ku ke bos kita secara langsung."


"Apa? bos kita? bahkan kita belum pernah melihat Pak bos. Hebat sekali Tuan Leo tau segalanya tentang mu. Dia mencari tahu siapa bos kita. Bahkan waktu itu aku terkejut Assisten Tuan Leo yang namanya Erik itu tahu rumah ku."


"Ya seperti itu lah hidupku setelah menjadi pacar kontrak nya. Dia tahu segalanya tentang ku. Bahkan jika aku kabur dia pasti bisa menemukanmu." Bintang juga heran Bisa-bisanya Leo tahu bos tempat dia bekerja. Bahkan Bintang saja tidak tahu bos dari cafe tempat dimana dia bekerja. Dia hanya tahu kalau bos nya adalah seorang pria. Dia pun tahunya juga dari buk Candra.


"Enak sekali punya pacar kayak Tuan Leo. cuti ya tinggal cuti nggak perlu banyak basa-basi. Aku pengen deh punya pacar kaya raya yang kelompok pertemanan nya orang konglomerat semua. Pasti menyenangkan bisa shopping setiap hari, makan di Restaurant mewah, punya apartemen Mewah. Tanpa perlu memikirkan apapun ya tinggal beli." Nadia sekarang mulai menghayal lagi dan Bintang hanya bisa menghela napas saat mendengar celotehan Nadia.


"Tidak seenak itu jadi pacar orang kaya. Emang sih di beri semua pasilitas mewah tapi kau juga akan di siksa sampai lehermu membiru semua."


Nadia terlalu memuja orang kaya. Bintang jadi teringat kejadian kemarin malam dan tadi pagi.


"Apa? Disiksa? jadi tuan Leo sering mencekik dirimu? sampai lehermu bisa membiru." teriak Nadia terperangah. Dia tidak menyangka sahabat nya di siksa selama ini. Pantas saja Bintang sampai sakit waktu itu.


Bintang menepuk kepalanya. "Huhh. Aku lupa teman ku ini masih polos."


"Bintang kenapa kau diam? jangan membuat ku khawatir. Segara pergi dari tempat itu. Aku nggak mau kejadian seperti dulu terulang lagi. Aku tidak menyangka Tuan Leo sama saja seperti mantan mu yang brengsek itu." Terdengar suara marah Nadia dari panggilan telepon.

__ADS_1


"Tenang Nadia. Tuan Leo tidak jahat seperti mantanku yang brengsek itu. Leher ku membiru bukan karena di cekik?"


"Terus karena apa? katanya kau di siksa."


"Maksudku bukan disiksa seperti yang kau pikirkan tapi dalam konteks dewasa." Bintang berusaha menjelaskan kepada sahabatnya yang masih suci dan polos. Pikiran sabahatnya yang bernama Nadia itu masih bersih.


"Konteks dewasa? Maksudnya? Aku tidak mengerti maksudmu. Kalau ngasi tahu ya terus terang aja, ngomong nya jangan pakai teka teki kayak gitu." Gerutu Nadia yang tak paham maksud sahabat nya.


"Intinya aku tidak pernah disiksa oleh Tuan Leo. Lupakan saja yang tadi aku bilang. Aku tadi cuma salah bicara saja."


"Kamu gimana sih tadi katanya di siksa sekarang enggak. Kamu pasti di ancam ya sama Tuan Leo? supaya nggak ngomong sama siapa-siapa. Jangan takut Bintang. Kamu jujur saja sama aku. Aku akan melindungi mu." Nadia yang terlanjur salah paham malah tidak mempercayai ucapan Bintang dan menyimpulkan bahwa Leo adalah pria yang jahat.


"Mulut ku ini kenapa sih suka sekali keceplosan, temanku yang polos ini sudah terlanjur salah paham. Pengertian apa yang harus aku berikan kepadanya." Bintang menghela napas dengan kasar. "Aku tidak di ancam oleh siapapun. kamu tenang saja. Aku bisa menjaga diri ku dengan ba_"


Ding dong.


Alis Bintang menyerinyit. "Siapa yang datang? Apa Tuan Erik? tapi perasaan ini belum waktunya makan siang deh."


"Nadia, aku tutup dulu ya telepon nya, sepertinya ada yang datang." Ujar Bintang.


"Tapi Bin_"


Tuttt.


Tanpa menunggu ucapan Nadia selesai Bintang langsung memutus panggilan itu.


Dengan raut wajah bingung perlahan Bintang bangun dari kursinya. "Siapa ya? Apa mungkin Tuan Leo yang pulang, tapi kenapa datang lebih awal. Apa mungkin mengambil barang yang tertinggal." Sambil berjalan menuju pintu Bintang bergumam seorang diri.


Ceklek.

__ADS_1


Pintu perlahan di buka oleh Bintang.


Namun setelah membuka pintu dia terperanjat karena seorang wanita berparas cantik dengan tubuh tinggi semampai bak seorang model langsung memeluk dirinya tanpa aba-aba.


"Halo kakak ipar, senang sekali aku bisa bertemu dengan mu." ujar wanita yang tidak Bintang kenal itu. Ini pertama kalinya Bintang melihat wanita cantik ini.


Tak ada jawaban dari Bintang. Dia masih terpaku karena di peluk oleh orang yang tidak di kenal secara tiba-tiba dan memanggil nya dengan sebutan kakak ipar. "Siapa wanita cantik ini? Kenapa dia memanggil ku kakak ipar, sejak kapan aku menikah."


Wanita itu melepaskan pelukannya dari Bintang karena tersadar orang yang dia sebut kakak ipar tidak membalas pelukannya.


"Kamu pasti bingung ya? Perkenalkan aku Maya. Adik dari Leo." Maya menjulurkan tangannya memperkenalkan diri.


"Ohhh, jadi dia adiknya Tuan Leo. Pantas saja sangat cantik dan tinggi sekali. Aku seperti anak TK di hadapannya."


"Salam kenal Nona. Nama saya Bintang." Dengan tersenyum kaku Bintang menjabat uluran tangan Maya secara senang hati.


"Ayo masuk Nona Maya." Dengan hormat Bintang mempersilakan Maya masuk. Dia harus memperlakukan adik pacar kontrak nya itu dengan baik. Kalau tidak bisa kena marah dia.


"Tidak perlu formal seperti itu. Panggil saja aku Maya." Setelah mengatakan itu Maya masuk mendahului Bintang.


Bintang hanya bisa mengekor di belakang wanita itu dengan banyak pertanyaan di pikirannya. "Apa yang harus aku lakukan untuk menyambut Nona ini. Tuan Leo tak ada disini, aku jadi bingung. aku takut salah bersikap."


Dengan santai Maya menghempaskan tubuhnya di sofa tapi seketika dia tersadar karena calon Kakak iparnya itu hanya berdiri dengan sopan dihadapan nya.


Senyuman melengkung di wajah Maya. "Kakak ipar ku ini sangat lucu. Aku jadi gemas dengan nya. Nggak salah kakak ku takluk olehnya. Playboy akhirnya di taklukkan oleh gadis manis yang sederhana."


Happy Reading ♥️♥️♥️😘🥰


I LOVE YOU 3000,♥️🥰😘♥️🥰

__ADS_1


__ADS_2