
Crriiiiing. Pesan masuk di ponsel Lily.
Yudhistira: Selamat malam, Lily.
Lily: Selamat malam, Yudhistira
Yudhistira: Besok pagi aku mau ajak kamu lari pagi di gelanggang olahraga. Apakah bersedia?
Lily: Boleh. kebetulan aku sudah lama tidak olahraga
Yudhistira: Kalau berkenan, aku jemput kamu ya.
Lily: Asalkan tidak merepotkan, boleh
Yudhistira: Kamu share location ke aku ya
Lily: Baiklah. Tunggu sebentar, aku kirim ya
Lily shared her location
Yudhistira: Terimakasih, Bunga Lily. Sampai jumpa besok ya(emot senyum).
Lily: Sama-sama, Yudhistira (emot senyum)
Lily tersenyum. Kenapa hatinya seperti berbunga-bunga. Perasaan seperti ini baru ia rasakan.
Aah pasti ada yang salah dengan dirinya.
Dulu sewaktu Rakha mendekatinya dan menyatakan perasaannya kepada Lily. Lily tidak merasa seperti ini.
Tapi,Yudhistira kan bukan menyatakan perasaannya. Dia hanya mengajak Lily berolahraga besok pagi di gelanggang olahraga. Kenapa dirinya jadi kege-eran begini.
Lily menepuk-nepuk pipinya. Sadarlah Lily. Jangan ber-ekspektasi terlalu tinggi.
Lihatlah bagaimana dan seperti apa Yudhistira. Sangat sempurna. Fisik tinggi gagah, wajah tampan berwibawa dan sepasang mata dengan bola mata silver. Sedangkan Lily, tinggi badan 163cm, berat badan 48kg. tidak seksi pun. Ly merasa dirinya sangat biasa untuk laki-laki sepwrti Yudhistira.
Tiba-tiba Lily teringat masa-masa dulu saat Rakha berusaha mendapatkan hatinya. Sangat perhatian, sangat manis, sangat baik. Tapi lama kelamaan, Rakha tidak semanis dahulu di awal.
Sebaiknya Lily tetap harus menjaga batas perasaannya. Yudhistira mungkin hanya ingin sekedar kenal sebagai teman biasa. Lagipula, Lily pasti bukanlah tipe wanita idaman laki-laki seperti Yudhistira.
***
"Aku sudah di depan rumah kos-mu" Suara Yudhistira di telepon.
"Baik, aku meluncur yaa" uupss Lily keceplosan. Bagaimana bisa dia bicara seakrab itu.
Kemudian Lily mengirimkan chat kepada kak Angga. "Lily pergi ya, Kak" Lalu mengirimkan berbagi lokasi terkini dalam waktu 8 jam. Supaya Kak Angga bisa memantau keberadaan Lily dalam 8 jam ke depan.
Semalam Lily info ke kak Angga bahwa pagi ini Yudhistira mengajaknya pergi. Ka Angga mengijinkan. Karena menurut Kak Angga, Yudhistira laki-laki yang baik. Kak Angga sudah menyelidikinya.
Walau begitu Lily merasa lebih baik jika share lokasi terkini kepada kak Angga.
Aah beruntungnya punya kakak seperti kak Angga, yang selalu berusaha menjaga adiknya walau jarak berjauhan.
"Hati-hati ya, Ly" balas kak Angga.
Yudhistira berdiri di depan pintu mobil. Lily pikir dia akan tetap duduk di dalam mobil tanpa turun.
Dibukakannya pintu mobil untuk Lily. Aaah kenapa pria ini sangat membuatku jadi terasa ringan, tubuhnya serasa akan melayang ke udara.Lily membatin.
"Aku kira kamu tadi beneran meluncur pakai perosotan dari lantai atas"Kata Yudhistira membuat Lily malu. Perasaan melayang tadi seketika hilang. Yang tersisa hanya rona merah jambu di pipi Lily.
__ADS_1
"Kamu bisa saja" gumam Lily
"Maaf ya kemarin aku tidak sempat ketemu kamu lagi. Meeting baru selesai dua jam kemudian"
"Tidak apa-apa. Kemarin Kak Angga juga harus segera pulang ke Bandung lagi"
"Kamu pemilik kafe Blume?" tanya Lily
"Mamaku pemiliknya. Saat ini Mama sudah tidak bisa lagi sepenuhnya mengurus kafe, Karena usianya sudah lanjut. Dan sekarang sudah menetap di Bandung. Jadi aku sekarang yang handle"
"Yaa walaupun jadi harus mondar mandir Jakarta Bandung. Karena ada kafe juga di Bandung" Jawab Yudhistira.
"oh ya? di daerah mana?" tanya Lily
"di Dago atas dan Sukajadi" jawab Yudhistira.
"Pantas saja, kamu kirimi aku banyak sekali croissant keju kismis waktu itu" Ucap Lily.
"Kamu suka, kan?" tanya Yudhistira
"suka sekali. Terimakasih ya" jawab Lily
"Oh iya aku minta maaf ya. Waktu itu save nomor kamu. aku lihat nomormu ketika kamu menelepon ke nomor ponselmu yang hilang itu. Aku catat nomormu"
"Maaf baru katakan sekarang" kata Yudhistira.
"Tidak apa-apa. Aku sudah mengira seperti itu, koq" jawab Lily.
"Kamu sendiri kerja di gedung apa?"tanya Yudhistira.
"Gedung Raja Bumi, persis sebelah kafe Blume" jawab Lily.
"pantas saja kamu menjadi langganan kafe Blume. Tinggal lompat ternyata"Yudhistira tertawa halus.
"Rupanya kamu pelanggan setia kafe Blume ya" Ucap Yudhistira.
Hhmmmh dia sampai menanyakan tentang aku ke para pegawainya di kafe, pekik Lily dalam hati.
Sepanjang perjalanan mereka membahas hal apa saja yang mereka lihat atau mereka dengar di radio mobil.
***
Gelanggang olahraga di hari Sabtu dan Minggu memang selalu ramai. Seperti hari ini. Lily selalu senang jika berkesempatan lari pagi di sini. Kadang-kadang Ia kesini bersama tiga sahabatnya.
Sedangkan Rakha tidak pernah mengajak Lily ke sini.
Aah, sudahlah. Lupakan dia. Lily menyadarkan diri sendiri.
"Tunggu sebentar di sini, Ly. Tasku tertinggal di mobil" Yudhistira menghentikan langkah Lily.
Yudhistira kembali ke mobil. Lily menunggunya di Trotoar sekitar 50 meter dari tempat parkir.
"Lily?" Tiba-tiba Rakha muncul di depannya.
"Kamu sedang apa di sini?"tanya Rakha
"Berolahraga. kamu juga kan? Memangnya apa lagi yang dilakukan di gelanggang olahraga selain olahraga?" jawab Lily
"Sayaaang, kamu koq tinggalin aku, sih?"Dina, istri Rakha menggandeng tangan Rakha dengan manja."Aku capek lho mengejar kamu"
"Iya, sorry. Habis kamu lama sih jalannya"jawab Rakha. Lily malas melihatnya.
__ADS_1
"Kamu....Lily kan? yang waktu itu datang ke pernikahan kami bersama Billy dan Dion?"Dina mengenali Lily.
"Iya betul" jawab Lily.
"Kata Rakha kamu pacarnya Billy. hehehehe Jelek-jelek begitu juga ternyata Billy ada yang mau yah. Eh tapi dia baik loh. Oh iya, Billynya mana?" Tanya Dina diselingi tawa.
Lily terkesiap. Rakha terlihat salah tingkah.
"Aku bukan pacarnya Billy. Kami hanya berteman. Waktu itu datang bersama Billy dan Dion karena mereka sudah tahu alamat tempat resepsi pernikahan kalian" jawab Lily.
"Sayang. Maaf kamu menunggu lama" tiba-tiba Yudhistira sudah berdiri di samping Lily. Membuat Lily nyaris terlonjak kaget.
"Apa kabar, Rakha?" tanya Yudhistira kepada Rakha.
"Baik"jawab Rakha dingin.
"Kenalkan saya Yudhistira" kata Yudhistira kepada Dina.
"saya Dina" sahut Dina seperti terkejut melihat Yudhistira.
"Maaf waktu kalian menikah, saya tidak bisa datang temani Lily. Karena sedang tugas di luar kota"Ucap Yudhistira. Lily melirik Yudhistira yang kemudian dibalas dengan tatapan yang membuat Lily mau pingsan saja rasanya.
"Ini minuman kamu, sayang. Kamu belum minum sejak tadi" Yudhistira menyodorkan botol minuman infus water ke Lily. Apalagi ini? minum? Lily meraih botol minum dengan berusaha menyembunyikan kebingungannya
"Oh iya. Terimakasih, sayang"Jawab Lily kagok seraya menatap Yudhistira.
"Kami duluan, ya" Rakha dan Dina berlalu. Rakha melirik Lily dengan sorot mata kesal. Sedangkan Dina masih saja memandang Yudhistira dari ujung kaki hingga ujung kepala. Seolah tak percaya dengan apa yang dia lihat.
Yudhistira mengajak Lily duduk di bangku trotoar.
"Minumlah, supaya lebih tenang"
Lily terisak.
"kamu jangan pernah tangisi orang yang sudah menyakiti hati kamu" Yudhistira mengambilkan tissue dari tas Lily.
"Aku bukan menangisi dia" ucap Lily
"Lalu kamu menangis karena apa?"
"Aku terharu, karena kamu datang menolongku di saat aku merasa dipermalukan" jawab Lily.
"Sudah jangan menangis lagi. Nanti orang-orang mengira aku meyakiti hati calon istriku yang cengeng ini" bisik Yudhistira.
Lily menoleh. calon istri??
"Mau menjadi istriku?" tanya Yudhistira dengan tatapan lembut.
Lily shock. Ya Tuhan. Kenapa cobaan begitu berat. Laki-laki di depannya pasti hanya menggodanya. Mana ada tampang seperti itu bisa dengan mudah memintanya menjadi istrinya tiba-tiba. Ini pasti hanya prank. Atau ini hanya hayalannya. Lily menepuk-nepuk pipinya.
"Jawab jika kamu sudah siap saja. Aku bersedia menunggu"
"Memang sulit menerima cinta yang baru. Padahal kamu baru saja mengalami patah hati. Maafkan aku ya"Ucap Yudhistira dengan tulus.
Jadi tadi dia serius??Lily bertanya dalam hati.
"Kita kan baru kenal" Akhirnya Lily bisa mengeluarkan kata-kata.
"Baiklah. Kita jalani sebulan ke depan untuk lebih mengenal satu sama lain"
"oke?" Yudhistira menautkan ibu jari dan telunjuknya membentuk huruf O.
__ADS_1
Lily melakukan hal yang sama. "Oke"
***