
Flashback tentang Rakha
Lily mengenal Rakha dua tahun yang lalu saat kantor Lily memakai jasa kantor Rakha untuk relokasi pindahan rumah salah satu tenaga ahli kantor dari Jakarta ke Balikpapan.
Rakha adalah salah satu staff marketing di kantornya. Pada saat itu dialah yang berkomunikiasi dengan Lily mengenai harga dan segala prosedur layanan relokasi tersebut.
Jasa relokasi atau pindahan adalah sebuah layanan profesional yang membantu untuk pindah rumah atau kantor. Layanan ini akan menjaga dan menjamin keamanan peralatan, perabotan dan barang-barang selama proses pindahan berlangsung.
Setelah itu Rakha sering sekali mengirimkan sesuatu intuk Lily ke kantor. Sekalipun kantor Lily waktu itu sudah selesai memakai jasa layanan kantor Rakha.
Suatu hari Lily mendapatkan kiriman bucket bunga. Padahal tidak ada sesuatu yang istimewa yang dirayakan di hari itu.
Sekali waktu Lily mendapatkan bingkisan coklat dengan hiasan pita putih.
Dan yang paling mengejutkan, dia tahu jadwal kuliah Lily setiap hari sabtu dan minggu.Saat itu Lily sedang kuliah menyelesaikan jenjang pasca sarjananya.
Setiap Lily hendak berangkat kuliah, Rakha sudah menunggunya di depan rumah tante Elly. Karena ternyata rumah Rakha hanya berbeda lima blok dari rumah tante Elly. Menurut Rakha, dia pernah melihat Lily di sana.
Tante Elly adalah adiknya Papa yang tinggal di Jakarta. Saat Lily meneruskan pendidikan S2 sambil bekerja di Jakarta, Lily tinggal di sana.
Dia pintar mengambil hati orang tua. Tante Elly menyukainya. Menurut tante Elly, Rakha laki-laki yang sopan, perhatian dan baik hati. Makanya tante Elly selalu mengijinkan kalau Rakha datang meminta ijin mengantar Lily ke kampus. Tante Elly juga yang mengajak Rakha ke Bandung ke rumah Papa saat Lily dan tante Elly mau pulang. Dan memperkenalkannya sebagai teman dekat Lily kepada papa.
Saat itu, Papa menanyakan keseriusan Rakha terhadap Lily. Rakha menyatakan bahwa dia serius dengan Lily hingga akhirnya Papa mengijinkan Rakha untuk membina hubungan serius dengan Lily. Walaupun sebenernya Lily tidak memiliki perasaan istimewa kepada Rakha. Seperti kata orang, jatuh cinta rasanya sangat indah. Tapi Lily sepertinya tidak merasakan apa yang sering dia dengar dari orang lain. Dia hanya menjalani saja hubungan dengan Rakha dengan baik.
Bahkan mereka tidak pernah melakukan kontak fisik. Lily selalu menolak jika Rakha mencoba menyentuhnya bahkan berpegangan tangan sekalipun.
Lily pun sudah kenal keluarga Rakha. Lily beberapa kali diajak Rakha bertemu orangtuanya. Ibu Rakha sangat baik ke Lily, begitupun dua kakak Rakha yang tinggal di rumah ibunya.
***
Enam bulan setelah mereka menjalani hubungan. Rakha di PHK dari kantornya karena adanya pengurangan karyawan. Kantornya terancam ditutup karena pailit. Gaji karyawan berbulan-bulan tidak terbayar.
Setiap kali makan bersama atau sekedar ngobrol di kafe, selalu Lily yang membayar billnya. Tidak masalah buat Lily. Selain gaji dia juga sangat lebih dari cukup untuk kebutuhan pribadinya, Papa selalu saja rutin mengirimkan uang bulanan untuk Lily. Walaupun semua uang kiriman Papa selalu Lily simpan di tabungan.
"Ly, rasanya aku ingin buka usaha sendiri saja. Mencari pekerjaan baru sangat sulit" Kata Rakha di Sabtu sore saat mereka sedang duduk di kafe dekat kampus Lily.
"Sepertinya cukup bagus keinginanmu" Lily menanggapi dengan antusias.
"Rencananya bidang usaha apa yang akan kamu dirikan?" tanya Lily
"aku tertarik untuk menjadi salah satu agen PT JNI, perusahaan jasa pengiriman dan logistik" jawab Rakha.
"Aku tahu, aku sering mengirim paket barang dan dokumen ke Balikpapan melalui JNI" kata Lily.
"Juga membuka usaha penjualan suku cadang kendaraan bermotor. Prospeknya sangat bagus. Dulu orangtuaku bisnisnya di bidang ini. Jadi nanti pemasarannya juga bisa online. Naah pemesanan online itu bisa dikirim melalui JNI kita, Ly" Rakha berbicara dengan sangat semangat.
"Mmhhh..bagus juga ya rencana kamu. Sepertinya bisnisnya menjanjikan" komentar Lily terkesan.
__ADS_1
"Tapi aku tidak punya modal, Ly" ucap Rakha dengan wajah murung.
"Kamu bisa bantu aku berikan modal? Nanti usaha ini akan menjadi usaha bersama kita"Rakha melanjutkan, menatap Lily penuh harap.
"Kira-kira berapa nominal yang diperlukan?" tanya Lily
"Satu miliar lebih, Ly. Tapi di awal seratus juta sudah cukup, Ly. Yang penting untuk keagenan JNI dulu" jawab Rakha semangat.
"Ok, aku akan bantu kamu mengenai modalnya. Nanti kita bicarakan lagi mengenai tahapan-tahapannya. Tolong berikan saja rincian modalnya ke aku" kata Lily
"Nanti aku siapkan" Kata Rakha semangat.
" Aku senin besok akan berangkat ke Balikpapan. Kemungkinan di sana sekitar dua minggu. Nanti kita bisa bahas via whatsapp"kata Lily
***
"Ly, Aku sudah dapat ruko untuk kantor. Sudah deal di harga tiga puluh juta untuk satu tahun. Kalau bisa, kamu transfer Ly uangnya. Supaya segera bisa disurvey dari kantor pusat JNI" ucap Rakha melalui sambungan telepon.
Lily tersentak kaget.
"Koq sudah deal ruko? aku kira kita akan bicarakan dulu semua perencanaannya bersama" kata Lily dengan nada kecewa
"kalau nunggu kamu kembali dari Balikpapan kelamaan Ly. Kemarin aku sudah ajukan keagenan ke kantor pusat JNI. Aku pakai badan usaha milik kakakku, Ly. supaya cepat."
"Kalau kita urus pendirian perusahaan baru Nanti lama lagi. Aku sudah tidak tahan tidak bekerja Ly"
"Kalau kamu keberatan. Aku bisa cancel koq pengajuan keagenannya" Lanjut Rakha pelan.
"Aku cuma kaget, koq kamu sudah bergerak sendiri tanpa kabari aku. Ini kan usaha bersama kita, artinya kita sama-sama urus semuanya"
"kamu kan sibuk, Ly. sekarang saja kamu di Balikpapan. Lagipula kan kamu tidak bisa juga ikut aku pergi untuk urus" Ucap Rakha
"kan setidaknya sebelum kamu mengajukan keagenan, kamu info aku"kata Lily
"Kamu tidak percaya sama aku, Ly?"tanya Rakha membuat Lily jadi tak enak hati.
"Bukan begitu, Rakha" Kata Lily
"Ya sudah, aku transfer besok ya. Kalau jumlahnya agak banyak, aku harus ke Bank" Kata Lily
"iya, Ly. Jumlahnya seratus juta aaja dulu ya. Untuk ruko JNI, jaminan keagenan dan pembelian peralatan kantor" ucap Rakha.
"Nanti begitu kamu pulang ke Jakarta, kantor sudah siap pokoknya, Ly"kata Rakha lagi.
"Baik besok aku transfer" sahut Lily
"Terimakasih ya, Lily sayaang"
__ADS_1
Lily bukan tidak percaya kepada Rakha. Hanya saja dia merasa agak aneh. Perasaannya merasa tidak nyaman. Tapi mana mungkin Rakha akan membohonginya. Rakha kan calon suaminya.
***
Lily kembali ke Jakarta setelah tugasnya di Balikpapan diperpanjang menjadi satu bulan.
Rencananya hari ini Lily akan melihat ruko agen JNI. Kebetulan hari sabtu ini kuliah sudah libur. Karena lily hanya tinggal menunggu jadwal wisuda saja.
Rakha mengajak Lily masuk ke dalam ruko. Ada seorang pria yang duduk di meja pelayanan sedang melayani pelanggan.
Lily tidak mengira Rakha akan merekrut karyawan secepat ini. Mengingat aktifitas pekerjaan sebagai agen JNI tidak terlalu padat. Ya meskipun diperlukan seorang karyawan untuk membantu, setidaknya info ke Lily.
Namun kenyataannya semua hal tidak pernah diinfokan ke Lily. Rakha seperti ingin memiliki usaha ini sendiri. Lily membatin.
"Yang di bawah tadi kakak sepupuku. Kasihan dia tidak bekerja. Jadi aku ajak bekerja di sini"kata Rakha.
"ooh begitu"gumam Lily. Entah kenapa, perasaan Lily tidak enak. Lily sudah tidak berminat untuk membahas tentang kantor agen JNI ini.
Mungkin Rakha ingin menunjukkan bahwa dia bisa menjalankan semua sendiri tanpa campur tangan Lily.
"Nanti aku mau lihat rincian uang yang kemarin kutransfer ya, Kha"kata Lily.
"Biar aku bantu pencatatannya" kata Lily lagi.
"kamu koq seperti tidak percaya kepadaku, Ly. Sampai minta rincian segala. Toh nanti kalau usaha ini maju. Kan buat kamu juga" Rakha berucap dengan nada kesal.
"Aku bukannya tidak percaya kamu. Tapi ini kan bisnis, perusahaan. Semua transaksi uang masuk dan keluar harus dicatat dengan jelas, Rakha"Lily menjelaskan.
"tidak perlu repot, Ly. Rencananya aku akan merekrut seorang staff administrasi untuk mengurus semua pencatatan keuangan" kata Rakha.
"Apa tidak akan jadi pemborosan kalau harus merekrut karyawan? Sedangkan usahamu saja baru mulai. Mungkin sebaiknya dilihat dulu selama tiga bulan ke depan" ucap Lily.
"Tidak, Ly. Kan nanti dia akan mengurus toko penjualan suku cadang kendaraan bermotor juga. Minggu depan kita lihat tokonya ya, Ly. Lalu nanti aku lanjut mengurus kerjasama dengan pihak importir suku cadangnya" kata Rakha.
"Jangan lupa untuk transfer ya, Ly. Satu miliar sudah cukup Ly" Rakha sangat bersemangat.
Lily masih berpikir. Dia belum bisa mengiyakan.
"Sudah ya, Ly. Kamu tidak usah ragu. Semua ini untuk kita juga koq. Nanti kamu juga tidak perlu repot ikut memikirkannya. Aku pasti bisa mengurus bisnisku ini sendiri" Rakha menegaskan. Meyakinkan Lily yang sedikit ragu.
"Dengan modal satu miliar, kita bisa punya stock cukup banyak. keuntungan yang didapat nanti juga lumayan besar, Ly. Pokoknya tenang saja. Kalau usaha ini sukses kan untuk menyenangkan kamu juga" Rakha kembali meyakinkan Lily.
Lily menghela nafas.
"Iya, Rakha. Aku mendukung semua rencana kamu. Minggu depan aku proses pemindahbukuan uangnya ya. Supaya toko suku cadang juga segera dibuka" Akhirnya Lily memgambil keputusan. Dia memaksakan hatinya untuk berprasangka bahwa niat Rakha pasti baik. Lagipula mereka nanti akan menikah. Kalau Rakha sukses dengan bisnisnya, Lily juga senang.
Flashback Off
__ADS_1
***