Bunga Lily Untuk Pangeran

Bunga Lily Untuk Pangeran
41. Hari Pertama Sang Asisten Pribadi


__ADS_3

Rico tersenyum senang saat membaca ulang obrolannya dengan Wini di aplikasi Whatsapp minggu lalu. Entah sudah berapa kali dia membaca ulang.


Wini : Selamat malam, Bang Rico. Aku Wini, aku terima tawaran kerja sebagai asisten pribadi


Rico : Selamat malam, Wini. Baguslah kalau begitu. Nanti ada pihak kantor yang mengabarimu bahwa kamu diterima bekerja di sini tapi sebagai asisten pribadi saya.


Wini : Baik, Bang. Terimakasih


Rico : Sama-sama, Wini.


Rico masih memandangi layar ponselnya dia duduk di kursi belakang mobilnya. Hari Senin kemarin dia sudah konfirmasi ke bagian HRD bahwa dia setuju merekrut Wini, tapi sebagai asisten pribadinya. Lalu bagian HRD mengkonfirmasi Wini dan bernego dengan Wini mengenai tawaran di posisi tersebut. Seolah Wini belum tahu. Karena saat mengajukan lamaran pekerjaan, posisi yang hendak diisi Wini adalah asisten manajer public relation. Dan menurut bagian HRD, Wini bersedia. Lalu Rico minta dijadwalkan hari ini Wini datang ke kantor. Karena hari ini dia berkantor di hotel Ferien.


Drrrrrtttt...drrrrrrttt..ponselnya bergetar.


Angga meneleponnya.


"Rico, pagi ini kau di Lembang kah?" tanya Angga


"Iya, Ga. Sebentar lagi sampai ke hotel" jawab Rico


"Kenapa?" tanya Rico


"Ada waktu bertemu denganku sekitar tiga puluh menit?" Angga balik bertanya.


"Boleh. Datang saja. Aku sudah mau sampai. Ini sudah masuk tempat parkir" jawab Rico.


"Kutunggu ya, Ga" ucap Rico lagi. Dia meraih tasnya dan merapikan pakaiannya. Lalu turun dari mobilnya menuju lift diikuti Aryo pengawalnya. Dari kejauhan dia melihat sebuah mobil berwarna pink. Rasanya dia tahu siapa pemiliknya. Berarti Wini sudah tiba, pikirnya.


Dia bergegas masuk ke dalam lift dan Aryo menekan tombol angka lima.

__ADS_1


"Hari ini Wini datang. Dia mulai ikut kegiatan saya per hari ini. Kau ingat tugas yang sudah kuberitahu semalam" ucap Rico pada Aryo.


"Siap, pak Rico" ucap Aryo sigap.


Selama ini tugasnya hanya sebagai pencari informasi bersama timnya. Dia hanya sesekali saja datang jika dipanggil oleh Rico. Tapi kali ini dia mendapat tugas untuk menjaga Wini, asisten pribadi Rico yang baru. Bossnya memang sangat aneh. Jika merasa suka kepada wanita kenapa tidak langsung bicara saja. Seperti yang sudah-sudah. Kenapa harus berpura-pura menjadikannya asisten pribadi segala. Apalagi wanita itu adalah sahabat dari Nona Lily. Kenapa harus begitu rumit. Dan sekarang menugaskannya untuk menjaga wanita itu. Pikiran Aryo sibuk sendiri.


"Kau cukup jaga dia saja. Soal perasaanku, itu urusanku" ucap Rico membuat Aryo seperti merasa dipukul kepalanya. Karena Rico tahu apa yang dia pikirkan.


"Siap, pak Rico"Sahut Aryo.


Lift berhenti di lantai lima. Mereka keluar dari lift.


Nampak Wini sedang duduk di sofa ruang tunggu. Wini berdiri dan menganggukkan kepala.


"Tunggu sebentar ya. Nanti kupanggil" ucap Rico kepada Wini..


"Baik, Pak" Sahut Wini. Wini tersenyum walau nampak Grogi. Dan Rico suka kalau Wini grogi seperti itu. Rico masuk ke ruangannya, tapi wangi parfumnya masih tertinggal di ruangan tunggu. Wini menghirup aroma itu perlahan. Membuat perasaannya menjadi tenang. Itu adalah aroma parfum kesukaannya.


"Mulai hari ini kamu menemani semua kegiatan saya. Sudah siap?" Rico memandang Wini yang sudah hilang rasa groginya. Perempuan muda di hadapannya begitu menarik hatinya. Lesung pipi kirinya akan terlihat ketika dia tersenyum. Kebalikan dari Lily yang lesungnya ada di pipi kanan. Tapi Lily dan Wini adalah dua orang yang berbeda. Walaupun mereka memang punya banyak kesamaan, yaitu sama-sama berperawakan langsing dan berambut hitam lurus. Aah kenapa dia malah teringat Lily. Rico kembali fokus.


"Siap , pak Rico" jawab Wini. Dia sekarang sudah bisa bersikap tenang. Rico tidak melihat ke-grogian Wini lagi seperti tadi saat bertemu di ruang tunggu.


"Sekarang apa saja tugas saya?" tanya Wini dengan penuh percaya diri. Aah dia semakin menawan dengan sikap percaya dirinya itu.


"Nanti saya minta Sandra untuk mengirimkan jadwal-jadwal pertemuan saya yang dibuat lewat dia. kemudian nanti kamu bisa cek di ponsel saya apakah ada permintaan janji temu di aplikasi whatsapp bisnis. Ke depannya kamu yang kelola akun bisnis whatsapp saya" Rico menyerahkan salah satu ponselnya kepada Wini.


Kemudian Rico menjelaskan beberapa pekerjaan lainnya. Rico juga menjelaskan tentang makanan dan minuman kesukaannya. Jam berapa dia makan. Merk pakaian dan sepatunya serta ukurannya. Kegiatan yang dia sering lakukan dengan rutin di luar jam kerjanya, bahkan jadwal pemeriksaan gigi dan kesehatannya. Semual hal tentang dirinya dia jelaskan kepada Wini. Termasuk berapa jumlah dan nama pengawalnya. Wini mencatatnya dengan seksama. Selain itu juga Wini merekamnya dengan ponselnya.


"Oh iya, Ini Aryo. Dia salah satu pengawal saya. Bisa dibilang dia kepala tim pengawal. Dia yang akan membantumu bekerja. Jika ada kesulitan apapun biar dia yang tangani. Dia sudah berpengalaman."

__ADS_1


Rico mengenalkan Aryo yang sedari tadi duduk di dekat pintu masuk. Tempat meja kerjanya berada.


"Halo, pak Aryo" Wini menganggukkan kepalanya.


Aryo melakukan hal yang sama. "Halo, Bu Wini. Saya siap membantu anda"


"Meja kerjamu di sini. Dan ini iPad untukmu bekerja, Selalu bawa kemanapun saat kamu pergi bersama saya" Rico menunjukan meja kerja Wini yang tidak jauh dari mejanya. Juga menyerahkan sebuah iPad seri terbaru kepada Wini. Wini menerimanya dengan takjub.


"Terimakasih, Pak" ucap Wini. Bang Rico baik sekali, Pikir Wini.


"Hari Senin sampai Rabu, saya berkantor di Jakarta. Kamu nanti bisa tinggal di salah satu unit apartemen milik saya yang dekat dengan kantor. Supaya waktu lebih efisien" ucap Rico. Dia menatap Wini sebentar, lalu kembali bicara.


"Jika kamu keberatan, tidak apa-apa"


"Nanti akan saya pertimbangkan, Pak. Akan saya kabari paling lambat besok pagi" Jawab Wini.


"Anggap saja hotel, karena ada maid juga di apartemen yang membantu dan melayani kamu. Jadi kamu tidak usah pusing lagi memikirkan makanan dan lain lain" ucap Rico membuat Wini berpikir betapa banyak fasilitas yang didapat sebagai asisten pribadi direktur. Itu membuat Wini bersyukur.


Setidaknya dia bisa membantu orangtuanya yang saat ini sedang kesulitan keuangan untuk biaya kuliah adik sati-satunya. Usaha orangtuanya sedang mengalami kemunduran di beberapa bulan terakhir. Itu kenapa Wini menerima tawaran pekerjaan dari Rico karena gajinya sangat besar. Ditambah lagi sekarang dia diberi fasilitas, sehingga bisa mengurangi biaya yang harus dia keluarkan.


"Naah, sekarang kamu sudah bisa mulai bekerja. Jika ada yang kurang jelas, jangan sungkan untuk bertanya" kata Rico menyadarkan Wini dari lamunan sesaatnya.


"Baik, Pak Rico. Terimakasih" Wini segera menuju meja kerjanya. Duduk di kursi dan mulai bekerja. Dia sangat bersemangat. Dia sangat senang karena akhirnya dia bisa membantu kedua orangtuanya.


Dia memulai dengan membuat agenda kegiatan Rico selama sebulan ke depan. Dia memeriksa data yang dikirim Sandra dan juga dari pesan chat di akun bisnis whatsapp milik Rico. Dia bekerja dengan teliti dan cekatan. Rico diam-diam memperhatikannya. Dia suka dengan semangat Wini.


Kemudian dia melihat pesan masuk di ponselnya. Angga sudah sampai di lobby hotel. Rico memerintahkan Aryo untuk menjemput Angga di lobby.


Dia memang sudah lama tidak bertemu Angga. Terakhir kali bertemu pada saat pernikahan Lily dan Ran tiga bulan lalu.

__ADS_1


***


__ADS_2