
Pagi Ini Lily sudah selesai dirias dengan sangat cantik. Sepuluh menit lagi akad nikah akan dilaksanakan. Keluarga Ran sudah hadir semua. Para saksi juga sudah hadir. Bapak penghulu baru saja sampai.
Lily ditemani kak Andin dan ketiga sahabatnya yang hari ini menjadi bridesmide. Mereka masih menunggu di kamar Lily. Lily akan turun sebentar lagi menunggu dipanggil MC. Acara memang dilaksanakan di rumah. Karena rumah Papa dan halaman juga cukup luas untuk mengadakan acara.
"Ya Ampuunn. Lilyyy...kak Ran mu ternyata seganteng ituuuu" Anna memekik setengah berbisik, dia baru saja dari lantai bawah mengambil ponselnya yang tertinggal di kamar tamu. Semalam Anna, Wini dan Lita menginap di rumah Lily.
Wini dan Lita penasaran. "Seperti apa?" keduanya mendekati Anna.
"Bule itu sih. Asli" Anna memandang Lily dengan gemas sambil meloncat loncat di tempat perlahan saking bahagianya. Karena Lily selama ini tidak pernah mempublish apapun tentang Ran. Wini dan Lita ikutan memandang Lily dengan tatapan seolah bertanya, betulkah? Lily hanya tersenyum.
Dia masih deg degan menunggu acara ijab kabul.
"Sudah. Nanti juga kita lihat" kata Wini. "Lily pasti deg degan"
"Ayo, Ly. Kamu waktunya turun. Sudah dipanggil"Ka Andin dan Bu Lim mendampingi Lily. Ketiga sahabatnya bersama teh Yuni mengikuti dari belakang.
Saat Lily tiba, semua yang hadir menatap Lily yang mengenakan gaun pengantin berwarna putih dengan aksen brokat dan train panjang ditambah tiara kecil di atas hijabnya. Lily yang sehari-hari tidak pernah menggunakan make up, terlihat pangling dan sangat cantik.
Ran yang sudah duduk di kursi akad memandang Lily terpesona, tapi seketika dia menundukan pandangannya. Mencoba menenangkan gejolak di hatinya. Rasa bahagia yang diiringi dengan detakan jantung yang masih berdentum kencang membuatnya menghela nafas dengan perlahan seraya memejamkan mata. Supaya tenang saat mengucapkan akad nanti.
Lily duduk di sebelah Ran dengan kepala tertunduk. Lalu memandang Papa yang duduk di seberang Ran. Papa tersenyum penuh haru kepada Lily.
***
Acara ijab kabul berjalan dengan lancar hanya dalam satu tarikan nafas Ran mengucapkannya.
Semua merasakan haru dan bahagia. Lily menitikkan air mata. Di hari bahagianya bayangan Mama selalu ada, seolah Mama hadir di sana.
Setelah pembacaan doa nikah, dilanjutkan dengan serah terima mahar, nasehat pernikahan, dan sesi Ran mengaji. Pada saat Ran mengaji, semua menitikkan air mata. Karena terharu dan terkejut dengan suara Ran yang merdu dan bacaannya yang fasih. Karena sebagian besar yang hadir tidak mengira bahwa Ran bisa mengaji. Pak penghulu saja sampai memeluk dan menepuk pundak Ran saking terharunya. Rangkaian acara diakhiri dengan sungkeman kepada para orangtua. Angga menemani Papa dikursi yang seharusnya untuk Mama.
Semua prosesi berjalan lancar. Para tamu undangan satu persatu memberikan selamat.
Lily dan Ran sangat bahagia. Keduanya saling pandang dan tersenyum. Ran memeluk pinggang Lily gemas.
__ADS_1
"Akhirnya, aku bisa memelukmu sekarang" bisiknya di kuping Lily.
"Kan Ran..."Lily tersenyum malu.
"Sabar, Ran." Mama berbisik ke Ran. Ran tertawa pelan. Rupanya Mama sedari tadi memperhatikan Ran yang terus terusan memeluk Lily.
Acara akad berlangsung hari ini dari jam 08.00 sampai dengan jam 10.00. Untuk resepsi diadakan nanti malam jam 19.30 sampai dengan 21.30 di salah satu hotel milik keluarga Rico.
Sekarang waktunya Lily dan para sahabat berfoto.
"Betul kata Anna. Kak Ran ternyata sangat eropa wajahnya" Bisik Lita sambil tertawa pelan.
"Kita benar-benar dibuat terkejut olehnya. Pertama kali lihat kak Ran, aku terpesona, upppsss. Maaf ya Ly. Soalnya kak Ran memang ganteng. Kedua saat kak Ran mengaji, ya ampuun, sungguh aku tadi nangis. Aku ikut bahagia untuk Lily" Anna memeluk Lily erat. menahan air matanya tumpah.
"Aku juga tadi tidak kuat nahan air mata" Lita ikut memeluk Lily.
"Yang terbaik sudah Allah siapkan untukmu, Ly. Kamu memang pantas mendapatkan pendamping seperti Kak Ran. Semoga kalian menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warohmah. Jodoh sehidup sesurga ya, Ly. Aamiin" Wini memeluk erat Lily. Lily membalas pelukan ketiga sahabatnya dengan haru dan bahagia.
Saat Wini memeluknya Lily berbisik "Semoga kamu juga kelak Allah pertemukan dengan laki-laki baik yang sangat menyayangimu."
***
Acara resepsi sedang berlangsung di ball room hotel Hoover milik keluarga Rico. Para tamu undangan sudah ramai. Pengantin dan keluarga di atas panggung terlihat sangat bahagia.
Lily tidak bisa mengungkapkan rasa bahagianya saat ini. Sesekali dipandangnya suaminya dengan penuh rasa syukur. Ran juga membalas pandangan Lily dengan sangat bahagia. Papa dan Angga duduk mendampingi Lily. Mama Hana dan Papa Adam mendampingi Ran.
Tentu saja penampilan Ran dan papa Adam sangat menyita perhatian sebagian tamu undangan dari pihak Lily dan keluarga. Karena mereka tidak mengira kalau pengantin pria adalah seorang 'bule'. Begitu pula kedatangan rekan bisnis Ran dan Papa Adam yang sebagian adalah memang warga negara asing yang rata-rata juga 'bule', menjadikan suasana pesta sangat beragam dan semarak.
Rico pun datang bersama Rachel. Juga hadir mami papi dan kakek neneknya. Karena mereka semua kenal dengan Papa dan Angga.
"Seru nih pestanya Lily. Banyak yang bening-bening" ucap Anna pada Wini. Wini hanya tertawa pelan.
"Ingaaat ada seseorang yang sebentar lagi jadi suamimu sedang berjuang menyelesaikan kuliahnya di London sana" Wini mengingatkan Anna yang hanya terkekeh mendengarnya.
__ADS_1
Tiba-tiba Anna menyikut Wini, lalu pandangannya mengarah ke tangga panggung pelaminan. Seorang pria bersama seorang wanita, sepertinya hendak mengucapkan selamat kepada pengantin.
Wini terhenyak. Jamie!! Kenapa dia ada di sini?
Anna memegang tangan Wini. Khawatir sahabatnya tidak kuat menghadapi situasi ini. Wini menghela nafas lalu menepuk tangan Anna.
"Aku tidak apa-apa, Na. Tenang saja" ucap Wini.
***
Lily tersentak kaget ketika menyadari tamu yang sedang bercakap dengan kak Angga adalah Jamie. Mantan suami Wini.
"Looh kamu Angga kan?" Tanya Jamie.
"Hei, Jamie? oh iya, pengantin perempuan ini adikku. Kalian saling kenal?" tanya Angga. Karena dia tidak merasa mengundang Jamie. meskipun sempat mengenal dulu di SMA selama dua tahun, tapi mereka tidak akrab. Apalagi sejak kejadian Jamie dan Rico pada masa itu, semakin mereka seperti tidak saling kenal.
"Saya bekerja di kantor tuan Curtis" jawab Jamie melirik Ran dan papa Adam.
"Ooh...i see. Silahkan Jam. Thanks sudah datang" ucap Angga sopan.
Lily mengangguk dan mengucapkan terimakasih saat Jamie mengucapkan selamat. Lily memikirkan perasaan Wini saat ini. Jamie sudah menggandeng wanita lain saja. Jamie tidak mengenali Lily. Karena Lily pun hanya pernah melihat Jamie di pesta pernikahanya dengan Wini. Dan dari beberapa foto atau video postingan Wini jika mereka ada acara keluarga besar Jamie. Jamie tidak mau tahu kehidupan Wini, apalagi sekedar mengenal teman-teman Wini.
"Pak Ran Curtis, congratulation. Happy for you and your wife" Jamie menyalami Ran.
"Thank you, Jamie" ucap Ran.
"She is my wife, Angel"Jamie memperkenalkan wanita di sampingnya.
Lily tersenyum lalu mengucapkan terimakasih kepada wanita itu. Ran juga melakukan hal yang sama.
Lalu mereka berfoto bersama.
Ah, sungguh suatu kebetulan. Kak Angga kenal Jamie, Kak Ran juga, aku pun mengenalnya walau dia tak mengenalku. Pikir Lily.
__ADS_1
Antrian tamu yang hendak mengucapkan selamat dan berfoto lumayan panjang. Hari ini hari bahagianya, rasa pegal di kakinya akibat berdiri sekian lama tidak dihiraukannya. Rasa penasaran tentang Jamie pun seketika terlupakan.
***