Bunga Lily Untuk Pangeran

Bunga Lily Untuk Pangeran
37. Ancaman Rico kepada Luisa


__ADS_3

Luisa baru saja memposting fotonya bersama Ran di medsosnya. Foto itu dia ambil kemarin secara diam-diam dengan bantuan temannya. Di foto itu dia berdiri di samping Ran. Dia berkali-kali mengagumi dirinya difoto itu. Dia sangat cantik, serasi dengan Ran yang tampan. Dia memuji dirinya sendiri.


'Cinta lama belum kesampaian 😍'


Caption yang ditulis Luisa. Dia tersenyum puas saat selesai mempostingnya di feed laman instagramnya.


Sekejap saja komentar bermunculan.


Gila,lu...suami orang tuuh. komentar Viona


Jangan begitu donk, Ka. Cari yang single aja deeh. seorang followernya.


Semangat, ciin. Sebelum bendera kuning berkibar. Miranda, temannya yang kemarin membantunya mengambil fotonya dan Ran.


Selebihnya komentar netijen yang menghujat. Tapi Luisa tidak peduli. Dia merasa puas bisa memamerkan foto itu.


Dia segera bersiap pergi ke party di Blue planet. Hari ini ada ulangtahun teman sesama selebgramnya.


***


Rico menatap layar ponselnya. Dia baru saja mengecek akun instagram hotel barunya. Tapi di beranda dia melihat sebuah postingan foto di akun Luisa, salah satu temannya sewaktu di Jepang. Postingan tersebut sangat mengganggunya.


Luisa berfoto berdua bersama Ran di sebuah acara. Disana pasti ada Lily. Karena Ran tidak mungkin datang ke sebuah acara tanpa mengajak Lily. Dan foto itu sepertinya diambil secara diam-diam tanpa sepengetahuan Ran. Karena ekspresi Ran yang nampak tidak siap untuk difoto. Ran bukan tipe yang sembarang mau difoto bersama wanita.


Rico juga tahu betul siapa Luisa. Sewaktu di Jepang dia dan Luisa kuliah di college ya sama. Mereka sama-sama mengambil program diploma di sana. Hanya saja berbeda jurusan. Rico mengambil jurusan bisnis manajemen, Luisa mengambil jurusan fashion/make up. Mereka sering bertemu di club yang sama juga di sana. Rico tahu Luisa sangat menyukai Ran. Namun Ran sama sekali tidak pernah memperdulikannya. Rico juga tidak sudi jika Ran didekati Luisa. Ran laki-laki yang sangat baik. Lagipula Rico tahu wanita seperti Luisa bukan seleranya Ran. Jadi saat itu dia lebih memilih menjauhi Luisa. Karena semakin lama Luisa menjadi sangat mengganggunya. Berkali-kali memaksa Rico untuk mengajaknya ke rumah Nenek dan Kakeknya Ran. Dan itu hal yang tidak akan pernah mau dia lakukan.


Rico menulis pesan ke akun Luisa.


"Saya tunggu di Blue planet malam ini jam sepuluh"


Tanpa menunggu balasan Luisa dia segera berangkat ke club milik Papinya itu. Sekarang sudah jam sembilan malam. Perjalanan ke sana sekitar tiga puluh menit.


Dia sudah lama tidak datang ke sana. Dia sudah sangat mengurangi pergi ke club. Pergi ke sana hanya jika ada keperluan bisnis yang memang kliennya meminta bertemu di sana. Terlebih dia sekarang sudah sangat sibuk dengan proyek hotel barunya di daerah Bandung.


Hari ini hari Rabu, artinya malam ini adalah ladies night atau malamnya para wanita di Blue planet club. Meskipun sebenarnya saat ladies night lebih banyak pengunjung pria yang datang. Para pria ini sengaja datang di ladies night berharap bisa melihat wanita-wanita cantik lebih banyak dari biasanya.


Karena malam ini ladies night, Rico yakin Luisa ada di club tanpa dia suruh datang sekalipun. Luisa dan beberapa temannya memang pelanggan setia Blue planet. Sebenarnya bukan mereka pelanggan tetapnya, tapi para sugar daddy mereka yang merupakan pelanggan setia club. Rico tahu semua data para pelanggannya.


Untung saja dia belum terlanjur pulang ke Bandung. Karena biasanya setiap Rabu malam dia pulang. Pekerjaannya sekarang sudah bertambah banyak. Jadi dia harus mengatur jadwal hari kerja.


Hari Senin sampai hari Rabu dia berkantor di hotel Hoover Jakarta. Hari Kamis dan Jumat dia berkantor di hotel Ferien miliknya di Bandung. Sabtu dan Minggu dia bisa bebas mau bekerja atau libur. Tapi belakangan ini dia sering menghabiskan akhir pekannya di hotel Ferien. Sekalian melihat tingkat keramaian pengunjung di hotelnya itu.

__ADS_1


***


Luisa baru saja tiba di Blue planet. Dia duduk di sofa bergabung dengan dua orang temannya.


Dia membuka ponselnya, ada pesan masuk di akun instagramnya. Rico Hoover memintanya bertemu di sini jam sepuluh. Luisa berteriak kegirangan. Siapa yang tidak kenal Rico Hoover, anak pemilik hotel-hotel Hoover group. Tumben sekali dia meminta bertemu. Mereka sempat kenal di Jepang dan satu college. Juga sering bertemu di club yang sama di sana. Seringkali Luisa memintanya untuk mendekatkannya kepada Ran, tapi Rico selalu menolaknya. Malah sejak itu Rico cenderung menjauhinya.


Mungkin waktu itu Rico sebenarnya menyukainya. Pasti Rico cemburu karena Luisa sangat ingin dekat dengan Ran.


"Tidak dapat Ran Curtis tidak apa-apa, gantinya dapat Rico Hoover. Sama-sama kayaaa. Aaah beruntungnya aku" Luisa tertawa senang. Dia membalas pesan dari Rico.


"Aku sudah di club. Kamu dimana?" Dipandanginya layar ponsel menunggu balasan Rico.


"Di lantai dua, ruang VIP nomor 1" balas Rico.


Luisa berdecak. Waaah ruangan VIP nomor satu adalah ruangan dengan rate termahal di sini. Ruangan VIP dilengkapi dengan fasilitas karaoke dan minibar. Luisa belum pernah masuk ke ruangan VIP. Dia hanya tahu dari foto-foto di internet. Limit kartu member club dari sugar daddynya tidak akan cukup untuk membayar tarif ruangan itu. Daddynya pun jika datang ke club hanya memesan privat room standar di lantai satu.


"Luisa, mau kemana?" Miranda menarik lengan Luisa.


Luisa dengan bangga memperlihatkan pesan dari Rico.


"Ini Rico Hoover, anak pemilik hotel Hoover dan club ini?"tanya Miranda.


"Dia pemilik club ini?" Luisa membelalakan matanya. Dia baru tahu kalau club malam ini juga milik keluarga Rico.


"Waaaahh...benar-benar rejeki nomplok ini sih. Ya sudah, aku mau menemuinya" Luisa bergegas menuju lantai dua.


"Masuklah" ucap Rico ketika Luisa membuka pintu.


"Ada angin apa tiba-tiba kamu ingin menemuiku?" Luisa sudah tidak sabar. Dia sudah membayangkan kekayaan dan kenyamanan hidup. Di pelupuk matanya sudah menari-nari pundi-pundi uang dan barang-barang mewah.


"Saya mau kau hapus foto terakhir di feed instagrammu"ucap Rico tanpa basa basi. Dia duduk di sofa dengan tangan memegang gelas berisi jus jeruk. Luisa memandang gelas di tangan Rico. Pemandangan yang sangat aneh untuknya. Seorang Rico datang ke club meminum jus jeruk. Di atas meja juga tersedia sepiring potongan buah segar, dan sebotol air mineral.


"Bisa kau hapus sekarang foto itu?" tanya Rico membuat Luisa kembali sadar.


"Foto di instagram?" Luisa baru ingat, foto terakhirnya adalah foto bersama Ran. Jantungnya berdebar. Ternyata Rico cemburu.


"Kamu tidak suka aku berfoto berdua Ran?" tanya Luisa dengan senyum bahagianya yang mengembang.


Rico mengangguk. Lalu menepuk sisi sofa disebelahnya menyuruh Luisa duduk. Luisa menurut dan segera duduk di samping Rico.


"Oke, aku hapus sekarang" Luisa dengan cepat membuka laman instagramnya dan menghapus fotonya bersama Ran.

__ADS_1


"Kau hapus juga dari ponselmu. Dan jangan simpan foto dia satupun" ucap Rico. Rico berdiri lalu mengambil sekotak susu UHT berwarna pink ukuran 250 mililiter dari dalam lemari pendingin. Luisa kembali memandangnya aneh. Tadi minum jus jeruk, sekarang susu UHT. Rico memasang sedotan ke dalam kotak susu. Lalu memberikannya kepada Luisa.


"Minumlah" kata Rico. Luisa menurut walaupun agak bingung.


"Sudah kau hapus semua foto Ran?" tanya Rico. Karena Luisa sedang menyesap susu UHT dengan sedotan jadi tidak bisa berkata, makanya dia hanya mengangguk.


"Bagus. Kau penurut juga ya" gumam Rico senang.


"Kau cemburu pada Ran? jadi selama ini kau menjauhiku karena kau cemburu, Rico? kau suka padaku?" Luisa bertanya dengan sangat antusias.


Dia menatap Rico, tak sabar menunggu jawaban.


"Tidak. Aku tidak cemburu. Aku juga tidak suka kepadamu" jawab Rico membuat Luisa terbatuk.


"Lalu kenapa kau memintaku menghapus foto-foto Ran?" Luisa mulai panik. Dia berharap Rico hanya bercanda bahwa dia tidak cemburu.


"Asal kau tahu. Istri dari Ran, Lily. Dia adalah adikku. Jadi.....jangan pernah berusaha mengganggu Ran. Apalagi berpikir untuk merebutnya dari adikku" Rico berbisik di kuping Luisa. Namun terdengar seperti suara petir di telinganya. Mengagetkan dan ngeri.


"Kalau kau masih berusaha mengganggu hubungan mereka, aku tidak segan-segan untuk meminta Bryan mendepakmu dari agencynya. Dan membuat namamu diblack list oleh semua agency. Juga membuka rahasiamu dengan Doni Sumarno" ucap Rico lagi membuat Luisa semakin ketakutan.


Jika Bryan mendepaknya dari agency, dia akan kesulitan mendapatkan uang. Apalagi diblack list oleh semua agency. Dia juga takut jika rahasia hubungan dia dengan Doni dibongkar, bisa-bisa apartemennya nanti disita istri Doni. Karena apartemennya masih atas nama Doni.


"Kamu sudah mengerti, Luisa?" tanya Rico dengan senyum licik. Luisa mendengus kesal.


"Kau licik, Rico. " ucap Luisa.


"Menghadapi perempuan penggoda seperti kamu ya harus begini caranya" sahut Rico seraya menyeringai.


"silahkan keluar" Rico menggiring Luisa ke pintu. Dibukakannya pintu dan mempersilakan Luisa pergi.


"Jangan lupa, habiskan susunya. Supaya sehat dan pintar" Rico berbisik sambil menepuk kepala Luisa. Seperti guru TK memberitahu muridnya.


Luisa pergi dengan langkah bergegas penuh kekesalan. Beberapa orang yang melihatnya menahan tawa. Begitupun Miranda dan teman lainnya saat dia tiba di meja.


"Kamu bawa bekal susu, Luisa?" tanya Irene menatap tangan Luisa yang masih memegang kotak susu UHT berwarna pink rasa strawberry. Semua temannya tertawa melihat Luisa.


Luisa berteriak kesal seraya melempar kotak susu ke atas meja. Lalu menghempaskan tubuhnya ke atas sofa seraya mendengus penuh emosi.


"Kukira kau akan lama di atas bersama Rico Hoover. Kenapa hanya sebentar?" tanya Miranda. Luisa diam saja.


Lalu pergi ke dance floor tanpa menjawab pertanyaan Miranda. Miranda pasti akan mentertawakannya jika dia beritahu yang sebenarnya terjadi.

__ADS_1


Dalam hingar bingar suara musik dan pencahayaan yang kurang terang, Luisa melihat Rico turun dari lantai dua lalu menatapnya sambil tersenyum puas. Luisa berpura-pura tidak melihatnya.


***


__ADS_2