
Suasana di taman hingga area kolam renang sangat meriah. Sudah banyak tamu yang hadir untuk menikmati makan malam istimewa. Ada hiburan live music menampilkan beberapa penyanyi. Salah satu yang dinanti adalah penampilan Unique Band. Band yang sedang naik daun dengan lagi-lagu yang sangat romantis.
Selain itu, acara ini diliput juga oleh Diamond TV dan live di instagram.
Lily dan Ran sudah duduk di kursi mereka bersama Papa, papa Adam, Mama Hana, Angga dan Andin. Mereka berbincang dengan hangat. Papi dan Mami Rico juga hadir. Mereka tadi sempat menyapa semuanya dan berbincang sebentar dengan Papa. Lalu pergi masuk ke dalam hotel.
Wini dan Rico datang menghampiri meja mereka. Wini nampak cantik dengan gaun hitamnya. Sangat serasi dengan Rico.
"Wini..Kamu cantik sekali. Aaah aku rasa bang Rico sekarang hatinya sedang meleleh melihatmu seperti ini" ucap Lily di kuping Wini. Namun Rico mendengarnya. Rico hanya terkekeh mendengar ucapan Lily. Karena apa yang dikatakan Lily benar adanya.
"Kamu bisa saja, Ly. Aku nanti kege-eran , nih" Wini tersipu.
"Maaf ya, Ly. Tadi siang aku terlalu sibuk urus acara. Sampai tidak sempat menemani kamu. Soalnya bang Rico memintaku untuk menjadi juru bicara hotel di depan media. Jadi tadi seharian aku keliling menemani kru Tv meliput hotel dan beserta semua fasilitasnya" ucap Wini.
"Tidak apa-apa, Wi. Kamu kan memang sibuk urus acara. Lagipula aku sama kak Ran dan keluarga juga. Kami sangat senang bisa berlibur bersama" ucap Lily.
Rico menyapa semua yang ada di meja keluarga Lily dan Ran. Lalu beralih ke meja tamu yang lain setelah berbincang sebentar dengan Ran.
"Wini, kita ke meja Mami Papi dulu. Mereka sudah hadir bersama orangtuamu" Rico meraih tangan Wini. Wini terlihat gugup. Rupanya orangtua Rico duduk di kursi meja yang sama dengan orangtua Wini.
"Kami tinggal dulu, ya. Selamat menikmati makan malamnya" Rico pamit meninggalkan meja Lily dan Ran beserta keluarga.
Panggung hiburan live music dibuka oleh penampilan penyanyi wanita Shandy Naya yang ternyata Senior kuliah Lily di kampus Bandung.
"Ternyata di sini saya bertemu dengan adik saya, junior sewaktu kuliah yang suaranya sangat merdu. Saya jadi minder bernyanyi di depannya. Pernah jadi juara pertama lomba menyanyi antar kampus, waktu itu saya cuma juara harapan satu. Padahal saya seniornya hehehe. Saha deui atuh....Neng Bunga Lily" ucap Shandy Naya mengarahkan tangan dan pandangannya ke arah Lily. membuat Lily tertawa pelan. Semua bertepuk tangan dan menatap Lily kagum.
"Bolehlah atuh neng sekali-kali menyanyi lagi...Aku ngarep banget" Shandi Naya tertawa pelan. Lily mengatupkan kedua tangannya di depan wajah seraya tersenyum.
__ADS_1
Dulu sewaktu di kampus, Lily dan Shandy memang aktif di group paduan suara. Shandy adalah seniornya di kampus. Mereka berdua pernah beberapa kali ikut lomba menyanyi. Dan selalu Lily yang lebih unggul dari Shandy. Hanya saja Lily tidak fokus ke dunia musik. Lily lebih fokus meneruskan kuliah S2 dan bekerja di kantor. Sedangkan Shandy memang total terjun ke dunia musik dan profesi utamanya memang seorang penyanyi.
"Aku tahu suara kamu bagus. Tapi tidak tahu kalau kamu pernah jadi juara menyanyi" bisik Ran. membuat Lily tersipu.
"Itu kan jaman masih kuliah, Kak. Iseng ikut-ikut sama teh Shandy. Itu juga suka merasa tidak percaya diri kalau pas mau tampil. Kebetulan saja jadi juara. Lagipula suaraku biasa saja, koq. Teh Shandy memang suka terlalu memujiku sejak dulu" ucap Lily seraya melambaikan tangan ke arah Shandy yang akan mulai menyanyi.
Dia membawakan lagu milik Afgan yang berjudul Bukan Cinta Biasa.
Ran melihat ke arah meja Rico dan Wini.
"Benar dugaanku, sayang. Rico akan melamar Wini malam ini" bisik Ran.
"Bagaimana Kak Ran tahu?" tanya Lily
"Tadi Rico memberitahuku. Lalu orangtua Rico dan orangtua Wini tadi bertemu dulu di dalam hotel sebelum mereka hadir di sini. Orangtuanya sudah tahu. Hanya saja Rico merahasiakannya dari Wini" ucap Ran.
"Aku senang sekali kalau bang Rico benar-benar melamar Wini" Lily sangat antusias.
"Kalau bang Rico benar melamar Wini. Lily akan bernyanyi nanti sebagai hadiah untuk mereka" ucap Lily dengan mata berbinar.
Ran melongo mendengar kata-kata Lily. Apakah ini bawaan hamil? Kalau iya, sepertinya calon bayinya adalah tipe yang senang tampil. Pikir Ran sambil tersenyum.
"Koq Kak Ran malah tersenyum? Boleh atau tidak kalau Lily bernyanyi di panggung?" tanya Lily merajuk.
"Tentu saja boleh. Aku senang koq melihat kamu sekarang jadi sangat bersemangat dalam hal apapun" Ran mengusap kepala Lily.
"Terimakasih, Kak Ran" Lily memeluk Ran erat.
__ADS_1
"Jangan terlalu erat peluknya. Nanti yang ada kamu malah tidak jadi bernyanyi. Yang ada nanti malah kubawa ke kamar saja" bisik Ran membuat pipi Lily merona.
"Iih jangan bicara begitu, Kak. Nanti kedengeran Papa tidak enak" gumam Lily malu sambil mengarahkan matanya ke Papa yang duduk di sebelahnya.
"Looh memangnya aku bicara apa sampai tidak enak kalau terdengar Papa?" tanya Ran menggoda Lily.
"Tadi kak Ran bilang, Lily mau diajak ke kamar"
"Kamu kan istriku. Memangnya salah bawa istri ke kamar?" Ran terkekeh.
Lily terdiam lalu ikut tertawa pelan. Benar juga sih kata kak Ran, pikir Lily.
Ran mengirim chat ke Rico.
'Kata Lily, Jika kamu benar akan melamar Wini malam ini. Lily akan bernyanyi sebagai hadiah untuk kalian' tulis Ran
'Wooow. Istimewa sekali hadiahnya. Jarang-jarang nih nyonya Ran Curtis keluarin suara emasnya. Oke, nanti kuatur dengan MC. Thanks ke Lily ya Ran' balas Rico
Sekarang di panggung sedang ada penampilan Unique band dengan lagu-lagu romantisnya.
Seorang panitia acara menghampiri Ran dan Lily. Memastikan apakah benar Lily akan bernyanyi dan menanyakan judul lagu yang akan dibawakan Lily. Lalu Lily diberitahu kapan saatnya Lily nanti bernyanyi.
"Kamu tidak gugup akan tampil?" tanya Ran heran karena Lily nampak ceria dan bersemangat.
"Justru Lily sudah tidak sabar untuk tampil" jawab Lily membuat Ran kembali merasa heran. Fix ini sih bayinya memang pengen tampil. Karena Lily tidak pernah se-pede itu. Ran tergelak sendiri.
Tapi dia senang melihat Lily selalu ceria dan bersemangat sekali belakangan ini. Kemarin sepanjang perjalanan dari Jakarta ke Lembang, Lily tidak merasa kelelahan. Padahal awalnya Ran khawatir dengan kondisi Lily. Mengingat dua hari sebelumnya Lily sempat pingsan karena kelelahan dan dehidrasi. Mungkin karena sekarang asupan gizi dan kebutuhan airnya sudah mencukupi. Makanya Lily menjadi kuat fisiknya.
__ADS_1
***