Bunga Lily Untuk Pangeran

Bunga Lily Untuk Pangeran
48. Kabar Bahagia


__ADS_3

Lily sekarang sudah di kamar perawatan. Ran tadi bergegas mengurus administrasi. Karena menurut dokter kemungkinan Lily harus dirawat sekitar dua hari di rumah sakit. Selama Ran mengurus administrasi, Lily ditemani teh Yuni.


Makanan yang dikirim dari kafe Blume sudah tiba. Baru saja teh Yuni mengantarkan ke kamar Lily.


Lily menatap makanan itu dengan mata berbinar. Dan itu membuat Ran heran.


Lily meraih satu buah croissant coklat almond. Dia makan perlahan tapi sangat menikmati hingga habis. Kemudian dia meminum susu almond yang juga dipesankan Ran tadi. Setelah itu dia makan lagi satu buah croissant coklat almond. Lalu lanjut makan buah berry. Dia makan dengan sangat tenang tapi banyak. Ran menatapnya terpana. Tidak biasanya Lily makan sebanyak itu. Terlebih yang dimakan adalah croissant kesukaan Ran, biasanya Lily tidak suka.


"Kenapa rasanya enak sekali ya, Kak? padahal biasanya aku tidak suka yang varian coklat almond" gumam Lily heran.


"Mungkin karena kamu sedang lapar. Kamu kan belum makan siang" jawab Ran. Padahal dalam hatinya pun masih keheranan.


"Terimakasih ya, ternyata kak Ran pesankan susu almond juga" ucap Lily, kembali meminum susu almondnya.


"Sama-sama. Sengaja kupesankan susu supaya kamu kuat dan sehat lagi" jawab Ran. Dia jadi ingin tertawa melihat Lily makan begitu banyak.


Pintu kamar terbuka, dokter Jihan dan seorang perawat datang.


"Waaah sepertinya bu Lily baru selesai makan. Bagus kalau begitu" seru dokter Jihan ketika melihat mangkuk buah berry yang sedang dipegang Lily dipangkuannya.


"Bagaimana hasil tesnya, dokter?" tanya Ran tidak sabar.


"Hasilnya bu Lily positif hamil. Selamat yaaa" dokter Jihan tersenyum. Ran dan Lily tersenyum bahagia. Ran mengusap lengan Lily.


"Naah sekarang, kita periksa dengan alat USG di ruangan saya"ucap dokter Jihan lagi.


Seorang perawat membawa kursi roda untuk Lily. Lalu Ran yang mendorong kursi rodanya menuju ruangan dokter Jihan.


Mereka sudah di ruangan dokter Jihan.


"Kalau berdasarkan HPHT atau Hari Pertama Haid Terakhirnya bu Lily, usia kehamilannya sekitar enam minggu. Maka kita USG dengan cara transvaginal ya. Supaya lebih jelas, karena usia kehamilannya masih sangat muda" ucap dokter Jihan.


Kemudian dokter Jihan mulai memeriksa. Ran dan Lily melihat layar monitor dengan antusias dan deg degan.


"Ini janinnya..yang bulatan kecil ini. Usia kehamilannya enam minggu dua hari. Panjang janinnya empat milimeter. Kira-kira sebesar kacang polong" dokter Jihan menjelaskan.


Lily dan Ran tersenyum senang melihatnya. Mereka sangat bahagia melihat calon bayi mereka.

__ADS_1


"Detak jantungnya bagus. InsyaaAllah sehat. Bu Lilynya jangan terlalu capek ya" pesan dokter Jihan.


"Alhamdulillah. Semoga selalu sehat ya, sayang" Ran menggenggam tangan Lily erat. Perasaannya saat ini sangat sulit diungkapkan. Rasanya dia ingin berteriak memberitahu dunia bahwa dia akan menjadi seorang ayah.


"Apakah pingsan tadi karena pengaruh dari kehamilannya, dok?" tanya Ran.


"Tadi bu Lily dehidrasi. Ibu hamil butuh asupan air putih sekitar 2 liter sehari. Jika kekurangan asupan air, salah satu efeknya ya seperti tadi" jawab dokter Jihan.


"Jika menyukai makanan yang sebelumnya tidak disukai itu karena apa? Karena tiba-tiba saja istri saya menyukai croissant coklat almond, padahal sebelumnya dia tidak menyukainya. Biasanya dia suka dengan croissant keju kismis" tanya Ran lagi.


"Itu biasanya karena pengaruh dari perubahan hormon" Jawab dokter Jihan.


Dokter Jihan juga memberikan beberapa vitamin untuk Lily minum. Dan mengingatkan untuk tetap menjaga kesehatan tubuh dan cukup istirahat.


***


Ran sejak semalam sudah sibuk menghubungi kafe Blume untuk mengirimkan semua makanan kesukaan Lily dan minta diantar sebelum jam makan siang. Tadi pagi sebelum berangkat kerja juga Ran masih sibuk mengingatkan teh Yuni untuk mempersiapkan semua makanan, buah, susu dan vitamin Lily sesuai jadwalnya.


Lily hanya tersenyum melihat kesibukan Ran. Padahal Lily bisa melakukan itu semua tanpa dibantu teh Yuni sekalipun.


"iya, kak Ran...terimakasih ya sudah sangat perhatian ke Lily"


"Sudah seharusnya. Kamu kan istriku. Apalagi sekarang sedang mengandung anakku" sahut Ran. Dia mencium perut Lily yang masih rata.


Lily mencium tangan Ran"Hati-hati di jalan ya, Kak"


"Kamu juga baik-baik ya" Ran melangkah keluar apartemen.


Ran mengangguk. Walaupun hatinya rasanya tidak tega meninggalkan Lily di rumah tanpanya. Tapi hari ini dia harus ke kantor. Karena ada beberapa pekerjaan yang harus diselesaikan hari ini. Karena kemarin selama Lily dirawat di rumahsakit selama dua hari Ran terus menemani dan tidak mau keninggalkan Lily. Jadi semua pekerjaan dua hari kemarin banyak yang ditunda. Termasuk meeting mengenai pembukaan outlet di Korea.


Lily duduk santai di sofa di kamarnya. Ponselnya berbunyi. Sebuah panggilan video dari Mama Hana. Mama Hana sedang berada di kafe Fleur Dago atas. Terlihat suasana kantor Mama Hana yang lengkap dengan mini kitchen.


"Lily sayaaang...selamat ya, Nak. Mama senang sekali mendengar kabar bahagia ini. Baru saja Ran menelepon Mama. Mengabari kalau Lily sedang hamil. Mama sebentar lagi jadi nenek" Mama Hana nampak menyapu sudut matanya yang berair.


"Mama sangat terharu, bahagia" lanjutnya. Karena saking bahagianya Mama Hana jadi menangis.


"Terimakasih, Mama. Aaah Lily kangen Mama Hana" pekik Lily seraya merajuk. Dia memang sangat disayang oleh Mama Hana. Bahkan kadang Ran suka meledek jika Mama Hana dan Lily sudah bertemu, lalu asik berdua.

__ADS_1


'kan aku yang anak mama. Koq aku jadi tersisihkan ya sejak ada Lily" candaan Ran jika Mama Hana dan Lily sudah bertemu dan mengabaikannya.


Mama Hana tertawa melihat Lily yang seperti anak kecil. Sejak ada Lily, Mama Hana menjadi sangat senang punya anak perempuan.


"Mama juga kangen sama Lily. Maaf, mama belum bisa main ke Jakarta. Papa Adam soalnya masih sangat sibuk jadi belum bisa pergi meninggalkan Bandung" kata Mama Hana.


"Jaga kesehatan ya, Ly. Makan yang cukup. Jangan terlalu capek juga. Menurut Ran kemarin kamu pingsan di kantornya. Kamu pokoknya jangan beraktifitas yang berat dulu ya" Mama Hana berucap.


" Iya, Ma. Sekarang Lily di apartemen saja tidak kemana-mana" jawab Lily menyandarkan tubuhnya di pinggiran sofa.


"Maaf, Lily sambil senderan ya, Ma. Lily sekarang gampang capek"


"Iya, tidak apa-apa. Santai saja"


"Kalau sudah enakan. Besok-besok pulanglah ke Bandung. Istirahat, refreshing. Di sini kan udaranya lebih segar. Nanti Mama buatkan makanan kesukaan kamu juga" kata Mama Hana.


"Kalau tidak salah, rencananya Kak Ran mau ajak Lily liburan ke Lembang akhir pekan ini, Menginap di hotel barunya bang Rico" Lily meletakan ponselnya di atas meja menggunakan stand holder ponsel.


"Bagus itu. Yang penting jaga kesehatan, makan yang banyak, cukup istirahat dan jangan capek-capek ya, Nak" pesan Mama Hana lagi.


Mereka berbincang banyak hal lumayan lama. Sampai Lily tidak menyadari bahwa dia mengantuk lalu tertidur di sofa saat masih menelepon Mama Hana.


Mama Hana yang melihat Lily kelelahan dan tertidur di sofa hanya tertawa. Lalu mengcapture foto Lily yang tertidur pulas di sofa. Kemudian mengirimkannya ke Ran.


"Lihatlah anak perempuan Mama yang sedang hamil muda, tertidur kelelahan berbincang di telepon dengan Mama" tulis Mama di chat.


Ran tertawa membacanya. "Itu istriku, Ma" balas Ran.


"Iya, istrimu kan berarti anak perempuan Mama"Mama membela diri. Membuat Ran tertawa sendiri membacanya.


Ran kembali tertawa. Lily dan Mamanya memang sangat klop. Kadang Ran jadi bingung sebenarnya yang anaknya itu dia atau Lily. Apalagi sekarang Lily sedang hamil. Pasti Mama akan lebih perhatian lagi ke Lily, pikir Ran. Tapi, dia sangat senang karena Mama dan Lily sangat saling menyayangi seperti ibu dan anak.


Kemudian Ran menelepon ke teh Yuni untuk mengecek keadaan Lily dan memastikan Lily baik-baik saja.


Tadi dia lihat di foto yang dikirim mama, tangan Lily menjuntai ke lantai, dia meminta teh Yuni membetulkan posisi tangan Lily. Lalu meminta teh Yuni meletakkan beberapa bantal di samping sofa. Khawatir Lily terjatuh saat tidur, kalau ada bantal kan aman.


***

__ADS_1


__ADS_2