
Pangeran Kenzo Yudhistira Curtis. Usia 29 tahun. Lahir di Tokyo. Papanya seorang warga Perancis bernama Adam Curtis, seorang pemilik perusahaan produsen pakaian jadi untuk pria dan wanita dengan brand Curtis Men dan Curtis Lady. Mamanya seorang warga Indonesia campuran Bandung dan Jepang bernama Hana Rose adalah pengusaha kafe dan restoran di Bandung dan Jakarta.
Di rumah dia dipanggil Ran kependekan dari Pangeran. Anak tunggal. Tinggi badan 184cm berwajah khas orang perancis dan memiliki bola mata berwarna silver atau perak.
Sejak kecil tinggal di Bandung, hanya jika liburan saja dia pergi ke Jepang atau ke Perancis mengunjungi Kakek neneknya. Kuliah S1 bisnis di Jepang dan kuliah Magister bisnis di London.
Ran adalah seorang business planner. Dia juga memiliki jabatan di perusahaan papanya. Saat ini dia diberikan tugas untuk memimpin tim strategy and business development, yaitu bagian di dalam perusahaan yang bertanggung jawab dalam menyusun target dan strategi jangka panjang bagi perusahaan. Juga membangun hubungan baik dengan pelanggan, mengidentifikasi setiap peluang bisnis, melakukan negosiasi bisnis, serta memantau perkembangan pasar.
Kantor Ran berada di Jakarta. Sedangkan Papanya berkantor di Bandung yang merupakan tempat produksi.
Belakangan ini mama sering tidak sehat, Ran juga harus membantu mengelola kafe dan restoran milik mamanya. Biasanya dia mengurus kafe Blume di Jakarta pada hari jumat sore hingga sabtu sore. Sabtu malam biasanya dia sudah berada di Bandung. Hari minggu dia menyempatkan datang ke kafe Fluer dan Hana Resto di Bandung.
Saat bekerja di kafe adalah hiburan untuknya. Jadi mengurus kafe tidak dianggap sebagai pekerjaan olehnya Jika sedang tidak banyak pekerjaan, dia bisa meluangkan waktu untuk melukis, hobinya sedari kecil seperti nenek Yumi, neneknya yang tinggal di Jepang.
***
Ran menggeser kursi kecil dan duduk di samping Mamanya yang sedang membaca buku di ruang baca di kamar Mama. Mama duduk di sofa panjang dan kakinya berselonjor. Dia mencium pipi mamanya.
"Bagaimana keadaan mama hari ini?"tanyanya.
"Alhamdulillah, mama semakin sehat" jawab Mama.
"Maaf tadi tidak bisa ikut makan malam. Kakek dan nenek sudah tidur? Papa kemana?"Ran pindah duduknya, dia meletakan kaki mama di pahanya lalu memijat kaki mama perlahan.
"Kakek dan nenek sudah tidur sepertinya. Papamu masih di ruang kerja, ada sambungan video call dengan rekan bisnis di Paris." jawab Mama.
Perbedaan waktu Bandung dan Paris adalah 6 jam lebih cepat Bandung dibandingkan Paris. Sekarang jam 21.49 WIB, berarti di Paris sekarang jam 15.49. Di Paris memang masih jam kerja. Pantas saja Papa masih meeting. Gumam Ran dalam hati.
"Kamu sendiri, bagaimana? gadis yang kamu ceritakan itu sudah berhasil bertemu lagi?" tanya Mama.
"Alhamdulillah, sudah Ma. Tadi Ran bertemu keluarganya di rumahnya" wajah Ran terlihat sumringah.
Mama menoleh, menutup buku yang tadi dibacanya.
"Cepat sekali geraknya anak muda ini, sudah bertemu keluarganya"Mama tertawa pelan.
"Mereka keluarga angkatnya Rico, Ma" ucap Ran.
Mama menatapnya tidak percaya. "Rico Hoover, teman kuliah kamu di Jepang?"
__ADS_1
Ran mengangguk.
Mama tersenyum lega. "kapan kamu ajak gadismu bertemu mama dan papa?" tanya Mama.
"Rencananya besok, ma" jawab Ran.
"Baguslah. Semakin cepat semakin baik. Jangan buang-buang waktu percuma untuk berpacaran." ucap Mama.
"Ran kan tidak pernah mau pacaran, Ma" ucap Ran.
Mama tersenyum. "Iya, mama tahu. Maksud mama jika kamu sudah yakin menemukan gadis yang tepat, segerakan saja"
"Semoga gadismu ini memenuhi kriteria calon istri yang baik ya ,Ran" ucap Mama lagi.
"InsyaaAllah, Ma. Dia gadis yang baik" jawab Ran yakin.
"Besok ada acara pengajian keluarga sebelum kakek dan nenek kembali ke Jepang, ajaklah gadismu. oh iya siapa nama gadis itu?" tanya Mama
"Bunga Lily Adeeva Suryanegara. Dipanggil Lily" jawab Ran dengan lengkap.
"Nama yang cantik sekali. Aah Mama tidak sabar bertemu dia besok" ucap Mama
"ooh yaaa? Mama jadi penasaran" Mama menoleh ke Ran seraya tersenyum.
Hana rose itu artinya Bunga mawar. Hana dalam bahasa Jepang artinya Bunga. Nama Hana dipilihkan Nenek Yumi, Ibunya Mama. Sedangkan Rose dipilihkan Kakek Abdullah, ayahnya Mama.
Bunga Mawar sendiri dalam bahasa Jepang adalah Bara. Tapi Kakek sangat suka dengan bunga Rose. Akhirnya diberilah nama Hana Rose.
***
Ran sudah siap tidur, setelah tadi mengaji. Sambil menunggu kantuk datang, Ran teringat kejadian awal bertemu Lily.
Sore itu Ran harus bergegas ke Bandung mengejar jam makan malam bersama keluarga. Karena Nenek dan Kakek dari Jepang sudah tiba di Bandung sejak semalam. Ran mampir terlebih dahulu ke Kafe Blume untuk mengambil lukisan pesanan Kakek yang dia simpan di sana.
Begitu mau keluar dari tempat parkir, mobil tidak bisa dinyalakan. Akhirnya Ran diantar naik motor oleh pegawai kafe Blume ke shelter mobil travel Ztrans tidak jauh dari kafe.
Saat sudah duduk di dalam kendaraan. Seorang gadis diantar seorang pria masuk ke dalam mobil dan duduk di sebelah Ran. Gadis itu tidak menghiraukan apa yang diucapkan pria yang mengantarnya.
Ada yang menarik dari gadis itu. Dia memakai kemeja lengan panjang motif bunga halus dan rok berwarna krem dengan panjang sebetis. Ran tahu brand dari pakaian yang dipakai gadis itu adalah brand dari luar dengan harga lumayan fantastis. Ran memang selalu mengikuti perkembangan fashion dunia. Karena salah satu bisnis keluarganya juga bergerak di bidang fashion. Sepatu flatnya berwarna senada dengan roknya. Juga sama dari brand terkenal Guc*i. Ran tahu produk yang dipakai gadis itu adalah asli. Karena diapun pengguna produk tersebut. Walaupun banyak juga beredar produk 'kawe', tapi Ran sudah hafal dari jenis bahan dan garis jahitannya.
__ADS_1
Ran melirik lagi dari balik bukunya. Gadis itu memakai brand seharga belasan juta dengan sikap biasa saja, dan naik kendaraan umum. Tanpa bermaksud menilai seseorang dari apa yang orang itu pakai. Ran hanya merasa tercengang dengan gayanya yang bersahaja. Selama yang Ran tahu, seseorang jika sudah memakai produk dengan brand luar tersebut, pastinya kemana-kemana akan diantar sopir. Apalagi seorang gadis.
Tiba-tiba aroma segar menyebar lembut saat gadis itu merapikan ikatan rambut hitamnya membuat Ran terkesiap. Ran segera sadar. Itu tidak baik, memperhatikan seorang gadis sampai seperti itu.
Gadis itu nampak memejamkan matanya, meskipun sebenarnya dia tidak tidur. Ran hanya melihat dengan ekor matanya saja dan sesekali menoleh dari balik buku yang dibacanya.
Gadis itu beberapa kali mengangkat telepon. Ran mendengar bahwa Papa gadis itu sedang sakit.
Ada keinginan kuat untuk mengajaknya berkenalan. Tapi pasti sangat tidak sopan dan sangat menakutkan bagi seorang gadis ketika tiba-tiba seorang pria mengajak berkenalan di kendaraan umum. Akhirnya Ran memilih kembali membaca bukunya seraya berdoa agar bisa mengenal gadis itu.
Tiba-tiba mobil berhenti mendadak, buku yang Ran pegang terpelanting ke lantai mobil. Tas gadis itupun sama terjatuh. Ran segera mengambil bukunya bersamaan dengan gadis itu mengambil tasnya. Kepala mereka beradu. Ran sampai salah tingkah, nyaris sulit berkata-kata. Padahal dia adalah seorang yang sangat ahli berkomunikasi dengan rekan bisnis dan pelanggan. Kenapa tiba-tiba jadi kelu lidahnya.
Sampai akhirnya tiba di shutle Ztrans Cihampelas. Gadis itu turun bergegas menuju mobil yang ternyata sudah menjemputnya. Ran terdiam pasrah seraya melihat gadis itu pergi. Aah lihatlah sungguh manis gadis itu dengan stylenya yang sederhana namun anggun. Semoga lain kali bisa bertemu lagi.
Saat Ran hendak turun, sesuatu tertendang sepatunya. Sebuah ponsel. Ran menekan tombol on, ada foto seorang gadis yang sedang duduk di balik sebuah meja kerja.
Gadis yang tadi, pekik Ran dalam hati. Dia hendak menyusul gadis itu. Tapi mobilnya sudah pergi menghilang di jalan raya.
Ran mengantongi ponsel tersebut. Dia yakin gadis itu akan menghubungi. Kalau sampai besok siang tidak menghubungi, Ran akan mencoba mebuka ponsel dan mencari nomor darurat di ponsel tersebut. Makan malam bersama keluarga dan Kakek nenekpun tetap dia bawa ponselnya. Berjaga-jaga pemiliknya menghubungi.
Saat Ran sudah di kamar, Ponsel itu berbunyi.
Bunga Lily, Nama yang muncul di layar.
Akhirnya gadis itu menghubunginya.
****
"Ran, kamu sudah tidur?" Mama mengetuk pintu kamar membuyarkan lamunan Ran.
"belum, Ma" Ran membuka pintu.
"Jangan lupa, besok jemput Lily. Kita ada acara pengajian keluarga setelah zuhur sekalian kan kenal dengan seluruh keluarga"Kata Mama mengingatkan.
"Mama mau tidur dulu. Papamu masih meeting. Sapalah sebentar saja sebelum kamu tidur" kata Mama lagi.
Ran beranjak menuju ruang kerja Papa. Dia membuka pintu perlahan lalu melambaikan tangannya ke Papa yang masih serius di depan layar laptopnya. Papa membalas lambaian tangan lalu berbisik dari kejauhan "tidurlah. oke?"
"oke" jawab Ran seraya menutup pintu kembali perlahan.
__ADS_1
****