
"Oke, aku cek email. Thanks ya, bro"Angga menutup sambungan telepon dari Rico. Kemudian membuka email yang baru saja dikirim Rico.
"Dasar, brengsek"Angga mengepalkan tangannya.
Dibukanya satu persatu foto yang dikirim Rico.
Foto-foto pernikahan Rakha dan Dina. Nampak juga foto Lily yang sedang menjadi tamu undangan di pesta pernikahan tersebut. Hati Angga serasa sakit melihat Lily hadir disana. Tidak terasa air matanya mengalir. Mata LiLy nampak sembab. Mereka berfoto berlima. Lily, Rakha, Dina, dan dua laki-laki teman dekatnya Rakha yang juga teman Lily.
"Kamu terlalu baik, Ly. Sampai kamu masih mau datang di pernikahan manusia kurang ajar itu"gumam Angga terisak.
Lily adiknya satu-satunya yang sedari kecil Angga selalu jaga dan lindungi. Angga tidak akan pernah membiarkan siapapun menyakitinya. Almarhum Mama menitipkan Lily kepadanya. Begitupun Papa, selalu mengingatkan Angga untuk selalu menjaga Lily. Namun sejak Angga menikah lalu meneruskan kuliah di luar negeri, Angga sudah terlalu sibuk. Dan Lily pun tumbuh jadi gadis yang tak pernah mengeluh. Dia selalu terlihat tak punya masalah apapun. Angga berpikir bahwa Lily sudah bisa menjaga dirinya sendiri. Adik manisnya yang imut itu mudah menangis, tapi dia kuat.
Selama seminggu ini Angga merasa khawatir dengan Lily. Dia merasa Lily sedang tidak baik-baik saja dengan Rakha. Perasaan itu muncul ketika tanpa sengaja dia melihat Rakha datang dan berbicara dengan Lily di lobby rumah sakit. Angga melihat percakapan mereka tidak dalam keadaan yang baik. Lily nampak kesal saat itu. Lalu saat Lily meninggalkan Rakha, Rakha melihat jari tangannya yang memakai sebuah cincin. Entah apa yang mereka bicarakan. Namun Angga yakin ada sesuatu yang terjadi. Dan soal cincin yang melingkar di jari tangan Rakha, Angga yakin itu adalah sebuah cincin pernikahan. Lily dan Rakha bahkan belum bertunangan. Jadi tidak mungkin jika itu adalah cincin pertunangan. Sekalipun mereka bertunangan atau misalkan Rakha sudah melamar Lily secara diam-diam sebelum melamar resmi kepada keluarga , pasti Lily lah yang memakai cincin itu. Lagipula cincin pertunangan dipakai di jari manis sebelah kiri. Sedangkan Rakha memakai cincin itu di jari manis tangan sebelah kanan. Angga mencurigai jika Rakha diam-diam telah menikah dengan orang lain dan meninggalkan Lily.
Maka dari itu Angga meminta tolong kepada sahabatnya, Rico, untuk menyelidiki Rakha. Rico adalah sahabat Angga yang tinggal di Jakarta. Keluarga Rico punya pengaruh lumayan kuat di Jakarta. Mereka memiliki kerajaan bisnis warisan dari kakeknya Rico. Jaringan bisnis keluarga mereka sangat solid satu sama lain. Relasi dan koneksi keluarga Rico sangat luas. Mereka juga punya tim khusus yang tersebar di berbagai daerah sebagai tim pengamanan dan pencari informasi penting. Apapun informasi yang dibutuhkan bisa dengan mudah dia dapatkan.
Sebuah email baru masuk dari Rico.
'Saat ini mereka sedang berbulan madu di Bali' tulis Rico.
Angga membuka attachment files berupa beberapa foto.
Foto-foto Rakha dan Dina yang sedang menikmati liburan bulan madu di Bali.
__ADS_1
Angga terdiam. Bagaimana perasaan Lily saat ini? batinnya. Hancurkah? Semoga saja tidak. Adiknya memang mudah menangis, mudah terbawa perasaan sedih, tapi hatinya sangat kuat.
Namun tetap saja Angga merasa khawatir
Dddrrrrttt. Panggilan telepon dari Rico.
"Kamu mau dibantu apalagi, bro. Mau orang-orangku urus tuh playboy cap gayung?" suara Rico.
"Aku perlu informasi soal pekerjaannya saat ini, Co. Yang aku tahu dia punya usaha keagenan jasa kurir di daerah selatan Jakarta."
"Mudah koq itu. Nanti malam kamu sudah dapat datanya"sahut Rico.
"terimakasih banyak, Co" ucap Angga
"Kita kan bersahabat sejak lama. Harus saling bantu kan" ucap Angga
"Aaaah aku jadi terharu kan. Sialan lo. kalau ingat masa-masa itu, selalu melo" Rico memekik. Lalu Angga tertawa.
"Bagus donk, berarti hatimu kan sbenarnya sangat lembut, bestie" ledek Angga diiringi tawa keduanya.
"Hahahaha..imut banget sij pakai istilah bestie. Merinding gue jadinya"Rico tergelak.
"Masih untung tidak kupanggil sweetie"seloroh Angga
__ADS_1
"Wkwkwk..geli gue. Eh, bro. Btw, tuh si playboy cap gayung sok kegantengan banget. Syukurlah Lily diselamatkan oleh Tuhan dari orang macam dia"Ucap Rico
"daripada sama tuh playboy, mendingan sama aku aja kali. Yakin deh gue sayangi Lily sepenuh hati seluruh jiwa raga" lanjut Rico.
"Hhhh..dasar playboy pensiun. Mana mau Lily sama modelan seperti kamu" sahut Angga. Riko tertawa di ujung telepon.
"Masih mending aku lah, walaupun sekarang dah pensiun jadi playboy. Tapi mantan playboy ori, no kawe kawe" Seru Rico
"dikira tas branded, ada ori dan kawe" kata Angga
mereka kembali terbahak.
"Ya udah, nanti malam kuemail datanya, Ga"
Sambungan telepon terputus.
Angga masih harus terus menyelidiki soal Rakha. Dan juga memastikan bahwa Lily baik-baik saja. Angga yakin adiknya itu tidak akan frustasi hanya karena ditinggal nikah manusia brengsek.
Angga menutup layar laptopnya. Hari ini dia ada meeting dengan salah satu restoran makanan Jepang terbesar di Indonesia mengenai pembuatan cold room di setiap cabang mereka di beberapa kota besar.
Meeting diadakan di salah satu restoran mereka di daerah selatan Jakarta pada jam makan siang nanti. Angga berencana sekalian menemui Lily setelah selesai meeting.
Semalam sudah membuat janji dengan Lily untuk bertemu di dekat kantor Lily nanti sore.
__ADS_1
***