
Lily memeriksa semua berkas yang sudah ditandatangani Pak Bram. Dia harus memastikan tidak ada yang terlewat. Karena minggu ini adalah minggu terakhir Lily bekerja. Berkas di tangannya adalah berkas terakhir pekerjaannya yang akan dia serah terima-kan ke pegawai baru.
Lily menatap semua folder dokumen yang tersusun rapi di lemari. Semua sudah lengkap. Penerusnya nanti semoga bisa bekerja serapi Lily dan Pak Bram.
Tiga puluh menit lagi waktunya pulang. Lily merapikan mejanya.
Tiba-tiba telepon diatas mejanya berdering.
" Lily, ada Rakha di sini. Mencari kamu" Lestari sang resepsionis setengah berbisik. Dia kenal dengan Rakha. Karena dia yang sering menerima bingkisan-bingkisan Rakha pada waktu yang lalu dan sering mendapatkan bagian juga dari Lily seperti coklat, kue dan hadiah-hadiah yang diberikan Rakha.
Lestari berusia sama dengan Lily. Mereka lumayan akrab di kantor. Walaupun di luar kantor mereka tidak pernah pergi bersama.
"Tolong katakan padanya aku sedang tidak bisa diganggu"jawab Lily.
"Nanti aku chat kamu" ucap Lily lagi
Lestari: Kenapa kamu tidak mau bertemu dengan dia?
Lily: Dia sudah menikah dengan mantan kekasihnya
Lestari: Serius? terus mau apa dia datang kemari?
Lily: Aku tidak tahu. Aku tidak mau bertemu dia
Lestari: Baguuus. Seenaknya saja. Sudah selingkuh sama mantan, maksa mau bertemu.
Lily:Tolong ya, Tari
Lestari tidak membalas chat Lily lagi. Lily beranjak ke pantry. Mengerikan sekali kalau dia sampai berani datang ke kantor, pikir Lily ketakutan.
Kalau mengenai uang yang dipinjam Rakha, Lily sudah minta bantuan Anna. Nanti tim dari kantor pengacara papanya Anna yang akan menghubungi Rakha mewakili Lily. Sebenarnya Papa dan kak Angga menyarankan Lily untuk merelakan uang itu, yang penting Lily tidak berhubungan lagi dengan Rakha. Namun Lily merasa dia harus memperjuangkan haknya dulu. Papa mengijinkan asalkan memakai bantuan dari pengacara sebagai kuasa hukum untuk mediasi dengan Rakha. Jadi Lily tidak perlu lagi bertemu Rakha.
Lestari mengirimkan pesan lewat chat
__ADS_1
Lestari: Ly, dia mau menunggumu sampai kamu pulang
Lily: Biarkan saja. Nanti aku keluar lewat lift basement saja langsung menuju tempat parkir. Tolong kamu pastikan dia tetap di lobby ya.
Lestari: Siip, Ly. Hati-hati
Lily memanggil teh Yuni yang sedang menunggunya di pantry. Memintanya mengantar pulang. Sudah dua bulan sejak Ran melamarnya. Lily sudah tidak tinggal di rumah kos lagi. Sekarang Lily menempati salah satu unit apartemen milik Ran di daerah jalan Simatupang. Satu gedung dengan tempat tinggal Ran, tapi beda lantai. Semua demi keamanan Lily selama berada di Jakarta, sampai nanti Lily berhenti kerja. Dan Papa menyediakan satu mobil untuk Lily. Akhir bulan depan Lily dan Ran akan menikah. Persiapan sudah 90% selesai. Minggu ini adalah minggu terakhir Lily bekerja di PT Raja Bumi. Lily sudah dapat penggantinya di kantor sebagai sekretaris Pak Bram.
Teh Yuni adalah keponakan Bu Halimah yang sekarang ikut menemani Lily di Jakarta. Usianya 35 tahun seorang janda dengan satu anak. Suaminya meninggal setahun yang lalu. Jadi dia harus mencari nafkah untuk dia dan anaknya. Bu Halimah mengajaknya bekerja di rumah Papa. Kebetulan bisa mengendarai mobil karena sewaktu di kampung bapaknya teh Yuni punya mobil bak pengangkut hasil kebun ke kota, jadi teh Yuni suka curi kesempatan bawa mobil bak itu untuk main bersama teman-temannya ke kota. Teh Yuni juga sangat gesit dan cekatan. Makanya Bu Halimah meyakinkan Papa bahwa teh Yuni bisa diandalkan.
Tugas teh Yuni mengantar Lily ke kantor setiap pagi. Kalau Lily tidak ada jadwal keluar kantor, Teh Yuni biasanya Lily minta menunggu di apartemen saja. Satu jam menjelang Lily pulang, Teh Yuni berangkat lagi ke kantor untuk jemput Lily.
Lily sudah tiba di tempat parkir khusus karyawan di basement . Di dalam mobil, Lily duduk di kursi bagian tengah. Saat melewati tempat parkir untuk tamu di halaman depan gedung kantor, Lily melihat mobil Rakha masih di sana.
Mobil Lily sudah melaju di jalan raya. Lily menghela nafas. Lalu mengabari Lestari bahwa dia sudah di jalan pulang.
***
Ran tadi pagi berangkat urusan bisnis ke Korea selama 3 hari di sana dan akan dilanjutkan ke Thailand selama 3 hari juga. Barusan dia mengabari keeat chat bahwa dia baru saja selesai meeting dengan salah satu rekan di sana. Lily tadi sengaja tidak memberitahukan Ran mengenai Rakha. Khawatir nanti Ran malah kepikiran Lily. Lagi pula sekarang sudah ada teh Yuni.
Dear Lily,
Aku tadi ke kantormu. Karena nomorku tidak bisa menghubungimu, kamu memblokir nomorku kan, Ly?
Sudah tiga bulan aku berusaha menemuimu Tapi kamu sulit sekali ditemui.Aku hanya ingin berbicara baik-baik dengan kamu. Perihal uang yang aku pakai , aku akan mengembalikannya, Ly. Tapi tidak usah lewat pengacara. Tadi ada pengacara mewakili kamu menemuiku. Kita selesaikan baik-baik saja, Ly.
Aku akan terus berusaha menemui kamu sampai kamu bersedia.
Aku saat ini sedang proses perceraian dengan Dina, Ly. Aku harap kamu masih setia menungguku ya, Ly.
Laki-laki yang kulihat bersamamu waktu itu, kurasa dia hanya akan memanfaatkan kamu. Kamu jangan percaya dia, Ly. Hanya aku yang sayang kamu.
Rakha
__ADS_1
Lily menghela nafas. Mengenal Rakha adalah kesalahan dalam hidupnya. Terkadang Lily berusaha meyakinkan hatinya bahwa Rakha sebenarnya baik. Mungkin dia memang benar terpaksa menikah dengan Istrinya. Tapi nyatanya sampai saat ini dia masih mempertahankan pernikahannya. Bukan karena Lily berharap dia berpisah dari istrinya. Lily juga sudah tidak perduli. Lily pun sudah mau menikah. Hanya saja Lily merasa bosan karena Rakha selalu memakai alasan itu untuk mencoba menarik Lily kembali padanya.
Dan sekarang dia menjelekkan Kak Ran. Bisa-bisanya Rakha menuduh kak Ran hanya memanfaatkannya, pikir Lily
Ddrrrttttt ponselnya berbunyi. Kak Ran. Lily lekas mengangkatnya. Dia memang menunggu Kak Ran.
"Halo, Sedang apa Ly?"tanya Kak Ran
"Aku sedang menunggu kak Ran menelepon" jawab Lily
"Meeting hari ini sudah beres. Dan sekarang aku sudah mau istirahat di hotel. Besok pagi jam delapan, meeting lagi dengan perusahaan berbeda" ucap Ran.
"semangat ya, Kak Ran" ucap Lily
"Pekerjaanmu, bagaimana?" tanya Ran
"Pekerjaan lancar saja. Pengganti posisiku di kantor sudah terbiasa dengan pekerjaannya. Besok akan Lily kenalkan ke divisi lain sekalian Lily berpamitan ke semuanya" jawab Lily
"Syukurlah. Semoga menuju pernikahan semua lancar ya" ucap Ran. Lily mengaminkan
"aku merindukan Lily. Semoga diberikan kemudahan menahan rasa rindu ini hingga kita menikah" ucap Ran membuat hati Lily berdesir. Dia juga merindukan kak Ran.
"sepertinya Papa sengaja mengirimku tugas ke luar negeri belakangan ini. Supaya tidak sering bertemu kamu" Kak Ran tertawa. Lily ikut tertawa.
"Betul juga, Kak. Sejak Lily tinggal di sini, Kak Ran sudah empat kali ditugaskan ke luar kota. Kali ini malahan ke luar negeri." Lily mengiyakan.
"Sekalinya kak Ran pulang, Lily sudah di Bandung" Lily terkekeh.
"Betul ya, orangtua kita sengaja membuat kita jarang bertemu" Ucap Kak Ran.
"Sepertinya kita baru bertemu lagi pada saat akad nikah, Ly" Ucap Kak Ran.
Betul juga, pikir Lily. Kak Ran enam hari ke depan masih di luar negeri. Sedangkan Lily empat hari lagi sudah pulang ke Bandung. Sampai nanti akad nikah, Lily dan Kak Ran tidak bisa bertemu karena jadwal fitting baju pengantin pun tidak di waktu yang sama. pikir Lily.
__ADS_1
Tapi itu semua diatur oleh orangtua untuk kebaikan keduanya.
***