
Lily dan Yudhistira sudah sampai di Bandung. Mereka sedang berbincang bersama Papa, Angga, Andin dan Rico di Gazebo halaman belakang dekat kolam renang.
"Jadi Kakek Abdullah pemilik restoran Bakoel Abah yang di Tokyo adalah kakekmu?" tanya Angga ke Yudhistira. Yudhistira mengiyakan.
"Aku kenal baik dengan Kakek Abdullah. Aku stay di share house milik beliau selama dua tahun di sana"lanjut Angga.
"Iya, kakek memang menjadikan salah satu rumahnya untuk menjadi tempat kos untuk mahasiswa Indonesia" ucap Yudhistira.
"Rico yang rekomendasikan ke aku" Angga melirik Rico yang sedang menyesap jus sirsaknya.
"Siapun yang mau berangkat ke Tokyo, pasti aku sarankan stay di rumahnya Nenek Yumi dan Kakek Abdullah" ucap Rico.
"ternyata saling berhubungan. Baguslah, jadi Papa tenang membiarkan Lily jika pergi dengan Yudhistira" Ucap Papa.
"Tenang, Om. Pangeran Yudhistira ini tidak akan macam-macam sama Lily. Dia orang baik. Percaya sama Rico deh, Om. Kalau Om mau tahu lebih banyak tentang dia, Rico akan ceritakan semuanya" Rico berucap.
Papa terkekeh mendengar ucapan Rico. Disusul tawa yang lainnya.
"InsyaaAllah Om percaya. Tolong jaga Lily, ya"Ucap Papa kepada Yudhistira.
__ADS_1
"Pasti, Om. Yudhistira akan jaga Lily dengan baik"
"Saya berniat untuk mengajak Lily bertemu orangtua saya, besok. Tapi saya minta ijin terlebih dahulu kepada Om, Angga dan Lily tentunya"
"Mungkin terkesan buru-buru. Tapi niat saya ingin membuat hubungan tali silaturahmi yang baik sedari awal dengan melibatkan keluarga" ucap Yudhistira.
"Selanjutnya nanti saya akan mengajak orangtua saya bertemu Om untuk melamar Lily"
"Alhamdulillah. Om justru senang dengan cara kamu seperti ini. Berarti niat kamu memang sangat baik dan kamu menjaga kehormatan Lily dan keluarganya" Papa terharu. Lalu menatap Angga.
"Angga pribadi setuju dan sangat mendukung Lily dengan Yudhistira. Tanpa kita sadari, sebenarnya kita sudah saling kenal tentang keluarga kita lewat Rico. Angga yakin Yudhistira laki-laki yang baik"ucap Angga.
"Lily sudah bicara tadi dengan Yudhistira, kita akan jalani proses perkenalan selama satu bulan ke depan. Dan di awal kami sudah memperkenalkan diri kami masing-masing. Selanjutnya memperkenalkan pasangan masing-masing ke keluarga. Berikutnya tahap memperkenalkan kedua keluarga" ucap Lily. Yudhistira tersenyum mendengarnya. Ternyata Lily faham maksudnya.
"Lily setuju, Pa"Ucap Lily.
"Alhamdulillah"
"segala niat baik harus disegerakan. Semoga Allah memudahkan segala niat baik kita. Aamiin" ucap Papa.
__ADS_1
Diaminkan pula oleh semuanya.
Pembicaraan berlanjut ke ruang keluarga setelah selesai menunaikan Shalat Maghrib. Segala macam hal dibicarakan. Tentang pabrik Papa, proyek food truck Angga yang sudah mendapatkan 10 pemesan, tentang hotel Rico yang sekarang sudah mulai ramai lagi dan juga tentang kafe dan resto milik Yudhistira yang baru dibuka di dago atas. Mereka berbicara seru.
Sementara Lily dan Andin menyiapkan hidangan makan malam. Setelah selesai. Lily ijin ke kamarnya dulu.
Di kamar, Lily tiba-tiba terisak. Dia ingat Mama, Ingin Mama ada di sini saat ini dan merasakan kebahagiaan yang Lily rasakan. Lily memeluk figura potret Mama yang terpajang di meja tulisnya. "Lily kangen Mama. Lily sayang Mama" Isak Lily.
"Semoga Mama bahagia di sana ya, Ma" Semakin didekapnya potret Mama.
***
Selama berbincang, Papa memperhatikan Yudhistira dengan rasa bahagia dan haru di dadanya. Semoga Allah memudahkan rencana mereka. Papa yakin Yudhistira anak yang baik, shalih dan bertanggung jawab. Tadi sewaktu shalat maghrib berjamaah, Papa meminta Yudhistira yang menjadi imam shalat. Tidak hanya Papa, Angga, andin dan Lily pun terkejut namun bahagia. Bacaan Yudhistira sangat fasih dan baik. Laki-laki dengan wajah perancis bisa membaca ayat Alquran dengan sangat fasih. Setelah selesai shalat tadi Papa menitikkan air mata.
Hanya Rico yang tampak biasa. Karena dia sudah tahu semua hal tentang Yudhistira.
Makan malam berlangsung dengan hangat. Semua nampak gembira, termasuk Rico. Meskipun dalam hatinya ada sedih yang melanda.
***
__ADS_1