Bunga Lily Untuk Pangeran

Bunga Lily Untuk Pangeran
31. Dia Tidak Boleh Menikah Dengan Orang Lain


__ADS_3

Rakha melemparkan ponselnya ke atas sofa dengan kesal. Dia baru saja melihat di instagram. Pernikahan CEO muda PT. Curtis Global muncul di beranda dan di beberapa feed teman-teman clubnya yang memiliki status sosial lebih tinggi darinya. Mereka yang hadir di pesta pernikahan itu dengan bangga memajang foto bersama pengantin. Nampak Lily berdiri disamping laki-laki yang pernah dilihatnya bersama Lily di rumahsakit dan di gelanggang olahraga.


'Bersama pak Boss dan istrinya. Pengantin baru yang serasi. cantik dan tampan' unggah Rangga, salah satu kenalannya di club.


'congrats, Mr Boss & wife. Happily ever after' unggah Jamie, anak club yang terkenal royal. Namun sudah lama tidak pernah muncul di club. Menurut kabar dia pindah ke Surabaya. Di medsosnya pun dia memang beberapa kali mengunggah foto-foto kegiatannya di Surabaya.


'Nemenin daddy di pesta pernikahan Mr. Curtis Junior n Miss Lily' unggah Viona, salah satu DJ baru di club yang menjadi sugar baby seorang boss. Walaupun dia hanya berpose sendiri di foto booth pesta pernikahan itu.


Beberapa kenalannya yang merupakan orang-orang hits di club adalah anak buahnya CEO muda itu. Suaminya Lily. Tidak mungkin. Kenalan-kenalannya saja itu sudah termasuk orang yang paling disegani di club. Apalagi bossnya mereka. Tapi bagaimana mungkin seorang CEO sebuah perusahaan besar menikahi gadis yang berpenampilan sederhana seperti Lily. Bukankah laki-laki kaya dengan uang banyak biasanya lebih tertarik dengan wanita seksi yang menggoda.


Di beberapa akun berita juga muncul berita pernikahan mereka.


'PUTRI PEMILIK PT. ADEEVAWAN KAROSERI ASAL BANDUNG DIPERSUNTING CEO MUDA DARI PT. CURTIS GLOBAL'


Sebuah judul berita yang membuat Rakha semakin meradang. Jadi Papanya Lily adalah pengusaha pemilik perusahaan karoseri yang terkenal itu.


'CEO MUDA YANG TAMPAN DARI PT. CURTIS GLOBAL MENIKAHI MOJANG BANDUNG CANTIK PUTRI CEO PT. ADEEVAWAN KAROSERI'


Judul lain dari salah satu situs berita online.


Rakha langsung membuka website PT. Adeevawan Karoseri. Lalu membaca profile. Ada foto Papanya Lily dan Angga sebagai pemimpin perusahaan. Perusahaannya ternyata besar. Mereka juga memiliki banyak klien dari perusahaan-perusahaan besar di Indonesia.


Rakha mengepalkan tangannya. Bagaimana mungkin dia bisa melewatkan informasi penting seperti ini. Bagaimana bisa, dia tidak mengetahui bahwa keluarga Lily sangat kaya. Pantas saja rumah mereka sangat besar dan mewah. Kalau saja dia tidak terburu-buru menikahi Dina. Pasti saat ini dia yang menjadi suami Lily. Dia bisa dengan mudah mendapatkan jabatan penting di perusahaan milik Papanya. Dia tidak perlu pusing lagi memikirkan biaya hidup. Apalagi sekarang Dina terlalu banyak menuntut. Bisnisnya saja saat ini sedang kacau.


Hutang ke Lily sudah aman. Dia sudah mengantungi surat pernyataan lunas yang ditandatangani Lily. Pengacaranya pun sudah tidak pernah datang lagi. Hanya saja, kantor JNI miliknya sepi sejak satu bulan ini. Dalam sehari paling banyak lima pelanggan yang datang. Usaha penjualan suku cadang kendaraan juga mengalami penurunan penjualan yang sangat drastis. Dia bahkan tidak bisa membayar setoran cicilan dari sebagian barang yang sudah dia terima di awal. Dia pun harus menjadi sopir taksi online agar ada pemasukan. Walaupun hasilnya hanya cukup untuk makan sehari-harinya saja. Dia hanya bisa membawa taksi online jika kakaknya sudah pulang sekitar jam 2 atau jam 3 siang. Karena dia meminjam mobil kakaknya. Mobilnya sendiri sudah ditarik leasing.

__ADS_1


Dia melihat lagi unggahan beberapa kenalannya. Kenapa Lily terlihat sangat cantik. Dia memang sehari hari tidak pernah menggunakan make up. Jadi kali ini dia tampil sangat memukau di hari penikahannya.


Seharusnya dia yang menikahi Lily. Lily tidak boleh menikah dengan orang lain. Hanya dengannya Lily boleh menikah. Kembali dilemparkannya ponsel ke atas sofa. Dia mengepalkan tangannya lalu memukul dinding lemari pakaian.


Dina masuk ke dalam kamar. "Kenapa kamu memukul lemari seperti itu?" tanyanya.


"Seperti orang kesurupan saja" ucap Dina dengan kesal.


Rakha diam saja. Lalu duduk di tempat tidur dengan wajah kusut. Dina melihat ponsel yang masih terbuka di atas sofa. Dia meraihnya dan membaca laman instagram yang tadi Rakha lihat.


"Kamu marah karena Lily menikah? Memangnya ada hubungan apa di antara kalian selama ini?"Tanya Dina curiga.


"Dulu kamu bilang, Lily pacarnya Billy. Tapi ternyata bukan. Calon suaminya ternyata CEO muda perusahaan besar yang sangat tampan dan kaya, hari ini mereka menikah. Kamu sebenarnya tergila-gila dengan perempuan itu? cintamu bertepuk sebelah tangan?" Dina bertanya seraya kembali melihat ponsel Rakha. Beberapa laman yang baru saja dibuka Rakha dia baca.


"Dia juga anak seorang pengusaha kaya. Tentu saja mencari lelaki yang sepadan. Bukan lelaki miskin seperti kamu" Dina berteriak kesal.


"Jangan pernah berani menghinaku seperti itu. Selama ini 2aku sudah berusaha ikuti semua kemauan kamu" Rakha menarik kerah piyama Dina.


"Kemauanku yang mana yang sudah kamu turuti? Aku minta rumah kamu hanya belikan rumah yang masih harus dicicil setiap bulan. Aku minta mobil, sekarang mobilnya ditarik leasing. Bahkan kamu sekarang jadi driver taksi online. Menyesal aku menikah sama kamu" Dina berteriak kesal.


"Salahmu sendiri memilih rumah yang harganya sangat mahal. Kalau mau beli yang minimalis rumah harga tiga ratus juta juga sudah tidak perlu mencicil lagi" sanggah Rakha.


"Enak saja kamu suruh aku tinggal di rumah minimalis. Apa kata keluarga besarku nanti?" Dina menatap Rakha gusar.


"Masa bodoh dengan keluarga besarmu" teriak Rakha.

__ADS_1


"Kalau bukan karena ancaman ancaman bunuh dirimu yang sialan itu, aku juga tidak akan mau menikahimu" Rakha menunjuk wajah Dina.


"Kamu memang harus menikahiku. Kamu pikir setelah meniduriku, kamu bisa pergi begitu saja?" balas Dina.


"Kamu terpaksa menikah denganku? Lalu kamu ingin menikah dengan perempuan bernama Lily itu? belum tentu dia lebih baik dariku"Ucap Dina sinis.


"Dia memang jauh lebih baik dari kamu. Jelas lebih baik dalam hal apapun. Karena dia perempuan baik. Tidak seperti kamu" Rakha mendorong Dina. Membuatnya jatuh terduduk di tempat tidur.


"Aku bahkan tidak percaya jika aku satu satunya yang tidur denganmu" Rakha berkata sinis.


"Apa katamu? berani sekali kamu mengatakan aku seperti itu" Dina menjambak rambut Rakha. Rakha melepaskan tangan Dina dan mendorongnya kembali ke tempat tidur.


Rakha mengemasi pakaian-pakaiannya dari dalam lemari ke dalam tas pakaiannya.


"Mau kabur meninggalkan aku?" Dina bangkit dari duduknya lalu memasukkan kembali pakaian Rakha dari dalam tas ke dalam lemari. Rakha mendorong Dina ke atas tempat tidur. Lalu kembali memasukkan pakaian-pakaiannya ke dalam tas. Dina bangun lagi, namun Rakha mendorongnya ke arah dinding membuatnya terbentur, hingga kepalanya sakit. Dia meringis.


"Kamu bilang tadi menyesal menikah denganku. Mulai sekarang jangan pernah mengatur hidupku lagi. Aku sudah muak denganmu" Rakha bergegas keluar kamar.


"Rakha..tunggu. Kamu tidak boleh pergi" Dina berlari menyusul Rakha yang sudah turun ke ruang tamu. Tapi kepalanya terasa pusing.


Terdengar suara motor Rakha meninggalkan rumah. Dina berjalan pelan menuruni tangga menuju pintu depan. Namun ternyata pintu dikunci dari luar oleh Rakha.


"Rakha, sial-an kamu. Kamu tidak bisa pergi begitu saja" Dina memukul mukul pintu dengan penuh kekesalan. Kunci cadangan ada di dalam kamarnya di atas. Sudah tidak mungkin bisa menyusul Rakha. Lagipula sekarang sudah jam sebelas malam. Dia pun tidak tahu harus menyusul kemana.


"Lihat saja nanti aku akan buat kamu menyesal, Rakha. Juga perempuan bernama Lily itu harus merasakan apa yang kurasakan saat ini. Gara-gara dia Rakha meninggalkanku" Gumam Dina mendendam.

__ADS_1


***


__ADS_2