Bunga Lily Untuk Pangeran

Bunga Lily Untuk Pangeran
63. Direktur Keuangan


__ADS_3

Lily terbangun ketika suara adzan maghrib berkumandang di televisi. Dia terkejut karena dia tertidur bersandar di tangan Ran.


"Kenapa kak Ran tidak pindahkan aku ke bantal? kan kak Ran jadi pegal" ucap Lily seraya beringsut duduk ke samping Ran.


"Aku khawatir kamu terbangun karena sepertinya kamu sangat lelah" jawab Ran. Dirapikannya ikatan rambut Lily yang berantakan dengan perlahan.


"Terimakasih, kak Ran. Maafkan Lily juga karena belakangan ini suka gampang berubah suasana hati" ucap Lily seraya memeluk Ran dan mencium pipinya.


"Sudah jadi kewajibanku untuk menjaga dan membahagiakanmu. Dan aku melakukannya dengan senang hati. Aku senang jika bisa membuatmu senang. Dan aku bahagia jika bisa membuatmu bahagia" sahut Ran.


"Kamu kan sedang hamil. Perubahan mood adalah hal yang wajar. Tenang saja aku sudah banyak membaca artikel dan buku mengenai ibu hamil. Yang penting kamu jangan stress" kata Ran lagi sambil meraih tangan Lily dan mengecupnya. Lalu mengajaknya berdiri.


"Kita shalat maghrib bersama Papa di mushala. Tadi Papa sempat ke sini melihatmu saat Papa baru tiba di rumah" ucap Ran.


Lily menurut. Lalu mereka bersiap-siap melaksanakan shalat maghrib berjamaah di mushala dekat ruang tamu di lantai bawah.


***

__ADS_1


"Apakah Ran mengijinkan Lily membantu Papa di perusahaan? " tanya Papa kepada Ran.


"Selama Lily senang melakukannya. Ran pasti mengijinkan, Pa. Yang penting Lily jangan terlalu capek dan stress dengan pekerjaan. Karena kan sedang hamil" jawab Ran.


"Lily justru senang bisa melakukan kegiatan yang bermanfaat. ilmu yang Lily sudah pelajari kan jadinya bisa berguna" ucap Lily.


"Baiklah. Kalau Ran mengijinkan Lily membantu perusahaan. Papa berencana menempatkan Lily sebagai direktur keuangan. Sebenarnya rencana itu sudah lama Papa pikirkan. Hanya menunggu kesiapan Lily saja" ucap Papa.


"Lily bisa atur jam kerja sesuai kemampuan Lily. Tidak mesti setiap hari ke kantor. Pekerjaan Lily kan bisa dikerjakan dari mana saja. Jadi saat kalian pulang ke Jakarta, Lily masih bisa memantau pekerjaan para staffnya" kata Papa lagi.


"Bagaimana? Setuju atau tidak kalau Papa mengangkat Lily menjadi direktur keuangan?" Papa menatap Lily dan Ran bergantian.


"Tentu saja Ran mengijinkan, Pa" ucap Ran.


"Lagipula beberapa bulan ke depan Ran akan lebih banyak bekerja di Bandung juga. Mengurusi pabrik baru"


"jadi kalian akan tinggal di Bandung beberapa bulan ke depan?" tanya Papa.

__ADS_1


"Betul, Pa" jawab Ran.


"Syukurlah. Jadi tidak mengganggu jadwal pekerjaan Ran juga" ucap Papa lega.


"Baiklah, malam ini Papa akan hubungi notaris. Supaya besok mereka sudah bisa persiapkan draft notulen rapat pengangkatan Lily sebagai direktur keuangan" ucap Papa dengan wajah senang.


"Itu terdengar sangat keren. Bunga Lily, seorang direktur keuangan berusia dua puluh empat tahun" Ran menatap Lily sambil tersenyum.


Lily dan Papa tertawa mendengar ucapan Ran. Ran pun ikut tertawa.


"Lily mulai besok sudah ke kantor ya, Pa. Menurut kak Angga sejak manajer keuangan sakit, laporan keuangan bulanan tidak ada yang mengerjakan. Lily mau segera bereskan. Bisa berantakan nanti kalau tidak segera dikerjakan" ucap Lily.


"Iya, betul. Sejak manajer keuangan sakit, memang tidak ada yang bisa mengerjakannya. Mencari orang yang berkompeten untuk di posisi tersebut juga bukan hal yang mudah"sahut Papa.


"Nanti untuk posisi manajer keuangan akan tetap ada. Dan dia berada di bawah pengawasan Lily" lanjut Papa.


"Baik, Pa. Lily besok akan coba pelajari dulu. Nanti akan Lily buat sistem yang lebih mudah untuk dikerjakan" ucap Lily dengan mata berbinar penuh semangat.

__ADS_1


***


__ADS_2