Bunga Lily Untuk Pangeran

Bunga Lily Untuk Pangeran
9. Bertemu Ka Angga


__ADS_3

Lily masuk ke dalam kafe Blume. Suasana lumayan lengang.


Penataan ruangannya sedikit berbeda dari sebelumnya. Di beberapa sudut ruangan tempat meja dengan bucket bunga mawar merah jambu terlihat ada yang berbeda. Ada beberapa lukisan baru yang dipasang di dinding.


Kafe ini memang bernuansa klasik namun dengan sentuhan modern. Pemakaian material kayu dan furniture gaya klasik namun dengan pemilihan warna yang cerah sehingga memberikan sentuhan modern pada ruangan kafe.


"Selamat sore, Ka. Mau pesan apa? "sapa seorang pegawai di bagian pemesanan.


"Menu baru sesuai promo di banner ada apa saja, ka?" tanya Lily. Kebetulan, tadi pagi Lily melihat banner di depan Kafe bertuliskan adanya menu baru.


Lily penasaran dengan menu-menu baru itu.


"Untuk minuman, ada sweet Lily yaitu kombinasi susu atau yoghurt dan beberapa pilihan buah segar dengan campuran madu"


Lily terkesiap. "Sweet Lily?"


"Iya, Ka. Ada tiga varian baru untuk minuman ka. Kaka bisa lihat dulu di buku menu"


"Juga ada tiga varian baru untuk cake dan pastry. Dijamin rasanya enak, ka"Pegawai itu mempromosikan dengan yakin.


"Baiklah, saya lihat menu dulu ya. sekarang saya pesan croissant keju kismis dan air mineral"kata Lily.


"Pesanan nanti kami antar ya, ka. Kami hangatkan dulu croissantnya"


"Baiklah, terimakasih" ucap Lily berjalan menuju tempat duduk favoritnya di dekat jendela.


Sore ini kak Angga mengajaknya bertemu sepulang kerja. Katanya tadi siang ada meeting di dekat sini. Jadi setelah tadi pulang kerja jam 16.00. Lily segera saja meluncur ke kafe Blume.


Sambil menunggu kak Angga datang dan croisantnya diantar, Lily membuka buku menu.


Varian baru untuk minuman



Sweet Lily Yoghurt: smoothies yoghurt buah dan madu. *Pilihan buah: pisang, strawberry, leci, alpukat. Atau boleh mix*


Sweet Lily Milk:smoothies susu, buah dan madu *Pilihan buah: pisang, strawberry, leci, alpukat. Atau boleh mix*


3.Sweet Lily dates honey: Smoothies susu, kurma dan madu



Lily? menu minuman baru ini seperti namanya. Kenapa kebetulan sekali. Lalu Lily juga mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan. penempatan meja dengan bucket bunga mawar pink seperti biasanya namun sekarang dikombinasikan dengan bunga lili putih, itu yang memberi kesan berbeda dari biasanya.


Lalu matanya beralih ke beberapa lukisan baru yang terpajang di dinding. Ada salah satu lukisan dengan bingkai lumayan besar di atas tangga menuju lantai dua membuat Lily tertarik. Lukisan seorang kstaria berkuda yang sedang membawa serumpun bunga lili dalam dekapannya.


Hhhhmmh lukisan yang sangat penuh makna sepertinya, pikir Lily.


criing. Pesan whatsapp dari Kak Angga


Ka Angga: Kaka sudah di tempat parkir kafe Blume"


Lily: Lily di dalam, di meja dekat jendela, sebelah kanan ruangan kafe


Ka Angga: Iya, Ly. tunggu ya. Kaka kesana.


***


"sehat, kak?" Lily mencium tangan Kak Angga.


"Alhamdulillah, sehat. Seperti yang kamu lihat"jawab Kak Angga.


"Syukurlah. Ka Andin bagaimana?" tanya Lily lagi


"Mulai bulan depan sudah berhenti kerja di kantornya. Karena sejak hamil, Ka Andin mudah lelah" jawab Kak Angga membuat Lily terkejut.


"Kak Andin sedang hamil?"


Kak Angga mengangguk senang


"Aaaah senangnyaa. Aku mau punya keponakan. Selamat ya Kaa. Nanti malam Lily chat kak Andin" kata Lily dengan wajah senang seperti anak kecil mendapatkan hadiahnyang diinginkan.


"Terimakasih. Ly" ucap Kak Angga

__ADS_1


"Kakak mau pesan apa?" Lily menyodorkan daftar menu.


'Sepertinya Kakak pesan minum saja. Tadi meeting dengan pemilik restoran jepang. Sebelum meeting, kami makan siang terlebih dahulu di sana. Kakak masih kenyang"jawab Kak Angga sambil melihat-lihat daftar menu.


"Kamu punya saham di kafe ini?" tanya Kak Angga seraya memandang Lily lalu mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan kafe. Menatap lukisan-lukisan dan bucket bunga di setiap meja sudut.


"tidak, ka. Memang kenapa?" Lily balik bertanya.


"kenapa ada nama minuman dengan nama kamu di sini? dan nuansa kafe ini seperti kamar kamu di Bandung. Kakak kira kamu punya saham di sini"Kak Angga terkekeh.


"Sekalipun Lily punya saham, tidak sebegitunya juga,Kak" Lily tertawa lucu. Lily terpikir dengan kata-kata kak Angga yang mengatakan nuansa kafe ini seperti kamarnya. Nuansa bunga, itu dia.


"Kakak mau sweet lily dates honey"


"Baiklah. Sebentar Lily pesankan ya" kata Lily.


"Ada tambahan pesanan apa, ka?"tanya pegawai


"Sweet Lily yoghurt, satu. Dan sweet lily dates honey,satu" jawab Lily.


"Baik, Kak. silahkan ditunggu"


"Selamat sore, Pak Ran" Sapa salah satu pegawai yang sedang membersihkan kaca pintu masuk.


"Selamat sore, Andi" seseorang yang disapa pegawai tadi menjawab seraya melangkah masuk ke restoran.


Lily merasa tidak asing dengan suara itu. Lily menoleh ke arah pria yang baru masuk tersebut.


Pandangan mereka beradu.


"Lily?" Sapa pria itu nampak terkejut.


"Yudhistira?"Lily lebih terkejut lagi.


"Pak Ran, tamunya sudah menunggu di ruang meeting di atas" seorang pegawai berbicara kepada Yudhistira.


"Oke, lima menit lagi saya ke sana" ucapnya.


"Apa kabar, Lily?"


"Aku baik juga"


Mereka berdua jadi bersikap canggung.


"Aku berdua kakakku di sana" Lily mengarahkan pandangannya ke meja kak Angga.


Kak Angga melambaikan tangannya dengan senyum mengembang. Aah pasti kak Angga mikirnya aneh deh nih, pikir Lily.


Yudhistira berjalan menghampiri Kak Angga.


"Perkenalkan, Yudhistira" Yudhistira menjabat tangan kak Angga.


"Angga, Kakaknya Lily"balas Kak Angga


"Selamat menikmati minuman dan makanannya. Semoga suka"


"Mohon maaf saya ada janji meeting. Lain kali mungkin kita bisa berbincang lagi" kata Yudhistira.


"Silahkan" ucap Kak Angga


"Nanti malam saya chat kamu ya, Ly. Bolehkah?" tanya Yudhistira.


"Boleh" jawab Lily kikuk. Masalahnya Kak Angga sedari tadi senyum terus.


Yudhistira berlalu menuju lantai dua restoran. Lalu menoleh kembali ke Lily dengan senyum yang membuat Lily salah tingkah.


Ka Angga berdehem.


"Ternyata benar bahwa kamu memang tidak memiliki saham di sini. Tapi justru akan memiliki pemilik restoran ini" gumam Kak Angga dengan senyum tertahan.


"Aah, Kakak niih" Pipi Lily merona.


"Malu nanti terdengar orang lain" kata Lily.

__ADS_1


"Kalau dia tidak ada perasaan suka kepada kamu, mana mungkin coba nama kamu ada di sini. Dan itu, lukisan bunga lili, bucket bunga lili, apa maksudnya? Kakak rasa bukan suatu kebetulan. Setidaknya nama atau karakter kamu menginspirasi dia"ucap Kak Angga.


"Bisa saja Lily adalah nama dari Ibunya atau nama saudara perempuannya"Sanggah Lily


"Nanti waktu yang akan buktikan" Kak Angga mengedipkan sebelah matanya.


Iiiiish. Kakaknya ini.


"Kamu baik-baik saja kan, Ly" tanya Kak Angga.


Lily menoleh.


"Soal Rakha, Kakak sudah tahu. Saat ini dia sedang di Bali bersama istrinya" ucap Kak Angga.


Lily menundukan kepalanya. Rasa sedih dan malu menyelimutinya.


"Jangan pernah merasa sedih dan tak berharga hanya karena seseorang meninggalkanmu"


"Bukan kamu yang tidak layak untuk dia. Tapi dia yang tidak layak mendapatkan kamu"


"Kakak yakin kamu selalu kuat. Kamu bukan gadis yang lemah"


"Kamu punya banyak orang yang menyayangimu. Ada Kakak dan Papa yang selalu ada untukmu. Ada kak Andin dan juga sahabat-sahabatmu"


Ucap Kak Angga.


"Terimakasih, Kak" gumam Lily.


"Sudah jadi kewajiban kakak untuk menjaga kamu"


"Kakak sengaja selidiki Rakha?" tanya Lily.


"Iya, supaya dia tidak macam-macam lagi ke kamu"


"Lain kali kalau ada apa-apa, cerita ke Kakak ya"


"Baik, Ka"Sahut Lily.


"Ada yang mau kuceritakan ke Kakak"ucap Lily


"Rakha pernah menemuiku, memintaku menunggunya bercerai. Dia mohon agar aku jangan dekat dengan laki-laki lain"ucap Lily lagi.


"Kamu bersedia?kamu masih percaya dia?" Ka Angga bertanya.


Lily menggelengkan kepalanya.


"Gadis pintar. Jangan pernah percaya lagi semua ucapan dia, ya" Kak Angga menatap Lily lekat. Tak tega rasanya meninggalkan Lily sendirian di Jakarta. Ingin dibawanya pulang ke rumah Papa.


Tapi Lily bukan anak kecil lagi. Dia sudah punya kehidupan dan pemikiran sendiri.


"Dia pakai uang Lily untuk buka usahanya, Ka. Sudah berjalan dua tahun. Tapi dia belum mengembalikannya sepeserpun" Kata Lily.


Lily menceritakan detail mengenai uang tersebut.


Kak Angga mendengarkan dengan seksama.


"Kalau dari apa yang kamu ceritakan. Menurut Kakak dia memang dari awal hanya mau memanfaatkan kamu, Ly. Dia mau uang kamu. Dan tidak berniat untuk mengembalikannya"Kak Angga menyimpulkan.


Lily setuju dengan pendapat Kak Angga. Makanya hanya mengangguk dan mendengarkan kata-kata kakaknya itu.


"Dia memohon kepada kamu untuk menunggunya bercerai. Itu akal-akalannya saja untuk terus memanfaatkan kamu. Mungkin dia masih ada kepentingan yang hanya lewat kamu bisa diwujudkan"lanjut Kak Angga lagi.


"Ikhlaskan saja uang itu. InsyaaAllah akan diganti dengan yang lebih baik lagi"


"Lupakan dia. Kamu berhak mendapatkan yang lebih baik"


"Iya, Kak. Terimakasih sudah ada untuk Lily"


"Lily minta tolong kakak jangan cerita ke Papa untuk saat ini ya. Lily khawatir dengan kondisi kesehatan Papa"Pinta Lily


"Tenang saja, Ly. Papa masih dalam masa pemulihan. Kasihan kalau sampai kaget mendengar mengenai ini" Kata kak Angga.


"Daan yang tak kalah penting, kamu harus jaga kesehatan juga, ya"lanjut Kak Angga.

__ADS_1


Lily diantar pulang ke kosan oleh Kak Angga. Setelah Tante Elly meninggal enam bulan yang lalu, Lily pindah ke rumah kos khusus wanita sekitar 300 meter di belakang gedung kantor. Jadi Lily hanya perlu berjalan kaki menuju kantor.


***


__ADS_2