Bunga Lily Untuk Pangeran

Bunga Lily Untuk Pangeran
6. Pabrik Pembuatan Box Pendingin


__ADS_3

Papa sudah kembali ke rumah sejak dua hari yang lalu. Namun masih tetap intensif dikontrol oleh dokter setiap hari. Jadwal kunjungan dokter ke rumah biasanya dilakukan malam hari.


Lily mengajukan libur cuti selama 10 hari. Walau begitu Lily tetap melakukan pekerjaannya dari rumah. Setiap hari Lily selalu update untuk closing laporan harian. Di masa sekarang semua pekerjaan bisa dilakukan secara online.


Pagi ini Lily menemani papa berkeliling di halaman rumah seraya berbincang tentang banyak hal.


Sambil berkeliling halaman rumah, Papa bercerita tentang kemajuan pabrik dua tahun terakhir. Tetapi yang paling drastis kemajuannya adalah di enam bulan terakhir ini. Karena pesanan box pendingin untuk kendaraan roda empat mengalami peningkatan lebih dari seratus persen. Enam bulan yang lalu perusahaan papa mendapatkan pesanan pengadaan 100 unit box pendingin untuk salah satu perusahaan produsen makanan beku olahan daging dan ayam terbesar di Indonesia.


Dua bulan kemudian ada lagi pesanan 30 box dari perusahaan produsen es krim dan perusahaan bakery.


Otomatis kesibukan di pabrik semakin padat.


Selain memproduksi box pendingin, perusahaan Papa juga menyediakan layanan purna jual yaitu perbaikan box pendingin.


Papa tampak bersemangat saat menceritakannya.


Lily tahu, kemajuan perusahaan papa tidak lepas dari peran Ka Angga selama ini. Sejak Ka Angga kembali dari Jepang menyelesaikan pendidikan S2 jurusan tekhnik industri, dia sangat total membantu mengembangkan dan memajukan perusahaan Papa dengan inovasi-inovasi baru.


Bukan hanya Papa yang bangga terhadap kak Angga, Lily pun merasa bangga memiliki kakak yang hebat.


"Sekali-sekali mainlah ke pabrik. Di sana memang kebanyakan laki-laki. Tapi ada juga karyawan perempuan di bagian office" ucap Papa saat mereka sejenak istirahat di bangku taman.


"Papa sangat senang kalau suatu saat nanti kamu mau bergabung di perusahaan Papa. Kamu bisa bantu di bagian keuangan"


" Lily pasti bergabung, Pa. kemarin kan Lily tunggu sampai kuliah S2 Lily selesai di Jakarta" ucap Lily


"Mungkin tahun depan Lily sudah bisa bergabung di perusahaan Papa" lanjut Lily


"Kapan saja kamu bisa bergabung dengan perusahaan Papa. Lebih cepat lebih baik. Tapi setelah kamu menyelesaikan tanggungjawab pekerjaan kamu di kantormu sekarang" ucap Papa.


"Siaap, Boss!" Lily memberi hormat kepada Papa.


Papa terkekeh melihat tingkah Lily.


Kak Angga berjalan menuju tempat Lily dan Papa duduk. Nampaknya sudah siap untuk berangkat.


"Bukannya hari ini Kak Angga mau jemput Ka Andin?" tanya Lily.


Ka Andin, istri ka Angga. Sudah dua minggu tugas dari kantornya yang perusahaan farmasi ke Medan.


"Nanti malam Kakak jemput di bandaranya, Ly. Jadwal kedatangannya jam sembilan malam" Jawab Kak Angga.


"Angga mau ke kantor dulu, Pa. Sekalian ke gudang. Karena hari ini material yang kita import sudah tiba di gudang. Tadi orang gudang info ke Angga" ucap Kak Angga.


"Material apa yang hari ini tiba? XPS atau fiber?" tanya Papa.


"Keduanya, Pa. XPS tiba tadi pagi. Sedangkan Fiber, baru saja sampai" jawab Kak Angga


"Untuk aksesoris box sudah kembali dipesan?" Papa bertanya lagi.

__ADS_1


"Hari ini pihak seller akan kirimkan penawaran harganya dulu, Pa. Kebetulan ada beberapa seller baru yang sudah memberikan penawaran harga lebih murah kemarin"


"Jangan lupa, selalu utamakan kwalitas ya. Jangan tergiur dengan penawaran harga yang murah, tapi kwalitas kurang baik" Papa mengingatkan.


"Baik, Pa."


"Rencana nanti jam sepuluh Angga akan meeting dengan bagian purchasing dan kepala bagian produksi. Salah satunya membahas tentang ini. Nanti Angga info ke Papa mengenai hasil meetingnya" ucap Ka Angga.


"Baiklah. Kamu urus dengan baik ya. Papa percaya padamu" kata Papa.


"Terimakasih, Pa" ucap Kak Angga.


"Oh, iya. Kamu ada rencana kemana hari ini, Ly?" tanya kak Angga.


Lily menggeleng. "Tidak ada rencana kemanapun, Ka"


"Temani kakak ke kantor, yuk"ajak Kak Angga


"Waaahh bagus itu. Ayo ikutlah dengan kakakmu. Supaya kamu tidak jenuh di rumah"Seru Papa penuh semangat.


"Nanti Papa sendirian dong?" Lily menatap khawatir ke Papa.


"Tenang saja. Ada Mas Guntur perawat Papa dan Pak Yan juga kan ada di rumah" ucap Papa menenangkan Lily.


"Baiklah. Tapi kita sarapan bersama dulu sekarang. Setelah itu baru berangkat ke kantor" ucap Lily.


***


Setelah tadi membaca laporan stock opname dari bagian gudang, kemudian membahas mengenai adanya perubahan harga dari supplier aksesoris. Perubahan itu ternyata dikarenakan adanya potongan harga pembelian atau diskon atas jumlah pesanan yang sangat banyak. Karena kali ini jumlah kebutuhan pabrik akan aksesoris semakin banyak seiring meningkatnya jumlah produksi box.


"Baguslah kalau mereka akhirnya memberikan harga istimewa kepada kita. Pastikan juga ke depannya mereka tidak menaikkan harga tiba-tiba tanpa pemberitahuan terlebih dahulu" ucap Kak Angga.


"Target 20 box pesanan dari PT. Goodfoods apakah sudah semua dilakukan pemasangan freezer?"Tanya Kak Angga.


"Dari 20 unit, hari ini tinggal sisa 3 unit yang belum terpasang instalasi freezernya. Sesuai jadwal, besok sudah selesai, Pak" Seseorang dari bagian produksi menjelaskan seraya menyerahkan laporan kepada kak Angga.


"Bagus. Pastikan semua pekerjaan berjalan sesuai target" Kata Kak Angga.


Meeting selesai. Kemudian mereka beranjak menuju gudang.


"Kalau kamu merasa capek, bilang ya" ucap kak Angga kepada Lily.


Di area gudang material produksi nampak ada beberapa roll besar yang bernama bahan FRP dan beberapa tumpuk lembaran Xps yang baru saja datang.


"Naah ini namanya FRP atau Fiber-reinforced atau plastik yang diperkuat serat. Ini adalah bahan komposit yang terbuat dari matriks polimer yang diperkuat dengan serat. Serat itu biasanya kaca, karbon, aramid atau basal.


FRP ini berfungsi sebagai bahan pelapis bagian luar dari dinding box pendingin" Kak Angga menjelaskan.


Lily mencoba memahami namun dia tidak mengerti apakah aramid dan basal itu. Aah biarlah, nanti cari tahu di internet. Pikir Lily

__ADS_1


"Sedangkan ini adalah Xps atau Extrude Polystyrene Foam Thermal yaitu foam yang dipasang dibagian dalam dinding box pendingin yang berfungsi sebagai peredam dinding dari panas dan penjagaan suhu ruangan agar tetap pada suhu normal, dengan aplikasi pada dinding bangunan sehingga menjaga suhu pada ruangan agar tetap stabil dan meredam panas dari luar ruangan. Selain digunakan untuk pembuatan box pendingin, Xps juga biasa digunakan untuk bangunan gedung sebagai peredam suara" Ka Angga menjelaskan lagi.


Hhmhh. Kalau yang ini agak mudah difahami.


Mereka lanjut berkeliling gudang. Ada banyak sekali kayu kaso yang juga ternyata merupakan material pembuatan box pendingin.


Lily sangat terpesona dengan pemandangan yang dia lihat. Dia tidak tahu jika perusahaan Papa memiliki gudang seluas ini.


Selama ini dia hanya pernah beberapa kali datang itupun hanya ke kantor di gedung bagian depan.


"Capek?" tanya Kak Angga.


"tidak, Ka. Aku justru sangat semangat" ucap Lily.


Kak Angga terkekeh seraya mengacak rambut Lily.


Mereka beralih ke bangunan sebelah.


"Ini ruangan produksi. Jadi suasana di sini sangat bising. Harus pakai sepatu keamanan dan helm jika masuk ruangan ini" ucap Kak Angga.


"Kamu bisa tunggu di sini jika tidak nyaman"


"aku ikut" Ucap Lily seraya mengambil helm berwarna jingga.


Kak Angga memakai helm warna putih.


Kak Angga menatap helm yang Lily pakai.


Lily tertawa. "Aku kan orang luar yang hanya berkunjung ke sini. Jadi aku pilih helm jingga ini"


"Aaah ternyata adik kesayangan Kakak ini memang sangat pintar" Kata Kak Angga.


"Aku tidak 'sangat pintar' ka. Aku kebetulan tahu mengenai lima warna helm yang digunakan di lingkungan proyek konstruksi" ucap Lily merasa malu.


"Tuuuh kan, kamu itu memang pintar" Kak Angga tertawa seraya berjalan masuk menuju ruangan produksi.


Kembali Lily dibuat terpesona dengan pemandangan di depannya. Para pekerja terbagi sesuai tugasnya. Ada bagian pemotongan, pengeleman hingga bagian pressing.


Di bagian lain bangunan terdapat box pendingin yang sudah terpasang di beberapa unit kendaraan roda empat. Mulai dari mobil van hingga sejenis fuso.


"Bagaimana dengan proses Sertifikasi Uji Tipenya? lancar kan?" Kak Angga bertanya kepada staff yang mendampingi.


"Semua lancar, Pak. Terakhir kemarin unit box untuk truk engkel milik PT. Sweet ice cream yang diuji. Kemungkinan dalam waktu tujuh hari ke depan sudah terbit sertifikatnya" jawab staff tersebut.


"Ok, terimakasih." ucap Kak Angga


Lily menyimak betul-betul perbincangan mereka.


Hari ini terasa sangat menyenangkan. Sampai Lily sama sekali tidak merasakan capek.

__ADS_1


***


__ADS_2